
"Lepaskan aku, yang mulia saya di fitnah. Lepaskan saya yang mulia, selir Zhu telah bersekongkol dengan j*lang itu untuk memfitnah saya dan memasukan saya ke sini. Yang mulia bebaskan saya, yang mulia!"
Klontang!
Suara lemparan mangkuk kosong terdengar sangat nyaring di dalam penjara istana dalam.
"Heh wanita j*lang, diam! Jangan membuat keributan disini!" Ucap seorang wanita yang juga ada di dalam penjara itu.
Selir Ning menatap wanita yang berada di seberang tempatnya berada di dalam penjara.
"Dasar wanita rendahan! Siapa yang kau panggil j*lang? Aku adalah selir kesayangan yang mulia, beraninya kau mengataiku j*lang!"
"Heh selir kesayangan yang mulia? Kau ada di dalam penjara ini, tapi kau masih menganggap dirimu adalah selir kesayangan kaisar? Hahaha apa kau sudah mulai gila?"
Selir Ning menatap wanita itu dengan nanar.
"Kau wanita rendahan tidak tahu diri! Aku akan meminta yang mulia untuk memberikan hukuman mati padamu setelah aku keluar dari sini! Kau akan menyesal!"
"Sepertinya kau benar-benar sudah terlalu percaya diri. Apa kau tahu? Siapapun yang masuk ke dalam penjara istana dalam adalah orang-orang yang akan mendapatkan hukuman berat dari yang mulia. Jika tidak hukuman seumur hidup di dalam sini, maka dia akan di hukum mati."
Kedua mata selir Ning membulat, dia mundur beberapa langkah mendengar ucapan dari wanita itu.
"Tidak, yang mulai pasti tidak akan melakukan hal itu padaku. Aku adalah selir kesayangannya, yang mulia pasti akan mengeluarkanku dari sini besok." Tubuh selir Ning terduduk dengan lemas membayangkan jika dia akan menerima hukuman yang telah wanita itu katakan.
Air matanya mengalir, tangan selir Ning yang begetar mengepal. Dia pun meringkuk sambil terus bergumam jika dirinya tidak bersalah, dan kaisar Shun akan mengeluarkannya dari penjara istana dalam itu.
***
Sementara selir Ning tengah ketakutan pada hukuman yang akan dia terima dari yang mulia kaisar. Di kota Yu, Xia Lian An tengah sibuk karena besok lusa dia akan membuka sebuah rumah makan dan penginapan.
Xia Lian An tidak begitu peduli dengan apa yang akan menjadi keputusan kaisar Shun, setelah mendapatkan kabar jika permaisuri Rui telah memberikan bukti kejatahan selir Ning dan ayahnya kepada kepala pengadilan. Karena baginya, apapun keputusan kaisar Shun itu sudah tidak ada hubungannya lagi dengan dirinya.
"Nona, ini harus di letakan dimana?" Tanya Xiao Fen sambil membawa sebuah guci berukuran sedang.
"Letakan saja di atas meja kecil yang ada di sudut sana." Tunjuk Xia Lian An.
Xiao Fen yang melihat meja kecil yang di tunjuk oleh Xia Lian An mengangguk, lalu berjalan menuju meja kecil itu.
Semua orang yang ada di restoran baru Xia Lian An sangat sibuk, begitu juga dengan Min'er yang membantu kakaknya membereskan penginapan yang letaknya tidak jauh dari restoran baru Xia Lian An.
Dan setelah seharian bekerja, akhirnya restoran baru milik Xia Lian An sudah terlihat rapi dan bersih. Beberapa hiasan juga sudah di letakan pada tempat yang tepat.
"Ini lebih melelahkan dari membereskan toko kue." Ucap Xia Lian An sambil duduk di salah satu kursi.
"Nona, minumlah dulu."Ucap Xiao Wei memberikan segelas air pada Xia Lian An.
"Terima kasih."
Xia Lian An meminum air yang di berikan oleh Xiao Wei padanya.
"Apa besok kita sudah bisa mulai membuka restoran ini, nona."
Xia Lian An menggelengkan kepalanya "Besok kita harus membuat persiapan lebih duli, besok lusa kita baru akan membukanya dengan berbagai masakan yang belum ada di kota Yu ini."
"Baik nona. Saya yakin restoran ini akan ramai seperti toko kue yang nona miliki."
Xia Lian An tersenyum dan mengangguk.
"Baiklah, aku akan kembali dulu ke rumah. Kalian beristirahatlah dulu, kalian bisa kembali setelah semua beres dan mengunci restoran ini."
"Baik nona."
Xia Lian An berdiri dan berjalan keluar dari restoran.
"Sudah lama aku tidak makan hotpot, sepertinya setelah lelah seharian akan sangat cocok makan makanan berkuah dengan banyak bahan makanan. Baiklah sudah di putuskan, menu malam ini adalah hotpot, Min'er, Xiao Wei dan Xiao Fen juga sudah bekerja keras hari ini."
Xia Lian An lalu pergi membeli bahan-bahan untuk membuat hotpot nanti malam.
Selesai membeli bahan-bahan, Xia Lian An langsung kembali ke rumah dengan kedua tangannya penuh sayur dan juga beberapa ikan, daging dan kerang.
"Semoga mereka suka makan hotpot." Gumam Xia Lian An.
Rumah Xia Lian An tidak jauh dari pasar, karena itu dia tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di rumahnya.
"Min'er, kau sudah sampai?" Tanya Xia Lian An yang melihat adiknya berdiri bersiap untuk membuka pintu gerbang rumah.
"Kakak, apa kau selesai berbelanja?" Min'er melihat begitu banyak barang di tangan kakaknya.
"Iya, malam ini kakak akan membuat hotpot untuk makan malam kita."
"Hotpot? Apa itu kak?"
Xia Lian An lupa jika saat ini dia hidup di zaman kuno yang tidak tahu apa itu hotpot.
"Kakak akan memberitahu mu nanti, sekarang kau buka pintunya agar kita bisa masuk."
"Ah iya, sebentar kak."
Min'er lalu membuka kunci pintu gerbang rumah Xia Lian An.
Karena hari ini dua penjaga di rumah Xia Lian An membantu mereka membereskan penginapan baru Xia Lian An. Jadi terpaksa mereka membawa kunci sendiri.
Setelah membuka pintu gerbang, Min'er membantu Xia Lian An membawa belanjaan yang ada di tangan kakaknya itu.
"Bawa semuanya ke dapur. Kakak akan segera mengolahnya." Ucap Xia Lian An.
"Iya kak."
Min'er membawa semua bahan hotpot itu ke dapur, sementara Xia Lian An menutup kembali pintu gerbang rumahnya.
"Kakak sudah katakan kalau kakak akan membuat hotpot."
"Hotpot?"
"Itu adalah masakan baru yang akan kakak perkenalkan di kota Yu, dan juga sebagai menu utama restoran kakak nanti."
"Lalu, ini semua adalah bahan-bahan untuk membuat hotpot itu?"
"Benar. Bantu kakak membersihkan kerang ini, lalu rendam dengan air garam."
Min'er mengangguk, dia lalu pergi mengambil sebuah wadah dan melakukan apa yang kakaknya katakan.
Sementara Min'er membersihkan kerang, Xia Lian An memulai pekerjaannya dengan membersihkan ikan dan bahan-bahan yang lainnya.
Kraaak
Terdengar suara orang menutup pintu gerbang. Dan tak lama Xia Lian An melihat Xiao Wei dan Xiao Fen kembali.
"Nona, tuan muda. Apa yang sedang kalian lakukan di dapur?" Tanya Xiao Wei dengan terkejut.
"Jangan berdiri saja disana. Ayo bantu aku membersihkan jamur dan sayuran lainnya." Ucap Xia Lian An.
"Ah, baik nona."
Xiao Wei dan Xiao Fen lalu membantu Xia Lian An membersihkan sayuran yang Xia Lian An beli.
Xia Lian An terlihat begitu serius, saat ini Xia Lian An tengah membuat bumbu untuk hotpot. Dia membuatnya dalam panci tanah berukuran sedang, dia ingin semua orang yang ada di rumahnya merasakan makanan bernama hotpot itu.
Setelah 30 menit, Xia Lian An selesai membuat kuah untuk hotpot bersama dengan bumbu yang dia buat. Dia juga telah memasukan sebagian bahan-bahan kedalam panci yang berisi air mendidih itu.
Min'er yang berada di luar rumah bersama kedua penjaga, juga sudah selesai membuat bara api yang di letakan di dalam tungku.
"Min'er, bantu aku membawa panci ini keluar." Ucap Xia Lian An dari dapur.
"Baik kak."
Min'er berjalan ke dapur lalu melihat sebuah panci dengan bahan-bahan hotpot di dalamnya.
"Xiao Wei, bantu aku ambil 6 set alat makan dan bawa keluar."
"Baik nona."
Min'er meletakan panci berisi bahan-bahan hotpot yang sudah setengah matang itu diatas tungku berisi bara.
Tak lama Xiao Wei dan Xiao Fen datang membawa peralatan makan yang Xia Lian An katakan, lalu meletakan peralatan makan itu di atas meja.
"Ini adalah hotpot, ini adalah makanan yang tidak pernah kalian temui di manapun. Dan ini juga yang akan menjadi menu utama di restoran nanti. Kalian harus mencobanya." Ucap Xia Lian An pada Min'er dan yang lainnya.
Xia Lian An mengambil alat makannya, lalu menyumpit daging mentah tipis dan mencelupkannya kedalam panci.
Hanya dalam hitungan detik Xia Lian An mengangkat daging yang sudah matang itu, lalu memberikannya pada Min'er.
"Cobalah."
Min'er dengan ragu mencoba memakan daging yang Xia Lian An berikan padanya.
"Kak, ini benar-benar sangat enak. Aku belum pernah merasakan makanan yang enak seperti ini." Ucap Min'er dengan mata berbinar.
"Benarkah? Itu bagus. Ayo kalian juga mencobanya, ini masih sangat banyak. Kita akan menghabiskannya bersama."
Xiao Wei, Xiao Fen dan kedua penjaga rumah pun mencoba hotpot yang Xia Lian An buat. Mereka sangat menikmati makanan yang belum pernah ada dan belum pernah mereka rasakan sebelumnya itu.
Xia Lian An senang melihat orang-orang yang bersama dengannya bisa menikmati apa yang dia makan.
Setelah semuanya habis, Xiao Wei dan Xiao Fen membereskan semua alat makan dan juga membawa panci hotpot ke dapur untuk mereka bersihkan. Sementara dua penjaga rumah membersihkan tungku dan meja yang telah mereka gunakan.
Sekarang Xia Lian An dan Min'er tengah duduk di taman samping rumah mereka.
"Kak."
"Iya?"
"Kau sudah mendengar tentang selir Ning dan keluarganya?"
Xia Lian An mengangguk "Iya, aku sudah tahu."
"Lalu?"
"Itu adalah urusan kaisar, aku bukan lagi seorang permaisuri atau anggota dari istana. Jadi itu bukan urusanku."
"Tapi selir Ning telah menyakiti kakak saat kakak masih di istana."
"Kaisar juga telah menyakitiku, apakah aku harus menghukumnya juga?"
"Kak."
Xia Lian An tertawa pelan melihat Min'er yang sedikit kesal padanya.
"Min'er. Aku bukan lagi orang yang berkuasa, aku juga bukan lagi orang yang bisa memutuskan segalanya. Jika selir Ning akan di hukum, maka biarkan kaisar yang memberi hukumannya."
"dan meski dia melakukannya demi aku, itu sudah terlambat. Karena aku sudah tidak lagi peduli padanya."
Min'er menatap kakaknya yang terdiam. Dia tahu, di dalam hati kakaknya tidak rela. Karena setelah dia keluar dari istana, kaisar Shun baru memberikan keadilan padanya. Keadilan yang seharusnya Xia Lian An dapatkan sejak dulu.