King's Regrets

King's Regrets
Eps 46



Praang!


"Kau harus bisa membawa uang yang kakakmu hasilkan di luar sana! Kondisi keluarga kita sudah tidak seperti dulu!" Seru perdana menteri Qing pada Qing Hao Min.


"Apa ayah lupa, jika ayah sendiri yang sudah mengusir kakak, bahkan sebelum dia keluar dari istana? Sekarang ayah ingin aku meminta uang darinya, bukankah ini tidak tahu malu?" Ucap Min'er.


"Anak tidak berbakti, beraninya kau berkata seperti itu padaku!"


"Kalau ayah dan ibu tidak pernah mengirim kakak ke istana, sehingga kakak harus banyak menderita disana. Aku juga tidak akan memperhitungkannya."


"Dia masuk ke dalam istana karena keinginannya sendiri."


"Tidak jika ayah tidak melakukan hal menjijikan untuk menjebak kakak dan yang mulia kaisar!"


"Min'er! Kita sudah bersusah payah membesarkan dia, sudah seharusnya dia membalas budi pada kita." Seru istri perdana menteri Qing.


"Orang tua meminta pada anaknya untuk membalas budi? Benar-benar sebuah lelucon!"


"Min'er jaga sikapmu! Lebih baiks sekarang kau bersiap. Kita akan pergi ke rumah nyonya Rong."


"Setelah kakak, kalian ingin aku menikah dengan wanita tidak bermoral seperti nyonya Rong itu! Apa kalian mengira kami adalah sebuah barang?" Teriak Min'er yang tidak tahan dengan sikap orang tuanya.


"Min'er, ini juga demi kebaikanmu." Nyonya Qing mencoba meraih tangan putranya.


Min'er menepis tangan ibunya "Jika kalian masih ingin memaksaku untuk meminta uang pada kakak, atau memaksaku untuk menikah dengan wanita yang ayah dan ibu inginkan. Lebih baik aku juga pergi dari rumah ini!"


Qing Hao Min berbalik dan berjalan dengan keluar dari rumah perdana menteri Qing dengan cepat.


"Min'er jangan pergi, ayah dan ibu melakukan ini demi kebaikan kamu. Min'er!" Istri perdana menteri Qing terus memanggil Min'er, tapi putra satu-satunya itu tidak memghiraukan panggilannya.


"Dasar anak tidak berbakti!" Geram perdana menteri Qing.


Qing Hao Min pergi dengan perasaan kesal pada kedua orang tuanya, dia tidak mengerti apa sebenarnya yang di inginkan oleh kedua orang tuanya itu.


Dulu mereka yang memasukan kakaknya kedalam istana setelah menjebak kaisar Shun dan putrinya sendiri, bahkan saat dia tahu jika putrinya di siksa didalam istana pun mereka tidak perduli. Dan saat putrinya bukan lagi seorang permaisuri, mereka membuangnya seperti sampah, dan sekarang ketika mereka mendengar jika putrinya mempunyai uang dengan usahanya sendiri, mereka ingin mengambilnya tanpa rasa malu dan merasa bersalah sedikitpun.


"Benar-benar keterlaluan!" Ucap Min'er dengan kesal.


Setelah pergi dari rumah, Min'er membeli seekor kuda lalu dia pergi ke kota Yu untuk menemui kakaknya disana.


Min'er lebih memilih tinggal dengan kakaknya dari pada harus di nikahkan dengan seorang wanita berusia 15 tahun lebih tua darinya, demi membuat ayah dan ibunya kembali mendapatkan kehormatan mereka. Kehormatan yang bagi Min'er hanyalah kekayaan semata.


***


Sementara itu di toko kue, Xia Lian An sedang sibuk membantu para pekerjanya melayani para pengunjung yang banyak.


Entah kenapa hari ini pengunjung toko sangat banyak, seolah semua rakyat di kota Yu itu keluar dan berada di depan toko kuenya.


Bahkan sampai ada beberapa kue yang masih hangat terpaksa dia bawa ke depan untuk memenuhi keinginan pengunjung.


"Kue disini sangat enak, harganya juga murah." Ucap salah seorang pengunjung toko.


"Benar, apalagi katanya yang mulia putri tertua dan putra mahkota dari negara Ming juga pernah beberapa kali datang dan menikmati kue disini." Ucap pengunjung lainnya.


"Benar-benar, aku tidak sabar ingin mencobanya."


"Iya, aku juga."


Kursi yang ada di lantai satu maupun di lantai dua semuanya pun sudah penuh, jadi mau tidak mau mereka yang sudah datang harus rela menunggu jika mau makan disana, atau membawa pulang kue yang mereka beli.


Setelah hampir dua jam, akhirnya pengunjung berkurang. Xia Lian An bisa memiliki wantu pergi ke dapur untuk melihat persediaan bahan untuk membuat kue.


"Nona." Ucap Xiao Fen saat melihat Xia Lian An masuk kedalam dapur toko.


"Untuk kue kacang kita masih bisa membuat sekitar 4 kali lagi nona, untuk bolu kukus tidak ada yang tersisa, karena sejak tadi pengunjung banyak yang meminta kue itu, dan untuk nastar telur tinggal 2 kali lagi."


Xia Lian An mengangguk "Kalau begitu semuanya habiskan hari ini, setelah itu aku akan pergi ke toko bahan-bahan kue untuk membelinya."


"Baik, nona."


Xia Lian An kembali ke depan, dan dia terkejut karena disana sudah ada Min'er yang membantu melayani beberapa pengunjung yang masih berdatangan.


"Min'er?"


Min'er menoleh pada Xia Lian An sejenak lalu tersenyum "Kakak."


"Sejak kapan kau disini?"


"Aku baru sampai dan melihat toko kakak sangat ramai, jadi aku membantu sedikit disini."


Xia Lian An melihat beberapa pengunjung yang masih berdatangan satu persatu ke toko kue nya, dan dia pun juga ikut melayani.


Setelah beberapa saat, para pengunjung mulai berkurang dan beberapa meja pun telah kosong.


"Istirahatlah dulu disana." Xia Lian An menunjuk salah satu kursi.


Min'er mengangguk, dia lalu berjalan dan duduk di kursi yang kakaknya tunjuk.


Tak berapa lama, Xia Lian An datang membawa teh dan beberapa kue dari dapur.


"Minumlah, kau pasti lelah setelah perjalanan kesini dan membantu kakak tadi."


"Aku senang bisa membantu kakak."


Min'er mengambil gelas berisi teh hangat lalu meminumnya.


"Apa terjadi sesuatu?"


Min'er terdiam sejenak dia lalu menggelengkan kepalanya "Tidak ada kak, aku hanya ingin melihat kakak dan menikmati suasana di kota Yu beberapa hari."


"Min'er, kau tidak pandai berbohong. Katakan padaku apa yang sudah terjadi?"


Min'er menatap Xia Lian An, dia ragu untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi di rumah. Selama ini kakaknya sudah banyak menderita karena kedua orang tuanya yang sama sekali tidak peduli, apakah kakaknya baik atua tidak, sakit atau sehat di dalam istana dulu.


"Min'er?"


"Kak, sebenarnya... ayah ingin aku menikah dengan nyonya Rong."


Xia Lian An terkejut "Nyonya Rong, wanita tua yang sudah mempunyai dua suami itu?"


Min'er mangangguk pelan.


"Dulu dia menjebak dan memasukan aku ke dalam istana demi kemakmuran hidupnya sendiri, sekarang dia ingin menikahkan adikku dengan wanita tidak bermoral itu. Benar-benar keterlaluan."


Xia Lian An sangat geram mengingat apa yang sudah dia alami dulu, meski dia mencintai kaisar Shun, tapi dia sama sekali tidak ingin masuk kedalam istana, tapi pada akhirnya dia masuk karena jebakan yang di buat oleh ayah dan beberapa pejabat lainnya.


"Aku tidak akan membiarkan dia melakukan itu padamu. Kau tetaplah tinggal disini."


"Baik, kak."


"Perdana menteri Qing, aku belum memberi perhitungan atas apa yang aku alami selama ini, dan kau ingin mengambil kebahagiaan adik ku. Jangan bermimpi!"


(Terima kasih untuk doa dan dukungan kalian pada Xia Lin. Sekarang badan Xia Lin sudah jauh lebih baik, dan akan mulai up 2 part seperti biasanya 🙏😁)