King's Regrets

King's Regrets
Eps 57



Beberapa hari kemudian, Xia Lian An yang sudah sampai di negara Qin mendapat berita jika tangn kaisar Shun tidak bisa lagi digunakan dengan baik, karena racun yang dia dapatkan dari orang-orang yang menyerangnya beberapa hari yang lalu.


Di saat kondisi selir Ning yang belum stabil, kaisar Shun mendapatkan bencana. Xia Lian An masih mempunyai berbagai rencana untuk membuat mereka menderita. Apalagi dia juga akan menargetkan keluarga perdana menteri Qing yang sudah membunuh ibu kandung dari pemilik tubuh asli.


Saat ini Xia Lian An sedang menikmati kue buatan Xiao Wei di taman samping rumahnya bersama putra mahkota Zhang yang ikut ke negara Qin bersamanya.



Putra mahkota Zhang sangat menikmati udara di sekitar rumah Xia Lian An yang tidak begitu besar itu.


Xia Lian An bukan hanya pandai memasak dan membuat kue. Dia juga sangat pintar menata ruang dan taman, sehingga terlihat sangat indah juga udara terasa lebih nyaman.


"Tuan Jiang, saat ini kondisi kaisar Shun sedang tidak baik. Apa tuan Jiang tidak ingin melihatnya?" Tanya Xia Lian An dengan hati-hati.


Putra mahkota Zhang menatap Xia Lian An.


"Apa kau mau ikut ke istana untuk mengunjungi kaisar Shun, nona Xia?"


"Tidak, aku sudah tidak ingin menginjakan kaki lagi di sana."


"Kau tidak ingin menemui kedua teman selir mu itu?"


Xia Lian An terdiam, dia mungkin sangat ingin bertemu dengan permaisuri Rui dan selir Nuan. Tapi, dia benar-benar sangat tidak ingin pergi ke istana lagi.


"Baiklah, aku akan kesana sendirian. Kau ingin memberikan sesuatu untuk kedua temnanmu?"


"Tidak perlu, aku akan meminta orang lain yang memberikannya. Akan sangat tidak nyaman ketika tuan Jiang pergi ke istana untuk mengunjungi kaisar yang tengah sakit, malah membawa sesuatu untuk orang lain."


Putra mahkota Zhang tersenyum dan mengangguk. Karena Xia Lian An begitu peduli akan nama baiknya di depan orang lain, sehingga tidak ingin membuat putra mahkota Zhang merasa tidak enak.


"Baiklah kalau begitu, besok aku akan ke istana. Jadi, besok aku tidak menemani mu dulu."


"Tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja disini."


Putra mahkota Zhang mengangguk, dia percaya dengan apa yang Xia Lian An katakan. Karena dia tahu, Xia Lian An adalah wanita kuat dan pintar.


***


Di istana, pangeran Xia yang terlambat mengetahui kabar tentang kaisar Shun dan permaisuri Yan datang.


Pangeran Xia melihat kaisar Shun yang masih terbaring dengan lemah di atas tempat tidurnya. Lengan kirinya di balut dengan kain untuk menahan ramuan obat agar tidak menyebar.


Di depan pangeran Xia ada raja kecil yang sejak kemarin berada di dalam kamar kaisar Shun.


"Xuan Yuwen, apa kabar tentang kaisar Shun dan permaisuri Yan itu benar?" Tanya pangeran Xia pada raja kecil.


"Itu benar, sekarang kakak juga sudah mengangkat permaisuri Rui dan dia sedang hamil beberapa bulan."


Pangeran Xia mengangguk, dia benar-benar menyayangkan perpisahan kedua orang itu.


"Pangeran Xia, apa kau begitu sibuk sampai tidak tahu kabar ini?"


"Benar. Beberapa bulan yang lalu, rakyat yang berada di pinggir perbatasan bergejolak karena hasutan seseorang. Jadi terpaksa aku pergi kesana untuk meredakan kemarahan mereka."


"Hmm jadi seperti itu."


Kreeeeett kreeeett


Suara tempat tidur kaisar Shun berbunyi saat kaisar Shun terbangun dan mencoba untuk duduk.


Raja kecil yang melihat itu segera membantu kaisar Shun untuk bangun dan duduk.


"Bagaimana kondisi mu, kaisar Shun?" Tanya pangeran Xia.


"Sudah jauh lebih baik, racun di tanganku sudah sepenuhnya hilang. Tapi, otot tanganku terasa sangat sakit jika di paksa untuk bergerak."


"Tidak apa-apa, kau akan kembali seperti semula nanti."


Kaisar Shun diam.


"Apakah pelakunya sudah di ketahui?"


"Berani menyerang kereta seorang kaisar, mereka pasti bukan sekelompok bandit atau perampok biasa."


"Aku juga berfikir seperti itu. Aku menduga, mereka adalah orang yang sudah lama mengincarku dan mendapatkan kesempatan menyerangku saat aku berada di luar istana."


Pangeran Xia mengangguk, dia menatap tangan kaisar Shun yang berbalut obat.


"Mungkin itu adalah sebuah hukuman, karena tangan itu selalu memukuli permaisuri Yan dulu."


"Jadi, apakah rakyat mu di perbatasan sudah membaik?" Tanya kaisar Shun.


"Ya, mereka sudah berhenti bergejolak. Orang-orang yang menghasut mereka pun sudah di tangkap dan di adili."


"Baguslah kalau seperti itu."


"Benar."


Seorang pelayan istana datang sambil membawa baki berisi obat untuk kaisar Shun.


"Yang mulia, saya membawakan obat untuk yang mulia." Ucap pelayan itu.


"Masuklah, dan bawa obat itu kemari." Ucap kaisar Shun.


Pelayan itu kemudian masuk dan berjalan melewati pangeran Xia dan raja kecil.


"Silahkan di minum obatnya yang mulia." Pelayan itu memberikan semangkuk obat kepada kaisar Shun.


Kaisar Shun mengambil obat yang ada di atas baki, lalu segera meminumnya. Setelah obat itu di minum, pelayan kembali keluar meninggalkan kamar kaisar Shun.


"Pangeran Xia, aku.... Aku bertemu dengan Qing Lian di istana kerajaan negara Ming." Ucap kaisar Shun dengan tatapan matanya yang melemah.


Pangeran Xia terkejut "Di istana negara Ming?"


"Benar, beberapa hari yang lalu adalah ulang tahun putra mahkota Zhang, dan aku kesana untuk memenuhi undangannya. Tapi, tidak disangka jika Qing Lian juga datang."


"Mungkinkah dia datang karena di undang oleh putra mahkota?"


Kaisar Shun mengangguk "Dia bahkan memberikan kantong wewangian untuk putra mahkota Zhang sebagai hadiahnya."


Pangeran Xia, dia sangat tahu arti seorang wanita memberikan kantong wewangian kepada seorang laki-laki. Dia menatap kaisar Shun yang terlihat sedikit muram setelah mengatakan tentang permaisuri Yan.


"Dia bukan lagi permaisuri Yan, jadi dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan." Ucap pangeran Xia.


"Kau benar, tapi ada sesuatu yang seperti sedang menekanku saat aku melihat wajah putra mahkota Zhang sangat bahagia menerima kantong wewangian dari Qing Lian itu."


"Mungkin karena kau dulu pernah mendapatkan saputangan darinya, namun kamu tidak menerimanya, kau malah merobek dan membuangnya tepat di depan mata kami berdua, jadi dia ingin menunjukan pada permaisuri Yan jika dia begitu menyukai kantong wewangian pemberian permaisuri Yan itu."


Kaisar Shun menggelengkan kepalanya "Tidak, mereka.... Mereka terlihat seperti sepasang kekasih."


Pangeran Xia diam, dia memang tahu jika putra mahkota Zhang menyukai permaisuri Yan. Tapi tak di sangka dia akan bergerak dengan cepat setelah tahu jika kaisar Shun telah melepaskan permaisuri Yan.


"Apa kau menyesal telah melepaskan permaisuri Yan?"


Kaisar Shun menatap pangeran Xia "Jika aku berkata menyesal, apakah dia akan kembali padaku?"


Pangeran Xia membalas tatapan kaisar Shun.


"Dia tidak akan pernah kembali padaku, sikapnya padaku di istana negara Ming sudah sangat jelas jika dia tidak ingin berhubungan lagi denganku. Dia bahkan memberiku hormat dan cara dia memanggilku seperti dua orang yang belum pernah saling bertemu sebelumnya." Sambung kaisar Shun sambil mengingat bagaimana saat permaisuri Yan mengacuhkannya di istana negara Ming.


"Jika memang tidak bisa, maka biarkan saja. Kau tidak akan bisa mengulangi semua hal yang kau sesalkan. Biarkan dia menjalani kehidupannya sendiri dengan bahagia."


Kaisar Shun mengangguk "Putra mahkota Zhang, dia pernah berkata padaku jika dia... Menyukai Qing Lian, saat Qing Lian masih menjadi permaisuri ku."


Pangeran Xia memejamkan matanya, karena pada akhirnya putra mahkota Zhang tidak bisa untuk menahannya.


Kali ini pangeran Xia tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena selama ini dia sudah mnegetahui hal itu dan merahasiakannya dari kaisar Shun dan orang lain.


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian berupa like, komen dan juga jangan lupa vote cerita Xia Lin ini. Terima kasih 🙏😊.