
Tak tik tak tik tak
Suara ketikan terdengar jelas di sebelah mejanya,kiara menoleh melihat betapa seriusnya nisa mengerjakan tugasnya. sedangkan dia sudah selesai sedari tadi tinggal menyerahkan filenya saja pada nisa.
Sepertinya dia tidak berani mengganggu nisa yang sedang fokus pada layar imacnya.
Nisa sengaja menoleh sebentar pada kiara karena merasa dirinya sedang di perhatikan.
"Kamu kenapa ki ? kok liatin aku mpe segitunya " tanya nisa yang kembali sibuk dengan tugasnya.
"Gak apa-apa mbak. ehmm kerjaan mbak masih banyak ya ada yang bisa aku bantu gak mbak ? kebetulan aku udah nganggur nih" kiara menawarkan bantuannya.
"Ohh ini..gak usah sebentar lagi kelar kok.file kamu taruh di situ aja kia,nanti aku bawa sekalian ke boss" titah nisa dengan pandangan masih tertuju pada layar imac.
"Mbak..ehm,yesa bilang dia mau kemari,dia ngajak makan siang di seberang kantor katanya ada masakan jawa yang terkenal enak di sana.gimana mbak nisa bisa ikut kan ?" celetuk kiara sembari menggeser kursinya mendekat ke arah nisa.
"Iyalah pasti,gak ada alasan juga buat nolak...siip,kelar deh tinggal di print terus laporan selesai..masih sepuluh menit lagi ki..aku ke ruangan boss dulu yaa" nisa berdiri merapikan beberapa dokumen dan file untuk di berikan pada bossnya.
"Ehh iya mbak" takjub kiara yang melihat kelincahan jari nisa pada keyboard sedari tadi hingga selesai.
Lobi kantor tampak ramai oleh karyawan yang hilir mudik untuk makan siang.kebanyakan dari mereka mencari tempat makan siang di luar kantor ingin mencari suasana baru atau bisa jadi karena bosan dengan masakan kantin kantor.
Termasuk ketiga wanita yang berjalan keluar dari kantor sambil bersenda gurau.mereka berjalan dan berhenti menunggu lampu merah menyala.ketika lampu hijau menyala untuk penyebrang jalan mereka melanjutkan dengan santai.
"Akkhhh !!"
Tubuh kiara tertarik ke belakang membuat kiara tanpa sengaja mendorong nisa dan yesha yang berada di samping kanan kirinya ikut terdorong ke samping.
Sebuah sepeda motor dengan kecepatan tinggi menerobos melaju kencang.kiara yang berada di antara kedua temannya tidak menyadarinya, sampai akhirnya sebuah tarikan keras dari arah belakang membuatnya terlempar ke jalan aspal.
Namun sekali lagi sepertinya orang itu telah menjadikan tubuhnya sebagai alas,sehingga tubuh kiara tidak merasakan kerasnya aspal jalan raya.orang-orang yang melihat kejadian itu berteriak histeris dan cepat memberikan pertolongan tapi sayangnya si pengendara motor itu berhasil lolos.
Nisa dan ayesha yang jatuh terduduk segera berdiri menghampiri kiara.mereka melihat kiara dalam kerumunan orang-orang.nisa dan ayesha menerobos kerumunan itu.
"Kamu gak apa-apa ki ?!" panik ayesha yang segera membantu kiara yang tampak syok.
"Haah..oh iya aku gak apa-apa kok" kiara berusaha berdiri di bantu ayesha dan nisa.
"Aduh neng untung cepet ada yang nolong kalau terlambat dikit aja pasti jadi korban tabrak lari tuh" suara seorang laki-laki yang berada di kerumunan.
"Jaman sekarang banyak banget yang gila.berani banget siang-siang gini nerobos lampu merah"
Semakin banyak kicauan dan cuitan orang tentang kejadian ini bahkan ada juga yang berani memotret dirinya untuk berita di sosial media.dan ucapan nisa menyadarkan kiara dari rasa syoknya.
"Yang nolongin kamu orangnya mana ki ?" tanya nisa yang menyodorkan air mineral botol yang dia beli dari pedagang asongan yang ada di antara kerumunan.dan dia juga meminta semuanya untuk bubar.
"Ehh iya ya mbak.aku juga gak ngeh, terlalu kaget aku tuh mbak " sambil melihat sekeliling.
"Oh laki-laki yang nolong mbak tuh tadi langsung pergi ke arah sana.pas liat temennya mbak udah dateng bantuin mbak" sela ibu-ibu pedagang minuman di area halte bis yang menjadi saksi mata.
"Ibu kenal gak orangnya ?" tanya ayesha spontan.
"Gaklah. tapi saya masih inget mukanya soalnya sebelum kejadian dia masih sempet beli minuman di warung saya"
"Eeh ki..baju kamu kok merah sih..ya ampun lengan baju kamu robek kayanya ada yang luka deh..kita ke rumah sakit ya biar nanti aku telepon sama boss minta ijin nganter kamu dulu" ucap nisa setengah panik.
Awalnya kiara hendak menolak tapi ternyata dia merasa kakinya juga terkilir akhirnya dia hanya pasrah ketika nisa dan ayesha membawa masuk ke dalam taksi menuju rumah sakit terdekat.
Di dalam sebuah gang seorang laki-laki meringis menahan sakit dia terduduk bersandar pada dinding.tangannya sibuk mengetik sebuah pesan pada seseorang.
"Maaf saya membuat nona terluka..tapi dia berhasil selamat"
Orang itu mendesah menghela napas dan menyandarkan kepalanya pada dinding.tak lama setelah itu suara dering telepon terdengar.dengan tangan gemetar menahan sakit dia mengangkat telepon itu.
"Bagaimana keadaanmu ?"
"Saya baik tuan..sepertinya nona kiara terluka dan temannya membawa dia ke rumah sakit.saya juga telah menaruh chip pada tasnya untuk melacak keberadaan nona"
"Baiklah..sekarang urus dirimu cepat pergi ke rumah sakit ! masalah ini sementara aku alihkan pada yang lain.istirahatlah selama 2 hari"
"Iya tuan..terima kasih"
Sambungan telepon itu berakhir,laki-laki itu memasukan ponselnya ke dalam saku dan dia berusaha berdiri menahan tangannya pada dinding.kepalanya terasa berat akibat benturan pada sisi trotoar,darah di bagian kepala belakangnya sudah sedikit mengering bahkan lengannya juga tergerus aspal,serta bagian perutnya terasa nyeri akibat tekanan siku kiara yang dia tarik tapi dia masih beruntung ternyata kiara masih mampu menahan bobot badannya hingga dia tidak banyak merasakan tekanan yang keras.
Pekerjaannya sudah selesai untuk hari ini dan dia akan menggunakan waktu libur istirahatnya untuk mengunjungi sang adik di panti asuhan.
Pedro meletakkan ponselnya di atas meja.anak buahnya memberi kabar sesuatu yang membuatnya harus lebih waspada.arsen memberinya kepercayaan dan tanggung jawab untuk menjaga serta melindungi istrinya.dan mulai hari ini untuk ke depannya sepertinya dia harus lebih ekstra lagi.karena musuhnya sudah mulai menampakkan diri.dan dia tahu ini bukanlah sebuah kecelakaan biasa.