King's Regrets

King's Regrets
Eps 37



Selama putra mahkota Zhang berada di kota Yu, hampir setiap hari dia pergi ke toko kue milik Xia Lian An, dan itu membuat para pekerja Xia Lian An bertanya-tanya tentang apa hubungan diantara tuan mereka dengan putra mahkota Zhang itu.


Tapi, setiap mereka bertanya pada Xiao Wei atau Xiao Fen. Mereka tidak pernah mendapatkan jawaban yang pasti.


Hari ini saat putra mahkota Zhang datang ke toko kue Xia Lian An, dia bertemu dengan seorang wanita yang bisa di bilang cukup cantik.


Wanita itu adalah putri dari menteri keuangan di kota Yu.



Ketika putra mahkota Zhang masuk kedalam toko, rupanya dia sudah membuat putri dari menteri keuangan itu terpesona dan jatuh hati padanya.


Pelayan toko yang mengenal putra mahkota Zhang langsung membawanya ke lantai atas, dimana dia sering duduk dan menikmati kue pesanannya.


"Siapa laki-laki itu, aku tidak pernah melihatnya?" Tanya putri menteri keuangan pada temannya yang duduk didepannya.


"Aku juga baru pertama kali melihatnya, sepertinya dia orang baru di kota ini."


Putri menteri keuangan itu sangat penasaran dan tertarik pada putra mahkota Zhang, dia memberanikan diri untuk pergi menemui putra mahkota Zhang di lantai atas.


"Siapa wanita yang naik ke lantai dua itu?" Bisik seorang pelayan pada Xiao Fen.


Xiao Fen melihat wanita yang di maksud oleh pelayan toko, dia lalu menggelengkan kepalanya.


"Wah, dia berjalan ke arah tamu nona Xia." Ucap pelayan itu lagi yang ternyata masih melihat ke arah putri menteri keuangan.


"Sepertinya nona kita mendapatkan saingan cinta." Celetuk Xiao Fen.


"Siapa yang mendapatkan saingan cinta, Xiao Fen?"


Xiao Fen dan pelayan toko terkejut dan berbalik, dia melihat Xia Lian An sudah berdiri di belakang mereka.


"Ah no.. nona Xia. Anda sudah datang." Ucap Xiao Fen.


"Iya. Tadi kalian sedang membicarakan apa?"


Xiao Fen dan pelayan toko diam, mereka tidak berani mengatakan apapun didepan Xia Lian An tentang adanya seorang wanita yang mendekati putra mahkota Zhang.


Karena tidak ada yang mau menjawab, Xia Lian An pun tidak ingin memaksa mereka. Dia lalu berjalan masuk dan tidak sengaja melihat putra mahkota Zhang tengah berbicara dengan seorang wanita di lantai atas.


"Ternyata kalian sedang membicarakan tuan Jiang." Ucap Xia Lian An yang masih melihat ke arah putra mahkota Zhang.


"Ma... maafkan kami nona." Ucap pelayan toko ketakutan.


"Tidak apa-apa, kalian kembalilah bekerja."


"Baik nona." Ucap keduanya.


Xia Lian An masuk kedalam dapur, dia tidak peduli dengan apa yang sedang putra mahkota Zhang dan wanita yang tidak di kenal itu bicarakan.


Sementara itu di lantai dua, putra mahkota Zhang yang di datangi seorang wanita cantik menatapnya dengan tatapan yang datar.


Dia sama sekali tidak mengenal wanita yang berada didepannya. Karena dia hanya mengenal Xia Lian An dan kedua pelayan setianya di kota Yu.


"Salam tuan, aku baru pertama kali ini melihat anda. Apakah anda baru disini, tuan?" Ucap putri menteri keuangan dengan lembut pada putra mahkota Zhang.


Putra mahkota Zhang mengangguk "Iya, aku bukan berasal dari negara Qin."


"Jadi anda dari negara lain?"


"Iya."


Putri menteri keuangan itu dengan berani duduk di kursi yang ada di depan putra mahkota Zhang. Dan itu membuat putra mahkota Zhang sangat tidak nyaman.


"Apakah tuan datang sendirian ke negara Qin ini?"


"Apa anda dekat dengan saya, sehingga saya harus menjawab pertanyaan anda, nona?"


"Ah, aku adalah putri dari menteri keuangan di kota Yu ini, jika anda memerlukan bantuan, anda bisa mengatakannya padaku. Jadi jangan terlalu kaku seperti itu, tuan."


Putra mahkota Zhang hanya mengangguk, dia terlalu malas untuk meladeni wanita yang ada di depannya.


"Jika anda dalam kesulitan, anda bisa mencari ku. Namaku adalah Fei Ling. Putri satu-satunya menteri keuangan di kota Yu ini, di kota ini tidak ada yang tidak mengenalku. Jadi tuan bisa tenang."


Putri menteri keuangan langsung terdiam, dia meremas sapu tangan yang dia bawa. Dia merasa laki-laki yang ada di depannya sudah membuatnya malu.


"Anda bilang, anda kesini untuk calon istri anda?" Tanya putri menteri keuangan dengan canggung.


Putra mahkota Zhang mengangguk. Dia melihat ke arah lain dan melihat jika Xia Lian An tengah naik ke lantai dua sambil membawa pesanan untuk orang lain.


Melihat Xia Lian An selesai memberikan pesanan itu, putra mahkota Zhang melambaikan tangannya pada Xia Lian An sebagai kode memanggilnya untuk datang ke mejanya.


Xia Lian An yang melihat putra mahkota Zhang memanggilnya pun berjalan menghampiri meja itu, lalu berdiri tepat didepan meja.


Putra mahkota Zhang tersenyum pada Xia Lian An, tanpa mengatakan apa pun putra mahkota Zhang berdiri dan merangkul bahu Xia Lian An di depan putri menteri keuangan itu.


"Nona, wanita ini adalah calon istri yang saya katakan tadi. Jadi maaf, seperti apa yang saya katakan kepada nona juga, jika saya tidak tertarik dengan orang lain selain calon istri saya ini."


Xia Lian An membulatkan kedua matanya, dia menatap putra mahkota Zhang dengan penuh tanya. Tapi putra mahkota Zhang hanya tersenyum mendapatkan tatapan itu dari Xia Lian An.


Putri menteri keuangan berdiri dan menatap Xia Lian An dengan tidak percaya.


"Apa anda sedang bercanda tuan? Dia hanya seorang wanita yang tidak punya apa-apa, bahkan keluarga dia saja tidak mempunyai pengaruh pada negara Qin ini." Ucap putri menteri keuangan dengan sombong dan menatap Xia Lian An dengan tatapan menghina.


Putra mahkota Zhang hanya tersenyum mendengar ucapan putri menteri keuangan, itu karena dia merasa bahwa dia sedang melihat wanita bodoh yang arogan.


Jika saja wanita itu tahu kalau wanita yang dia hina adalah mantan permaisuri negara nya, dia pasti akan malu bahkan tidak berani untuk bertemu dengan orang lain lagi.


"Apa yang anda tertawakan tuan? Aku mengatakan yang sebenarnya. Kau pasti sudah buta karena menyukai wanita yang tidak punya apa-apa ini." Ucap putri menteri keuangan lagi.


"Maafkan saya nona. Tapi bagi saya, wanita yang ada di samping saya ini adalah wanita yang paling sempurna, saya tidak memerlukan wanita yang berpengaruh atau mempunyai pangkat yang tinggi. Saya juga tidak peduli apakah dia seorang wanita yang kaya atau wanita sederhana. Cukup dengan dia menyukai saya, dan saya menyukainya. Semua kekayaan dan kekuasaan yang saya miliki, akan saya berikan padanya."


Jantung Xia Lian An berdetak dengan kuat mendengar perkataan putra mahkota Zhang yang sangat mengejutkan baginya.


Sementara wanita itu merasa kesal mendengar perkataan dari putra mahkota Zhang.


"Anda akan menyesal karena sudah mempermalukan ku." Ucap putri menteri itu sebelum pergi dengan kesal.


Xia Lian An yang masih di rangkul oleh putra mahkota Zhang terdiam, dia tidak tahu harus berkata apa setelah mendengar perkataan putra mahkota Zhang tadi.


Putra mahkota Zhang melihat wajah Xia Lian An yang sedikit memerah, dia lalu melepaskan rangkulannya pada bahu Xia Lian An.


"Maafkan aku, aku sudah tidak sopan. Tapi... apa yang baru saja aku katakan adalah sebuah kebenaran." Ucap putra mahkota Zhang.


"Tuan Jiang, bukankah aku sudah mengatakan jika aku tidak akan membuka hatiku, sebelum aku membalaskan semua rasa sakit ku?"


"Aku tahu itu, tapi aku juga tidak mau ada wanita yang mendekati ku dan mengharapkan hal yang tidak akan bisa aku lakukan. Jadi hanya dengan berkata jika kau adalah calon istriku, wanita-wanita itu akan menjauh."


Xia Lian An menghela nafas setelah mendengar penjelasan dari putra mahkota Zhang. Dia benar-benar tidak percaya, jika dia akan di jadikan alasan untuk menolak para wanita yang menyukai putra mahkota negara Ming ini.


"Baiklah, karena wanita yang ingin kau usir sudah pergi. Aku juga harus kembali." Ucap Xia Lian An.


"Tidak, kau harus menemaniku minum teh disini. Kau sudah berjanji akan menemaniku hari ini."


"Tuan Jiang, kau bisa lihat di bawah sana? Hari ini toko sangat ramai, dan aku harus membantu yang lainnya. Jadi aku akan menemanimu setelah membantu mereka."


Putra mahkota Zhang melihat antrian di lantai bawah toko kue itu, dan itu memang sangat ramai.


"Baiklah, aku akan menunggu mu."


"Terima kasih atas kebijaksanaan tuan Jiang, kalau begitu aku kembali sekarang."


Putra mahkota Zhang menganggukan kepalanya mengiyakan ucapan Xia Lian An.


Xia Lian An lalu berbalik dan pergi meninggalkan putra mahkota Zhang.


Putra mahkota Zhang melihat Xia Lian An yang terus berjalan menjauh dan menuruni tangga.


"Lian'er, kapan kamu akan meminta bantuanku untuk membalas semua rasa sakit yang pernah kau rasakan?"



...Toko Kue Xia Lian An...