
Tap tap tap
Suara langkah kaki mengalun dengan jelas di belakang putra mahkota Zhang yang tengah berjalan menuju pintu istana kerajaan.
"Aku tidak menyangka jika kau akan bergerak dengan cepat pada permaisuri Yan, putra mahkota Zhang." Ucap pangeran Xia yang berdiri tidak jauh di belakang putra mahkota Zhang.
Putra mahkota Zhang berbalik lalu tersenyum.
"Kau salah memanggil nama, pangeran Xia. Dia bukan lagi permaisuri Yan di sini. Dan nama dia adalah Xia Lian An bukan permaisuri Yan lagi."
Pangeran Xia menatap putra mahkota Zhang dengan tidak suka, meski mereka adalah teman. Tapi pangeran Xia tidak bisa menerima jika pada akhirnya putra mahkota Zhang lah yang akan bersama dengan Xia Lian An.
"Meski begitu, dia tidak akan bisa menyangkal jika dia pernah menjadi seorang permaisuri di negara ini."
"Kau benar, tapi tidak lama lagi dia akan menggantinya dengan sebutan permaisuri negara Ming."
"Zhang Jiang Wu!"
"Pangeran Xia, kau sungguh tidak menyukai hubunganku dengan nona Xia. Apa kau... Juga menyukai nona Xia?"
Pangeran Xia membulatkan kedua matanya "Omong kosong! Aku tidak pernah mempunyai perasaan seperti itu kepadanya."
"Jika begitu, karena dia bukan lagi permaisuri Yan negara Qin. Maka biarkan dia memilih orang yang layak berada di sampingnya."
Pangeran Xia diam, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi kepada putra mahkota Zhang.
Putra mahkota Zhang tersenyum dan berbalik pergi meninggalkan istana untuk kembali ke kota Yu.
"Wang Jiang Wu, apa kau benar-benar ingin bersama dengan wanita yang pernah menjadi istri temanmu sendiri?"
Meski selama Xia Lian An menjadi istri kaisar Shun tidak pernah di sentuh oleh kaisar Shun (masih suci). Tetapi tetap saja, status Xia Lian An adalah seorang janda.
Dan belum pernah ada sejarah dari beberapa kerajaan, dimana penerus kaisar menikah dengan seorang janda. Apalagi dia pernah menjadi permaisuri negara lain.
Setelah putra mahkota Zhang dan pangeran Xia keluar, kaisar Shun memikirkan apa yang telah putra mahkota Zhang katakan tadi.
Memang selama ini dia tidak pernah berlaku baik pada Xia Lian An, tapi saat mendengar orang lain berlaku baik dan begitu menlindungi Xia Lian An, kaisar Shun merasa tidak senang, dan ingin menggantikan posisi putra mahkota Zhang saat ini yang tengah dekat dengan Xia Lian An.
"Kenapa, kenapa aku merasa seperti ini? Benar-benar menyebalkan." Ucap kaisar Shun dengan geram.
***
Di luar istana, putra mahkota Zhang yang di temani oleh pengawal pribadinya berjalan menyusuri pasar yang ada di ibu kota.
"Kita ke toko manisan lebih dulu sebelum kembali ke kota Yu, aku ingat nona Xia sangat menyukai manisan yang di jual di pasar ini." Ucap putra mahkota Zhang.
"Baik, yang mulia."
Putra mahkota Zhang dan pengawal pribadinya pergi ke sebuah toko penjual manisan, dia mencoba beberapa manisan di toko itu lalu membeli beberapa jenis manisan dari sana.
Selain manisan, putra mahkota Zhang juga membeli pakaian yang menurut dia akan cocok jika di pakai oleh Xia Lian An.
Pengawal pribadi putra mahkota Zhang yang menemaninya selama ini, tidak pernah melihat putra mahkota Zhang begitu sibuk dan bahagia membelikan sesuatu untuk seorang wanita.
"Nona Xia, sepertinya yang mulia putra mahkota benar-benar menyukai anda. Semoga anda tidak membuat saya dan yang mulia ratu kecewa."
Selesai membeli semua yang ingin putra mahkota Zhang berikan pada Xia Lian An, dia memutuskan untuk segera kembali ke kota Yu agar tidak kemalamam saat tiba di sana.
Pengawal pribadi putra mahkota Zhang membantu membawakan semua barang-barang yang putra mahkota Zhang beli, lalu meletakkan semuanya didalam kereta.
Setelah putra mahkota Zhang masuk ke dalam kereta, pengawal pribadinya menganggukan kepala pada orang yang membawa kereta untuk berangkat.
Di dalam kereta, putra mahkota Zhang melihat beberapa barang yang tadi dia beli dengan perasaan senang, karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan Xia Lian An.
Sementara itu di rumah Xia Lian An, dia sedang berada di dapur bersama dengan Xiao Fen. Mereka tengah bersiap untuk memasak.
"Nona, daging rusa ini sangat baik untuk menambah darah." Ucap Xiao Fen.
"Kau benar Xiao Fen. Kakak tertua sedang terluka dan dia sudah mengeluarkan begitu banyak darah, jadi aku ingin memasak daging rusa ini untuk kakak tertua."
"Nona, nona begitu baik pada tuan putri. Padahal yang mulia kaisar begitu kasar dan selalu menyakiti nona."
Xia Lian An menatap Xiao Fen dan tersenyum.
"Yang menyakitiku adalah kaisar, bukan kakak tertua atau yang mulia raja kecil. Mereka sangat membantuku saat aku di istana, jadi tentu saja aku tidak bisa berbuat jahat kepada mereka hanya karena mereka adalah kakak dan adik dari kaisar."
"Anda benar-benar orang yang baik, nona."
"Sudah jangan memujiku lagi, cepat bantu aku memotong semua sayur itu lalu nyalakan apinya."
"Baik nona."
Xia Lian An di bantu Xiao Fen akan memasak siang ini, dia tidak bisa membiarkan putri tertua tidur di penginapan saat kakinya tengah terluka. Jadi Xia Lian An memutuskan akan merawat putri tertua di rumahnya.
Tak tak tak tak tak
Suara pisau yang tengah memotong bahan-bahan makanan begitu merdu terdengar dari luar, wajah Xia Lian An sangat serius ketika tengah mengolah bahan makanan di dapur bersama Xiao Fen.
Setelah semua bahan siap, dan Xiao Fen telah menyalakan api pada tunggu penggorengan. Xia Lian An siap untuk memasak semua bahan makanan menjadi masakan yang nikmat dan menggugah selera.
"Saya benar-benar tidak pernah tahu jika nona begitu pandai memasak seperti ini dulu." Ucap Xiao Fen yang selalu merasa kagum melihat cara Xia Lian An memasak.
"Kau adalah koki istana sebelumnya, kenapa kau begitu memujiku? Padahal masakan yang kau buat rasanya jauh lebih nikmat."
"Tidak, saya tidak sepandai nona. Rasa masakan saya pun tidak seenak buatan nona."
"Sudah, sudah. Tolong siapkan beberapa piring dan mangkuk."
"Baik nona."
Selama hampir satu jam Xia Lian An bertarung dengan peralatan masak di dapur, dan akhirnya 3 jenis masakan telah siap untuk di nikmati.
Xiao Fen membawa 4 jenis masakan itu ke dalam kamar yang di tempati oleh putri tertua.
4 masakan itu Xiao Fen letakan di atas meja, begitu juga dengan dua mangkuk berisi nasi dan dua set sumpit.
"Lian'er, apa semua makanan ini kau yang membuatnya?" Tanya putri tertua sambil menatap meja yang penuh dengan masakan.
"Benar kakak, aku memasakan daging rusa untuk kakak. Ini sangat bagus untuk menambah darah kakak yang hilang karena terluka."
"Aku tidak tahu kau pandai memasak."
Xia Lian An tersenyum, di lalu membantu putri tertua duduk di kursi.
"Cobalah kak." Ucap Xia Lian An sambil meletakan sepotong daging rusa ke dalam mangkuk putri tertua.
Putri tertua mengambil sumpitnya lalu memakan daging rusa yang di berikan oleh Xia Lian An.
"Ini sangat enak, kau benar-benar pandai memasak Lian'er."
"Kakak terlalu memuji. Ayo, kakak harus makan lebih banyak."
Putri tertua mengangguk, dia senang karena meski adiknya telah berlaku kasar pada Xia Lian An. Tapi hati Xia Lian An sangat besar, dia tidak mencampur adukan masalah pribadinya dan kaisar Shun dengan orang-orang yang dekat dengannya.