King's Regrets

King's Regrets
Eps 73



Xia Lian An benar-benar merasa tidak enak dan canggung pada putra mahkota Zhang, dia benar-benar tidak bermaksud mengatakan apa yang sudah dia katakan pada Min'er.


"Em.. Tuan Jiang, sejak kapan tuan ada di kota ini?" Tanya Xia Lian An memecahkan keheningan di antara mereka.


"Baru pagi tadi aku sampai di sini."


Xia Lian An mengangguk mengerti.


"Nona Xia, aku dengar jika tuan perdana menteri Qing sudah di hukum mati oleh kaisar Shun."


"Sepertinya tuan Jiang mempunyai pengawal yang sangat cepat."


"Jika itu berkaitan dengan nona Xia, mereka pasti akan melaporkannya padaku tepat waktu."


"Tuan Jiang..."


"Nona Xia, selir Ning dan keluarganya sudah mendapat hukuman mereka, begitu juga dengan perdana menteri Qing dan istrinya."


Xia Lian An diam, dia tahu maksud dari perkataan yang putra mahkota Zhang ucapkan.


"Tuan Jiang, kau sudah mendengar apa yang aku katakan pada Min'er bukan? Kau juga pasti sudah bisa menebak, jika aku tidak mungkin meninggalkan kota Yu ini. Di tambah aku sudah mempunyai beberapa tempat usaha disini." Ucap Xia Lian An sambil menuangkan teh ke dalam cangkir kecil putra mahkota Zhang.


"Aku mengerti, karena itu aku sudah membicarakan hal ini dengan ayah dan ibu ratu."


Xia Lian An tertegun, dia lalu meletakan kembali teko keramik kecil ke atas meja.


"Ayah kaisar dan ibu ratu setuju jika nona Xia ingin tinggal di luar istana, bahkan jika nona tidak ingin tinggal di luar negara Qin. Mereka akan berbicara secara langsung dengan kaisar Shun, jika nona Xia ingin tetap tinggal disini. Karena bagaimana pun aku juga akan ikut tinggal bersama dengan nona Xia."


"Tapi tuan Jiang, bukankah kau adalah...."


"Aku memang akan meneruskan tahta ayah kaisar, tapi itu masih sangat lama. Aku akan menggantikan ayah kaisar, jika ayah kaisar benar-benar sudah tidak bisa lagi berdiri di depan para menteri dan pejabat istana lainnya."


"Tuan Jiang, para menteri dan rakyat pasti akan mengkritik apa yang kau lakukan, saat mereka tahu kau menikah denganku dan tinggal di negara Qin yang letaknya begitu jauh dari negara Ming."


"Ayah kaisar mempunyai cara untuk menangani mereka, dan aku yakin mereka akan bisa menerimanya."


Xia Lian An diam.


"Nona Xia. Ayah kaisar, ibu ratu dan semua rakyat di negara Ming tahu jika aku sama sekali tidak pernah keluar dan berbicara dengan seorang wanita, kecuali mereka masih mempunyai hubungan saudara dengan ayah kaisar atau ibu ratu. Jadi, mereka akan sangat merasa senang karena akhirnya aku nememukan seorang wanita yang bisa membuatku tertarik."


"Mereka bersikap seperti itu karena mereka belum tahu siapa aku, jika mereka tahu putra mahkota mereka akan menikahi wanita yang pernah menikah dan menjadi permaisuri negara lain. Mereka pasti akan...."


Putra mahkota Zhang meraih tangan Xia Lian An, dia mengerti kekhawatiran yang Xia Lian An rasakan.


"Jangan terlalu banyak berfikir. Aku akan membawamu dan memperkenalkan mu dengan semua rakyatku, aku juga akan mengatakan siapa nona Xia ini. Aku yakin mereka akan menerima mu menjadi permaisuri mereka dengan baik."


"Tapi tuan Jiang...."


"Berhenti berkata tapi, aku hanya ingin membuatmu bahagia. Dan aku tidak ingin menikah dengan siapapun selain nona Xia."


"Lalu nona Ruan Yi?"


"Aku sudah mengatakan padanya dan keluarga paman Ruan, jika aku tidak akan menikah dengan wanita lain selain denganmu. Aku juga tidak akan membuat istana harem, karena aku tidak mau kau mengalami hal yang tidak kau inginkan selama menjadi permaisuri ku."


"Apa yang mulia kaisar dan yang mulia ratu juga mengetahui itu?"


Putra mahkota Zhang mengangguk "Iya, ayah kaisar dan ibu ratu juga sudah mengetahuinya, dan mereka tidak keberatan. Nona Xia, aku berani bersumpah, aku tidak akan membuat nona Xia terluka dan tidak akan membiarkan orang lain berani memnyakitimu."


Xia Lian An menatap kedua mata putra mahkota Zhang yang menatapnya dengan ketulusan dan cinta yang begitu besar.


"Baiklah, jika begitu."


Putra mahkota Zhang tersenyum lebar mendengar jawaban dari Xia Lian An. Dia lalu memeluk tubuh Xia Lian An dengan erat.


Hari ini merupakan hari yang paling penting bagi putra mahkota Zhang, karena setelah bertahun-tahun dia memendam perasaannya pada Xia Lian An, akhirnya dia mendapatkan hati orang yang dia cintai.


"Aku tahu, aku akan meminta ayah kaisar untuk berbicara dengan kaisar Shun agar mengizinkan aku tinggal disini denganmu."


"Baik, kita akan tinggal di istana jika keadaan memang mengharuskan kita kembali ke sana."


Putra mahkota Zhang melepaskan pelukannya dan menatap Xia Lian An.


"Kau... Bersedia tinggal di dalam istana?"


Xia Lian An mengangguk "Tapi tidak dalam waktu dekat, aku juga ingin melihat adik ku nenikah dengan wanita yang dia cintai."


"Baik, baik. Itu tidak masalah, jika adik mu juga ingin tinggal di dalam istana, aku akan menyiapkan sebuah istana untuk adikmu tinggali."


"Terima kasih, kau begitu baik padaku dan Min'er."


"Kau adalah calon permaisuri ku, dan calon ibu dari anak-anak ku. Aku tentu akan melakukan yang terbaik untukmu dan keluarga mu."


Xia Lian An mengangguk "Iya."


Min'er, Xiao Wei dan Xiao Fen yang mendengar pembicaraan Xia Lian An dan putra mahkota Zhang dari luar merasa sangat bahagia. Akhirnya Xia Lian An bersama dengan orang yang benar-benar mencintai dan akan melindunginya.


Dengan pelan dan hati-hati ketiga orang penguping itu pergi dari luar ruang aula rumah.


"Baiklah, sekarang kalian berdua pergi ke pasar dan beli bahan-bahan makanan, kita akan merayakan hari yang bahagia ini bersama." Ucap Min'er pada Xiao Wei dan Xiao Fen.


"Baik, tuan muda." Ucap Xiao Wei.


Mereka lalu keluar dari rumah dan pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan yang Min'er katakan.


Min'er sendiri menatap ke arah ruang aula rumah dan tersenyum senang dengan apa yang dia dengar.


"Kakak, selamat. Akhirnya kau mendapatkan kebahagiaanmu."


Min'er tidak menyangka jika putra mahkota Zhang akan melakukan begitu banyak hal untuk kakaknya, dia bahkan rela tinggal di kota Yu yang kecil ini demi hidup dengan kakaknya yang dia cintai.


"Jika saja kakak bertemu dengan yang mulia putra mahkota lebih dulu, pasti dia tidak akan mengalami banyak penderitaan dari yang mulia kaisar Shun di dalam istana dulu." Gumam Min'er.


Xia Lian An dan putra mahkota Zhang keluar dari ruang aula bersamaan, dan melihat Min'er sedang berdiri di depan taman yang ada di samping rumah.


"Min'er, apa yang sedang kau lakukan disana, dan dimana Xiao Wei juga Xiao Fen?" Tanya Xia Lian An.


"Ah, kakak. Aku menyuruh mereka pergi ke pasar."


"Ke pasar?"


"Benar, karena aku merasa hari ini adalah hari yang sangat bahagia. Jadi kita harus merayakannya."


Xia Lian An diam sejenak, dan membulatkan matanya setelah mengerti maksud perkataan adiknya.


"Apa kau mendengarkan kakak dan tuan Jiang berbicara di ruang aula?"


Min'er mengangguk sambil tersenyum.


"Kak, kakak adalah calon permaisuri yang mulia putra mahkota, kenapa kakak masih memanggilnya dengan sebutan tuan Jiang." Ucap Min'er menggoda kakaknya.


"Kau anak kecil, beraninya kau mendengar pembicaraan kakak. Dan sekarang menggoda kakak."


Xia Lian An berjalan dengan cepat ke arah Min'er bermaksud akan menarik telinga adiknya, tapi Min'er berlari sebelum kakaknya berjalan lebih dekat.


Putra mahkota Zhang melihat dua kakak beradik itu dari depan ruang aula.


"Meski mereka bukan kakak beradik kandung, tapi hubungan persaudaraan mereka sangat erat seperti darah yang menempel erat pada daging." Ucap putra mahkota Zhang pelan.


Putra mahkota Zhang merasa jika Xia Lian An beruntung karena masih mempunyai Min'er yang selalu ada dan membantunya, sehingga dia bisa bertahan sampai saat ini.