King's Regrets

King's Regrets
Eps 69



Saat ini kaisar Shun tengah sendirian di dalam kamarnya. Dia tidak bisa berlama-lama di luar, karena tidak leluasa dengan tangan kirinya yang terasa begitu sakit saat di gerakan.


"Yang mulia, seseorang memberikan sebuah surat untuk anda." Ucap kasim ketua yang berada di luar kamar.


"Berikan itu padaku."


"Baik yang mulia."


Kasim ketua kemudian masuk ke dalam kamar kaisar Shun.


"Yang mulia, ini surat yang hamba terima dari kepala pengawal untuk anda. Kepala pengawal berkata jika surat ini dari tuan muda keluarga perdana menteri Qing." Kasim ketua memberikan surat itu pada kaisar Shun.


Kaisar Shun membuka dan membaca isi surat yang di berikan oleh kasim ketua.


Sesaat setelah kaisar Shun membaca surat itu, kedua matanya membulat bahkan tangannya meremas surat yang masih dia pengang dengan gemetar.


"Yang mulia." Kasim yang tidak tahu isi surat itu merasa khawatir akan perubahan wajah kaisar Shun.


"Kasim ketua, bawa putra bungsu perdana menteri Qing kemari. Katakan aku ingin bertemu dengannya."


"Baik yang mulia."


"Saat ini dia ada di rumah makan yang berada setelah jalan kedua dari istana ini. Bawa dia kemari sekarang."


"Baik, hamba mengerti yang mulia."


Kasim ketua langsung keluar dari kamar kaisar Shun untuk meminta seseorang bertemu dan membawa Qing Hao Min ke hadapan kaisar Shun.


"Perdana menteri Qing. Beraninya selama ini kau membohongiku dan semua rakyat! Kau benar-benar telah membunuh ibu dari anakmu sendiri, lalu melemparkannya ke dalam istana demi posisimu di dalam istana ini tetap kuat. Kau..ternyata lebih kejam dari ku." Ucap kaisar Shun penuh marah pada perdana menteri Qing.


Surat yang di terima dan di baca oleh kaisar Shun adalah surat dari Qing Hao Min. Dia memberitahu kaisar Shun, jika dirinya bisa memberikan kesaksian atas kejadian pembunuhan ibu kandung kakaknya yang di lakukan oleh perdana menteri Qing saat kakaknya masih sangat kecil.


Qing Hao Min juga memberitahu dimana dia saat ini berada di dalam surat itu, sehingga kaisar Shun tidak kesulitan saat mencari dirinya.


Apa yang di dengar oleh Min'er saat dia kembali ke kediaman perdana menteri Qing pagi tadi, juga perkataan langsung dari Xia Lian An, sudah lebih dari cukup untuk menjadikan dirinya sebagai saksi pengganti bagi kakaknya, atas apa yang perdana menteri Qing lakukan pada ibu kandung Xia Lian An.


Tak berapa lama kasim ketua kembali. Di belakangnya berdiri Qing Hao Min, orang yang ingin kaisar Shun temui.


"Yang mulia, tuan muda Qing berada disini untuk bertemu dengan anda." Ucap kasim ketua dari luar kamar kaisar Shun.


"Biarkan dia kemari."


"Baik yang mulia."


Setelah mendengar jawaban dari kasim ketua, beberapa detik berikutnya kaisar Shun melihat Qing Hao Min, putra bungsu dari perdana menteri Qing masuk dan berdiri tidak jauh di depannya.


"Hamba memberi hormat kepada yang mulia, semoga yang mulia kaisar panjang umur." Ucap Min'eelr sambil memberi hormat pada kaisar Shun.


"Baik, duduklah."


"Terima kasih yang mulia."


Min'er lalu duduk di salah satu kursi yang ada di dalam kamar kaisar Shun.


"Katakan padaku, apakah perdana menteri Qing benar-benar telah membunuh ibu kandung dari Qing Lian?" Ucap kaisar Shun pada Min'er setelah Qing Hao Min duduk.


Kedua tangan Min'er mengepal, dia begitu ingat apa yang telah kedua orang tuanya katakan mengenai kejahatan yang sudah ayahnya lakukan terhadap ibu kandung kakaknya.


"Itu benar yang mulia, hamba mungkin bukan saksi yang langsung menyaksikan kejadian itu. Tapi hamba tahu seseorang yang berdiri dan melihat langsung kejadian itu, tuan perdana menteri Qing juga telah mengaku pada hamba, jika dia sudah membunuh ibu kandung kakak hamba dulu, saat hamba kembali ke kediaman perdana menteri pagi ini."


Melihat reaksi Min'er yang seolah tengah menahan kemarahannya pada perdana menteri Qing, kaisar Shun yakin jika apa yang di katakan oleh Min'er adalah benar.


Min'er menatap kaisar Shun "Dia adalah... Kakak hamba sendiri, pada usia yang masih kecil dia harus menyaksikan perdana menteri Qing memukuli ibunya, hingga sang ibu meninggal tepat di depan kedua matanya."


Kaisar Shun terperanjat, dia benar-benar terkejut mengetahui hal yang tidak pernah dia tahu selama ini.


"Bagaimana bisa, selama ini dia tinggal di dalam istana. Tapi kenapa dia tidak pernah mengatakannya padaku?"


"Yang mulia pasti tahu, jika kakak hamba tidak mungkin datang untuk menjadi saksi atas apa yang telah perdana menteri Qing sudah lakukan pada ibu kandung kakak hamba. Karena itu, hamba datang kesini untuk menggantikan kakak hamba memberikan kesaksian itu kepada yang mulia."


Kaisar Shun menatap Min'er, dia sangat tahu alasan Xia Lian An yang tidak ingin menginjakan kakinya lagi di istana itu.


Dan itu juga membuat dia tahu kenapa Xia Lian An tidak pernah menceritakan apa yang telah dia alami sewaktu kecil.


"Aku mengerti."


"Terima kasih atas kebijaksanaan yang mulia."


"Perdana menteri Qing sudah melakukan kejahatan besar, dan dia juga telah menyembunyikan itu dariku juga semua orang selama bertahun-tahun. Kejahatannya tidak bisa di ampuni."


Bruuk


"Hamba memohon kepada yang mulia untuk memberikan keadilan yang tinggi bagi ibu kakak hamba, meski hamba bukanlah anak dari ibu kandung kakak hamba, tapi beliau hanya wanita yang ingin mendapatkan pertanggung jawaban dari perdana menteri Qing untuk kakak hamba." Min'er berlutut di depan kaisar Shun.


"Bangunlah, aku pasti akan memberikan keadilan itu pada kakakmu. Bagaimana pun sebagai seorang pejabat kerajaan, kejatahan yang sudah perdana menteri Qing lakukan akan mendapatkan hukuman yang sangat berat."


"Terima kasih atas kebaikan dan keadilan dari yang mulia."


Kaisar Shun mengangguk "Kau kembali lah, aku akan segera mengurus masalah ini bersama dengan para pejabat istana lainnya."


"Baik yang mulia."


Setelah membungkukan badannya, Min'er lalu berbalik dan berjalan keluar dari kamar kaisar Shun.


Kaisar Shun melihat kepergian Min'er.


"Perdana menteri Qing, kau sungguh melakukan perbuatan yang sangat kejam yang tidak bisa di ampuni. Kau bahkan tidak layak menjadi seorang ayah."


"Kasim ketua."


Kasim ketua yang mendengar jika kaisar Shun memanggilnya, segera masuk ke dalam dan berdiri di depan kaisar Shun.


"Hamba disini yang mulia." Ucap kasim ketua.


"Perintahkan kepada kepala pengadilan untuk menyeret perdana menteri Qing dari kediamannya. Penjarakan dia di penjara istana dalam, Dan besok bawa dia ke ruang pengadilan istana, aku yang akan mengadilinya sendiri."


Kasim ketua terkejut sejenak "Baik yang mulia, akan hamba laksanakan."


Kasim ketua lalu keluar dari kamar kaisar Shun.


"Qing Lian, aku tahu kau tidak akan pernah bisa memaafkan semua kesalahan yang pernah aku lakukan padamu. Tapi biarkan aku membantu mu memberikan keadilan bagi ibu mu, sebagai permohonan maaf dariku." Ucap kaisar Shun yang masih begitu menyesali perbuatannya dulu pada Xia Lian An.


Kaisar Shun berdiri dan berjalan. Dia lalu membuka lemari pakaiannya dan mengambil sebuah kotak yang ada di dalam lemari itu.


Dengan pelan kaisar Shun membuka kotak itu, dan melihat gelang giok pemberian ibu suri untuk Xia Lian An dan juga jepit rambut phoenix milik Xia Lian An saat dia masih menjadi permaisuri dulu.


Kaisar Shun masih menyimpan dua barang itu dengan baik, dia bahkan meminta kasim ketua untuk membuat jepit rambut phoenix yang baru untuk permaisuri Rui, karena dia tidak ingin orang lain memakai jepit rambut yang pernah Xia Lian An pakai.


Penyesalan yang begitu melekat pada kaisar Shun, tidak akan pernah hilang meski dia melakukan banyak hal untuk Xia Lian An.