King's Regrets

King's Regrets
Eps 76



Ruan Yi sudah mendengar kepulangan putra mahkota Zhang, dia merias dirinya dengan sangat cantik dan berharap jika putra mahkota Zhang akan berubah pikiran terhadap calon permaisuri yang pernah dia katakan.


Dengan cepat Ruan Yi berjalan masuk ke dalam istana, dia sama sekali tidak tahu jika putra mahkota Zhang membawa Xia Lian An bersama dengannya. Sehingga saat dia melihat putra mahkota yang sedang bersama dengan Xia Lian An, merasa sangat kesal.


"Wanita berbisa itu, kenapa kakak Jiang membawa wanita s*alan itu ke istana? Aku tidak bisa membuatnya menjadi permaisuri kakak Jiang, hanya aku yang pantas."


Dengan emosi, Ruan Yi pergi meninggalkan istana. Dia akan memberitahu kedua orang tuanya untuk membantu menyingkirkan Xia Lian An yang saat ini sudah ada di istana.


"Lihat saja, aku akan membuatmu lenyap dari dunia ini. Dan kak Jiang akan menjadi milikku." Gumam Ruan Yi sepanjang perjalanan dari istana menuju rumahnya.


Ratu yang melihat kepergian Ruan Yi dengan kesal, merasa khawatir pada Xia Lian An. Bagaimana pun, Ruan Yi sudah menyukai putranya sejak lama, dia pasti tidak akan semudah itu menerima keputusan putranya, dan akan melakukan hal yang tidak terduga untuk menyelakai Xia Lian An.


"Aku harus memberitahu yang mulia kaisar, aku merasa akan ada sesuatu yang terjadi." Ucap ratu.


Putra mahkota Zhang dan Xia Lian An yang tidak tahu jika Ruan Yi datang ke istana masih bermain catur dengan bahagia.


Di rumah keluarga Ruan, Ruan Yi yang sudah sampai langsung memberitahu kedua orang tuanya, jika putra mahkota Zhang sudah kembali dan membawa Xia Lian An ke istana.


"Ayah, ibu, aku sangat menyukai kak Jiang, aku tidak mau kak Jiang menikah dengan wanita rendahan itu." Ucap Ruan Yi.


"Tenanglah putriku, kau pasti akan menjadi satu-satunya istri dan permaisuri putra mahkota." Ucap ibu Ruan Yi menenangkannya.


"Jangan khawatir, ayah dengar besok putra mahkota akan mengumpulkan semua rakyat dan akan memberitahu pada semuanya siapa yang akan menjadi permaisuri putra mahkota, jika wanita itu yang putra mahkota maksud, kita tentu akan melenyapkannya, tepat di depan semua orang yang datang."


"Apa ayah mempunyai rencana?"


"Tentu saja, ayah akan menyuruh pembunuh bayaran untuk membunuh wanita itu, saat putra mahkota memperkenalkan dia pada semua rakyat sebagai permaisurinya."


"Ayah, ayah akan membunuh wanita itu di depan semua orang?"


"Benar, wanita itu akan mati di depan orang-orang yang dia kira bisa menerimanya sebagai permaisuri negara ini."


"Tapi ayah, jika pembunuh itu tertangkap dan memberitahu pada paman kaisar, kita pasti akan...."


"Tenang saja, sebelum ayah menyuruhnya berangkat ke aula terbuka. Ayah akan memberikan dia makanan yang telah ayah beri racun terlebih dulu, dan ayah sendiri yang akan melihatnya memakan semua makanan yang ayah sediakan. Racun itu akan bereaksi tiga jam setelah dia memakannya, jadi ketika dia tertangkap oleh pengawal kerajaan, dia akan mati sebelum dia mengatakan siapa yang telah memerintahkannya."


"Ayah, kau sangat hebat. Dengan begini wanita rendahan itu akan mati, dan posisi permaisuri akan menjadi milikku."


"Tentu saja, hanya putriku yang pantas untuk posisi itu."


Ruan Yi tersenyum dengan senang, karena sebentar lagi dia akan melihat Xia Lian An terkapar dan mati tak berdaya.


"Heh, nona Xia. Bersenang-senanglah, karena sebentar lagi kau akan menghilang dari dunia ini."


***


Di istana negara Qin, kaisar Shun kedatangan tamu dari perwakilan negara Ming.


Saat ini, kasim ketua negara Ming tengah duduk di depan kaisar Shun. Di depannya ada beberapa kotak hadiah yang dia bawa dari negara Ming.


"Yang mulia kaisar Shun, saya adalah kasim ketua negara Ming yang di utus oleh yang mulia kaisar saya untuk memberikan surat ini kepada yang mulia kaisar Shun, dan juga memberikan hadiah-hadiah ini." Ucap kasim ketua negara Ming tanpa basa basi.


Kasim ketua negara Ming memberikan gulungan berwarna coklat kepada kasim ketua kaisar Shun.


"Yang mulia kaisar juga berkata, jika masa lalu tidak akan pernah kembali. Maka biarkan orang itu bahagia dengan seseorang yang lebih mencintainya."


Kaisar Shun mengepalkan tangannya, dia sangat memahami apa arti yang kasim ketua negara Ming katakan itu.


Dengan pelan kaisar Shun membuka gulungan berwarna coklat dari kasim ketua negara Ming itu. Kedua matanya membulat dan tangannya meremas gulungan yang ada di genggamannya.


Dia begitu sangat emosi, namun dia mengingat apa yang pernah permaisuri Rui katakan dan yang telah kasim ketua negara Ming ucapkan tadi.


"Apa... mereka (Kaisar dan Ratu) sudah menyetujui pernikahan putra mahkota Zhang dengan dia (Xia Lian An)?" Ucap kaisar Shun setelah membaca isi gulungan itu.


"Benar yang mulia, mohon yang mulia kaisar Shun bisa mengizinkan apa yang telah yang mulia kaisar saya tuliskan itu. Ini juga demi perdamaian dua negara kita."


Dengan kata-kata perdamaian kedua negara, itu artinya jika kaisar Shun menolak keinginan kaisar negara Ming, maka kedua negara tidak akan damai seperti saat ini.


"Qing Lian, inikah yang kau inginkan? Menikah dengan putra mahkota dari negara lain?"


Kaisar Shun menatap kasim ketua negara Ming itu.


"Baik, aku akan menuliskan titah yang mengizikan mereka tinggal di negara Qin ini setelah mereka menikah." Ucap kaisar Shun.


"Saya mewakili yang mulia kaisar saya, berterima kasih atas kebaikan dan kebijaksanaan dari yang mulia kaisar Shun. Semoga negara kita akan selalu damai bersama."


Kaisar Shun tentu saja mengizikan putra mahkota Zhang tinggal di negaranya setelah menikah dengan Xia Lian An dengan terpaksa. Itu karena dia tidak mau kerajaan negara Ming akan memusuhi negara Qin, jika dia menolak untuk menyetujui keinginan kaisar negara Ming.


Negara Ming mempunyai prajurit lebih banyak dan lebih kuat di bandingkan dengan negara Qin, itu hanya akan membuat peperangan darah bagi negara Qin, jika kaisar Shun tidak mau memenuhi keinginan kaisar negara Ming. Dan itu yang membuatnya kesal saat ini.


Setelah itu, kaisar Shun menyuruh pejabat kerajaan yang biasa menuliskan titahnya untuk membuat sebuah titah, dimana isinya mengizinkan putra mahkota Zhang tinggal di negara Qin setelah menikah dengan salah satu rakyat dari negara Qin (Xia Lian An).


Kaisar Shun memberikan gulungan berwarna emas berisi titahnya kepada kasim ketuanya untuk di berikan kepada kasim ketua negara Ming.


"Terima kasih yang mulia kaisar Shun. Saya akan langsung memberikan titah ini kepada yang mulia putra mahkota setelah tiba di istana negara Ming."


"Baik."


"Jika begitu, saya akan kembali ke negara Ming sekarang dan tidak lagi mengganggu waktu yang mulia kaisar Shun."


"Baiklah kalau begitu."


Setelah memberikan hormat, kasim ketua negara Ming yang sama sekali belum beristirahat kembali ke negara Ming.


Kasim ketua di temani oleh tiga orang pengawal hebat menaiki kudanya dan berjalan keluar dari gerbang besar istana kerajaan negara Qin.


Di dalam aula istana, kaisar Shun merasa tidak nyaman. Dadanya begitu sesak setelah tahu jika tidak lama lagi Xia Lian An akan menikah dengan laki-laki lain, dan laki-laki itu tidak lain adalah temannya sendiri yang sudah lama menyukai Xia Lian An.


"Yang mulia, apa anda baik-baik saja?" Ucap kasim ketua khawatir.


"Aku yang tidak bisa menjaganya, aku yang selalu menyakitinya saat dia masih menjadi permaisuriku. Tapi kenapa, kenapa aku tidak rela jika dia akan menikah dengan orang yang benar-benar bisa melindunginya?" Ucap kaisar Shun penuh dengan penyesalan.


"Yang mulia, jika saja dulu anda mendengar apa yang tuan putri katakan. Mungkin sekarang, permaisuri terdahulu masih menjadi permaisuri negara ini."


Kaisar Shun mengangguk, apa yang kasim ketua katakan benar. Dialah yang salah mempercayai orang, dialah yang bodoh karena mudah di perdaya oleh selir Ning dulu. Sekarang hanya penyesalan yang dia dapatkan, dan dia juga harus bisa melihat mantan permaisuri yang terlambat dia cintai hidup bahagia dengan laki-laki lain yang lebih mencintainya.