King's Regrets

King's Regrets
Eps 66



Esok harinya, pembukaan restoran milik Xia Lian An di lakukan. Setelah menunggu beberapa minggu, akhirnya restoran itu resmi di buka dan mendapatkan respon yang sangat baik dari orang-orang yang ada di kota Yu.


Di hari pertama restoran di buka, Xia Lian An melakukan promosi dengan memberikan potongan harga sebesar 30% kepada 100 pengunjung pertama.


Orang-orang yang melihat menu yang tertulis di depan restoran menjadi penasaran dan datang untuk mencoba berbagai masakan itu.


Retoran yang baru saja di buka sangat ramai pengunjung, bahkan meja di lantai dua sudah penuh hanya dalam waktu kurang dari satu jam.


Tiga koki utama, dan beberapa orang yang membantu di dapur yang sudah di ajari oleh Xia Lian An pun bekerja dua kali lipat lebih cepat dari biasanya.


6 pelayan yang melayani para pengunjung tidak henti-henti berjalan kesana kemari untuk menerima pesanan dan mengantarkan pesanan kepada pengunjung restoran.


"Ini di luar dugaan, aku kira tidak akan seramai ini." Ucap Xia Lian An merasa puas.


Para pengunjung yang datang sangat senang dan puas dengan makanan yang ada di restoran itu, selain mereka belum pernah merasakan beberapa menu yang di sajikan, mereka juga bisa berasakan beberapa masakan yang biasa orang istana makan.


"Menu yang aku siapkan tentu saja harus berbeda, karena aku menggunakan bumbu rahasia keluargaku dulu. Apalagi semua masakan itu belum pernah mereka makan sebelumnya, jadi mereka pasti merasakan hal yang berbeda saat memakan masakan dari restoran ini." Ucap Xia Lian An yang senang melihat para pengunjung yang puas akan masakan di restorannya.


Xia Lian An begitu sibuk dengan restoran barunya. Berbeda lagi dengan putra mahkota Zhang yang sedang melihat drama Ruan Yi dengan keluarganya yang datang ke istana.


"Kak Jiang, kakak sudah tahu bagaimana perasaan Ruan Yi pada kakak. Tapi kenapa kakak malah memilih wanita yang tidak di kenal itu?" Ucap Ruan Yi dengan nada kasihannya.


Putra mahkota Zhang hanya diam, dia terlalu malas meladeni wanita seperti Ruan Yi yang sifatnya tidak jaih berbeda dengan selir Ning.


"Yi'er benar, kalian juga sudah mengenal dan bermain bersama sejak kecil." Ucap ibu Ruan Yi membenarkan.


"Kakak kaisar, tolong bicaralah dengan putra mahkota . Hubungan keluarga kita pasti akan semakin kuat dengan pernikahan mereka." Sambung ibu Ruan Yi pada kaisar.


"Cukup! Aku sudah memutuskan akan menikahi nona Xia, dan hanya dia yang akan menjadi permaisuriku." Ucap putra mahkota Zhang yanhmg tidak tahan.


"Jika begitu, jadikan Ruan Yi sebagai selir mu."


Raja, ratu dan putra mahkota Zhang terkejut, hanya demi bisa masuk ke dalam istana, mereka rela menjatuhkan harga diri mereka seperti itu di depan kaisar dan ratu.


Putra mahkota Zhang mengepalkan tangannya "Itu tidak mungkin, aku tidak akan membuat nona Xia berurusan dengan wanita lain di dalam istanaku. Jadi aku tidak akan membuat istana harem, hanya akan ada nona Xia di dalam istana ku."


"Bagaimana bisa seorang putra mahkota tidak mempunyai istana harem?"


"Paman, bibi, aku tahu rencana kalian setelah Ruan Yi masuk kedalam istana. Walau dia hanya seorang selir, dia pasti akan melakukan apapun di dalam istana untuk menyingkirkan nona Xia dengan bantuan kalian. Aku sudah melihat hal seperti itu, dan aku tidak mau itu terjadi lagi pada nona Xia."


Ruan Yi dan ibunya tertegun dengan apa yang putra mahkota Zhang katakan, itu persis seperti apa yang kedua orang itu rencanakan. Merangkak dari selir menjadi ratu.


"Ba.... Bagaimana bisa kakak Jiang berkata seperti itu, aku....tidak mungkin melakukan yang kejam itu pada orang lain." Ucap Ruan Yi menyangkal.


"Aku tidak ingin mendengar hal ini lagi, aku hanya menganggap Ruan Yi sebagai adik, tidak lebih. Jadi jangan pernah berfikir untuk melakukam trik kotor padaku demi mencapai keinginan kalian itu."


Putra mahkota Zhang menatap tajam keluarga Ruan Yi sebelum dia pergi dari pembicaraan yang sangat membosankan itu.


"Aku tidak bisa melakukan apa-apa, semua sudah Jiang'er putuskan. Jika kami memaksanya, hanya akan membuat dia marah."


"Bibi, bibi yang paling mengerti Yi'er, bibi yang selalu menyayangi Yi'er di istana. Tolong bujuk kakak Jiang untuk Yi'er."


"Kalian kembali lah dulu." Ucap kaisar yang melihat ratunya di sudutkan oleh keluarga adiknya itu.


"Tapi paman kaisar...."


"Baiklah kakak, kami akan kembali dulu." Ucap ayah Ruan Yi.


Mereka lalu berpamitan dan pergi dari istana kerajaan dengan perasaan marah yang tidak bisa mereka keluarkan.


"Ambisi mereka untuk masuk dan menguasai kerajaan ini terlalu besar." Ucap ratu.


"Ratu ku benar, sangat jelas terlihat jika apa yang di katakan oleh Jiang'er benar tentang tujuan mereka. Kita tidak bisa menerima orang ambisius yang akan melakukan berbagai cara untuk menjadi ratu masuk ke dalam istana ini."


"Itu benar, apalagi nona Xia itu sudah pernah mengalami hal yang sangat malang di istana kerajaan negara Qin. Aku tidak ingin dia merasakan hal yang sama saat bersama dengan putra mahkota kita."


"Biarkan saja Jiang'er yang memutuskan, jika mereka masih tetap memaksa dan melakukan hal yang tidak kita inginkan. Maka kita terpaksa bertindak."


"Iya yang mulia, sudah lama saya tidak melihat putra mahkota kita tertarik pada seorang wanita. Kita tentu harus membantu dan mendukungnya."


"Benar ratuku, terlebih nona Xia ini bukanlah wanita yang lemah dan haus akan kekuasaan. Aku melihat dia wanita yang berbeda."


"Saya benar-benar berharap mereka bisa bersama."


"Benar."


Kaisar dan ratu kerajaan negara Ming memang sudah menyukai sifat Xia Lian An sejak putra mahkota Zhang memperkenalkan Xia Lian An pada mereka. Wajah yang cantik, sopan dan mengerti situasi yang harus di hadapi. Xia Lian An benar-benar sudah memberikan kesan yang baik di mata kedua penguasa kerajaan negara Ming itu.


Setelah kembali dari istana kaisar, putra mahkota Zhang merasa kesal pada keluarga Ruan Yi. Dia benar-benar tidak menyangka jika keluarga itu akan sangat lancang padanya di depan kaisar dan ratu.


"Benar-benar keluarga tak tahu malu, bisa-bisanya dia sampai mengemis seperti itu di depan ayah kaisar dan ibu ratu." Geram putra mahkota Zhang.


Putra mahkota Zhang menatap lemarinya, dia lalu berjalan dan membuka lemari itu.


Di dalam lemari terdapat satu kotak yang akan dia berikan kepada Xia Lian An saat dia telah memberikan jawaban atas persaan putra mahkota Zhang padanya.


"Lian'er, aku tidak akan pernah membuatmu mengalami hal yang menyakitkan lagi di istana."


Putra mahkota Zhang akan melakukan apapun demi membuat orang yang telah berhasil membuatnya jatuh hati itu bahagia, meski dia harus berhadapan dengan keluarga Ruan Yi yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya.


Bagi putra mahkota Zhang, Xia Lian An adalah orang yang paling berharga yang selalu ingin dia lindungi selain kedua orang tuanya. Jadi tentu dia tidak akan membiarkan siapapun melukai orang yang dia cintai.


Dan keluarga Ruan Yi, bukanlah keluarga yang sulit untuk di hadapi oleh putra mahkota Zhang.