
Hari pengangkatan selir Zhu menjadi permaisuri negara Qin di lakukan, semua para pejabat dan beberapa rakyat penting menyaksikan pengangkatan selir Zhu di aula istana.
Mahkota permaisuri yang dulu di pakai oleh permaisuri Yan, kini telah di pakaikan diatas kepala selir Zhu. Dan sekarang dia bukan lagi seorang selir, melainnkan permaisuri.
Seperti permaisuri Yan dulu, selir Zhu juga di beri gelar permaisuri Rui, yang di percaya akan membawa keberuntungan bagi negara Qin di masa mendatang.
Kabar mengenai pengangkatan selir Zhu menjadi permaisuri Rui tentu telah sampai ke telinga Xia Lian An. Dan itu membuatnya senang.
"Pada akhirnya, selir Ning tidak akan bisa mendapatkan apa yang dia inginkan." Ucap Xia Lian An.
"Nona benar, selir Ning pantas mendapatkan hukumannya." Xiao Wei yang tengah memijit kaki Xia Lian An membenarkan.
"Aku harap kaisar Shun memperlakukan selir Zhu dengam baik."
"Iya nona, selir Zhu adalah orang yang baik dan bijaksana. Yang mulia kaisar akan menyesal jika dia kembali menyia-nyiakan orang yang sangat baik."
"Kau tahu banyak, Xiao Wei."
"Maafkan saya nona, itu karena saya sudah mengikuti nona sejak saya masih berusia 10 tahun. Jadi saya tahu tentang banyak hal."
"Ya, kau benar."
"Nona, saya mencoba membuat beberapa kue baru. Bisakah nona mencoba kue ini?" Xiao Fen membawa beberapa kue yang dia buat.
"Kau membuat kue baru lagi Xiao Fen?"
"Benar nona."
Xia Lian An mengambil salah satu kue yang Xiao Fen bawa, lalu memakannya.
Xiao Fen menatap Xia Lian An dengan cemas, dia takut jika rasa kue itu tidak enak.
"Ini cukup enak, kau hanya perlu menambahkan sedikit gula agar kue nya lebih terasa manis."
"Baik nona, saya akan mencobanya lagi."
Xia Lian An mengangguk. Dia merasa senang karena selain Xiao Wei, Xiao Fen juga bersamanya.
Walaupun mereka hidup dengan sederhana, tapi mereka cukup bahagia karena mereka bisa melakukan apa yang mereka inginkan.
Hari itu, selain hari pengangkatan selir Zhu menjadi permaisuri Rui. Ternyata juga hari dimana menteri keuangan kota Yu di tangkap.
Putri tertua sudah mempunyai bukti kuat untuk menyeret menteri keuangan, yang melakukan penggelapan pajak rakyat selama bertahun-tahun untuk kepentingannya sendiri itu.
Bukan hanya akan mendapatkan hukuman berat, semua kekayaan yang menteri keuangan miliki pun di ambil oleh putri tertua, yang nantinya akan di gunakan untuk mengembangkan kota Yu agar tidak tertinggal dari kota lainnya.
Dan sekarang Fei Ling, yang biasanya berdiri dengan sombong di depan orang-orang harus tinggal di pedesaan dengan keluarganya.
"Nasib bahagia keluarga menteri keuangan kota Yu juga berakhir. Putri tertua memang hebat." Ucap Xia Lian An.
"Nona, apakah nona tidak ingin memberikan hadiah untuk selir Zhu?" Tanya Xiao Wei.
"Hadiah? Aku bahkan tidak tahu hadiah apa yang pantas untuk selir Zhu yang sekarang sudah menjadi permaisuri."
"Anda benar, semuanya bisa dia dapatkan sekarang."
Xia Lian An terdiam, dia tengah memikirkan sesuatu.
"Xiao Wei, kau ambilkan kotak hitam yang ada di gudang penyimpanan."
Xia Lian An memberikan kunci gudang pada Xiao Wei.
"Baik, nona."
Xiao Wei berdiri dan pergi ke gudang penyimpanan yang letaknya ada di samping kamar Xia Lian An.
Tak lama kemudian Xiao Wei kembali dengan kotak hitam di tangannya.
"Apa ini kotak hitam yang anda maksud nona?" Tanya Xiao Wei sambil memberikan kotak itu pada Xia Lian An.
"Benar, kotak ini."
Xia Lian An lalu membuka kotak itu, di dalam kotak ada dua buah gelang giok. Satu berwarna hijau dan yang satunya berwarna kuning keemasan.
"Kau, bantu aku mengemas gelang giok ini untuk selir Zhu." Xia Lian An memberikan gelang berwarna kuning keemasan pada Xiao Wei.
"Lalu, yang ini untuk selir Nuan."
"Selir Nuan, nona?"
"Iya. Selir Zhu dan selir Nuan sudah seperti dua saudara. Terlebih mereka harus saling melindungi di dalam istana. Jadi aku akan memberikan dua gelang ini untuk mempererat hubungan mereka."
"Sudah, sudah. Setelah aku menuliskan surat, kamu cepat bantu aku mengemasnya lalu kirimkan itu pada mereka."
"Baik nona."
Xiao Wei lalu meletakan dua gelang giok itu ke dalam kotak hitam. Dia lalu membantu Xia Lian An menyiapkan kertas, tinta dan kuas untuknya menulis surat.
Sementara Xia Lian An menulis surat, Xiao Wei mencari dua kotak yang lebih kecil dan dua helai kain untuk membungkus kotak yang akan dia kirimkan.
"Xiao Wei."
"Iya nona."
"Kau katakan pada pengirimnya, jika ini akan di berikan pada permaisuri dan selir Nuan di istana kerajaan. Jadi mereka akan segera mengirimkannya."
"Baik nona."
"Biarkan aku saja yang membawa itu ke istana."
Sebuah suara terdengar dari depan pintu kamar Xia Lian An yang terbuka.
"Kakak tertua."
"Aku akan ke istana untuk menyerahkan bukti kejahatan menteri keuangan, jadi biar aku saja yang membawanya untuk permaisuri Rui dan selir Nuan."
"Apakah tidak apa-apa?"
"Tidak apa-apa, aku tidak pernah melakukan apapun untuk mu. Lagi pula, jika harus lewat orang yang mengirimkannya akan lebih memakan waktu."
Xia Lian An diam, dia lalu menganggukan kepalanya.
"Kalau begitu, maaf sudah merepotkan kakak."
"Tidak perlu sungkan."
Xiao Wei lalu segera mengemas dua kotak itu dengan dua warna kain yang sesuai dengan warna gelang giok yang Xia Lian An berikan.
"Apa kau tidak ingin mengucapkan selamat secara langsung kepada selir Zhu, Lian'er?"
Xia Lian An tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Kehidupan baru ku di mulai disini, dan aku tidak mau mengingat tempat yang akan mengingatkan ku akan rasa sakit itu."
"Aku mengerti, aku akan membawakan manisan yang kau sukai jika aku datang kesini lagi."
"Terima kasih kakak."
"Baiklah, aku harus bersiap untuk besok."
"Apa kakak tidak ingin minum teh dulu, kebetulan Xiao Fen sedang membuat kue baru di dapur."
"Tidak perlu, aku akan menikmatinya saat aku kesini lagi nanti."
"Baiklah, kalau begitu berhati-hatilah kak."
"Iya, aku mengerti."
Putri tertua pergi membawa dua kotak hadiah yang Xia Lian An titipkan padanya untuk selir Zhu dan selir Nuan.
"Nona, kenapa anda masih memanggil tuan putri dengan sebutan kakak?" Tanya Xiao Wei yang penasaran.
"Dia tidak mau aku memanggilnya dengan panggilan lain, aku juga tidak tahu kenapa putri tertua tidak mau aku menjadi orang asing baginya."
Xiao Wei mengangguk mendengar perkataan Xia Lian An.
"Sudahlah, ayo kita ke pasar. Aku masih harus membuat beberapa pakaian untuk kalian semua."
"Apa nona benar-benar akan membuatkan kami pakaian?"
"Tentu saja, sekarang kedua toko kue sudah berjalan dengan baik. Ada sedikit keuntungan, jadi kalian juga harus ikut merasaknnya."
"Terima kasih atas kebaikan nona."
"Tidak perlu seperti itu, kalian sudah mengikutiku. Jadi kalian adalah tanggung jawabku."
"Baik nona."
Xia Lian An berjalan keluar dari rumah di temani oleh Xiao Wei.
Hari ini adalah permulaan yang bagus untuk membalas rasa sakit hati pemilik tubuh asli pada selir Ning, jadi tentu harus di rayakan.