King's Regrets

King's Regrets
Eps 70



Hari berikutnya, setelah perdana menteri di bawa secara paksa oleh orang-orang dari pengadilan istana kemarin, dia langsung di lemparkan ke dalam penjara istana dalam.


Hari ini seperti yang sudah kaisar Shun katakan, dia sendiri yang akan mengadili perdana menteri Qing secara langsung di ruang pengadilan.


Kaisar Shun duduk di kursi yang biasa kepala pengadilan tempati, sementara kepala pengadilan berdiri di depan meja untuk ikut mengintrogasi perdana menteri Qing.


Bruuk


Perdana menteri Qing tersungkur di atas lantai saat dua pengawal dari penjara melemparkannya di depan kaisar Shun.


Dengan perasaan takut perdana menteri Qing menatap kaisar Shun yang duduk di atas kursi.


"Ya... Yang mulia."


Kaisar Shun menatap perdana menteri Qing seperti elang yang telah mengunci mangsanya, dan itu membuat perdana menteri Qing semakin ketakutan.


"Perdana menteri Qing, kau benar-benar lancang telah menipuku dan rakyat negara Qin ini!" Ucap kaisar Shun penuh tekanan.


"Ampuni hamba yang mulia, hamba...hamba sungguh tidak pernah melakukan kejahatan yang di tuduhkan kepada hamba." Ucap perdana menteri Qing sambil bersujud dan dengan suara bergetar.


Sraaaakk


Kaisar Shun langsung melemparkan dua lembar kertas, satu adalah surat yang kemarin dia terima dari Qing Hao Min, dan satu lagi adalah surat yang menyatakan kesaksian Qing Hao Min atas kejahatan yang telah perdana menteri Qing lakukan.


Tangan perdana menteri Qing gemetar membaca dua surat itu, dia tidak percaya jika putranya sendiri yang menjadi saksi kejatahan yang telah dia lakukan untuk mewakili kesaksian dari Xia Lian An.


"Tidak yang mulia, ini bohong! Hamba di fitnah yang mulia. Hamba tidak pernah melakuakn kejahatan itu yang mulia!"


"Jadi kamu ingin berkata, jika putramu berbohong padaku untuk memfitnahmu, perdana menteri Qing, dan kau menuduhku ikut memfitnahmu?"


Perdana menteri Qing tercengang, dia tidak tahu harus berkata apa. Jika dia berkata iya, artinya dia mendorong anaknya sendiri ke pintu kematian dan juga menuduh kaisar Shun ikut memfitnahnya karena kaisar Shun lebih percaya pada putranya.


Kaisar Shun sangat benci melihat orang yang tidak punya malu dan tidak memiliki hati seperti perdana menteri Qing.


Braaaakk


Kaisar Shun memukul meja yang ada di depannya, dia berdiri dan menatap perdana menteri Qing dengan tajam.


"Perdana menteri Qing! Sampai kapan kau akan membohongi ku dan membodohi rakyat negara Qin? Kau benar-benar tidak bisa di ampuni!"


"Tidak yang mulia! mohon ampuni hamba. Hamba mohon jangan hukum hamba yang mulia. Hamba benar-benar tidak melakukan kejahatan itu, Qing Lian! anak tidak berbakti itu sudah memfitnah hamba yang mulia, anda harus percaya pada hamba yang mulia."


Kaisar Shun tidak pernah melihat seorang ayah yang begitu kejam pada putrinya sendiri. Setelah membunuh ibu kandungnya dan melemparkan putrinya ke dalam istana demi posisinya, sekarang dia memfitnah putrinya yang sudah sangat mederita itu.


Kaisar Shun menatap kepala pengadilan, lalu dia kembali menatap perdana menteri Qing yang masih tidak mau mengakui kejahatannya.


"Dengarkan ini! Karena kejahatan yang telah perdana menteri Qing lakukan, dan telah berani membohongi kaisar juga semua rakyat dalam waktu yang lama. Pada hari ini, aku mencabut semua gelar dan pangkat yang ada pada perdana menteri Qing, menjatuhkan hukuman mati kepadanya. Dan untuk istri perdana menteri Qing yang ikut menyembunyikan kejahatan suaminya, akan di asingkan ke pengasingan selatan. Sementara seluruh kekayaan yang di miliki oleh perdana menteri Qing, akan di berikan kepada anaknya, tuan muda Qing!" Seru kaisar Shun memberikan keputusan terakhir pada hidup perdana menteri Qing dan istrinya.


Semua orang yang ada disana mendengar titah lisan dari kaisar Shun, dan petugas pengadilan yang biasa membantu kepala pengadilan mencatat kesalahan yang di lakukan oleh tersangka, segera menulis semua yang telah kaisar Shun katakan.


Catatan itu akan di serahkan kepada kasim ketua yang nantinya akan di catat kembali oleh kaisar Shun pada gulungan khusus sebagai dekrit kaisar.


"Tidak yang mulia! Mohon ampuni hamba. Anda tidak bisa menghukum hamba, hamba tidak bersalah, hamba di fitnah! Yang mulia! Yang mulia!" Teriak perdana menteri Qing yang tidak menerima keputusan dari kaisar Shun padanya.


Kepala pengadilan meminta pengawal untuk membawa perdana menteri Qing kembali ke dalam penjara, untuk menunggu hari dimana dia akan di penggal.


Kaisar Shun memejamkan matanya, dia sungguh tidak bisa membayangkan seperti apa perasaan Xia Lian An ketika melihat ibunya meninggal begitu tragis di tangan ayahnya sendiri. Dan bahkan dia harus hidup dengan pembunuh ibunya sendiri selama bertahun-tahun.


"Yang mulia, anda baik-baik saja?" Ucap kepala pengadilan dengan khawatir.


Kaisar Shun mengangkat tangan kanannya "Aku tidak apa-apa. Lakukan hukuman itu besok."


"Baik yang mulia."


Kaisar Shun lalu keluar dari ruang pengadilan dan berjalan menuju istana raja.


"Yang mulia."


Kaisar Shun melihat Qing Hao Min berdiri di depan pintu gerbang pengadilan istana.


Qing Hao Min memberikan hormat pada kaisar Shun.


"Terima kasih atas keadilan yang telah yang mulia berikan kepada ibu kandung kakak hamba, dan juga kepada kakak hamba. Hamba akan berdoa semoga yang mulia akan mendapatkan keberkahan selama hidup yang mulia."


Kaisar Shun mengangguk, dia lalu berbalik dan kembali berjalan menuju istana raja.


"Jika Qing Lian bersedia kembali menjadi permaisuri Yan lagi, itu sungguh sebuah keberkahan bagiku dan kerajaan ini. Tapi sayangnya, itu tidak akan pernah terjadi." (dlam hati)


***


Di kota Yu, Xia Lian An yang telah mendapatkan kabar dari pengawal bayangan tentang perdana menteri Qing tersenyum. Tapi sesaat kemudian air matanya mengalir tanpa dia sadari, dan hatinya terasa bergetar.


"Apa kau menangis karena kau merasa bahagia setelah semua dendam mu telah terbalaskan Lian'er?" Ucap Xia Lian An pada dirinya sendiri.


Xia Lian An menyeka air mata yang mengalir di pipinya "Beristirahatlah dengan tenang, aku berharap di kehidupan berikutnya, kau akan selalu bahagia dan hidup bersama keluarga yang mencintaimu." (dlm hati)


Xiao Wei yang baru saja masuk ke dalam aula rumah terkejut melihat nona nya menangis.


"Nona, apa yang sudah terjadi, kenapa nona menangis?" Ucap Xiao Wei khawatir.


"Aku tidak apa-apa, aku hanya merasa bahagia. Karena semua tujuan yang aku inginkan telah tercapai."


"Nona, kau membuat Xiao Wei ini khawatir."


"Maaf sudah membuatmu khawatir."


Xiao Wei mengangguk sambil tersenyum.


Xia Lian An menatap Xiao Wei yang tengah tersenyum padanya, lalu diapun ikut tersenyum.


"Baiklah, musim dingin kali ini sepertinya akan lebih dingin dari tahun kemarin. Jadi lebih baik, sekarang kita membeli beberapa bahan untuk membuat sup, agar kita selalu hangat." Ucap Xia Lian An.


"Baik nona."


Kehidupan baru Xia Lian An benar-benar di mulai, semua orang yang telah menyakiti pemilik tubuh asli telah dia singkirkan. Dan sekarang dia akan memulai kehidupan yang dia inginkan sebagai Xia Lian An yang sebenarnya di zaman kerjaan kuno itu.


Xia Lian An dan Xiao Wei keluar dari rumah, mereka lalu pergi ke restoran baru milik Xia Lian An sebelum mereka pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan sup yang akan mereka buat untuk makan siang mereka.


Awal musim dingin yang sangat menyegarkan, karena awal musim dingin itu menjadi saksi terlepasnya semua dendam Xia Lian An yang asli kepada semua orang yang telah menyakitinya hingga dia merenggang nyawa.


"Nona, para pelanggan restoran kita bertambah. Mereka berkata jika mereka sangat menyukai sup jahe yang ada di restoran kita ini." Ucap Xiao Wei.


"Itu bagus. Di cuaca yang seperti ini, memang sangat baik menikmati sup jahe hangat yang restoran kita buat."


"Iya, nona benar."


"Toko kue kita juga tidak kalah ramai, setelah Xiao Fen membuat dua kue baru."


"Dia membuat kue baru lagi?"


"Benar nona, dulu dia pernah di ajari membuat kue untuk ibu suri. Dan dia masih mengingat resep kuenya, jadi dia membuat kue yang biasa ibu suri makan dulu."


"Xiao Fen orang yang sangat berbakat."


"Anda benar, semua kue dan masakan yang dia buat sangat enak."


"Iya."


Xia Lian An dan Xiao Wei terus berjalan hingga mereka sampai di depan restoran Xia Lian An yang terlihat begitu ramai seperti yang Xiao Wei katakan.


"Haruskah aku membuat restoran baru lagi?" (dlm hati)


Xiao Wei menghembuskan nafasnya, dia tahu di kota Yu yang tidak begitu besar hanya ada tiga restoran, dan baru ada dua penginapan termasuk miliknya. Jadi pasti banyak pengunjung yang datang. Apalagi kota Yu berada di anatara dua kota besar, yang membuat kota ini sangat ramai.


Untungnya saja semua orang yang ada di kota Yu saling menghormati, dan tidak saling menyinggung usaha orang lain. Jadi meski mereka bersaing, mereka akan bersaing secara adil dan sehat, dan tidak akan mencurangi usaha orang lain diam-diam.