
Di rumah Xia Lian An saat ini ada dua orang tak di kenal yang di undang oleh Xia Lian An. Mereka adalah dua orang pengawal bayangan putra mahkota Zhang, yang sudah di perintah untuk selalu membantu Xia Lian An saat dia membutuhkan bantuan.
Dua orang pengawal bayangan itu duduk di dalam aula rumah Xia Lian An, sementar Xia Lian An sedang mengambil sesuatu di dalam kamarnya.
"Maaf sudah membuat kalian menunggu." Ucap Xia Lian An yang berjalan masuk ke dalam aula rumah.
"Tidak apa-apa nona."
Xia Lian An mengangguk.
"Jika kami boleh tahu, apa yang harus kami lakukan untuk membantu nona?"
"Kalian bantu aku memberikan berita ini kepada seseorang yang biasa menyebarkan berita di ibu kota. Dan berikan satu kantong koin emas ini kepada mereka, katakan pada ketua mereka jika aku ingin menginginkan berita itu tersebar hingga semua orang yang ada di negara ini tahu."
Xia Lian An memberikan sebuah gulungan dan satu kantong berisi koin emas kepada dua pengawal bayangan itu.
Salah satu pengawal bayangan menerima gulungan dan kantong dari Xia Lian An. Dia membuka gulungan itu untuk mengetahui isinya, agar mereka bisa menjelaskan kepada orang yang akan mereka datangi di ibu kota.
"Baik nona, kami akan melakukannya dengan baik dan cepat."
"Terima kasih atas bantuan kalian."
"Itu merupakan tugas kami untuk membantu nona."
Xia Lian An mengangguk.
"Kalau begitu, kami akan pergi untuk melakukan tugas ini ke ibu kota."
"Iya, pergilah."
Setelah memberikan hormat kepada Xia Lian An, kedua pengawal bayangan itu pergi dari rumah Xia Lian An.
"Tuan dan nyonya Qing, kalian nikmatilah hadiah yang aku berikan ini. Anggap saja sebagai tanda terima kasihku mewakili anakmu atas semua yang telah kalian lakukan padanya. Semoga kalian senang."
Ya, rencana Xia Lian An untuk membalas dendam kepada keluarga perdana menteri Qing sudah di mulai. Dia ingin segera menyempurnakan pembalasan dendam itu, agar pemilik tubuh asli merasa tenang, dan bisa berenkarnasi dengan baik.
Kaisar Shun sudah mendapatkan balasannya, tangan kirinya tidak bisa lagi dia gunakan dengan leluasa, itu karena racun telah menggerogoti sebagian otot dan tulang tangannya, sementara selir Ning dan keluarganya juga telah mendapatkan hukuman mereka.
"Kakak, aku lihat dua orang laki-laki keluar dari rumah. Siapa mereka?"
Xia Lian An menatap Min'er, satu-satunya orang yang peduli padanya di dalam keluarga Qing selama ini.
"Min'er, jika aku berkata aku bukanlah kakak kandungmu, apakah kau akan meninggalkan aku?"
Min'er tersentak atas apa yang Xia Lian An katakan.
"Kakak, apa yang kakak katakan? Kakak.... Bukan kakak kandungku?"
Xia Lian An berjalan hingga tepat di depan pintu aula, dia lalu berbalik dan menatap adiknya yang kebingungan.
"Aku.... Bukan kakak kandungmu Min'er, ibuku sebenarnya telah meninggal saat aku masih kecil, dan penyebab ibuku mati karena..... Di bunuh oleh ayahmu, tuan perdana menteri Qing."
Min'er yang terkejut mundur beberapa langkah, dia sama sekali tidak percaya dengan apa yang baru saja Xia Lian An katakan.
"Aku tahu kau pasti akan terkejut dan tidak mempercayainya, tapi jika kau mengingat bagaimana perlakuan mereka yang berbeda terhadapku dan kau sejak kecil, kamu pasti akan mengerti."
Min'er diam, dia mengingat kembali semua perlakuan kedua orang tuanya pada dirinya dan Xia Lian An memanglah sangat berbeda, dia sendiri bahkan selalu bertanya-tanya kenapa kedua orang tuanya diam saat tahu kakaknya mendapatkan perlakuan yang buruk di dalam istana.
Xia Lian An memeluk tubuh Min'er "Min'er, walau kau bukan adik kandungku. Aku tidak peduli itu, karena bagiku, kau adalah adikku. Adik terbaikku, dan akan selalu seperti itu."
"Kakak."
Xia Lian An menepuk punggung Min'er beberapa kali dengan pelan, dia tahu saat ini Min'er sangat terkejut dan dia pasti akan mencari tahu kebenaran yang Xia Lian An katakan.
"Maafkan aku Min'er. Tapi aku benar-benar tidak bisa membiarkan seorang pembunuh bebas begitu saja."
Xia Lian An melepaskan pelukannya dan menatap Min'er.
"Kau beristirahatlah, seharian ini kau sudah membantuku membuka penginapan. Kau pasti sangat lelah."
"Baik kak."
Min'er berjalan pergi meninggalkan ruang aula menuju kamarnya dengan perasaan yang campur aduk, setelah dia mendengar kabar yang membuatnya sangat terkejut.
"Aku akan melindungimu dari mereka yang akan mendorongmu ke pintu kehancuran, Min'er. Jadi tolong, jangan salahkan aku jika berlaku kejam pada mereka." Gumam Xia Lian An yang melihat adiknya pergi.
***
Di sebuah kamar di dalam rumah keluarga Ruan, Ruan Yi yang masih kesal terhadap sikap putra mahkota Zhang kemarin, mengusir semua pelayan yang selalu bersama dengannya.
Dia benar-benar tidak terima, jika putra mahkota lebih memilih Xia Lian An yang dia anggap sebagai wanita rendahan, dari pada dirinya yang sudah jelas-jelas mendapatkan anugerah wanita berbakat dari kaisar. Apalagi dia juga masih mempunyai hubungan keluarga dengan kaisar.
"Kak Jiang, tidak bisakah kau melihatku sedikit? Wanita rendahan itu tidak pantas untuk mu. Akulah yang pantas, aku adalah wanita berbakat di negara Ming ini." Ucap Ruan Yi.
Ruan Yi sangat membenci Xia Lian An. Karena menurutnya setelah putra mahkota Zhang bertemu dengan Xia Lian An putra mahkota berubah padanya.
"Aku akan memberikan pelajaran pada wanita rendahan itu, agar dia tahu mana yang boleh dia impikan dan mana yang tidak." Desis Ruan Yi penuh rasa benci.
Ruan Yi yang sudah sangat membenci Xia Lian An tidak tahu, jika dia tidak akan pernah bisa menyakiti Xia Lian An, bahkan menyentuh sehelai rambunya pun tidak akan pernah bisa.
"Yi'er."
Ruan Yi melihat ibunya datang.
"Ibu, aku ingin bersama dengan kak Jiang. Ibu harus membantu ku."
Ibu Ruan Yi memeluk putri tersayangnya "Tentu, ibu akan membantumu. Hanya kau yang pantas bersama dengan putra mahkota."
"Ibu benar, tapi kak Jiang...dia sudah berkata.."
"Kau tenang saja, Jika wanita penggoda itu lenyap, putra mahkota tentu tidak akan pernah bisa menikahinya."
"Ma... Maksud ibu?"
"Ibu akan mengirimkan pembunuh bayaran terbaik untuk membuat wanita j*lang itu pergi ke dunia lain, dan kau.... Kau hanya harus memberikan perhatian pada putra mahkota agar dia melihat kebaikan dan ketulusanmu."
"Ibu sangat hebat, wanita rendahan itu sangat tidak cocok untuk kak Jiang. Akulah yang paling cocok, karena aku adalah wanita paling berbakat dan cantik di negara ini."
"Kau benar putriku, jadi kau tenanglah. Wanita itu bukan orang yang layak bersaing denganmu."
"Iya ibu."
Ruan Yi sangat senang, karena dia merasa jika sebentar lagi orang yang menghalanginya mendapatkan putra mahkota Zhang akan segera tersingkirkan. Dan dialah yang pada akhirnya akan bersama dengan putra mahkota Zhang, seperti apa yang selama ini dia impikan.
"Kau tenang saja, hanya kau yang akan menjadi permaisuri dan hanya kau yang pantas berdiri di samping putra mahkota. Juga kehidupan kita pun akan semakin kuat di masyarakat."
"Iya ibu, aku tidak sabar melihat wanita rendahan hancur. Beraninya dia bersaing denganku dan ingin merebut kak Jiang dari ku."
"Wanita itu akan mendapatkan hukuman yang tidak dia sangka dari kita."
"Benar Bu."
Ruan Yi sangat menantikan hari dimana dia akan mendapatkan berita tentang kematian Xia Lian An. Dan mendapatkan kemenangan atas posisi permaisuri di negara Ming mereka.