Kiara

Kiara
46.



Buaagh bugh bugh


Beberapa kali pedro terpundur ke belakang ketika arsen melayangkan tinjunya ke bagian perut.seperti dugaannya hal ini pasti terjadi padanya.namun sudah cukup lama dari terakhir kali dia terima pukulan dari arsen dan sekarang dia baru merasakannya lagi.pedro kembali maju berdiri di tempatnya semula dan memandang lurus ke depan karena arsen paling benci melihat dirinya menunduk.


Arsen berdiri gagah di depan kedua orang laki-laki berbadan tegap meski berbeda postur tubuh.arsen melap tangannya dengan sapu tangan yang dia ambil dari saku celananya.dia berdiri bersandar pada tepi meja kerjanya.arsen menunjuk pada laki-laki yang berada di belakang pedro dengan telunjuknya.


Pedro yang berdiri di depannya tanpa menoleh dengan wajah datarnya menyuruh agar anak buahnya maju ke depan.


"Majulah !!" ucap pedro dengan bahasa indo yang kaku dan tanpa ekspresi menyuruh anak buahnya maju,karena dia tahu anak buahnya tidak mengerti maksud arsen.


"Sebutkan namamu " ucap pedro kemudian ketika melihat gerakan tangan arsen dia secara otomatis akan menjadi penerjemah.


"Sa..saya theo tuan" ucapnya tergagap ketakutan.


Buaagh !!


Pukulan keras di terima theo tepat seperti yang pedro terima.namun entah mengapa dia merasa mual padahal baru satu pukulan yang dia terima.bagaimana dengan pedro yang menerima beberapa pukulan bahkan untuk berdiri tegap kembali rasanya sulit.meski itu harus dia paksakan.


"Bodoh..sebut dengan lengkap !!" geram pedro masih dengan posisi sama berdiri tegak di tempatnya.


Buagh !!


Kembali pukulan di terima theo kali ini lebih keras dari yang pertama sampai membuatnya terbatuk dan membungkuk.


"Theodore lingga..!" ucap theo lantang,mata arsen menyipit memperhatikan theo masih kembali bersandar pada tepi meja dengan tangan yang berada di saku.


"Semuaaanya bodoh !!" suara keras pedro mengagetkan theo yang mulai merasa takut.


Akhirnya theo memberikan semua informasi tentang dirinya termasuk tentang keberadaan adiknya di panti asuhan.meski semalam arsen sudah menerima semua data theo dari pedro namun seperti biasa arsen lebih suka jika dia mendengar dari sumbernya langsung.


Arsen berjalan mendekat pada theo dan menepuk bahunya.lalu berjalan menghampiri pedro sambil memggerakkan tangannya.


"Kamu boleh pergi dan berobatlah !" ucap pedro memberikan perintah sesuai gerakan arsen tanpa menoleh dan berdiri tegak di tempatnya.


Kini hanya ada pedro dan arsen di dalam ruangan itu.setelah kemarin kiara menceritakan peristiwa kecelakaan itu,arsen merasa geram karena selama ini pedro tidak pernah mengecewakannya walau dengan tugas seberat apapun.tapi mengapa hal sepele ini pedro bisa melakukan sebuah kesalahan membuat aranya terluka.


Arsen duduk di kursi kebesarannya menatap tajam ke arah pedro tangannya bergerak meminta pedro untuk bicara.dan pedro pun menceritakan semua bahkan pedro sudah dapat mengetahui dalang di balik kecelakaan itu.


"Ambil satu perusahaannya..buat mereka menyesal" ucap arsen dengan tangannya dan di angguki oleh pedro.


Arsen tiba-tiba melempar sebuah dokumen pada pedro dan dengan sigap di tangkap oleh pedro.dia membuka dokumen itu alangkah terkejutnya dia ketika mengetahui isi dokumen itu.


"Pelajari itu !!"


"Baik tuan..tapi apa anda yakin tentang ini ?"


"Sudah waktunya kamu jadi CEO. bukan begitu ?" jawab arsen dengan senyum tersungging di bibirnya.


Pedro menghela napas ketika menangkap gelagat yang tidak biasa dari arsen.


"Anda benar memang sudah sepantasnya seperti itu" pedro tersenyum tipis.


"Kalau begitu..selamat bekerja !" arsen berdiri menghampiri pedro berjalan melewatinya namun sebelum itu dia berpaling ke arah pedro"jangan lupa untuk ke dokter" lanjutnya tanpa ekspresi.


"Terima kasih !" pedro membalas sedikit menundukkan kepala.


Sementara itu kiara berjalan tertatih menuju halte dekat kantornya.yah,dirinya kini berada di lingkungan kantornya.tadi pagi dia sempat berdebat dengan arsen untuk mengijinkannya berangkat kerja.namun ada pekerjaan yang harus dia serahkan hari ini,karena menyangkut soal profesionalitas dan tanggung jawab akhirnya arsen mengalah.


Kiara sempat mengajak arsen pergi bersama menggunakan taksi online tapi lagi-lagi sepertinya arsen lebih nyaman menggunakan motornya untuk bepergian.kini dirinya berada di halte ternyata manager divisinya meminta dia untuk beristirahat di rumah setelah dia menyerahkan dokumen pekerjaannya.


Taksi online pesanannya baru akan tiba 10 menit lagi karena harus memutar di ujung jalan.kiara menghubungi arsen memberitahu jika dirinya sudah akan pulang tapi sepertinya arsen tengah sibuk karena panggilannya tidak di angkat.


Suasana halte di jam kantor tampak sepi hanya ada penjual minuman dan seorang laki-laki memakai topi.sampai suara si ibu penjual minuman membuatnya kaget.


"Lho mbak yang kemarin kecelakaan itu kan ? syukurlah mbaknya gak apa-apa ya"


Laki-laki yang berada tidak jauh dari kiara menoleh membuat wajahnya terlihat oleh si ibu penjual minuman.


"Ya ampun sepertinya kalian jodoh ya" ibu penjual minuman itu menunjuk antara laki-laki itu dan kiara.


"Maksud ibu apa ?" tanya kiara tersenyum canggung.berbeda dengan laki-laki itu yang membuang wajahnya menatap jalan raya di hadapannya.


"Oh iya si mbaknya gak tau sih, kalau yang narik mbak kemarin itu yah mas ini..saya masih inget jelas kok..mas ini yang nolongin mbak kemarin lho !"ucapnya dengan penuh semangat.


"Ahh..ma...maaf saya tidak tau..ka..kalau begitu saya ucapkan terima kasih atas pertolongannya kemarin" kiara menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


"Oh sudahlah,sudah jadi tugas saya ketika kita melihat sesuatu yang memang harus di bantu kan ?!" ucapnya tersenyum tulus.


Kiara tersenyum tipis membalas ucapan pria itu.dan obrolan ringan pun mengalir antara ketiganya sampai akhirnya sebuah pesan masuk pada ponselnya.kiara menghela napas sepertinya dia akan sedikit lama di halte ini.karena taksi pesanannya terjebak macet di ujung jalan pertigaan sana.


Tak lama kemudian sebuah motor berhenti tepat di depan kiara dan diapun tersenyum karena mengenali siapa pemiliknya.


Motor arsen berhenti tepat di depan halte kiara berada.dia membuka helmnya dan meninggalkan motornya begitu saja.arsen menghampiri kiara yang tersenyum manis dan menyambut dengan mencium tangannya.


"Kakak kok di sini ?"tanya kiara tersenyum senang.


"Mau ketemu desta ! kenapa kamu di sini ? bukannya kamu bilang mau kerja ?" tanya arsen penuh selidik dan dia menghela napas tanpa sengaja tatapannya melihat ke arah laki-laki yang duduk di ujung halte.matanya menyipit,kemudian senyum tipis terulas di bibirnya.


"Jangan-jangan kamu sedang menunggu seseorang ?"lanjutnya pada kiara.


"Apa sih ka..ada-ada aja kamu ! tadi aku udah masuk kerja terus di suruh pulang lagi.sekarang aku tuh lagi nunggu taksi tau..oh iya kak kebetulan sekali aku mau kenalin orang yang kemarin nolong aku"


Arsen mengerutkan keningnya."Oh ya..siapa dia ?"


"Mas..kenalin ini suami aku arsen..kak..ini orang yang udah nolongin aku kemarin..namanya mas lingga" ucap kiara saling memperkenalkan.


Lingga berdiri kaku tidak menyangka jika gadis yang di tolongnya adalah nyonya dari boss besarnya.karena selama ini dia pikir pedro memberinya tugas menjaga gadis ini mungkin putri dari seorang pengusaha tapi ternyata gadis ini adalah istri dari boss besarnya.pantas tadi pagi orang ini marah besar pada pedro dan juga dirinya.


Berbeda dengan lingga,arsen justru terlihat santai.


"Kamu mau pulang sekarang ?"


"Iya tapi taksinya belum datang"


"Batalkan !"


"Haa kasian donk kak..ngomong-ngomong kasian..di tempat kakak ada lowongan gak..kasian mas lingga lagi nyari kerjaan tuh..bantuin dia ya kak"


Lingga menelan ludah mendengar ucapan kiara.dan arsen hanya tersenyum tanpa merespon sampai sebuah klakson mobil membuat mereka menoleh.


"Ibu kiara anindya " taksi online itu memanggil nama kiara.


"Iya..maaf pak sepertinya saya gak jadi tapi ini ada sedikit untuk pengganti untuk beli bensin" kiara meminta maaf pada sang sopir yang senang menerima pergantian upah dan berlalu.


Arsen memegang lengan kiara membawanya ke arah motornya.


"Apa kamu tidak apa-apa naik motor ? bagaimana kaki mu ? "


"Dengan senang hati..tapi gimana dengan pekerjaan untuk mas lingga ?"


"Dia sudah mulai bisa bekerja hari ini "


"Beneran kak..wah selamat mas lingga kamu udah dapet kerja..tapi pekerjaannya apa ?"


Arsen membantu kiara duduk di atas motornya dan memakaikan helmnya.dia menggerakkan tangannya di depan kiara yang telah duduk di atas motor.kemudian kiara berteriak membuat si ibu penjual kaget dan lingga menundukkan kepala bahunya merosot membayangkan bagaimana hari-harinya ke depan nanti.


"Kaak yang bener aja..dia jadi bodyguard aku..aku gak perlu itu kak" rengek kiara mengguncang bahu arsen yang melajukan motornya.