
Sudah lewat dari dua hari, dan selir Ning masih saja kesakitan pada perutnya. Tabib juga sudah memeriksa dan memberikan obat pereda sakit, tapi tidak berguna.
Selama beberapa hari ini selir Ning berteriak dan menangis sampai dia tertidur karena kelelahan. Kaisar Shun sendiri juga merasa bingung harus melakukan apa lagi pada selir Ning.
Sementara itu, tabib istana juga sudah memeriksa selir Zhu. Tabib memeriksa bagiamana kondisi tubuh selir Zhu dan juga kondisi rahim selir Zhu.
Tabib berkata jika kesehatan selir Zhu sangat baik, dan rahimnya sangat sehat. Diandingkan dengan selir Nuan yang masih muda, dia akan mudah tertekan yang mengakibatkan keguguran.
Kaisar Shun meminta kasim ketua untuk membersihkan istana kecil yang ada di samping istana Yue Ji. Dan juga meminta kasim ketua untuk memberikan pakaian, perhiasan kepada selir Zhu.
Selir Zhu yang mendapatkan pakaian dari bahan sutra terbaik juga perhiasan yang cantik merasa heran. Tapi kemudian selir Zhu ingat dengan perkataan permaisuri Yan beberapa hari sebelum dia meminta kaisar Shun untuk menceraikannya.
"Kasim ketua, aku ingin bertemu dengan yang mulia kaisar." Ucap selir Zhu dengan tekadnya.
Kasim ketua menatap selir Zhu dengan heran. Tapi kemudian dia mengangguk mengerti.
"Baik, akan saya sampaikan kepada yang mulia."
Setelah selir Zhu mengatakan itu, kasim ketua pergi dari paviliun tempat tinggal selir Zhu.
"Yang mulia, anda ingin mendapatkan seorang anak dari ku, setelah lebih dari tiga tahun anda menikahiku tapi tidak menyentuhku? Apa yang mulia pikir bisa mendapatkannya semudah itu? Bagaimana pun, selir Ning masih ada didalam istana, jika aku tidak bisa memperkuat posisiku, apalah gunanya seorang anak."
Selir Zhu melihat beberapa potong pakaian dan kotak perhiasan yang kaisar Shun kirimkan untuknya.
"Aku tidak ingin bernasib sama dengan permaisuri Yan dulu, dan aku tidak akan memberikan kesempatan pada selir Ning untuk membuatku tersingkir. Permaisuri Yan, aku berjanji bahwa aku akan membantu mu membuat selir Ning merasakan apa yang sudah kau rasakan dulu." Gumam selir Zhu.
Selama ini selir Zhu dan selir Nuan tidak bisa melakukan apa-apa ketika kaisar Shun maupun selir Ning mneyakiti permaisuri Yan, karena pada saat itu selir Ning sangat di sayang dan mempunyai tempat tersendiri di samping kaisar.
Tapi sekarang, tidak lagi. Jika posisi selir Zhu naik lebih tinggi dari selir Ning, akan dia pastikan jika selir Ning tidak akan pernah merasakan hal indah seperti itu lagi.
Kasim ketua yang sudah berada di dalam istana raja, menyampaikan pesan selir Zhu pada kaisar Shun. Jika selir Zhu ingin bertemu dengan kaisar Shun untuk membicarakan sesuatu.
"Aku mengerti, aku akan kesana sekarang." Ucap kaisar Shun.
"Baik, yang mulia." Kasim ketua membungkukan badannya.
Kaisar Shun berjalan keluar dari istana raja menuju paviliun selir Zhu. Dalam perjalanan dia menebak-nebak apa yang akan selir Zhu katakan padanya. Apakah itu ada hubungannya dengan permaisuri Yan atau dengan selir Ning.
Sampai di depan taman paviliun selir Zhu, kaisar Shun sedikit terkejut. Di paviliun itu hanya ada dua orang pelayan dan dua orang pengawal, sementara yang dia ingat, di paviliun He begitu banyak pelayan dan pengawal. Bahkan lebih banyak dari istana Yue Ji.
Kaisar Shun berjalan memasuki taman paviliun lalu terus melangkah hingga akhirnya kaisar Shun sampai di depan sebuah bangunan dimana selir Zhu tinggal.
"Selir Zhu, yang mulia kaisar ada disini." Ucap kasim ketua.
Kaisar Shun kembali terkejut saat kasim ketua memanggil selir Zhu, sangat berbeda ketika kasim ketua memanggil selir Ning.
"Kenapa aku merasa begitu banyak yang berbeda antara selir Zhu dan selir Ning?"
Kraaak
Pelayan yang selalu ada disamping selir Zhu membukakan pintu, lalu selir Zhu berjalan keluar untuk menemui kaisar Shun.
"Salam pada yang mulia, semoga yang mulia panjang umur." Selir Zhu membungkukan badannya.
Selama ini kaisar Shun tidak pernah memperhatikan selir Zhu, dia hanya fokus memanjakan selir Ning dan memarahi permaisuri Yan.
"Kasim ketua berkata jika kau ingin berbicara dengan ku." Ucap kaisar Shun.
"Benar yang mulia, mohon yang mulia masuk terlebih dahulu."
Kaisar Shun masuk kedalam kamar selir Zhu, kamar itu terlihat begitu sederhana namun sangat rapi dan bersih. Kaisar Shun lalu duduk di kursi yang ada di dalam kamar selir Zhu.
"Apa yang ingin kau katakan padaku?"
Selir Zhu menatap kaisar Shun, dia membulatkan tekad dan mengumpulkan keberanian untuk mengatakan apa yang ingin dia sampaikan pada kaisar Shun.
"Katakan saja, aku tidak akan marah."
Selir Zhu menganggukan kepalanya.
"Saya tahu jika keadaan selir Ning tidak bisa mempunyai anak, dan kemarin tabib istana juga sudah meemriksa hamba. Hamba tahu itu semua perintah dari yang mulia, jadi hamba memberanikan diri ingin mengajukan persyaratan kepada yang mulia."
Kaisar Shun mengerutkan dahinya menatap selir Zhu.
"Apa kau tahu apa yang sedang kau katakan itu selir Zhu? Kau adalah selir ku, dan kau juga mempunyai kewajiban memberiku keturunan."
"Hamba tahu yang mulia, tapi apakah yang mulia masih ingat kapan yang mulia menyentuh hamba, setelah yang mulia menikahi hamba dan membawa hamba memasuki istana ini?"
Kaisar Shun terdiam, selama ini dia memang tidak pernah menyentuh selir Zhu, bahkan ini adalah kali pertama kaisar Shun datang ke paviliun tempar selir Zhu tinggal setelah mereka menikah.
Selir Zhu tahu arti kediaman dari kaisar Shun, dia lalu berlutut di depan kaisar Shun.
"Yang mulia, hamba hanya tidak mau merasakan apa yang pernah permaisuri Yan alami dulu. Hamba hanya ingin hidup dengan tenang di dalam istana, tanpa ada seseorang yang ingin meracuni hamba dan membuat hamba ingin pergi dari istana ini."
Kaisar Shun mengepalkan tangannya, dadanya terasa sesak mendengar apa yang selir Zhu katakan. Karena sampai sekarang dia belum bisa menemukan titik terang sebenarnya siapa orang yang telah meracuni permaisuri Yan.
"Katakan. Apa yang kamu inginkan."
"Ampuni hamba yang mulia, hamba ingin menggantikan posisi permaisuri Yan, dan setelah seorang bayi lahir hamba ingin mengokohkan posisi hamba menjadi seorang ratu."
"Kau...."
"Hamba tidak ingin ada seseorang yang tidak menghormati dan menghargai hamba, sehingga dia bisa berbuat semena-mena pada hamba. Mohon yang mulia mengabulkannya."
"Selir Zhu, kau sudah sangat lancang pada yang mulia!" Ucap kasim ketua yang berdiri di samping kaisar Shun.
"Hamba tidak berani, yang mulia. Jika setelah anak lahir yang mulia akan kembali tidak peduli pada hamba, hamba akan menerimanya. Dan jika yang mulia ingin menghukum hamba karena permintaan hamba yang lancang ini, hamba juga akan menerima hukumannya. Tapi setelah itu, mohon untuk selamanya biarkan hamba tinggal di istana Ju."
Kaisar Shun dan kasim ketua tertegun dengan tekad dari selir Zhu.
Seorang selir yang selama ini tidak pernah terusik oleh hal-hal di dalam istana, sekarang demi memperkuat dan mempertahankan diri dari serangan selir Ning. Dia menjadi seorang yang berubah.
Kaisar Shun terdiam, saat ini dia tidak bisa menunggu lagi. Usia selir Nuan masih muda, dan dia tentu tidak bisa menunggu beberapa tahun lagi untuk mendapatkan anak dari selir Nuan.
Selama ini dia juga tidak pernah menyentuh dan tidak pernah memberikan perhatian juga kasih sayang pada selir Zhu. Jadi pantaslah jika saat ini selir Zhu menginginkan hal yang bisa membuatnya berdiri dengan kokoh di dalam istana.
Lagi pula, setelah selir Zhu melahirkan. Tidak mungkin dia tetap menjadi seorang selir, sementara posisi permaisuri di dalam istana kosong. Itu akan menimbulkan kekacuaan dan konflik internal.
"Baiklah, aku akan memenuhi persyaratanmu. Aku juga meminta maaf karena selama ini aku tidak memperlakukanmu dengan baik di dalam istana, selir Zhu."
Selir Zhu langsung bersujud pada kaisar Shun karena bahagia mendengar keputusan dari kaisar Shun.
"Terima kasih atas kebaikan dan kasih sayang yang mulia." Ucap selir Ning.
Kaisar Shun berdiri, dia lalu membantu selir Zhu untuk bangun.
"Mulai besok, kau akan pindah ke istana Yue Ji. Pakaian dan yang lainnya akan segera di kirimkan kesana setelah kau pindah. Ini adalah untuk menebus rasa bersalahku karena mengabaikanmu terlalu lama."
"Terima kasih atas kebaikan dan kebijaksanaan yang mulia."
"Aku akan meminta beberapa pelayan di istana Yue Ji untuk membantu mu memberskan barang-barangmu."
Selir Zhu menganggukan kepalanya pelan, dia sungguh tidak percaya bahwa kaisar Shun akan menyetujuinya. Dia bahkan sudah siap jika kaisar Shun marah dan menghukumnya karena permintaan dia yang lancang.
Kaisar Shun melangkah pergi dari kamar selir Zhu di ikuti oleh kasim ketua di belakangnya.
"Yang mulia permaisuri, aku akan membuatmu tersenyum atas kehancuran selir Ning yang telah membuatmu terluka, aku juga akan melindungi selir Nuan di dalam istana ini dari selir Ning."