
Di tengah pasar di kota Yu, putra mahkota Zhang berjalan bersama pengawal pribadinya. Dia ingin membeli sesuatu untuk Xia Lian An, karena besok lusa dia harus kembali ke negaranya.
Ketika dia akan masuk kedalam sebuah toko, dia tidak sengaja bertemu dengan putri tertua.
"Salam pada putri tertua." Ucap putra mahkota Zhang.
"Salam pada yang mulia putra mahkota Zhang." Ucap putri tertua membalas salam putra mahkota Zhang.
Putra mahkota Zhang dan putri tertua masuk kedalam sebuah restoran yang tidak jauh dari tempat mereka bertemu.
"Aku tidak menyangka akan bertemu dengan putra mahkota negara Ming di kota Yu ini." Ucap putri tertua.
"Saya juga tidak menyangka, jika saya akan bertemu dengan yang mulia putri tertua disini. Karena yang saya tahu, yang mulia tinggal di kota lain."
Putri tertua menatap putra mahkota Zhang dengan tajam.
"Kau datang kesini, apakah untuk bertemu dengan adik Yan?"
Putra mahkota Zhang tersenyum, dia lalu meminum teh yang di sajikan oleh pelayan restoran.
"Yang saya tahu, nona Xia bukan lagi permaisuri Yan negara Qin ini. Jadi.. Kenapa yang mulia putri tertua masih memanggilnya dengan sebutan adik Yan?"
"Walaupun dia bukan lagi permaisuri Yan negara kami, tapi bagiku dia tetap adik Yan."
Putra mahkota Zhang mengangguk.
"Sebaliknya, kenapa putra mahkota Zhang datang ke negara kami, tapi tidak menemui kaisar terlebih dahulu?"
"Saya kesini hanya untuk menemui seseorang, dan saya rasa tidak perlu untuk menemui kaisar Shun."
"Apa kau... Benar-benar menyukainya?"
Putra mahkota Zhang tersenyum, dia lalu berdiri.
"Saya bukan orang yang akan menikahi seseorang hanya untuk di jadikan hiasan atau tempat pelampiasan kemarahan. Jadi tentu saja, saya sangat menyukai nona Xia."
"Jika dia ternyata tidak menyukaimu?"
"Saya akan menghormati apa yang menjadi keputusan nona Xia dan tidak akan menekannya untuk bersama dengan saya. Karena saya tidak akan membiarkan orang yang saya sukai menderita."
Putra mahkota Zhang tidak berkata lagi, setelah memberi hormat pada putri tertua. Dia melangkah pergi dari restoran itu.
Putri tertua diam, dia sangat mengerti arti dari perkataan putra mahkota Zhang barusan.
"Kalian kakak beradik sama saja, hanya bisa menekan keinginan kalian pada orang yang lemah." (dlm hti)
Putra mahkota Zhang berjalan pergi menuju toko yang sebelumnya dia datangi, lalu dia baru akan ke rumah Xia Lian An. Karena semalam saat dia datang ke rumanmhnya, Xia Lian An sedang tidak berada disana.
"Selamat datang tuan, apakah anda ingin mencari jepit rambut untuk istri anda?" Ucap pelayan toko pada putra mahkota Zhang.
Putra mahkota Zhang masuk kedalam toko dan melihat-lihat beberapa jepit rambut yang ada disana.
"Bawakan aku jepit rambut terbaik kalian." Ucap putra mahkota Zhang pada pelayan toko.
"Baik tuan, akan saya ambilkan."
Pelayan itu segera pergi untuk mengambil jepit rambut yang di inginkan oleh putra mahkota Zhang.
Sementara putra mahkota Zhang menunggu pelayan itu mengambil jepit rambut, seorang wanita mendekatinya sambil mengibaskan kipas angin yang dia bawa.
"Tuan ini, apakah baru di kota Yu?" Ucap wanita itu dengan nada yang sangat lembut namun mempunyai maksud tertentu.
Putra mahkota Zhang tidak menanggapi ucapan wanita itu, dia melihat-lihat jepit rambut yang lainnya yang ada di terpajang di meja.
Merasa orang di ajak bicara mengacuhkannya, wanita itu tidak mau menyerah. Dia lalu melihat putra mahkota Zhang menatap beberapa jepit dan tusuk rambut di atas meja.
"Tuan, jika anda mencari jepit rambut untuk laki-laki, itu ada di sebelah sana." Ucap wanita itu lagi.
Belum sempat putra mahkota Zhang menjawab ucapan wanita itu, pelayan toko yang tadi mengambil jepit rambut yang dia inginkan datang.
"Tuan, ini jepit rambut terbaik di toko kami yang tuan inginkan." Pelayan itu membuka kotak berwarna coklat dan memperlihatkan jepit rambut yang indah pada putra mahkota Zhang.
Wanita itu juga melihat jepit rambut ynag di bawa oleh pelayan toko. Lalu dia segera mengambil jepit rambut itu sebelum putra mahkota Zhang menyantuhnya.
"Aku menyukai jepit rambut ini, aku akan membelinya."
Wanita itu dengan jepit rambut di tanganya menoleh dan menatap putra mahkota Zhang.
"Tuan, anda tidak akan berebut braang dengan seorang wanita bukan?" Tanya wanita itu sedikit menggoda pada putra mahkota Zhang.
Putra mahkota Zhang sangat jijik melihat wanita yang seperti itu. Dia lalu berbalik tanpa berkata dan mengambil salah satu tusuk rambut yang terbuat dari kayu pilihan dengan hiasan bunga yang terbuat dari giok murni.
"Aku beli yang ini. Dan aku tidak lagi menginginkan jepit rambut itu. Lagi pula istri ku juga tidak akan mau memakai jepit rambut yang sudah di sentuh oleh orang yang tidak punya aturan." putra mahkota Zhang memberikan tusuk rambut yang dia pilih pada pelayan toko.
Wanita itu membulatkan matanya mendengar ucapan putra mahkota Zhang, beberapa pengunjung yang melihat wanita itu sejak tadi berbisik mencemooh sikap wanita itu pada putra mahkota Zhang.
"Kalau begitu, saya akan mengurusnya untuk anda." Ucap pelayan itu.
"Tuan, apa maksud anda berkata seperti itu?" Wanita itu tidak terima kerana telah di permalukan.
"Nona, saya hanya berkata yang sebenarnya. Jepit rambut itu adalah jepit rambut yang saya inginkan untuk hadiah yang akan saya berikan pada istri saya. Tapi anda mengambil jepit rambut itu tanpa bertanya terlebih dahulu."
Kembali para pengunjung berbisik sambil menatap ke arah wanita itu dengan tatapan menghina.
Wanita itu yang tidak tahan dengan bisikan dan tatapan para pengunjung toko, akhirnya meletakan jepit rambut itu diatas meja lalu pergi dengan perasaan marah.
"Apa semua wanita di kota ini, seperti itu?" Ucap putra mahkota Zhang pelan pada pengawal pribadinya.
Tak berapa lama pelayan toko datang dengan tusuk rambut yang sudah dia masukan kedalam kotak.
Putra mahkota Zhang memberikan beberapa keping perak pada pelayan toko itu, lalu pergi meninggalkan toko dan berjalan menuju ke rumah Xia Lian An.
Sampai di depan rumah Xia Lian An, putra mahkota Zhang melihat Xia Lian An akan pergi. Dia lalu bergegas menghampiri Xia Lian An.
"Nona Xia." Ucap putra mahkota Zhang.
Xia Lian An menoleh dan melihat putra mahkota Zhang dan pengawalnya.
"Tuan Jiang, apa yang kau lakukan disini?"
"Bisa kita berbicara?"
Xia Lian An mengangguk, dia lalu mempersilahkan putra mahkota Zhang masuk kedalam rumahnya.
Setelah mereka masuk dan duduk di dalam rumah Xia Lian An, putra mahkota Zhang mengambil kotak dari dalam lengan bajunya.
"Ini untuk mu." Ucap putra mahkota Zhang sambil memberikan kotak itu pada Xia Lian An.
Xia Lian An menerima kotak itu "Apa ini?"
"Kau bisa melihatnya."
Xia Lian An mengangguk lalu membuka kotak yang di berikan putra mahkota Zhang padanya.
Sebuah tusuk rambut dengan bunga yang terbuat dari goik murni didalam kotak itu membuat Xia Lian An membeku.
(Karena tidak ada yang versi animenya, jadi Xia Lin pakai gambar yang asli 🙏😁).
Putra mahkota Zhang melihat reaksi dari Xia Lian An.
"Aku tidak akan menekanmu dengan tusuk rambut itu, aku hanya ingin kau memakainya."
"Tuan Jiang..."
"Aku akan menghormati semua keputusan dari nona Xia, aku hanya berharap nona Xia akan selalu bahagia."
Xia Lian An menatap putra mahkota Zhang, dia lalu menganggukan kepalanya dan tersenyum.
"Terima kasih, tuan Jiang sudah bersedia untuk mengerti."
"Aku hanya tidak ingin kau merasakan hal yang pernah kau rasakan sebelumnya."
Perasaan Xia Lian An begitu hangat mendengar ucapan yang tulus dari putra mahkota Zhang. Tapi dia belum bisa membalas perasaan putra mahkota Zhang, sebelum dia membalaskan dendam pemilik asli tubuhnya.
...----------------...
(Sambil menunggu episode berikutnya Up, yuuk baca cerita terbaru Xia Lin yang berjudul "The Geeky Girl". Ada juga cerita yang sudah End "The Queen Psycho", ceritanya juga seru lho kak 😁😁)