King's Regrets

King's Regrets
Eps 22



Satu bulan kemudian, sesuai dnegan apa yang kaisar Shun katakan, jika dia akan mengunjungi negara Ming.


Alasan kaisar Shun pergi kesana adalah untuk berterima kasih kepada putra mahkota Zhang dan negara Ming karena berkat tiga bahan ramuan dari negara Ming, permaisuri Yan bisa berjalan seperti semula lagi.


Permaisuri Yan yang semula tidak mau ikut dengan kaisar Shun, terpaksa ikut dan duduk bersama didalam kereta kerajaan yang kaan membawa mereka ke negara Ming.


Selama dalam perjalanan permaisuri Yan diam, dia lebih memilih membuka tirai jendela dan melihat pemandangan pegunungan diluar sana dari pada harus berbicara dengan kaisar Shun yang ada di sebelahnya.


"Setelah sampai di negara Ming, bersikaplah dengan baik. Jangan membuatku dan nama kerajaan Qin malu." Ucap kaisar Shun pada permaisuri Yan.


"Aku mengerti." Ucap permaisuri Yan tanpa menoleh pada kaisar Shun.


"Tidak bisakah kau menoleh saat berbicara denganku? Kau benar-benar tidak bisa menghargai orang lain."


Permaisuri Yan menoleh dan menatap kaisar Shun.


"Oh, yang mulia kaisar yang selama ini tidak pernah menghargaiku, juga ingin dihargai?"


Kaisar Shun tertegun dengan apa yang permaisuri Yan katakan padanya.


"Apa yang mulia lupa dengan apa yang sudah yang mulia lakukan padaku selama ini?"


Permaisuri Yan masih menatap kaisar Shun yang terdiam.


"Ah, dan juga sepertinya yang mulia sudah tahu bahkan selir kesayangan yang mulia saja tidak pernah menghargaiku. Jadi yang mulia pasti tahu dengan jelas, bagaimana aku akan bersikap kepada yang mulia."


Permaisuri Yan kembali melihat keluar kereta, dia tidak peduli dengan apa yang ada dalam pikiran kaisar Shun saat ini.


Sejak awal permaisuri Yan memang hanya berniat untuk membalaskan dendam pada kaisar Shun untuk permaisuri Yan yang asli, jadi dia tidak peduli dengan bagaimana perasaan permaisuri Yan yang asli terhadap kaisar Shun atau perasaan bersalah kaisar Shun itu.


Selama perjalan menuju negara Ming, permaisuri Yan tidak pernah memperdulikan bagaimana perlakuan kaisar Shun kepadanya, terkecuali jika mereka sedang bersama dengan orang lain.


Setelah dua hari menempuh perjalan, akhirnya rombongan dari kaisar Shun dan permaisuri Yan sampai di gerbang ibukota negara Ming.


Didepan gerbang sudah ada satu rombongan yang ternyata secara khusus diutus kaisar negara Ming untuk menyambut kedatangan kaisar Shun dan permaisuri Yan.


"Salam kepada kaisar negara Qin dan permaisuri. Saya panglima perang negara Ming, datang menyambut kaisar dan permaisuri negara Qin." Ucap panglima perang negara Ming itu.


"Terima kasih panglima perang, saya sangat senang atas sambutan yang negara Ming berikan." Ucap kaisar Shun.


Setelah itu rombongan kaisar Shun dan permaisuri Yan di pandu oleh rombongan panglima perang negara Ming memasuki ibukota dan akan terus berjalan menuju istana kerajaan negara Ming.


Permaisuri Yan melihat pasar yang mereka lewati.


"Sangat ramai dan sejahtera, akan sangat bahagia jika bisa tinggal disini." Gumam permaisuri Yan yang ternyata terdengar oleh kaisar Shun.


"Negara Qin juga tidak kalah sejahtera."


"Tapi setidaknya aku bisa hidup bahagia dengan orang-orang yang mencintai dan menghargaiku. Meskipun harus menjadi rakyat biasa, itu jauh lebih baik."


Kaisar Shun mengepalkan tangannya mendengar ucapan permaisuri Yan, dia sangat tahu arti dari ucapan permaisuri Yan yang sangat menusuk dirinya itu.


Tapi kenyataannya memang kaisar Shun tidak pernah memperlakukan permaisuri Yan dengan baik selama ini. Dan itu tidak bisa terelakan.


Kereta kuda yang dinaiki oleh kaisar Shun dan permaisuri Yan berhenti tepat didepan istana kerajaan negara Ming.


Kaisar Shun dan permaisuri Yan turun dari dalam kereta, dan menatap sebuah bangunan istana yang berada didepan mereka.


"Selamat datang di negara kami, yang mulia kaisar Shun dan yang mulia permaisuri Yan." Ucap putra mahkota Zhang menyambut kaisar Shun dan permaisuri Yan.


"Terima kasih putra mahkota Zhang." Ucap kaisar Shun.


Permaisuri Yan hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya sebagai tanda menghormati putra mahkota Zhang.


"Baik."


Kaisar Shun dan permaisuri Yan berjalan menuju istana raja untuk menemui kaisar negara Ming.


Putra mahkota Zhang diam-diam merasa sangat bahagia karena dia bisa bertemu dengan permaisuri Yan. Terlebih kondisi permaisuri Yan melihat jauh lebih baik dari beberapa bulan yang lalu saat dia mengunjungi negara Qin.


Malam harinya, kaisar negara Ming mengadakan pesta untuk menyambut kedatangan kaisar Shun dan permaisuri Yan.


Kaisar negara Ming juga sudah mengundang penari terhebat yang ada di ibukota negara Ming untuk menghibur kaisar Shun dan permaisuri Yan.


"Yang mulia, aku membawakan beberapa hadiah dari negara Qin sebagai ungkapan rasa terima kasih dari negara Qin kami untuk negara Ming, yang telah menyelamatkan permaisuri Yan kami dari racun yang berbahaya beberapa bulan lalu. Mohon yang mulia bisa menerimanya." Ucap kaisar Shun pada kaisar negara Ming.


"Terima kasih yang mulia. Itu adalah kehormatan bagi kami karena bisa menolong yang mulia permaisuri negara Qin."


Kaisar Shun juga menjanjikan kepada kaisar negara Ming, jika beberapa minggu lagi dia akan mengutus pengawalnya untuk membawa 5 ton buah segar dari negara Qin untuk negara Ming, yang kesulitan mendapatkan buah saat pergantian musim seperti saat ini.


Hubungan kedua negara yang pernah berselisih itu semakin erat dengan saling membantu. Dan membuat perselisihan diantara dua negara yang pernah ada itu semakin tidak terlihat.


Selama di negara Ming, kaisar Shun dan permaisuri Yan akan tinggal didalam istana barat.


Istana itu terletak tidak jauh dari istana kerajaan, sehingga kaisar Shun tidak perlu berjalan terlalu jauh jika ingin keluar dari pintu utama istana yang menghubungkan langsung dengan pasar yang ada di ibukota negara Ming.


Permaisuri Yan yang tahu jika mereka akan tidur dalam satu kamar, sudah menyiapkan beberapa selimut tebal yang Xiao Wei bawa dari negara Qin.


"Kau benar-benar akan tidur disana?" Tanya kaisar Shun saat melihat permaisuri Yan membuka selimut dan merentangkannya diatas kursi panjang yang ada didalam kamar.


"Aku tidak ingin tidur dengan seseorang yang tidak aku sukai dan tidak menyukaiku. Lagipula, bukankah ini lebih baik yang mulia? Anda tidak perlu tidur denganku." Ucap permaisuri Yan tanpa menoleh.


Kaisar Shun merasa sangat kesal melihat sikap permaisuri Yan yang seolah sudah tidak lagi menyukainya.


Dengan cepat kaisar Shun menarik tangan permaisuri Yan dan menatap kedua mata permaisuri Yan dengan tajam.


"Apa kau pikir kau bisa bermain tarik ulur denganku Qing Lian? Ingat, nasib keluarga mu ada ditanganku."


Permaisuri Yan menatap balik kedua mata kaisar Shun.


"Berhenti mengancamku yang mulia, setelah kejadian di istana Ju waktu itu. Aku sudah tidak peduli dengan semuanya."


Permaisuri Yan menghempaskan tangan kaisar Shun dari tubuhnya.


"Aku juga bukan Qing Lian yang mudah kau tindas seperti dulu. Aku tidak akan segan menghancurkan negara Qin jika kau atau selir tersayangmu itu membuatku tidak senang." Sambung permaisuri Yan sambil menatap kaisar Shun dengan penuh kebencian.


"Permaisuri Yan, kau..."


"Istirahatlah yang mulia, anda pasti lelah setelah menempuh perjalanan panjang."


Permaisuri Yan membaringkan tubuhnya dan membelakangi kaisar Shun, dia sudah malas untuk berdebat dengan kaisar Shun saat ini.


Kaisar Shun yang tidak percaya masih mematung sambil menatap punggung permaisuri Yan.


"Harusnya aku senang karena dia sudah tidak menyukai ku, dengan begitu aku bisa langsung mengembalikan dia kepada keluarganya. Tapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang membuatku tidak nyaman?"


Diatas atap kamar kaisar Shun dan permaisuri Yan, seseorang sedang mengintip mereka dengan membuka salah satu genteng kamar itu.


"Jadi hubungan mereka semakin buruk, ini sangat bagus. Aku bisa mendekati permaisuri Yan setelah mereka berpisah nanti."


Pengintip yang ternyata adalah putra mahkota Zhang, meletakan lagi genteng yang dia ambil dan kemudian terbang meninggalkan atap kamar kaisar Shun dan permaisuri Yan tanpa diketahui oleh siapapun.


(Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian ya kakak semua. Terima kasih selalu dukung Xia Lin 🙏😊)