
Sudah dua bulan lebih setelah putra mahkota Zhang terakhir datang ke kota Yu.
Hari ini Xia Lian An mendapatkan sebuah undangan dari putra mahkota Zhang, karena istana negara Ming akan mengadakan pesta ulang tahun dirinya. Jadi putra mahkota Zhang ingin agar Xia Lian An datang sebagai tamu istimewanya.
Xia Lian An yang menerima undangan itu yakin, jika kaisar Shun juga mendapatkan undangan yang sama.
Jika Xia Lian An tidak datang, itu akan membuat putra mahkota Zhang kecewa. Tapi jika dia datang, dia akan bertemu dengan kaisar Shun yang tidak ingin dia temui. Terlebih lagi, kaisar negara Ming pasti ingat jika dirinya pernah menjadi permaisuri dari negara Qin.
"Aku benar-benar membenci hal yang membuat dilema seperti ini." gerutu Xia Lian An yang masih memegang undangan dari putra mahkota Zhang itu.
Dia bingung jika nanti kaisar negara Ming bertanya sebagai apa datang ke acara ulang tahun putra mahkota Zhang. Dia tidak punya kedudukan bagus yang melekat pada dirinya.
Xiao Wei dan Xiao Fen datang, mereka membawa anggur dan buah-buahan lain yang telah di cuci untuk Xia Lian An.
"Ada apa nona?" Tanya Xiao Wei yang melihat raut wajah Xia Lian An yang tidak baik.
"Aku mendapatkan undangan dari tuan Jiang. Sekitar satu minggu lagi dia akan mengdakan pesta ulang tahunnya."
"Apa nona akan kesana?"
"Aku tidak tahu, jika aku tidak datang dia pasti akan kecew. Jika aku datang, aku yakin kaisar Shun juga di undang, dan aku tidak ingin bertemu dengannya."
"Jika nona tidak ingin bertemu dengan yang mulia kaisar, maka nona tidak perlu datang kesana." Ucap Xiao Fen.
"Xiao Fen benar, nona." Xiao Wei menambahi.
"Aku tidak bisa jika tidak datang, dia akan merasa sangat kecewa padaku."
Xiao Wei dan Xiao Fen saling bertatapan, karena mereka tidak mengerti jalan pikiran dari nona mereka.
"Hahh sudahlah. Xiao Wei siapkan hadiah yang cocok untuk tuan Jiang."
"Baik nona, saya akan menyiapkan satu set pakaian dengan bahan sutra terbaik." Ucap Xiao Wei.
Xia Lian An diam sejenak, dia lalu meminta Xiao Wei untuk tidak membuat pakaian, tapi Xia Lian An meminta Xiao Wei membeli bahan-bahan membuat kantong wewangian dari bahan yang terbaik.
"Jika pakaian, dia pasti sudah punya banyak. Aku akan membuatkan yang lainnya."
Kembali Xiao Wei dan Xiao Fen saling menatap.
"Ayo cepat belikan aku semua bahan-bahan itu." Ucap Xia Lian An pada Xiao Wei.
"Tapi nona..."
"Tidak ada tapi lagi, aku akan membuat kantong wewangian untuk tuan Jiang sendiri."
"Baik nona, saya akan membelikannya."
Xiao Wei dan Xiao Fen keluar dari kamar Xia Lian An.
"Xiao Wei, apa nona kita sudah yakin ingin memberikan sebuah kantong pada putra mahkota Zhang?" Tanya Xiao Fen.
"Aku juga tidak tahu, tapi sepertinya nona tidak tahu arti dari seorang wanita yang memberikan hadiah sebuah kantong atau sapu tangan kepada seorang laki-laki."
"Sudahlah, jika kita tidak membelikan apa yang nona inginkan. Aku takut dia akan marah pada kita."
"Kau benar."
Sementara Xiao Wei dan Xiao Fen keluar membeli bahan-bahan yang Xia Lian An inginkan. Di dalam kamarnya, Xia Lian An tengah menggambar sebuah naga kecil, yang merupakan lambang dari seorang anak kaisar.
Setelah jadi, Xia Lian An dengan senyum mengembang melihat hasil dari coretannya di atas kertas.
"Hmm tidak buruk, ini lebih biak dari pada harus memberikan pakaian padanya." Ucap Xia Lian An dengan senang.
Tak berapa lama Xiao Wei dan Xiao Fen kembali membawa semua barang-barang yang Xia Lian An butuhkan untuk membuat kantong wewangian.
"Nona, kami sudah kembali." Ucap Xiao Wei.
"Bawa semuanya kesini, aku sudah membuat gambar untuk kantong yang akan aku buat."
Xiao Wei dan Xiao Fen masuk kedalam kamar Xia Lian An.
"Bantu aku masukan benang berwarna emas itu pada jarum."
"Apakah nona ingin saya membantu menyulam gambar ini pada kain?"
"Tidak, aku akan melakukannya sendiri. Kau bantu aku memotong kain hitam ini dan pasangkan saja, aku yang akan menyulamnya sendiri."
"Baik, nona."
Xiao Wei dan Xiao Fen melakukan apa yang Xia Lian An katakan.
Setelah itu mereka meninggalkan Xia Lian An, untuk menyulam naga kecil diatas kain hitam dengan benang berwarana emas, sesuai dengan yang Xia Lian An gambar pada kertas.
Selama ini Xia Lian An belum pernah menjahit apalagi menyulam, entah itu di kehidupannya era modern maupum setelah dia memasuki tubuh Qing Lian.
Beberapa kali jarinya tertusuk jarum akibat tidak berhati-hati dan salah memasukan jarum. Meski begitu Xia Lian An tidak berhenti sampai dia berhasil membuat naga kecil untuk hiasan kantong wewangian untuk putra mahkota Zhang.
"Hah, ini sangat melelahkan. Padahal hanya membuat seperti ini." Ucap Xia Lian An sambil menyenderkna tubuhnya karena lelah.
Xia Lian An meletakan hasil sulamannya diatas meja, lalu melihat jarinya yang terdapat beberapa bekas tusukan jarum. Bahkan ada darah yang sudah mengering.
"Nona, ini sangat bagus sekali. Anda sangat... Oh Tuhan, jari anda nona."
Xiao Wei yang terkejut melihat jari Xia Lian An penuh tusukan jarum segera mengambil obat di dalam kotak dan mengoleskan obat itu pada jari Xia Lian An.
"Akh, shhh."
"Maaf nona, apakah sangat sakit? Mohon tahan sedikit." Ucap Xiao Wei dengan cemas.
"Tidak apa-apa, hanya terasa sakit sedikit."
"Nona, nona sudah tahu tidak pandai menyulam. Bahkan saya tidak pernah melihat anda menyulam. Kenapa anda justru melakukannya?"
Xia Lian An melihat Xiao Wei menangis saat melihat jari-jari nona nya penuh luka tusuk.
"Xiao Wei, aku tidak apa-apa. Besok pasti akan sembuh."
"Nona."
"Baiklah, aku minta maaf. Aku tidak akan melakukannya lagi."
Xiao Wei tidak menanggapi ucapan Xia Lian An, dia terus mengoleskan obat dengan pelan pada jari Xia Lian An.
Setelah mengoleskan obat, Xiao Wei membantu Xia Lian An meneruskan membuat kantong wewangian.
Xiao Wei memasukan tali kecil ke dalam kantong itu dan membuat simpul agar mudah di tarik dan di ikat.
"Baiklah, saya akan mencari kotak untuk menyimpan kantong ini." Ucap Xiao Wei.
"Terima kasih Xiao Wei."
"Jika nona benar berterima kasih pada saya, tolong jangan melakukan hal yang membuat nona terluka lagi."
"Baik, aku mengerti."
Xiao Wei tersenyum, dia lalu pergi untuk mencari kotak yang cocok untuk kantong wewangian itu.
Xia Lian An yang merasa kelelahan membaringkan dirinya diatas tempat tidur, dia melihat kembali jarinya yang telah di balut oleh Xiao Wei.
"Hanya menyulam sedikit saja sudah seperti ini, memang lebih baik berlatih bela diri dari pada harus melakukan pekerjaan wanita di jaman kuno ini." Gumam Xia Lian An.
Xia Lian An yang kelelahan perlahan menutup matanya, dan terlelap dalam tidurnya.
***
Di sore hari, saat Xia Lian An bangun. Dia tidak melihat kantong wewangian yang sudah dia buat diatas meja.
"Dimana kantong itu, kenapa tidak ada?"
"Nona, anda sedang mencari apa?" Tanya Xiao Fen yang datang membawa cemilan untuk Xia Lian An.
"Xiao Fen, apa kau melihat kantong wewangian yang sudah ku buat diatas meja?"
Xiao Fen menggelengkan kepalanya "Tidak nona, mungkin Xiao Wei yang melihatnya. Karena siang tadi dia yang membersihkan kamar nona."
"Panggil Xiao Wei kemari."
"Baik nona."
Setelah meletakan cemilan dan teh di atas meja, Xiao Fen keluar untuk mencari Xiao Wei.
Selang beberapa menit, Xiao Wei datang ke kamar Xia Lian An.
"Nona, anda mencari saya?" Tanya Xiao Wei.
"Kau menyimpan kantong wewangian yang aku buat siang tadi?"
"Benar nona, saya melihat nona tidur sangat nyenyak. Jadi saya tidak membangunkan anda."
"Lalu, dimana kantong itu?"
"Saya menyimpannya di lemari anda, nona."
"Hah, baiklah. Aku pikir itu hilang."
Xiao Wei tersenyum melihat kekhawatiran nona nya akan kantong wewangian itu. Seperti itu adalah benda yang sangat berharga untuknya.
"Dimana Min'er?"
"Tuan muda siang tadi pergi ke kota Zo, dia berkata bahwa dia akan melihat toko kue disana dan juga melihat apakah ada toko yang akan di jual atau tidak."
Xia Lian An mengangguk "Baiklah, aku mengerti. Kau bisa kembali."
"Baik nona."
Xiao Wei pergi dari kamar Xia Lian An.
"Membuatku takut saja. Aku sudah membuatnya dengan susah, akan sangat di sayangkan jika itu benar-benar hilang." Ucap Xia Lian An sendiri.
Xia Lian An tidak tahu akan seperti apa pertemuannya nanti dengan kaisar Shun. Setelah lebih dari 4 bulan dia keluar dari istana kerajaan.