King's Regrets

King's Regrets
Eps 31



Hari ini dua toko yang di beli oleh permaisuri Yan dengan bantuan adiknya, Qing Hao Min. Sudah terlihat lebih bagus dari sebelumnya.


Beberapa pekerja dan pelayan di dua toko itu pun sudah mulai membersihkan peralatan makan dan membersihkan kursi juga meja yang baru datang dari toko mebel.


Qing Hao Min juga menunjuk dua orang kepercayaannya untuk menjadi manager di dua toko itu.


Dua pembuat kue di masing-masing toko yang Min'er pekerjakan sudah di beri resep kue yang permaisuri Yan catat. Mereka akan belajar dulu membuar kue dari resep itu.


Kue yang akan mereka buat mungkin sering di makan didalam istana, tapi para rakyat tentu tidak bisa menikmatinya karena mahal.


Jadi permaisuri Yan memberikan dua resep kue di istana itu untuk mereka coba buat dengan bahan-bahan yang lebih murah namun berkualitas, agar rakyat biasa bisa menikmati beberapa kue yang sering para selir dan permaisuri makan didalam istana.


Toko itu memang milik permaisuri Yan, tapi nama pemilik yang orang-orang tahu adalah Xiao An. Nama asli dari Qing Lian An, yang jiwanya masuk kedalam tubuh permaisuri Yan.


Dia sengaja tidak memakai nama permaisuri Yan (Qing Lian) pada tokonya agar orang-orang diluar sana terutama keluarganya tidak tahu, jika dia adalah pemilik dua toko itu.


Hari ini permaisuri Yan juga meminta adiknya untuk mencari sebuah rumah yang tidak begitu besar di luar ibu kota.


Permaisuri Yan tahu, orang tuanya pasti tidak akan lagi menerima dirinya yang sudah tidak berguna, jadi untuk berjaga-jaga dia harus mempunyai tempat tinggal sendiri.


Selama beberapa hari yang lalu permaisuri Yan sudah merencanakan semuanya dengan matang. Itu semua tentu saja karena dia sangat ingin membalas semua perlakuan orang-orang yang sudah membuat permaisuri Yan yang asli menderita.


Apakah itu keluarganya yang sama sekali tidak peduli tentang kehidupan dia di dalam istana, selir Ning yang selalu berbuat jahat padanya, ataupun kaisar Shun yang berkali-kali menyakiti permaisuri Yan yang asli.


"Xiao Wei."


"Iya, yang mulia. Hamba disini." Ucap Xiao Wei.


"Apa Min'er belum datang?"


"Belum yang mulia, tuan muda kedua belum datang."


"Baiklah. Tolong ambilkan aku air hangat."


"Baik, yang mulia."


Xiao Wei membungkukan badannya lalu keluar dari kamar permaisuri Yan. Tapi baru beberapa saat, Xiao Wei masuk kembali dengan wajah cemas.


"Ada apa?" Tanya permaisuri Yan melihat Xiao Wei yang begitu tergesa-gesa.


Belum sempat Xiao Wei menjawab, permaisuri Yan melihat beberapa orang berjalan dan berhenti tepat didepan kamarnya.


"Yang mulia permaisuri, mohon keluar untuk menerima titah dari yang mulia kaisar." Suara kasim ketua terdengar begitu jelas.


Xiao Wei menatap permaisuri Yan "Yang mulia, itu... itu titah kaisar."


"Aku tahu. Ayo kita keluar." Ucap permaisuri sambil berdiri.


Permaisuri Yan memang tengah menunggu dekrit itu tiba besok, tapi tidak menyangka jika itu datang lebih awal.


Ditemani oleh Xiao Wei, permaisuri Yan berjalan keluar dan berdiri satu meter didepan kasim ketua.


"Yang mulia permaisuri, saya akan membacakan titah dari yang mulia kaisar."


Permaisuri Yan mengangguk, Xiao Wei yang melihat itu kemudian meletakan bantal kecil di bawah kaki permaisuri Yan. Lalu permaisuri Yan berlutut diatas bantal itu untuk menerima titah dari kaisar Shun yang akan di bacakan oleh kasim ketua.


Kasim ketua membuka tali berwarna emas yang mengikat gulungan berisi titah kaisar Shun, lalu membuka gulungan itu dengan hati-hati.


"Aku, Xuan Yi. Kaisar negara Qin, dengan Titah ini mengatakan jika mulai hari ini, permaisuri Yan bukan lagi istriku, dan bukan lagi anggota dari kerajaan. Untuk pelepasan posisi permaisuri, akan di lakukan besok pagi di dalam aula istana kerajaan."


Setelah membacakan titah dari kaisar Shun itu, kasim ketua kembali menggulung gulungan berwarna emas itu, dan menyerahkannya kepada permaisuri Yan.


Dengan kedua tangannya, permaisuri Yan menerima gulungan berisi titah kaisar itu.


"Hamba menerima titah dari yang mulia kaisar, terima kasih atas kebaikan yang mulia." Ucap permaisuri Yan dengan tanpa ekspresi.


Setelah itu, permaisuri Yan berdiri dan menatap Xiao Wei dan semua pelayan istana yang berdiri di belakangnya.


"Kasim ketua, tolong sampaikan pada yang mulia kaisar. Aku akan membawa satu orang dari dapur istana untuk ikut bersamaku."


"Baik, yang mulia. Hamba akan menyampaikannya kepada yang mulia kaisar."


"Tidak perlu memanggilku dengan sebutan itu lagi, aku sudah bukan permaisuri Yan."


"Anda masih menjadi permaisuri Yan di istana ini hingga besok, jadi hamba tetap harus melakukannya."


"Baiklah. Terima kasih kasim ketua."


"Baik, yang mulia. Jika tidak ada lagi, hamba mohon pamit."


"Iya, silahkan."


Selain cantik dan lembut, permaisuri Yan adalah satu-satunya wanita yang pernah di bilang sempurna oleh ibu suri didalam istana.


Hanya saja, kaisar Shun sudah dihasut oleh selir Ning. Sehingga apapun yang ibu suri dan putri tertua katakan, tidak akan di dengar oleh kaisar Shun.


Semua pelayan di istana Yue Ji menangis setelah mengetahui isi dekrit dari kaisar itu. Mereka sudah hidup bersama permaisuri Yan sejak permaisuri Yan masuk kedalam istana.


Semua perlakuan kaisar Shun terhadap permaisuri Yan pun mereka tahu. Karena itu mereka sangat bersyukur jika permaisuri Yan lepas dari kaisar Shun.


Tetapi mereka juga merasa sedih, sebab mereka akan berpisah dengan permaisuri Yan setelah permaisuri Yan pergi dari istana besok.


"Yang mulia, yang mulia."


Suara panggilan itu saling bersautan dari para pelayan setia permaisuri Yan. Mereka terlihat begitu sedih dan juga menangis.


"Tidak apa-apa. Setelah ini kalian harus bekerja lebih baik lagi untuk melayani permaisuri berikutnya."Ucap permaisuri Yan pada para pelayannya.


"Yang mulia, panjang umur untuk yang mulia permaisuri, semoga anda selalu bahagia." Ucap salah seorang pelayan sambil bersujud pada permaisuri Yan.


"Panjang umur yang mulia, semoga yang mulia permaisuri selalu bahagia." Ucap para pelayan bersamaan.


Melihat betapa setianya mereka pada permaisuri Yan, membuat permaisuri Yan merasa bersyukur, karena dia di kelilingi oleh orang-orang yang baik padanya.


"Bangunlah kalian semua. Aku tidak pantas mendapatkan penghormatan dari kalian ini."


"Yang mulia."


"Tolong bantu aku membuat beberapa makanan, aku ingin menikmatinya bersama dengan kalian." Ucap permaisuri Yan pada koki istana.


"Baik, yang mulia."


Koki istana di bantu dua pelayan lainnya pergi ke dapur istana.


"Xiao Wei, kau pergi ke pasar dan beli daging sapi, daging kelinci dan buah-buahan. Malam ini kita akan makan besar bersama."


"Ba... baik, yang mulia."


Setelah Xiao Wei pergi, permaisuri Yan melihat beberapa pelayan yang masih berada didepannya.


"Kalian, bantu aku membereskan semua barang-barangku didalam."


"Baik yang mulia."


Beberapa pelayan itu lalu pergi ke kamar permaisuri Yan untuk membereskan barang-barang permaisuri Yan.


"Kakak."


Permaisuri Yan menoleh saat seseorang memanggilnya.


"Kau sudah datang, Min'er."


Qing Hao Min tidak menjawab, dia melihat gulungan di tangan permaisuri Yan.


"Apa... apa dia sudah menurunkan titahnya padamu?" Tanya Min'er.


Permaisuri Yan hanya tersenyum. Tiba-tiba air matanya mengalir begitu saja dari kedua matanya tanpa permaisuri Yan inginkan.


Hati permaisuri Yan yang asli terasa begitu sakit, hingga Qing Lian An yang jiwanya berada pada tubuh permaisuri Yan tidak bisa menahannya agar tidak menangis.


Min'er melihat itu, lalu dengan cepat memeluk tubuh permaisuri Yan.


"Aku akan selalu bersama kakak, apakah kau adalah seorang permaisuri ataupun bukan. Kau adalah kakakku, dan aku akan selalu melindungimu."


Permaisuri Yan mengangguk dalam pelukan adiknya dan membalas pelukan adiknya.


Seseorang yang melihat kejadian itu dari atas pohon mengepalkan tangannya, kemudian dia pergi.


**


Di paviliun He, selir Ning yang sedang bersama dengan anak para menteri mendengar kabar bahwa dekrit kaisar sudah keluar dari salah satu pelayannya, merasa sangat bahagia.


Setelah pembacaan dan pemberian titah itu, artinya hanya tinggal menunggu hari saja bagi permaisuri Yan akan keluar dari istana kerajaan.


"Akhirnya dia akan pergi dari istana, dan posisi permaisuri yang kosong akan segera menjadi milikku."


Tentu selir Ning sangat bahagia, dia tidak perlu lagi berusaha keras untuk menghasut kaisar Shu agar membenci permaisuri Yan.


Selir Ning tertawa bahagia karena kemenangannya dengan anak para menteri itu, tapi dia tidak sadar jika teh dia minum sudah tercampur obat yang permaisuri Yan berikan pada Xiao Wei kemarin.