Kiara

Kiara
74



Suara langkah buru-buru dan tergesa bergema di koridor mess proyek yang sedang arsen tangani. kunjungan arsen yang mendadak ke lokasi proyek membuat para pekerja dan mandor yang sedang bernegosiasi dengan warga sekitar bergegas menyambut sang pemilik perusahaan.


Tampak oleh arsen kerumunan warga setempat yang menuntut ganti rugi atas lahan mereka. sebelumnya arsen mendapat laporan jika terjadi penggelapan dana yang di lakukan oleh direksi pengembangan proyek yang sedang berjalan ini. hingga akhirnya membuatnya turun tangan langsung meninjau lokasi pembangunan jalan tol salah satu proyek besar yang berhasil dia rebut dari sang ayah.


Penampilannya yang saat ini terlihat santai dengan mengenakan kaus berkerah warna navy dan celana ripped jeans serta sepatu sneakers membuatnya tampil beda dari yang lain. kunjungan arsen kali ini bersama partner bisnisnya arman sebagai perusahaan kontraktor terbesar di negara ini. kali ini dia juga memerintah pedro untuk ikut bersamanya selain lingga dan cathy.


Permasalahan pun dapat terselesaikan dengan damai dan warga sangat senang karena tuntutan mereka di kabulkan. akhirnya arsen meminta perusahaan arman untuk segera memulai pekerjaan yang tertunda. dan untuk pelaku penggelapan dana perusahaan arsen menyerahkan pada pedro untuk di tindak sesuai kerugian yang mereka akibatkan.


Arsen berkeliling dengan jeep melihat lokasi yang setengahnya sudah di garap, sampai akhirnya dia menemukan aliran sungai yang membelah lokasi proyek. arsen menuruni jeepnya dan berjalan mendekati sungai yang airnya tampak jernih. dia memandangi hamparan pepohonan dan rumput yang ada di seberang sana.


Suara teriakan dan keributan terdengar di belakangnya mengusik kegiatannya menikmati alam. arsen menoleh memicingkan mata melihat keadaan yang menjadi keributan. dia berdecak, entah mengapa lingga sangat tidak menyukai sekretarisnya padahal di matanya cathy seorang wanita anggun dan sopan. dari awal pertemuan mereka lingga sudah menunjukkan sikap tidak sukanya seperti sekarang ini, yang arsen lihat tampak lingga sedang berdebat sengit dengan cathy. arsen pun kembali mengalihkan pandangannya ke depan pada apa yang di lihatnya.


Waktu sudah menunjukkan jam makan siang dan arman mengarahkan mereka menuju rumah makan bergaya sunda dengan duduk lesehan. arsen menatap hidangan yang tersaji di hadapannya dengan enggan karena dirinya tidak menyukai nasi. cathy yang menyadari sikap arsen dengan sigap menyisihkan hidangan itu ke sisi lain dan menggantinya dengan menu lain.


Pedro dan lingga memperhatikan tingkah cathy yang seperti seorang istri. sedangkan arman tersenyum maklum, dia menganggap mungkin posisi cathy lebih dari hanya seorang sekretaris dan di dalam pekerjaan cathy harus bersikap profesional seperti saat ini.


"Maaf pak karena di sini restoran sunda jadi tidak ada sandwich atau makanan western lainnya. tapi kalau bapak mau coba saya sudah pesankan serabi dengan toping aneka rasa. rasanya tidak kalah dengan sandwich pak" cathy menghidangkan makanan itu di depan arsen.


"Dan ini kue balok dengan ragam isian, saya juga sudah pesankan minumnya selain air mineral saya pesankan juga degan untuk bapak." ucap cathy layaknya seorang sales. arsen melihat makanan yang di berikan cathy satu persatu perlahan dia mulai mencicipinya, dan dia terkejut rasa serabi ini mengingatkannya pada masakan kiara. tanpa terasa arsen menghabiskan cukup banyak serabi dan itu membuat senyum cathy semakin mengembang.


"Sepertinya bapak menyukai serabi. apa harus saya pesankan untuk di bawa pulang ?" tanya cathy ramah yang hanya di tanggapi arsen dengan isyarat tangannya dan itu menerbitkan senyum ejekan dari lingga.


"Pesankan saya kue putu dan klepon jika ada untuk take away" ucap arsen tanpa ekspresi sambil membersihkan mulutnya dengan tisu.


Cathy dan yang lain tampak terkejut karena tidak percaya arsen mengenal makanan khas indonesia itu. bahkan dirinya yang masih ada darah indonesia hampir melupakan makanan itu karena ibunya sudah lama mengikuti ayahnya yang tinggal di negara asing.


Sedangkan lingga mengulum senyumnya dia sangat tahu jika dulu kiara sangat menyukai makanan itu karena beberapa kali lingga pernah menemani kiara menikmati makanan itu di stasiun ketika pulang kerja.


Arsen teringat dua jenis makanan ini karena kiara sering membawanya saat pulang kerja. dan cara makan kiara yang selalu belepotan ketika menikmati klepon menjadi kesukaan arsen, dia selalu membersihkan sudut bibir kiara dengan menjilatnya rasa manis gula dan bibir kiara menjadi satu yang selalu berhasil membuatnya hilang kendali.


"Baik pak, saya akan pesankan segera" ucap cathy ramah dengan senyum terbaiknya.


Tak terasa jam makan siang berakhir yang di sertai dengan pembicaraan seputar pekerjaan. mereka memutuskan untuk kembali ke perusahaan. namun arman masih ingin mengawasi kinerja anak buahnya di lapangan jadi dia memilih untuk tinggal lebih lama di proyek.


Tak berapa lama dia kembali dengan wajah tegang dan cemas. pedro dengan sigap membuka pintu mobil dan lingga langsung duduk di balik kemudi. cathy yang merasa bingung hanya mengikuti gerakan yang laen masuk ke dalam mobil. namun dia kalah cepat dengan pedro yang duduk di kursi penumpang bersama arsen. dan mau tidak mau dia harus duduk di depan bersama lingga.


"Syukuruin lo ! dasar kucing genit pengen mepet mulu" sorak lingga dalam hati sambil mengenakan kacamata hitamnya dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan area restoran.


"Apa ada masalah ?" pedro memberanikan diri buka suara setelah di rasa arsen mulai terlihat tenang.


Arsen menoleh ke arah pedro dia kagum pada bawahannya yang mengerti dengan suasana hati yang sedang arsen rasakan.


"Siapkan tiket untuk ke montenegro malam ini"


"Montenegro..kenapa ?"


"Orang tua itu masuk rumah sakit ketika sedang kunjungan kerja dan tadi mom menelpon untuk memintaku mengurus pekerjaan orang tua itu"


"Lalu bagaimana keadaan tuan lucas saat ini ?"


Arsen mengendikkan bahunya dia tidak mengerti mengapa daddynya bisa sampai jatuh sakit, mungkinkah dia kelelahan, padahal sebagian proyek besar milik lucas sudah di ambil alih oleh arsen.


"Baiklah kalau begitu saya akan mempersiapkan semuanya"


"Tidak kamu tetap di sini !! lingga dan cathy ikut saya..siapkan keperluan kalian dalam waktu satu jam setelah tiba nanti"


Lingga dan cathy yang sedari tadi menyimak kemudian dengan cepat menjawab secara bersamaan.


"Baik boss !"


"Baik pak !"


Pedro menghela napas kini tugasnya bertambah lagi dengan pembangunan proyek jalan tol ini. belum lagi dia masih harus mengurus showroom mobil mewah dan resort and hotel senira milik arsen serta perusahaan inti archievos.corp yang semuanya harus dia tangani. di tambah dengan kasus penggelapan dana yang penyelesaiannya di serahkan padanya.


Lagi-lagi pedro hanya bisa mengurut pangkal hidungnya menghilangkan penat di kepalanya. dia hanya berharap semoga arsen memberikan liburan yang layak untuknya.