King's Regrets

King's Regrets
Eps 39



Kedatangan putri tertua di kota Yu merupakan hal di luar dugaan Xia Lian An. Itu karena jarak dari kota Yu dan kota Zo cukup jauh.


Sehari setelah putri tertua datang ke kota Yu, Xia Lian An membawa putri tertua ke rumahnya yang tidak jauh dari toko kue miliknya.


Putri tertua melihat rumah yang Xia Lian An tempati, rumah itu tidak begitu besar. Tapi terlihat sangat bersih dan juga bunga-bunganya tertata dengan sangat rapi dan indah.


"Kau tidak berubah adik Yan." Ucap putri tertua melihat taman di samping rumah Xia Lian An.


"Tolong jangan memanggil ku dengan panggilan (Yan) itu lagi. Saat ini aku sudah tidak pantas di panggil dengan nama itu."


Putri tertua menatap Xia Lian An, dia lalu tersenyum.


"Aku dengar namamu sekarang adalah Xia Lian An."


Xia Lian An mengangguk "Itu benar."


"Kalau begitu aku akan memanggil mu adik Lian."


Xia Lian An menatap balik putri tertua. Dia bukanlah istri dari kaisar Shun lagi, tapi sepertinya putri tertua tidak bisa melepaskan dirinya dari ikatan adik dan kakak ini dengan mudah.


Xia Lian Na hanya mengangguk, karena dia merasa sulit untuk menolak. Selama ini putri tertua sudah begitu baik padanya, bahkan sudah menganggap dirinya sebagai adik kandungnya sendiri.


"Itu jauh lebih baik." Ucap Xia Lian An.


Xia Lian An lalu membawa putri tertua duduk didalam rumah, dia membuatkan teh bunga yang dia buat sendiri dari beberapa bunga yang ada di taman belakang rumahnya.


"Cobalah teh bunga ini, aku yang membuatnya sendiri."


Putri tertua melihat teh yang di sajikan oleh Xia Lian An padanya.


"Aku tidak pernah tahu kalau kamu bisa membuat teh bunga sendiri."


Xia Lian An tersenyum.


"Aku baru mempelajarinya, dan ini adalah teh bunga kedua yang berhasil aku buat.


"Benarkah?"


"Iya, kak."


Putri tertua tersenyum karena Xia Lian An masih memanggilnya dengan sebutan kakak.


Dengan pelan putri tertua meminum teh bunga yang di buat oleh Xia Lian An.


"Wanginya tidak begitu menusuk, dan rasanya sangat enak meski ada sedikit rasa asam."


"Aku menambahkan jeruk didalamnya."


"Jeruk?"


"Benar, aku menambahkan jeruk untuk memberi rasa yang sedikit asam pada teh itu. Ada sedikit rasa pahit dari bunga yang aku jadikan teh. Jadi aku memakai jeruk untuk menekan rasa pahit itu."


Putri tertua mengangguk, dia lalu meminum teh bunga itu lagi.


"Ini membuatku merasa lebih segar setelah beberapa kali meminumnya."


"Kakak benar, ini sangat pas di minum ketika musim panas."


"Iya benar, cuaca yang panas memang sangat pas minum teh yang rasanya sedikit asam ini untuk menyegarkan tenggorokan kita."


Xia Lian An tersenyum mendengar perkataan putri tertua.


"Apa yang membuatmu datang ke kota Yu ini, kak?"


Putri tertua meletakan gelas yang ada di tangannya, dia lalu menatap Xia Lian An.


"Aku kesini untuk dua hal penting. Yang pertama, aku ingin menyelidiki menteri keuangan di kota ini. Dan yang kedua aku mendengar jika putra mahkota negara Ming ada disini."


"Menyelidiki menteri keuangan, apakah terjadi sesuatu?"


Xia Lian An tidak begitu tertarik dengan urusan putri tertua yang kedua, jadi dia hanya menanyakan urusan yang pertama saja.


"Lalu?"


"Tapi kau bisa lihat sendiri, bahkan dengan kota Xu saja kota ini masih terlihat miskin."


Xia Lian An mengangguk, memang benar yang di katakan oleh putri tertua. Jika kota Yu mendapatkan penghasilan diatas beberapa kota. Tentu keadaan kota Yu seharusnya akan jauh lebih baik dari beberapa kota itu.


"Memang ada yang tidak beres dengan menteri keuangan di kota ini." Ucap Xia Lian An.


"Beberapa orang ku sudah menyusup kedalam rumah menteri keuangan, untuk mencari bukti buku pemasukan dan pengeluaran dari rumah menteri keuangan itu. Aku yakin dia melakukan hal yang merugikan negara."


"Iya, kakak benar. Melihat kembali pakaian dan perhiasan yang di pakai oleh nona Fei Ling, semuanya terlihat sangat mahal."


"Benar, pakaian yang dia pakai kemarin terbuat dari bahan satin terbaik, dan perhiasan yang dia kenakan juga bukan perhiasan yang biasa, setidaknya itu bernilai lebih dari 10 keping emas."


"Sebagai anak dari menteri keuangan yang kecil, barang-barang itu tidak mungkin bisa dia miliki."


Putri tertua mengangguk menyetujui apa yang Xia Lian An katakan.


"Memang harus di selidiki dengan baik."


"Kakak benar."


Putri tertua menatap Xia Lian An.


"Adik Lian, kau... Kau sudah tahu bukan, jika putra mahkota negara Ming disini, kenapa kau tidak memberitahu ku?"


"Dia disini hanya ingin berkunjung beberapa hari saja, dan lagi pula kakak tertua pasti sangat sibuk. Jadi aku tidak ingin menganggu kakak."


"Tapi seharusnya dia pergi ke istana terlebih dulu, untuk menemui kaisar."


"Aku juga tidak mengerti kak. Aku sekarang hanya rakyat biasa, dan tidak ingin terlibat dalam urusan di dalam istana lagi."


Putri tertua terdiam, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Karena yang di katakan Xia Lian An benar.


"Sudahlah, nanti biar aku menemui sendiri putra mahkota negara Ming itu."


"Iya kak."


Hari itu putri tertua menceritakan banyak hal pada Xia Lian An, dia juga mengajak Xia Lian An pergi ke sebuah toko pakaian.


**


Sementara itu di toko kue, putra mahkota Zhang yang belum tahu jika putri tertua ada di kota Yu, menikmati kue nya seperti biasa.


Putra mahkota Zhang melihat ke sekeliling toko, mencari dimana Xia Lian An.


Xiao Fen yang melihat putra mahkota Zhang sedang mencari nona nya, pergi mendekati putra mahkota Zhang.


"Yang mulia, hari ini nona Xia tidak datang ke toko." Ucap Xiao Fen dengan suara pelan.


Putra mahkota Zhang menatap Xiao Fen dengan terkejut "Dia tidak datang?"


"Benar, yang mulia. Kemarin putri tertua datang ke kota Yu, dan hari ini nona Xia sedang menemani tuan putri."


Putra mahkota Zhang mengangguk mengerti "Aku tahu, terima kasih."


Xiao Fen membungkukan sedikit badannya lalu meninggalkan putra mahkota Zhang.


"Putri tertua kesini, apa yang ingin dia lakukan di kota ini?"


Putra mahkota Zhang menebak-nebak tujuan putri tertua ke kota Yu itu, tentu saja dia tidak akan membiarkan putri tertua membawa Xia Lian An kembali ke ibu kota. Karena dia sedang tidak ingin menemui kaisar Shun disana.


"Sepertinya malam ini aku harus pergi ke rumah Lian'er, untuk menanyakan tujuan putri tertua itu kesini."


Putra mahkota Zhang meminum teh nya lalu berdiri dan pergi meninggalkan toko kue itu.


Xiao Wei dan Xiao Fen yang melihat putra mahkota Zhang pergi, berharap jika nona mereka akan baik-baik saja.