
Sudah lebih dari setengah perjalanan Xia Lian An dari kota Yu menuju negara Ming. Dan kepalanya sudah terasa begitu pusing, pinggangnya juga sangat sakit akibat terlalu lama duduk di dalam kereta, di tambah jalanan yang tidak rata.
"Aku tidak menyangka jika aku akan merasakan seperti ini lagi, aku pikir saat ke negara Ming dengan kaisar Shun itu, akan menjadi yang terakhir. Pingganku sudah hampir patah rasanya."
Xiao Wei melihat Xia Lian An begitu kelelahan, dan merasa tidak nyaman. Dia pun lalu duduk berjongkong.
"Nona, nona berbaringlah. Saya akan memijat nona."
Xia Lian An menatap Xiao Wei yang terlihat begitu segar setelah hampir dua hari mereka melakukan perjalanan.
"Xiao Wei, apa kau tidak merasa lelah?"
Xiao Wei menggelengkan kepalanya "Tidak nona, saya sudah terbiasa dengan perjalanan seperti ini. Cepat nona berbaringlah, nona pasti sangat lelah."
Xia Lian An mengangguk, dia memang sudah sangat kelelahan dan pusing.
Setelah Xia Lian An berbaring, Xiao Wei yang duduk di bawah mulai memijit kaki Xia Lian An.
"Kenapa orang-orang di jaman ini sangat kuat sekali." Gumam Xia Lian An sambil menatap Xiao Wei yang sedang memijitnya.
"Apa yang nona katakan?" Tanya Xiao Wei yang ternyata mendengar secara samar gumaman nona nya.
"Tidak, tidak apa-apa. Aku hanya merasa kepala ku sedikit sakit."
"Nona tidurlah, saya akan membangunkan nona saat sudah sampai."
"Iya, kalau begitu aku akan tidur."
"Iya nona."
Xia Lian An lalu memejamkan matanya, dan tidur dengan nyenyak dalam waktu singkat.
Saat ini mereka sudah melewati gerbang perbatasan negara Ming, yang artinya hanya tinggal kurang dari satu jam lagi mereka akan sampai di ibu kota dan di istana kerajaan negara Ming.
Jalanan yang tidak lagi berbatu membuat Xia Lian An tidur sangat nyenyak, hingga dia masih terlelap meski sudah sampai di gerbang ibu kota.
Xiao Wei yang melihat nona nya tidur begitu nyenyak tidak tega untuk membangunkannya.
tok tok
Xiao Wei membuka tirai yang menutupi pintu kereta, dan melihat jika mereka sudah tiba di depan istana kerajaan negara Ming.
"Nona, kita sudah sampai di depan istana. Dan yang mulia putra mahkota sudah berdiri di depan untuk menyambut kalian." Ucap pengawal bayangan.
"Nona Xia masih tertidur, dia berkata... jika kepalanya sakit setelah perjalanan yang jauh. Bisakah anda...membantu saya mengangkat nona saya, tuan?" Ucap Xiao Wei dengan ragu.
Pengawal bayangan itu terdiam, dia tentu tidak berani melakukannya. Dia sangat tahu akibat dari menyentuh wanita yang putra mahkota Zhang sukai.
"Kalian tunggu disini dulu, aku akan memberitahu yang mulia putra mahkota terlebih dulu."
"Baiklah kalau begitu."
Pengawal bayangan itu lalu pergi meninggalkan kereta, dan Xiao Wei pun kembali menutup tirai pintu kereta.
Selang beberapa saat, kereta kembali di ketuk.
Xiao Wei membuka tirai pintu, dan terkejut melihat putra mahkota Zhang ada di depannya.
"Yang mu...."
"Ssttttt." Putra mahkota Zhang memperingatkan Xiao Wei agar tidak berisik.
Putra mahkota Zhang lalu memberi isyarat agar Xiao Wei turun dari kereta terlebih dulu.
Xiao Wei yang mengerti mengangguk, dan dengan hati-hati turun dari kereta.
"Salam kepada yang mulia putra mahkota." Ucap Xiao Wei sambil memberi hormat.
"Cukup formalitasnya, kau ikutlah dengan pengawalku ke istana timur. Aku akan menggendong nona Xia kesana." Ucap putra mahkota Zhang.
"Meng..menggendong nona?"
Putra mahkota Zhang mengangguk, dia lalu menatap pengawal pribadinya yang langsung di jawab dengan anggukan.
Setelah Xiao Wei pergi dengan pengawal pribadinya, putra mahkota Zhang masuk kedalam kereta.
"Kau tetap terlihat cantik meski sedang tertidur, nona Xia." Gumam putra mahkota Zhang saat melihat wajah Xia Lian An yang sedang tidur.
Putra mahkota Zhang lalu mengangkat tubuh Xia Lian An dengan hati-hati, dan keluar dari kereta kuda.
"Sepertinya, tidak akan lama lagi kita akan mempunyai seorang menantu, yang mulia." Ucap sang ratu.
"Kau benar ratu ku, meski kita tahu jika wanita itu pernah menjadi permaisuri negara Qin. Tapi, selama putra mahkota menyukainya, aku tidak akan mempermasalahkannya."
"Yang mulia benar."
Ya, setelah putra mahkota Zhang mengetahui jika Xia Lian An tidak lagi bersama dengan kaisar Shun, dia memberanikan diri berbicara dengan kedua orang tuanya tentang perasaan dia pada Xia Lian An.
Selain itu, putra mahkota Zhang juga mengatakan tentang Xia Lian An yang pernah menjadi permaisuri negara Qin yang pernah datang ke negara Ming bersama kaisar Shun..
Ratu dan kaisar awalnya sangat terkejut, dan ingin menentang putra mahkota Zhang. Tapi, mereka yang mengetahui jika selama ini putra mahkota Zhang tidak pernah mau berdekatan dengan seorang wanita menjadi senang,dan menerima jika Xia Lian An yang akan menjadi menantu mereka kelak.
Putra mahkota Zhang menggendong dan membawa Xia Lian An ke istana timur, dia tidak peduli dengan tatapan penuh keterkejutan para pelayan dan beberapa pejabat istana yang ada di depan istana kerajaan.
Ketika putra mahkota Zhang membawa Xia Lian An, kaisar Shun dengan beberapa pengawalnya sampai di depan istana kerajaan negara Ming.
Kaisar Shun turun dari kereta dan segera di sambut oleh kasim ketua dan beberapa pejabat kerajaan negara Ming yang sudah menunggunya.
"Jiang'er juga mengundang kaisar dari negara Qin. Apakah ini tidak apa-apa, yang mulia?" Ucap sang ratu ketika melihat kaisar Shun berjalan mendekati istana.
"Dia sudah tidak lagi mempunyai hubungan dengan nona Xia itu, jadi aku rasa tidak akan terjadi apa-apa."
"Tapi yang mulia..."
"Kau tenang saja, putra mahkota kita sudah dewasa. Dia tahu harus melakukan apa, lebih baik kita pergi menyambut kedatangan kaisar Shun."
"Baik yang mulia."
Kaisar dan Ratu negara Ming berjalan mendekati kaisar Shun untuk menyambut kedatangannya di negara mereka.
"Selamat datang yang mulia kaisar Shun, saya harap anda tidak merasa keberatan kembali berkunjung ke negara kami ini." Ucap kaisar negara Ming.
"Tentu saja tidak, saya sangat senang mendapatkan undangan membahagiakan ini."
"Kalau begitu, saya mengucapkan terima kasih kepada kaisar Shun."
"Yang mulia kaisar Shun, saya mendengar jika yang mulia telah mengangkat permaisuri yang baru. Apakah anda tidak membawanya kemari?" Tanya sang ratu dengan hati-hati.
Kaisar Shun tersenyum "Saat ini permaisuri ku sedang mengandung, jadi dia tidak bisa berpergian terlalu jauh."
"Benarkah, saya turut berbahagia untuk negara Qin yang sebentar lagi akan mempunyai penerus."
"Terima kasih Ratu."
"Baiklah, baiklah. Kaisar Shun pasti sangat lelah, kami akan mengantarkan kaisar Shun ke istana barat untuk beristirahat." Ucap kaisar negara Ming.
"Baik, terima kasih."
Kasim ketua mewakili kaisar dn ratu negara Ming mengantar kaisar Shun menuju istana barat, agar kaisar Shun bisa beristirahat setelah menempuh perjalanan yang jauh dan melelahkan.
Sementara itu, putra mahkota Zhang yang sudah sampai di istana timur, membaringkan Xia Lian An diatas tempat tidur dengan pelan agar dia tidak terbangun.
Setelah membaringkan Xia Lian An, putra mahkota Zhang tersenyum melihat tidur Xia Lian An yang menurutnya menggemaskan.
"Kau juga beristirahatlah, aku sudah meminta beberapa pelayan untuk menyiapkan air hangat dan sup gingseng setelah nona Xia bangun nanti." Ucap putra mahkota Zhang pada Xiao Wei.
"Terima kasih atas kebaikan yang mulia putra mahkota." Ucap Xiao Wei.
"Ini sudah menjadi tanggung jawabku, karena sudah membuatnya kelelahan seperti itu."
Putra mahkota Zhang melihat Xia Lian An yang masih terlelap.
"Baiklah, aku harus kembali. Katakan padanya, malam nanti aku akan kesini lagi."
"Baik yang mulia."
Putra mahkota Zhang kemudian pergi meninggalkan istana timur, membiarkan Xia Lian An tidur lebih lama lagi.
"Yang mulia putra mahkota ini sangat baik, gingseng adalah barang yang cukup beraharga di daratan ini. Tapi untuk nona, dia rela memberikannya." Gumam Xiao Wei.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Xiao Wei berjalan dan mengambil beberapa pakaian milik Xia Lian An dan miliknya yang dia bawa, kemudian meletakan pakaian-pakaian itu kedalam lemari yang ada didalam kamar.
Xiao Wei juga mengambil kotak berisi kantong wewangian yang akan di berikan oleh Xia Lian An pada putra mahkota Zhang nanti, dia menyimpan kotak itu di sudut lemari agar tidak hilang.
Selesai membereskan beberapa barang, Xiao Wei membaringkan tubuhnya diatas kursi panjang yang ada didalam kamar, lalu tertidur dengan cepat karena lelah.