
Keramaian acara makan malam yang diadakan tuan rumah keluarga mavros terasa begitu hangat. arsen tak menyangka ayah dan ibunya mengundang seluruh keluarga besar mereka datang ke montenegro. bahkan ayahnya mengundang seorang penyanyi terkenal dunia untuk mengisi acara makan malam hari ini.
Selalu seperti ini jika dia memberikan ijin sang ibu merayakan ulang tahunnya secara sederhana tapi berbeda dengan kenyataan. walau hanya pihak keluarga yang datang tapi dengan mengundang artis dan grup musik terkenal dunia serta koki ternama menurutnya sangat berlebihan. terlebih dengan doorprize yang di bagikan sang ibu untuk para sepupu dan kerabatnya yang membuat arsen menghela napas berkali-kali.
Bahkan kiara membelalak tak percaya ketika mendengar hadiah yang akan di berikan sang mertua untuk tamu undangan. sementara yang lain tersenyum gembira menyambutnya walau mereka harus saling bertaruh dalam game.
Lingga menggesek kedua telapak tangannya dengan senyum yang terkembang.
"Boss, doain saya dapet salah satu super car itu yaa !" ucap lingga yang berdiri di sebelah arsen.
Lingga dan yang lain memandang kagum hadiah yang terpampang di depan sana. bagaimana tidak tiga buah super car keluaran merek ternama dari tiga produsen terkenal seperti lamborghini,ferari dan pagani terparkir di halaman belakang seolah melambai ke arah mereka untuk mendekat.
"Gila kalo anak sultan ulang tahun kaya gini yaa..bagi-bagi doorprize gak nanggung..ckckck" decak arkhan yang tiba-tiba datang dengan nada menyindir.
Arsen melirik dan mendengus ke arah arkhan lalu menepuk bahunya dan melenggang pergi.
"Hei..! ars gue belom ngucapin selamat nambah tua buat lo !" teriak arkhan yang hanya di balas lambaian oleh arsen yang sedang berjalan menjauh.
"Lho kemana pak arsen ? bukannya tadi dia disini ya ?"
Arkhan menoleh pada wanita cantik yang sedang membawa 2 gelas minuman.
"Orang yang kamu cari baru aja pergi, kamu telat tiga menit"
"Oh gitu ya" ucap wanita itu sedikit lesu.
"Kenapa ? kamu susul aja dia..tadi dia ke arah sana" sahut arkhan dengan mimik sedikit menggoda menunjukkan arah arsen pergi.
"Eng..gak usah deh, ngomong-ngomong kamu mau minum,tadinya aku mau bawain buat pak arsen karena aku lihat sedari tadi dia berdiri di sini sementara istrinya sibuk menjamu tamu"
"Boleh sini..perhatian banget kamu sama dia, hubungan kamu sama arsen apa ?"
"Bu..bukan seperti itu..aku sekretarisnya pak arsen hanya itu"
"Nama kamu ?" tanya arkhan semakin penasaran.
"Aku catherine..panggil aja cathy"
"Baiklah nona cathy senang berkenalan dengan anda..oh ya sekedar saran, sebaiknya anda resign dari pekerjaan anda daripada anda terluka lebih dalam dengan perasaan anda sendiri"
Cathy terhenyak mendengar ucapan laki-laki yang dia ketahui teman dari kiara.
"Maksud anda apa ?! jangan sok tau kita juga baru kenal"
"Jangan kaget ! aku udah terbiasa melihat akting para artis bahkan seorang artis pro sekalipun. bagiku sangat mudah sekali menebak akting mu yang amatir jadi..aku memberitahumu untuk kebaikanmu juga. oh ya kamu juga bisa masuk agensiku, kalau mau datang saja langsung ke art studio. namaku arkhana sastra wijaya owner art studio"
"Apaa ?! jangan main-main saya tahu profil pak arkhan dari media itu bukan anda"
"Apa dia yang kamu lihat ?" arkhan menunjukkan foto dari dompetnya.
"Dia ayahku kalau kamu mau tahu" arkhan mengembalikan foto itu ke dalam dompetnya.
"Gila..ada apa hari ini..! lalu urusannya apa sama kamu tentang perasaanku"
"Sebenernya gak ada dan aku gak perduli juga tentang kamu. yang aku khawatirkan hanya ara, aku gak mau dia tahu tentang perasaan kamu pada suaminya"
"Wow begitu perhatiannya kamu sama istrinya pak arsen..jangan-jangan kamu suka sama dia" cathy tersenyum sinis.
Arkhan terdiam sesaat lalu menoleh dan tersenyum miring pada cathy.
"Lebih dari suka bahkan aku mencintainya lebih dari perasaanmu terhadap arsen" sahut arkhan sambil mengembalikan gelas kosong pada cathy dan berlalu dari sana tanpa menoleh.
"What the.." cathy tak percaya ada seseorang yang mengatakan jatuh cinta pada wanita bersuami tepat di hadapannya, meski tak di pungkirinya posisinya pun sama dengan laki-laki itu.
Keriuhan suara tepuk tangan dan sorak menggema dalam ruangan tatkala ketika seorang wanita berjalan menghampiri para pemain band.
"Selamat malam semuanya, sebelumnya aku ingin mengucapkan terima kasih untuk waktu kalian yang menyempatkan hadir di acara makan malam ini. dan terima kasih banyak untuk mommy dan daddy atas cinta kalian berdua yang tak terbatas entah bagaimana aku bisa membalasnya juga buat mama yang selalu mendukung aku gak pernah lelah buat jadi tempat aku berkeluh kesah.dan..."kiara menghela napas sejenak.
"Untuk suamiku aku ingin mengatakan sekali lagi maaf atas kebodohanku meninggalkanmu dan maaf atas keraguanku tentangmu, aku sangat berterimakasih atas semua yang kamu lakukan, untuk cintamu dan kasihmu yang membuatku bertekuk lutut. selamat ulang tahun suamiku..maaf gak bisa kasih kado tapi aku akan nyanyikan sebuah lagu yang menjadi teman di saat aku sendiri" kiara menarik napas dan menatap lurus ke arah arsen yang melihatnya dengan tatapan penuh cinta.
Sebuah lagu berbahasa indonesia dengan judul memilih setia milik fatin mengalun merdu dari bibir kiara. dan suasana ruang seketika hening entah mereka mresapi lagu itu atau memang ada aura yang membuat mereka untuk menutup mulut.
Arsen menatap lekat kiara dan menyimak tiap bait lirik dari lagu itu. matanya beralih pada sosok laki-laki yang bersandar pada pilar sedikit jauh namun matanya tak lepas dari istrinya. alunan musik berhenti dia melihat kiara berjalan menghampirinya,arsenpun menyambut kiara dengan penuh cinta.
"Aku rasa sebaiknya kamu bicara pada arkhan tentang perasaanmu" bisik arsen di telinga kiara.
"Haaa.." kiara mendongak menatap arsen dengan bingung.
"Orangnya di sana kalau kamu mau bicara tapi kalau kamu belum siap tidak usah di paksakan" ucap arsen sambil memainkan ujung hijab kiara dan menunjuk keberadaan arkhan dengan gerakan kepalanya.
"Maksud kak arsen.."
"Di lagu itu kamu sudah membuat pilihan untuk setia meski belum mencintaiku tapi araku hanya perlu tahu jika aku mencintaimu sangat mencintaimu..dan aku akan membuat kamu juga mencintaiku"
"Apa sih..jadi lebay gini" kiara tersipu malu.
"Aku serius ara..aku memberimu ijin untuk bicara pada arkhan jangan biarkan laki-laki itu berharap lebih banyak. berilah dia kepastian dari perasaanmu"
"Kak arsen yakin..beneran ngijinin aku bicara berdua dengan mas arkhan"
"Sebenernya sih gak tapi..aku percaya sama kamu"
"Hemm baiklah kalau gtu. aku akan cari waktu yang tepat untuk bicara sama mas arkhan"
"I love you my ara" arsen memeluk kiara erat tanpa peduli jika yang di lakukannya pada kiara membuat dua orang merasakan sakit namun tak berdarah.