King's Regrets

King's Regrets
Eps 30



Setelah kemarin permaisuri Yan membuat beberapa kue untuk percobaan, hari ini dia menyuruh Xiao Wei untuk memberikan surat kepada Qing Hao Min, adiknya.


Di dalam surat dia menulis beberapa hal yang ingin adiknya lakukan untuknya.


Selain surat, permaisuri Yan juga membawakan satu kantong penuh keping emas pada Xiao Wei yang nantinya akan di berikan pada adiknya untuk melakukan semua yang dia inginkan.


Xiao Wei tanpa di ketahui oleh pelayan lainnya, pergi ke rumah perdana menteri Qing sendirian.


"Ini sudah hari ketiga, seharusnya 2 hari lagi kaisar akan mengeluarkan dekritnya. Aku sudah memotong rambut yang indah ini, di tambah sifatnya yang sombong dan ada selir Ning di sampingnya yang suka menghasut. Harusnya dia akan memyetujui keinginanku, dan memberikan dekrit kaisarnya." Ucap permaisuri Yan didalam kamarnya.


Selama tiga hari itu permaisuri Yan tidak keluar satu langkah pun dari gerbang istana Yue Ji. Dia terlalu malas berinteraksi dengan orang-orang di luar sana.


Tap


Tap


Tap


Suara langkah beberapa orang terdengar dan berhenti didepan kamar permaisuri Yan.


"Yang mulia permaisuri. Selir Nuan dan selir Zhu datang untuk menemui anda." Ucap seorang pelayan di luar kamar.


Permaisuri Yan yang mendengar itu berdiri, dan berjalan untuk membukakan pintu kamarnya.


Setelah pintu terbuka, permaisuri Yan melihat dua selir kaisar Shun yang cantik sudah berdiri di depan kamarnya.


"Salam kepada yang mulia permaisuri, semoga yang mulia panjang umur." Ucap selir Nuan dan selir Zhu bersamaan sambil memberi hormat.


"Hentikan formalitas itu, masuklah kedalam." Ucap permaisuri Yan.


"Terima kasih yang mulia." Ucap selir Nuan.


Selir Nuan dan selir Zhu pun masuk kedalam kamar permaisuri Yan, mereka duduk di kursi kayu yang ada di dalam kamar.


"Sudah lama aku tidak pergi ke istana kaisar, bagaimana kabar kalian berdua?" Ucap permaisuri Yan.


"Yang mulia, yang mulia jangan berkata seperti itu. Harusnya kami yang selalu datang kesini untuk memberi salam pada yang mulia, jika yang mulia tidak ke istana kaisar." Ucap selir Nuan.


"Selir Nuan benar, hanya saja yang mulia kaisar melarang kami untuk pergi ke istana Yue Ji ini."


Permaisuri Yan mengangguk, dia mengerti jika kedua selir ini tidak bisa melakukan semuanya dengan bebas di dalam istana.


"Tidak apa-apa, kalian tidak harus selalu memberi hormat padaku."


"Yang mulia, apakah anda baik-baik saja?" Ucap selir Zhu penuh rasa khawatir.


Usia selir Zhu dua tahun lebih tua dari permaisuri Yan. Jadi dia lebih sedikit peka dan mengerti bagaimana perasaan permaisuri Yan yang sudah melalui banyak hal di istana.


"Aku baik-baik saja, bahkan aku merasa lebih tenang setelah mengatakan apa yang selama ini ingin aku katakan pada yang mulia kaisar malam itu."


"Yang mulia, apakah itu sudah menjadi keputusan anda? Selama ini anda selalu mencintai yang mulia kaisar." Ucap selir Nuan.


Permaisuri Yan berdiri dan berjalan ke arah pintu sambil tersenyum.


"Di dalam istana ini, dulu aku berharap bisa terus hidup bersama dengan yang mulia kaisar. Aku berfikir yang mulia kaisar akan sedikit menyukaiku jika aku patuh, dan tidak melawan semua yang mulia lakukan padaku. Hingga aku merasakan berdiri di ambang kematian, aku baru mengetahui. Walaupun aku mati, kaisar tidak akan pernah melihatku dengan tulus."


"Yang mulia." Ucap kedua selir bersamaan.


"Di dalam istana ini kalian harus bisa bekerja sama untuk saling melindungi, aku tahu kalian pun tidak jauh berbeda denganku yang tidak di sentuh oleh yang mulia kaisar. Hanya kalian lebih beruntung, sebab yang mulia menikahi kalian atas keinginannya sendiri, bukan karena paksaan akibat perbuatan seseorang."


Selir Zhu berdiri dan berjalan mendekati permaisuri Yan. Tanpa di duga, selir Zhu memeluk tubuh permaisuri Yan.


"Kau adalah wanita yang sangat keras kepala, setelah melewati pintu kematian kau baru mengerti siapa dia. Apa harus selama itu sesadaranmu datang?" Ucap selir Zhu.


Permaisuri Yan dan selir Nuan tertegun dengan apa yang selir Zhu lakukan dan katakan.


"Selir Zhu." Ucap permaisuri Yan.


"Tidak apa-apa, kedepannya kau tidak akan lagi kehilangan kesadaranmu atas perasaanmu kepada yang mulia kaisar. Kedepannya kau akan selalu bahagia."


Permaisuri Yan memahami semua perkataan selir Zhu dan mengangguk.


"Terima kasih, selir Zhu." Ucap permaisuri Yan dan membalas pelukan selir Zhu.


Selir Zhu melepaskan pelukannya, dia lalu mengambil sebuah kotak yang dia bawa.


"Ini adalah jepit rambut yang aku pesan beberapa hari yang lalu. Kau harus memakainya nanti." Selir Zhu memberikan kotak itu pada permaisuri Yan.


"Aku sangat bodoh dulu, banyak orang yang begitu baik dan peduli padaku. Tapi aku hanya tahu terus berusaha membuat yang mulia kaisar menyukaiku dengan sia-sia."


"Kau sudah melakukan semua yang ingin kau lakukan." Ucap selir Zhu.


"Selir Zhu benar, yang mulia. Setidaknya yang mulia sudah melakukan apa yang ingin yang mulia permaisuri lakukan di istana ini." Ucap selir Nuan.


Permaisuri Yan mengangguk mengerti.


"Kalian, harus berhati-hati. Setelah aku pergi, kalian pasti akan menjadi target selir Ning. Dia.. pasti akan memberikan racun pada kalian."


"Racun?"Ucap selir Nuan dan selir Zhu bersamaan.


Permaisuri Yan mengangguk "Iya, itu sejenis obat pencuci rahim."


"Ingat, kalian harus berhati-hati. Dia tidak sesederhana yang terlihat, bahkan kakaknya sampai rela mati hanya demi selir Ning naik ke posisi ratu"


"Baik, yang mulia."


Permaisuri Yan tidak ingin kedua selir di depannya juga mengalami apa yang permaisuri Yan asli alami. Mati tak berdaya di tangan selir Ning.


**


Di dalam istana raja, kaisar Shun duduk di ruang bacanya. Di atas meja terdapat satu gulungan berwarna emas. Itu adalah gulungan untuk dekrit kaisar yang masih kosong.


Kaisar Shun menatap gulungan itu, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


Para menteri meminta agar dirinya tidak melepaskan permaisuri Yan, tapi di sisi lain dia harus menerima rasa malu, jika masih mempertahankan permaisuri Yan, karena perbuatan permaisuri Yan yang memotong rambutnya di depan umum. Menandakan dia sudah mengakhiri hubungan mereka.


Jika dia mempertahankan permaisuri Yan, itu akan sangat terlihat jika dirinya menyukai permaisuri Yan yang selama ini dia hina dan dia benci. Dan itu juga akan membuatnya merasa malu juga canggung di depan semua orang yang pernah melihat bagaimana dia memperlakukan permaisuri Yan.


"Kenapa kau melakukan hal itu permaisuri Yan, jika saja kau tidak memotong rambutmu. Mungkin aku... Aku akan memperlakukanmu dengan baik di masa depan, kenapa permaisuri Yan?"


Kaisar Shun mengepalkan tangannya karena kesal pada dirinya sendiri yang tidak bisa memahan permaisuri Yan memotong rambutnya.


Perasaan yang mulai tumbuh di hati kaisar Shun untuk permaisuri Yan, seolah mengering dan mati saat melihat permaisuri Yan memotong rambutnya, dan berkata jika dia ingin berpisah dengan kaisar Shun malam itu.


Sudah lebih dari satu jam kaisar Shun duduk di ruang baca sambil melihat gulungan kosong itu, tanpa melakukan apapun.


Entah apa yang akan kaisar Shun tulis didalam gulungan berwarna emas itu.


Hatinya selalu berdenyut saat mengingat permaisuri Yan saat pertama masuk kedalam aula istana malam itu, begitu cantik dan mempesona. Tapi rasa egois dan harga dirinya juga tidak ingin terkalahkan.


**


Sore harinya permaisuri Yan diberitahu jika Qing Hao Min sudah mendapatkan dua toko yang permaisuri Yan inginkan.


Adiknya itu juga sudah mencari orang untuk membereskan toko itu dan memesan beberapa hiasan ruangan yang terbuat dari bahan terbaik untuk di letakan didalam dua toko itu nanti.


Min'er juga sudah mencari beberapa pembuat roti terbaik di dua kota itu yang nantinya akan bekerja untuk toko kue milik permaisuri Yan.


Semua yang di tulis dalam surat permaisuri Yan, langsung Min'er lakukan dengan cepat dan baik. Dia ingin semuanya beres sebelum kakaknya keluar dari istana.


Mulai dari pembelian dua toko di kota terpisah, pemesanan hiasan dan rak roti untuk didalam toko, memesan masing 10 set meja dan kursi untuk kedua toko, mencari pembuat roti terbaik, membuat papan nama untuk kedua toko, dan mencari pekerja yang akan membantu permaisuri Yan didalam toko nantinya.


"Min'er telah melakukannya dengan cepat dan baik." Ucap permaisuri Yan.


"Anda benar, yang mulia." Ucap Xiao Wei membenarkan.


"Dua hari lagi dekrit itu akan datang. Besok kau buatlah beberapa kantong besar."


"Kantong besar, untuk apa yang mulia?"


"Jika kita membawa semua uang yang aku punya didalam gudang penyimpanan, itu akan sangat merepotkan. Jadi besok kau minta adik ku datang kesini, biarkan dia membantuku membawa sebagian terlebih dulu."


"Baik, hamba mengerti yang mulia."


"Dan untuk selir Ning, aku dengar besok dia mengundang beberapa wanita dari anak para menteri. Minta seseorang untuk memasukan obat ini pada minuman selir Ning."


Permaisuri Yan memberikan obat yang di bungkus kertas pada Xiao Wei.


"Ya... Yang mulia."


"Jangan takut, obat itu tidak akan bereaksi apa-apa saat di periksa oleh tabib. Bahkan obat itu akan mulai bekerja setelah tiga minggu dia meminumnya."


"Ini..?"


"Dia ingin membuatku tidak mempunyai anak, jadi aku kembalikan itu padanya."


"Yang mulia."


"Lakukan itu. Kita akan baik-baik saja."


"Karena selir Ning yang akan menanggung semuanya."


Xiao Wei menerima obat itu, lalu menyimpannya dengan baik didalam pakaiannya.


"Hamba akan melakukannya dengan baik, yang mulia."


"Sekarang, tolong bantu aku siapkan air. Aku ingin mandi."


"Baik, yang mulia."


Xiao Wei keluar dari kamar permaisuri Yan untuk menyiapkan air hangat.


Permaisuri Yan meminum tehnya, dia merasa perlahan-lahan semua pembalasan akan segera dia selesaikan. Jika selir Ning tidak bisa mengandung, dengan terpaksa kaisar Shun harus memiliki keturunan dari selir Nuan atau selir Zhu, dan tentu posisi ratu yang selama ini di inginkan selir Ning, tidak akan jatuh ketangannya.


Itulah pembalasan yang permaisuri Yan hadiahkan untuk selir Ning dan keluarganya yang sangat sombong.



...Penampilan permaisuri Yan ketika datang ke aula istana di malam pesta festival lampion....