King's Regrets

King's Regrets
Eps 25



Ini sudah beberapa setelah kembalinya kaisar Shun dan permaisuri Yan dari negara Ming, tapi belum ada tanda-tanda dari selir Ning akan melakukan rencana jahatnya pada permaisuri Yan.


Hari ini permaisuri Yan diberi tahu oleh Xiao Wei jika beberapa hari lagi istana kerajaan akan mengadakan festival lampion. Dan semua anggota kerajaan beserta keluarganya akan diundang ke pesta itu.


Kaisar Shun juga akan mengundang beberapa penari dan pemusik terhebat di negara Qin, dia ingin tahun ini menjadi festival lampion yang paling meriah sepanjng sejarah di negara Qin.


"Xiao Wei, ayo kita pergi ke pasar." Ucap permaisuri Yan tiba-tiba.


"Yang mulia. Jika yang mulia ingin membeli sesuatu, biar hamba saja yang keluar membelikannya."


"Aku ingin membeli beberapa pakaian dan barang lainnya. Bukankah festival kali ini akan sangat meriah? Jadi aku ingin melakukan hal yang berbeda juga."


Xiao Wei menatap permaisuri Yan dengan penuh tanya.


"Kau ikut saja, aku pastikan tahu ini akan sangat meriah."


"Baik yang mulia."


"Karena di acara festival itu aku yakin, selir Ning pasti akan melakukan sesuatu padaku. Dan dengan senang hati aku akan mengembalikan apa yang akan dia lakukan padaku nanti."


Permaisuri Yan dan Xiao Wei berjalan keluar dari istana Yue Ji, mereka keluar dengan menggunakan pakaian yang lebih sederhana. Itu karena permaisuri Yan ingin lebih nyaman saat berjalan di pasar.


Setelah keluar dari istana dan berjalan tidak begitu lama, akhirnya mereka sampai di pasar yang berada di tengah-tengah ibu kota negara Qin.


Permaisuri Yan menatap para penjual dan orang-orang yang ada di depannya dengan mata yang berbinar.


"Rasanya aku ingin selalu kesini setiap hari." Gumam permaisuri Yan.


Permaisuri Yan dan Xiao Wei berjalan menyusuri pasar yang cukup besar dan ramai itu. Di pinggiran jalan banyak orang berjualan. Mulai dari permen gulali, sampai penjual kue bulan ada disana.


Sekarang mereka berdiri didepan sebuah toko pakaian yang paling besar di ibu kota. Permaisuri Yan melihat papan nama yang terpasang diatas pintu toko itu.


"Apakah kita akan masuk kesana yang mulia?"


Permaisuri Yan menatap Xiao Wei "Jangan panggil aku yang mulia, mereka akan tahu siapa aku yang sebenarnya." Bisik permaisuri Yan.


"Ma... maafkan hamba no... nona."


Permaisuri Yan tersenyum mendengar panggilan Xiao Wei yang sudah berubah padanya.


"Ayo masuk, aku ingin membeli beberaa pakaian limited edition di toko ini." Ucap permaisuri Yan sambil melangkah masuk kedalam toko itu.


"Li... limited.. tadi yang mulia permaisuri berkata apa?" Gumam Xiao Wei pada dirinya sendiri.


"Xiao Wei!"


Xiao Wei tersentak dan melihat permaisuri Yan sudah berada didalam toko pakaian itu. Dia pun segera menyusul permaisuri Yan kedalam toko.


Didalan toko banyak pakaian yang cantik, ada yang bermotif bunga sakura, bunga mawar, dan ada juga yang berbordir dan berhiaskan sulaman tangan yang indah.


Permaisuri Yan melihat sebuah pakain berwarna emas, dengan selendang yang melambai. Bahan pakaian itu sangat lembut, itu adalah bahan satin berkualitas terbaik yang sangat ringan dan nyaman.


"Tuan, aku ingin melihat pakaian itu." Ucap permaisuri Yan pada pelayan toko.


"Anda pandai memilih nona, ini adalah pakaian yang dibuat oleh penjahit terbaik dari kota Ho. Dengan bahan satin terbaik, dengan hiasan dari sulaman tangan yang sangat berbeda. Pakaian ini juga hanya ada satu, jadi harganya pun mahal." Ucap pelayan itu dengan semangat.


"Aku mau pakaian ini, segera kemas."


Tanpa bertanya harganya, permaisuri Yan langsung memberikan 10 keping emas kepada pelayan toko itu.


Melihat kepingan emas yang melebihi harga pakaian itu, pelayan toko memberikan jepit rambut berbahan giok terbaik pada permaisuri Yan.


Para pengunjung toko yang melihat itu terkagum dan ada juga yang iri akan kekayaan permaisuri Yan.


Setelah membeli pakaian dan beberapa jepit rambut, permaisuri Yan menarik Xiao Wei untuk menikmati makanan yang ada di pinggir jalan pasar ibu kota itu.


Xiao Wei yang terkejut menarik kembali tangan permaisuri Yan, dia khawatir jika permaisuri Yan akan sakit perut setelah memakan makanan itu.


"Yang.... maksud saya nona, lebih baik kita makan di restoran dekat sini saja. Anda pasti akan lebih menyukai makanan yang koki restoran itu buat." Bujuk Xiao Wei pada permaisuri Yan.


"Tidak, hari ini aku ingin makan makanan di pinggir jalan."


"Nona saya mohon, saya tidak mau jika nona sakit perut nanti."


"Tidak akan Xiao Wei, aku benar-benar ingin merasakan makanan-makanan itu."


Tanpa mau mendengar ucapan Xiao Wei lagi, permaisuri Yan berjalan menuju penjual manto yang ada sebelah kanan jalan.


Selain manto, permaisuri Yan juga mencicipi makanan yang bernama tahu busuk. Tahu itu berbau tidak sedap, tapi rasa tahu itu sangat enak. Sampai membuat permaisuri Yan menghabiskan dua porsi tahu busuk itu.


Setelah puas meniknati beberapa makanan di pinggir jalan pasar ibu kota, permaisuri Yan tidak lupa meminta Xiao Wei membeli beberapa kue untuk para pelayan yang ada di istana Yue Ji.


"Nona, hari sudah akan gelap. Lebih baik kita kembali sekarang." Ucap Xiao Wei.


"Kau benar, ayo kita kembali."


"Baik yang... nona."


Permaisuri Yan terkekeh melihat Xiao Wei yang kebingungan saat memanggil namanya.


Mereka kembali ke istana Yue Ji dengan berjalan kaki seperti saat mereka keluar, itu bisa membuat orang-orang yang melihat mereka mengira jika mereka adalah dua pelayan istana yang pulang setelah berbelanja.


Baru saja permaisuri Yan serta Xiao Wei masuk dan berjalan melewati taman di istana Yue Ji, mereka sudah di sambut oleh selir Ning dan kaisar Shun yang tengah berdiri sambil menatapnya.


"Yang mulia." Ucap permaisuri Yan sambil memberi hormat.


"Apa kau merasa senang keluar istana memakai pakaian seperti itu?" Tanya kaisar Shun dengan nada tidak senang.


Permaisuri Yan tersenyum tipis, dia melirik pada selir Ning yang tersenyum penuh kepuasan karena kaisar Shun marah padanya.


"Maaf yang mulia, saya memang sangat senang memakai pakaian yang seperti ini. Tidak seperti seseorang yang sangat ingin memakai pakaian berbahan sutra dan borkat terbaik."


Permaisuri Yan sengaja berkata seperti itu untuk menyindir selir Ning yang berdiri di samping kaisar Shun.


"Kau adalah permaisuri negara Qin, bagaimana bisa kau melakukan itu?"


Permaisuri Yan berbisik pada Xiao Wei agar Xiao Wei pergi kedalam istana terlebih dahulu.


"Yang mulia, bukankah anda tidak menyukai saya? Jadi kenapa anda begitu terganggu saya keluar istana memakai pakaian yang sederhana?"


"Tentu aku tergangggu, kau adalah permaisuri Yan. Permaisuri negara Qin, jika kau memakai pakaian seperti itu tidak akan ada yang mengenalmu dan menghormatimu."


Permaisuri Yan tertawa pelan, dia merasa apa yang kaisar Shun katakan sangat lucu.


"Permaisuri Yan, yang mulia kaisar sedang berbicara dengan mu. Kau sungguh tidak sopan." Ucap selir Ning menegur permaisuri Yan.


"Oh, ternyata selir Ning juga ada disini. Maaf aku tidak melihatmu, mungkin karena kau tidak memberi hormat padaku jadi aku tidak tahu jika ada selir Ning disini."


"Kau..."


Permaisuri Yan menatap tajam selir Ning, sehingga dia tidak melanjutkan ucapannya.


"Yang mulia, sebelum anda menegur saya. Lebih baik anda mengajari selir tersayang anda ini untuk lebih mematuhi peraturan di dalam istana. Dan juga berikan dia guru etika yang terbaik, agar dia mengerti bagaimana harus bersikap didepan orang yang posisinya lebih tinggi dari dirinya."


Setelah mengatakan itu, permaisuri Yan melangkah pergi. Dia sudah sangat malas berurusan dengan sepasang sejoli yang tidak pernh bercermin pada diri mereka sendiri.


Melihat permaisuri Yan pergi begitu saja, kedua tangan kaisar Shun mengepal kuat. Dia benar-benar merasa jika permaisuri Yan sudah berubah padanya.


Kaisar Shun sengaja datang ke istana Yue Ji dengan selir Ning untuk membuat permaisuri Yan cemburu seperti dulu. Tapi ternyata dia yang di bikin marah oleh permaisuri Yan.


Sama halnya dengan selir Ning yang juga merasa sangat marah dan kesal pada permaisuri Yan yang sudah mempermalukan dirinya di depan kaisar Shun.


"Permaisuri Yan, aku pastikan kau akan menemui ajalmu di festival lampion beberapa hari lagi nanti!"


Di dalam kamar, permaisuri Yan menghempaskan tubuhnya diatas kursi. Di tidak menyangka jika dia akan bertemu dua orang yang sangat menyebalkan setelah seharian bersenang-senang di luar istana.


"Benar-benar s*al! Sia-sia aku sudah bersenang-senang tadi, jika setelahnya bertemu dengan mereka berdua." Gerutu permaisuri Yan.


Xiao Wei berjalan mendekati permaisuri Yan sambil membawa nampan yang berisi secangkir teh hangat dan satu piring kue bulan yang dia beli di pasar tadi.


"Xiao Wei, siapkan air hangat untuk ku. Aku ingin menenangkan pikiran dengan mandi." Ucap permaisuri Yan pada Xiao Wei.


"Baik yang mulia."


Xiao Wei lalu pergi untuk menyiapkan air hangat setelah meletakkan teh dan kue bulan diatas meja.


"Selir Ning, aku akan membuatmu membayar rasa kesal yang aku rasakan hari ini."


Permaisuri Yan mengambil cangkir berisi teh hangat lalu meminumnya perlahan.


Tak berselang lama, Xiao Wei kembali dan memberiktahu permaisuri Yan jika air untuk mandi sudah siap.


Di bantu oleh Xiao Wei, permaisuri Yan menikmati mandi air hangat sore ini.


"Xiao Wei."


"Hamba disini yang mulia."


"Besok pagi-pagi kau pergi dan temui adik ku di kediaman perdana menteri Qing. Katakan padanya, aku ingin bertemu di restoran yang ada di ujung pasar yang kita lihat siang tadi."


"Baik yang mulia."


Permaisuri Yan mengangguk, dia lalu mulia memejamkan matanya sambil terus menikmati pijatan Xiao Wei pada tangannya.


(Xia Lin akan usahakan agar selalu up setiap hari. Tapi jika Xia Lin sibuk, mungkin hanya akan up 1 part saja. Mohon untuk pengertiannya, dan terima kasih karena selalu mendukung Xia Lin 🙏😊)