King's Regrets

King's Regrets
Eps 78



Mendengar jika Xia Lian An tidak mati dan panah itu hanya mengenai bahu kirinya. Ruan Yi sangat kesal. Kesempatan untuk membunuh Xia Lian An ada di depan mata, tapi itu gagal.


"Pembunuh tidak berguna! Jika tahu akan seperti ini, lebih baik aku meminta seorang pelayan di istana untuk meracuni makanannya." Ucap Ruan Yi.


Praaaang!


"Aaakhhh! Wanita s*alan itu. Kenapa kau begitu beruntung? Membuatku semakin membencimu."


Ibu Ruan Yi yang mendengar suara benda pecah segera masuk ke dalam kamar Ruan Yi. Beberapa vas bunga sudah pecah berkeping-keping di atas lantai karena di lempar oleh Ruan Yi.


"Yi'er, apa yang kau lakukan?" Ucap ibu Ruan Yi.


"Ibu."


Ruan Yi langsung berlari dan memeluk ibunya yang sudah datang sambil menangis.


"Wanita itu, dia... dia belum mati, ibu." Ucap Ruan Yi.


"Ibu tahu, kau tenanglah. Saat ini orang-orang di istana sedang mencari tahu siapa yang sudah menyuruh pembunuh bayaran itu di seluruh kota, jadi kau harus tenang."


"A.... Apakah pembunuh yang suruh ayah mengatakan jika... Jika kita yang memintanya membunuh wanita itu?"


"Jika pembunuh itu mengatakannya, maka saat ini keluarga kita pasti sudah di seret."


"I... Itu artinya, dia mati sebelum mengatakannya?"


"Benar, jadi kau harus tenang. Jangan membuat orang lain mencurigaimu."


"Baik ibu."


"Baiklah, besok kita akan ke istana untuk melihatnya."


"Apa? Kita harus ke istana untuk melihat wanita j*lang itu?"


"Dengarkan ibu, ayahmu adalah saudara kaisar. Kemarin putra mahkota telah memberitahu semua orang bahwa wanita itu adalah calon permaisurinya, mereka akan curiga pada kita jika kita tidak pergi ke istana. Apa kau sudah lupa, di negara ini semua orang tahu jika dulu kau sering berkata bahwa kau yang akan menjadi permaisuri mereka."


Ruan Yi diam, dia sungguh tidak ingin pergi ke istana dan melihat Xia Lian An. Tapi apa yang dikatakan oleh ibunya benar, dan dia tentu tidak mau jika orang-orang tahu bahwa keluarganya yang sudah mencoba membunuh Xia Lian An.


"Baiklah, aku akan menuruti ibu."


"Anak baik. Semua akan baik-baik saja, kau tidak menunjukan rasa bencimu terhadap wanita itu di depan paman, bibi dan putra mahkota."


"Iya bu, aku mengerti."


"Itu bagus."


Kali ini keluarga Ruan harus berpura-pura tidak tahu apa yang sudah terjadi pada Xia Lian An, agar putra mahkota Zhang, kaisar dan ratu tidak curiga padanya.


Tapi sayang, keluarga Ruan tidak tahu jika pembunuh bayaran itu sudah mengatakan nama marga depan mereka, walau tidak lengkap karena dia telah mati keracunan.


Hanya saja, di negara Ming tidak ada keluarga yang mempunyai marga dengan kata 'Ru' selain keluarga Ruan Yi. Dan itu membuat kaisar mengerahkan semua yang dia perlukan untuk mencari bukti dan saksi, karena saksi utama telah mati di depan putra mahkota Zhang dan Min'er sebelum mengatakan dengan lengkap orang yang telah menyuruhnya.


Di dalam istana, kondisi Xia Lian An sudah mulai membaik. Saat ini dia tengah duduk dan di sampingnya ada Xiao Wei yang sedang menyuapi Xia Lian An bubur hangat.


" Bagaimana keadaan kakak sekarang, apakah ada bagian tubuh kakak yang lainnya yang terasa sakit?" Ucap Min'er yang melihat kakaknya di suapi oleh Xiao Wei.


Xia Lian An menggelengkan kepalanya "Tidak ada, tabib sudah memberikan obat yang sangat bagus untukku. Lukanya sudah tidak begitu sakit lagi."


"Baguslah kalau begitu, aku benar-benar sangat khawatir saat melihat begitu banyak darah yang keluar dari bahu kakak."


"Maaf sudah membuat kalian semua khawatir."


"Kak, kemarin saat orang yang memanah kakak tertangkap. Dia sempat berkata nama satu keluarga sebelum dia mati karena keracunan."


"Nama keluarga?"


Min'er mengangguk "Iya, tapi hanya nama marganya saja. Dan itu pun hanya kata 'Ru' yang sempat dia katakan."


"Marga Ru....?"


"Benar, yang mulia ratu berkata itu adalah nama marga keluarga Ruan. Di negara ini hanya ada satu keluarga saja dengan marga depan Ru, yaitu Ruan."


"Ru? Ruan..... Ruan Yi." Xia Lian An menatap Min'er.


"Tapi aku tidak mempunyai masalah dengannya."


"Kak, wanita itu sudah menyukai yang mulia putra mahkota sejak lama, dan tentu saja dia tidak terima jika orang yang dia sukai akan menikah dengan wanita lain. Apalagi jika yang dia sukai adalah kaisar negara selanjutnya."


"Kakak kira setelah menghadapi selir Ning, tidak akan lagi menghadapi wanita yang begitu ambisius terhadap sebuah posisi di dalam istana. Ternyata malah hampir mati sebelum mengetahuinya."


"Kakak tenang saja, yang mulia kaisar dan yang mulia putra mahkota akan melakukan yang terbaik untuk menghukum mereka. Tapi...."


Xia Lian An menatap adiknya dan tersenyum, dia tahu bagaimana sifat adiknya yang tidak akan membiarkan orang yang sudah melukainya hidup dengan tenang.


"Kau ingin membalas dengan caramu sendiri?" Tebak Xia Lian An.


Min'er menatap kakaknya dengan terkejut, dia tidak menyangka jika apa yang dia pikirkan bisa tertebak dengan benar oleh kakaknya.


"Nona Ruan Yi adalah keponakan yang mulia kaisar dan yang mulia ratu, jika kau ingin membalasnya hanya bisa membuat jebakan untuknya. Karena kau tidak akan bisa langsung melukai apalagi membunuhnya."


"Kak, apa kakak punya rencana?"


Xia Lian An menggeleng "Saat ini aku belum tahu apa yang harus kita lakukan, tapi tunggu sampai tanganku membaik."


"Nona, bagaimana jika kita menjebak dia dengan cara selir Ning dulu waktu ingin menjebak nona." Xiao Wei ikut berbicara.


"Selir Ning pernah mau menjebak kakak?" Tanya Min'er.


"Benar tuan muda, dulu selir Ning ingin menjebak nona dengan sebuah surat. Saya mengetahui hal itu karena saya mempunyai teman yang bekerja melayani selir Ning dulu, dan dia adalah orang yang sangat menyukai nona. Jadi dia memeberitahu saya rencana yang selir Ning katakan, sehingga ketika seorang pelayan meletakan surat itu di kamar nona secara diam-diam, saya membaca dan membakar surat itu sebelum nona membacanya."


"Kau benar-benar telah menyelamatkanku berkali-kali, Xiao Wei." Ucap Xia Lian An.


"Lalu, apa yang selir Ning tulis di surat itu?" Tanya Min'er.


"Yang saya ingat di dalam surat itu, jika yang mulia kaisar Shun ingin bertemu dengan nona di istana paling barat."


"Istana paling bara? Bukankah itu istana yang sangat jarang di pakai?" Ucap Xia Lian An.


"Benar nona, saat itu nona masih sangat mencintai yang mulia kaisar. Jadi jika nona membaca surat itu, nona pasti sangat merasa senang dan tanpa curiga akan datang ke istana paling barat itu."


Xia Lian An terdiam "Pantas saja aku tidak bisa mengingat kejadian itu di dalam ingatan pemilik tubuh asli. Ternyata dia di selamatkan oleh Xiao Wei."


"Lalu, apa kau tahu ada apa di istana paling barat itu?" Tanya Min'er lagi.


"Saya membayar seseorang untuk pergi ke istana paling barat untuk mengetahui ada apa disana. Dan ternyata disana....."


"Ada apa disana?"


"Disana ada selir Ning dan beberapa menteri kerajaan. Selian itu juga ada beberapa orang laki-laki yang berdiri di samping gudang istana itu."


"Menteri kerajaan?"


"Benar tuan muda."


"Jika menteri kerajaan juga ada disana, kemungkinan apa yang mereka lakukan sudah di ketahui oleh yang mulia kaisar Shun, dan dia membiarkannya." Ucap Xia Lian An.


"Saya juga berfikir seperti itu nona. Karena setelah tahu bahwa nona tidak datang ke istana paling barat, yang mulia kaisar marah. Karena itu yang mulia....."


"Aku tahu selanjutnya, karena setelah itu aku hidup di istana Ju waktu itu."


"Benar nona, alasan perdana menteri Qing membuat masalah di istana hanyalah kebohongan yang di buat oleh yang mulia kaisar. Sehingga yang mulia kaisar bisa memukuli nona dengan kejam. Saya mendengar yang mulia kaisar tidak pergi kemanapun, dan juga tidak menemui siapapun hari itu, jadi saya tahu jika yang mulia kaisar telah berbohong pada nona."


Xia Lian An mengepalkan tangannya "*Seharusnya bukan hanya tangannya saja yang cacat. tapi dia pantas mati karena begitu banyak melakukan kejahatn padamu Qing Lian*."


Min'er sungguh tidak menyangka jika kaisar Shun melakukan banyak hal hanya untuk membuat kakaknya meninggalkan istana.


"Dia melakukan banyak hal untuk mengusirku dari istana, aku jadi tidak sabar untuk mengunjunginya bersama dengan tuan Jiang setelah aku menjadi permaisuri negara Ming ini nanti." Ucap Xia Lian An.


"Kakak."


"Kakak tidak mungkin akan diam saja mendengar sebuah kebenaran yang tidak pernah kakak ketahui, Min'er. Kakak ingin memberitahunya, jika orang yang tidak dia inginkan telah menjadi sebuah giok yang sangat berharga bagi orang lain. Dan dia tidak akan pernah lagi bisa menyentuhnya."


Min'er mengangguk, dia mengerti apa yang kakaknya katakan. Selama ini kaisar Shun memang tidak pernah melihat kakaknya, bahkan dia tidak pernah menganggap kakaknya ada di dalam istana.


Dan saat perasaan yang penuh dengan penyesalan muncul pada diri kaisar Shun, akan terasa sangat menyakitkan ketika melihat Xia Lian An datang ke istana sebagai permaisuri negara lain. Itulah pembalasan dari hati yang telah terluka, dan berubah menjadi benci pada seseorang yang pernah sangat Xia Lian An cintai dulu.