
Satu hari sebelum hari festival lampion tiba, semua pelayan, pengawal dan pejabat kerajaan sibuk. Itu karena kaisar Shun ingin membuat sebuah pesta yang sangat meriah didalam istana.
Bukan hanya di dalan istana, kaisar Shun juga menyewa beberapa restoran besar di beberapa kota yang ada di negara Qin untuk festival lampion itu. Dia ingin semua rakyatnya juga ikut berpesta besok.
Negara Qin sekarang sedang sibuk dan sangat ramai menyambut festival lampion kali ini, senua rakyat pun merasa sangat bahagia dan di berkahi oleh kebaikan dan kebijaksanaan kaisar mereka.
Hanya saja mereka tidak tahu, jika tidak semua orang beranggapan kaisar Shun adalah orang yang bijaksana dan baik.
Jika semua orang tengah sibuk merias aula kerajaan untuk pesta besok, berbeda dengan permaisuri Yan yang sedang sibuk membuat makanan di dapur istana.
Pagi-pagi permaisuri Yan meminta Xiao Wei membeli beberapa ikan dan kerang, dia juga meminta Xiao Wei membeli beberapa sayuran segar.
Karena beberapa hari ini permaisuri Yan merasa bosan dengan makanan yang dapur istana sajikan, jadi dia memutuskan untuk membuat sendiri makanan hari ini. Dan menunya tentu saja menu yang biasa dia makan saat dia masih menjadi model di era modern.
Koki dapur istana hanya bisa berdiri dan melihat permaisuri Yan membersihkan ikan dan kerang, juga melihat bagaimana permaisuri Yan mengolah semua bahan makanan yang lainnya.
"Benarkah dia permaisuri Yan yang selama ini kita kenal?" Bisik pelayan istana pada koki dapur istana.
"Sttt, kecilkan suaramu, jangan sampai yang mulia permaisuri mendengarnya." Ucap koki dapur istana mengingatkan.
Permaisuri Yan yang tidak peduli apa yang mereka bisikan, dia memotong-motong bawang putih dengan cepat dan mahir.
"Xiao Wei, letakan piring berisi ikan itu diatas sana. Lalu tutup." Ucap permaisuri Yan.
"Baik yang mulia."
Xiao Wei lalu melakukan apa yang permaisuri Yan katakan.
Hari ini permaisuri Yan ingin membuat stim ikan merah, tumis kerang, daging saus kecap pedas, dan yang lainnya. Itu adalah beberapa makanan yang disukai oleh Qing Lian An sebelum jiwanya berpindah dan masuk kedalam tubuh permaisuri Yan.
Setelah hampir satu jam, permaisuri Yan berhasil membuat beberapa menu makanan. Dia sengaja membuat semuanya dua porsi, agar para pelayannya juga bisa merasakan makanan yang dia buat.
"Semuanya sudah selesai. Xiao Wei, kau bawa makanan yang itu ke tempatku. Dan yang ini untuk kalian semua." Ucap permaisuri Yan.
"Terima kasih atas kebaikan yang mulia permaisuri." Ucap para pelayan yang ada disana sambil membungkukan badan mereka.
"Baiklah, tolong bersihkan dapur ini."
"Baik yang mulia."
Permaisuri Yan mengangguk, dia lalu berjalan pergi dati dapur istana menuju kamarnya.
"Akhirnya aku bisa makan makanan yang aku rindukan." Gumam permaisuri Yan dengan bahagia.
Sampai di kamarnya, permaisuri Yan melihat semua makanan sudah tersaji dengan rapi diatas meja. Begitu juga dengan mangkuk dan sumpit untuknya.
"Xiao Wei, dimana mangkuk dan sumpit mu?" Tanya permaisuri Yan saat melihat hanya ada satu mangkuk dan sepasang sumpit di atas meja.
"Yang mulia, hamba akan makan bersama pelayan yang lainnya setelah menemani anda makan disini."
"Tidak. Kau ambil mangkuk dan sumpit mu sekarang, aku mau kau makan dengan ku disini."
"Tapi yang mulia..."
"Kau tidak mau mendengarka.mn perintahku?"
"Ampuni hamba yang mulia, hamba akan mengambilnya sekarang."
Xiao Wei langsung keluar dari kamar permaisuri Yan dan tak berapa lama dia kembali dengan mangkuk dan sumpit di tangannya.
Walaupun Xiao Wei merasa tidak nyaman karena itu merupakan hal yang tidak sopan dalam aturan istana, tapi Xiao Wei tidak bisa menolak keinginan permaisuri Yan dan akhirnya dia pun duduk di kursi yang berada di samping permaisuri Yan.
"Kau tahu, aku sangat bosan jika harus makan sendirian disini. Dulu aku selalu makan dengan keluarga ku, itu terasa sangat hangat. Kau tahu itu. Karena itu, kau harus sering-sering menemaniku makan seperti ini, bukan hanya berdiri di sudut kamar sambil melihatku makan." Ucap permaisuri Yan.
"Tapi.... Ini sungguh tidam pantas, yang mulia. Hamba hanyalah pelayan yang mulia."
"Semua orang itu sama, dan aku sudah menganggapmu seperti saudaraku sendiri."
"Terima kasih atas kebaikan yang mulia."
"Sudahlah, ayo makan. Ambil mana yang ingin kau makan dan makanlah yang banyak."
"Terima kasih yang mulia."
Permaisuri Yan mulai mengambil makanan yang sudah dia masak. Dia menyumpit daging ikan yang di stim lalu memakannya.
"Aku sangat menyukai ini, cobalah ikannya. Ini sangat enak." Permaisuri Yan menyumpit daging ikan lagi dan meletakkan kedaam mangkuk Xiao Wei.
Xiao Wei tertegun melihat perlakuan permaisuri Yan padanya.
"Kenapa? Apa kau tidak suka dengan ikan, Xiao Wei?" Tanya permaisuri Yan yang melihat Xiao Wei diam.
"Tidak yang mulia, hamba hanya terharu akan kebaikan yang mulia kepada hamba."
"Sudah ku bilang, kau sudah seperti saudara bagiku. Jadi jangan pedulikan apapun lagi."
Xiao Wei mengangguk, hatinya benar-benar sangat bahagia mendapatkan perlakuan yang begitu baik dari permaisuri Yan.
***
Di dalam istana raja, kaisar Shun sedang memeluk tubuh selir Ning diatas ranjangnya.
Selir Ning terlihat sangat senang dan manja pada kaisar Shun. Itu karena mereka telah melakukan hal intim di siang hari.
"Yang mulia, hamba sangat kesal pada permaisuri Yan." Ucap selir Ning dengan nada manjanya.
"Apa lagi yang dia lakukan padamu?"
"Saat hamba pergi ke istana Yue Ji untuk menemuinya, pelayan permaisuri Yan menghalangi hamba. Permaisuri Yan sengaja memberi perintah pada pelayan itu agar hamba tidak bisa bertemu dengannya."
"Aku akan memerintahkan kasim ketua untuk menghukum pelayan itu sebagai peringatan."
"Terima kasih yang mulia, anda sangat baik pada hamba."
Selir Ning mencium dada kaisar Shun yang terbuka, dia tahu jika itu adalah salah satu tempat sensitiv kaisar Shun.
Dan benar saja, setelah selir Ning mencium area itu, kaisar Shun langsung membalikan tubuh selir Ning diatas ranjang.
"Selir Ning, beraninya kau menggodaku."
"Hamba menginginkan anda yang mulia."
Tanpa ada perkataan yang terlontar dari keduanya, kaisar Shun langsung memenuhi keinginan selir Ning. Mereka kembali bergulat diatas ranjang.
"Permaisuri Yan, kau tidak akan pernah bisa mengalahkanaku. Lihatlah, bahkan kaisar Shun sangat tergila-gila padaku sampai dia melakukan ini berkali-kali."
Didalam kamar kaisar, hanya terdengar suara erangan dan ******* selir Ning yang cukup keras. Juga suara decitan ranjang akibat gerakan yang dilakukan oleh kedua orang yang sedang bercinta itu.