
Seolah tak ingin membuang waktunya percuma, arsen mendatangi sebuah tempat yang terakhir kali dia kunjungi bersama desta. dia melihat tempat ini tak berubah masih sama seperti hampir 2 tahun silam.
Arsen melihat sekumpulan anak muda yang sedang menikmati acara mereka. dia mengenali semuanya tapi sayangnya satu orang yang dia harap ada di sana justru tidak dia temukan.
Selama beberapa hari ini kegiatannya hanya menguntit dan mengawasi geng yang telah membuat suaranya menghilang dan dia juga trauma untuk mengendarai mobilnya. sampai tiba di basecamp mereka sebuah bengkel besar khusus kendaraan berat. yang ternyata milik salah satu dari mereka yang bernama arman.
Arsen mengingat nama itu yang telah memfitnahnya menyebarkan video mesum di sekolah. beberapa bulan mengikuti terapi mampu membantunya mengatasi rasa trauma ketika melihat truk-truk besar saat ini. tapi belum menghilangkan rasa traumanya mengendarai mobil.
Arsen menyembunyikan motornya di tempat aman sementara dia mengendap masuk untuk melihat kegiatan mereka lebih jelas. di tempat itu jelas terlihat sekumpulan laki-laki dan perempuan yang sedang berpesta. arsen bersembunyi di balik truk yang berroda besar. arsen meletakkan sebuah kamera kecil di badan truk yang mengarah kepada mereka.
Sebelumnya arsen sudah menyetting kameranya dan dia juga sudah menyelidiki sistem keamanan bengkel ini, yang ternyata menggunakan cctv kelas menengah yang sangat gampang di retas. arsen memicingkan matanya menghitung jumlah beberapa titik yang mempunyai tingkat kecelakaan beresiko yang semuanya bisa menjadi alibi untuknya.
Namun sebuah suara dari arah belakang mengagetkannya. "its time for the show" pikirnya dengan senyum tipis tersungging di bibirnya.
"Ternyata dugaan gue bener, ada penyusup yang berani masuk basecamp. siapa lo..balik badan lo..cepeett!!"
Arsen membalikkan badannya perlahan, dia melihat sosok arlan berdiri dengan tangan bersedekap di dada.
"Anjriitt !!..gaeeess lo liat siapa yang dateng !!" teriak arlan pada teman-temannya yang tengah sibuk dengan pestanya.
Serempak mereka mendatangi arlan dan terkejut melihat kedatangan seseorang yang dulu mereka pikir sudah mati.
"Siiaall !! masih idup lo !" hardik arman yang tampak geram ketika melihat sosok arsen.
"Ckck..Nyawa nih orang banyak juga..masih idup aje padahal tuh mobil udah ringsek banget" decak ardi dramatis.
"Harusnya lo mati biar arga bisa bantai lo di akhirat..sialan lo!" caci terra tak kalah sengit dari mereka.
Arsen berdiri kaku dan menatap datar orang-orang yang sedang mencaci maki dirinya. hingga akhirnya tubuhnya di dorong keras oleh arlan, membuatnya berpura-pura terhuyung menuju arah kamera.
Tanpa membuang waktu arlan dan teman-temannya langsung menghakimi arsen. dan arsen sengaja membiarkan mereka melakukannya tanpa perlawanan.
"Menang nyali doang lo..tapi sayang cuma sia-sia bakal mati konyol"
"Kali ini gue pastiin lo mati..bangsaat!!"
"Udah mampusin aje jangan kasih ampun!!"
"Buang mayatnya ke laut biar di makan hiu sama paus"
Pukulan dan tendangan bersarang di tubuhnya tanpa berniat ingin membalas. sampai akhirnya dia menajamkan pendengarannya, dan tersenyum tipis sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
"Gue mau telepon si arkhan dulu, biar tuh anak tau kalo si arsen goblok dateng ngasih nyawa sendiri" ucap ardi tiba-tiba dan di acungi jempol oleh arman yang tengah asyik menghajar arsen.
"Jangan !!..arkhan jangan tau soal ini, biarin aja tuh anak fokus kuliah di luar" cegah arlan tetiba membuat ardi merasa heran namun tak berani bertanya.
Setelah mendengar hal itu arsen berdiri tegap menatap nyalang pada musuh-musuhnya. dia melihat ke atas dan jam yang ada ditangannya sekali lagi. jika perhitungannya tidak meleset maka ini akan selesai kurang dari sepuluh menit.
Dengan gerakan cepat arsen membalik keadaan menghajar mereka semua tanpa ampun. ardi dan arman menyerang dengan bringas di bantu beberapa orang teman laki-laki yang lain. arsen menendang ardi keras hingga tersungkur menabrak rak kayu yang menyusun beberapa cairan kimia dan oli dan drigen air aki.
Rak itu terlihat oleng dan menjatuhkan beberapa botol di dalamnya. malang bagi terra yang berdiri di dekat rak tersebut beberapa botol merah dan biru yang berisi air keras jatuh dan pecah membuat cipratannya mengenai wajah dan sebagian tangan serta kakinya.
"Aakkkhhh...panas..sakittt...tolong..tolong..panas !!" teriak terra histeris membuat perhatian para lelaki yang sedang menyerang arsen terpecah begitupun ardi yang panik melihat terra.
Kesempatan itu membuat arsen lebih terbuka peluang untuk menghabisi arlan dan arman karena ardi sedang sibuk mengurusi terra. arsen menarik kerah baju arman dan meninjunya bertubi-tubi lalu di hempaskan, hingga mengenai tuas yang terhubung pada rantai besar yang menggantung v-leg truk besar dan ban-ban truk besar.
Tuas itu bergeser ke bawah mengakibatkan v-leg dan ban-ban besar itu terjun bebas.
"Arlan awaaasss..!!" teriak arman yang tampak terkejut ketika benda-benda berat yang tergantung terjun bebas tepat di atas arlan.
Arlan yang berada di bawah sangat terkejut dan naas baginya tidak sempat menghindar. beberapa v-leg besar menimpa tubuhnya lalu di tambah ban-ban besar yang juga menimpanya. terlebih di ujung lantai dekat kakinya ada aliran air keras yang mengalir dari botol yang pecah meski tidak banyak tapi cukup membuatnya terbakar.
Arlan menjerit dan berteriak histeris, belum lagi terra yang terus berloncatan di tempat karena kesakitan. keadaan menjadi sangat kacau dan panik anak-anak perempuan yang panik sebagian melarikan diri begitupun dengan teman laki-laki yang lain yang melarikan diri mereka tidak ingin terlibat masalah.
Arsen mendekati ardi dan arman yang mulai terlihat gugup dan ketakutan. mereka mengangkat kedua tangannya gemetar tanpa berkata apapun. arsen menarik rambut ardi dengan tatapan tajam dan bengis, dia mengeluarkan ponselnya dan menyuruh ardi untuk membacanya.
"Dimana arkhan..?!!"
Arman yang melihat itu mulai mengerti ternyata sedari tadi arsen ketika di pukuli dan di hajar, arsen tak mengeluarkan suara itu bukanlah menahan tapi karena memang arsen bisu. sontak arman merasa lemas ternyata arsen mengalami trauma yang parah atas perbuatannya dan arlan.
Rasa penyesalan dan bersalah menyerang arman, dia terduduk lemas dan hanya menatap nanar pada ardi dan arsen. berkali-kali ardi menggelengkan kepala karena memang arkhan atau pun arlan tidak pernah memberitahu mereka dimana arkhan berada.
Dengan geram arsen mendorong ardi hingga tersungkur ke dekat kaki arman, lalu dia melenggang pergi meninggalkan sisa kekacauan yang telah di buatnya. arsen yakin dengan keadaan arlan kemungkinan akan menjadi cacat seumur hidup. dan untuk ardi dan arman mereka akan berurusan dengan kepolisian sesaat lagi.
Kini tinggal satu orang lagi yang menjadi tujuannya yaitu arkhan. dia akan mencari arkhan sampai ketemu meski itu membutuhkan waktu lama. dirinya tinggal meminta bantuan sang ayah untuk membersihkan sisanya dengan bukti yang dia miliki dari kamera yang dia rekam. saat ini dia ingin segera kembali ke negaranya sebelum kekacauan ini terendus oleh pihak kepolisian.
Flashback end*