
"Sebaiknya kalian kembali ke tempat kalian.saya jamin kiara baik-baik saja" ucap desta pada nisa dan ayesha yang masih terlihat tidak tenang.
"Pak desta yakin ? kalau terjadi apa-apa sama kiara saya gak akan segan buat bikin malu bapak satu kantor" tanya ayesha sedikit menggertak desta.
"Ck..kamu itu di bilangin susah banget..dan kamu.." decak desta pada ayesha sambil menunjuk nisa" bawa temen kamu yang item dekil ini..suruh perawatan dia daripada bawel mulu mumpung semua di sini gratis..nikmati aja..huss sana pergi" lanjut desta dan mengusir mereka berdua.
Ayesha merasa jengkel dan kesal dia di bilang hitam dan dekil padahal kulit seperti dia ini di sebut eksotis.
"Terima kasih pak desta atas pujiannya,saya doakan semoga pak desta mendapat istri seperti saya yang item dan dekil biar bisa nikmatin perawatan super mahal " ucap nisa sambil tersenyum menahan kesal sedangkan desta hanya menanggapi acuh.
"Ayo mbak nisa kita nikmati semua fasilitas di sini sepuasnya..mumpung gratiss!!" lanjut ayesha kemudian dengan suara lantang sembari menarik tangan nisa sedangkan nisa hanya mengangguk sungkan pada desta dan mengikuti ayesha saja.
Desta dan pedro menatap kepergian dua orang itu.kemudian mereka bersikap seolah tak terjadi apa-apa.
"Shitt ! bukannya hari ini arsen ada janji main golf sama pemegang saham" desta menepuk keningnya setelah mengingat pembicaraannya dengan arsen melalui video call semalam.
"Benar !" jawab pedro santai sambil menyesap kopi terakhirnya.
"Terus kenapa lo santai aja ?" tanya desta setengah kesal pada pedro.
"Bukannya ada anda yang menggantikan mr.arsen bermain golf" jawab pedro dengan senyum mengejek.
"Whatt ? apa hubungannya sama gue ?!" maki desta.
"Sudahlah daripada anda sendirian di sini..bukankah lebih baik jika ada yang menemani anda yang jomblo " sindir pedro pada desta yang terlihat kesal dan mau tidak mau akhirnya memutuskan untuk ikut setelah pedro menjelaskan ada keterlibatan ayahnya sebagai pemegang saham kedua setelah arsen.
...****************...
Sementara arsen yang menarik kiara membawanya ke sebuah kamar president suite khusus dirinya.sedangkan kiara hanya melihat telapak tangannya yang di genggam kuat oleh arsen namun terasa begitu lembut,tanpa menyadari sepanjang jalan arsen membawanya.
"Lho,dimana ini mas ?" sepertinya kiara baru menyadari keberadaannya setelah arsen mendudukannya di sebuah sofa.
Berbeda dengan arsen yang menarik napas pendek sambil memejamkan mata sesaat."mas..kata itu lagi kenapa rasanya bikin kesal tiap kali kiara memanggilnya dengan itu" batin arsen mengabaikan pertanyaan kiara.
Arsen meninggalkan kiara menuju pantry namun kiara enggan hanya duduk saja.dia mengikuti arsen dari belakang sambil matanya berkeliling sekitar ruangan yang mengagumi betapa indahnya.
"Mas.." panggil kiara lagi yang masih diabaikan arsen.
Bukk..
Kiara mengusap keningnya yang terbentur punggung arsen, dia tidak menyadari jika arsen berhenti karena terlalu mengagumi.
Arsen berbalik dan melihat kiara yang mengusap-usap keningnya.dengan lembut arsen mendekatkan kepalanya ke arah kening kiara dan mengecupnya.lagi-lagi kiara hanya bisa mematung dan terpaku tiap kali arsen melakukan serangan mendadak.
"Wake up" ucap arsen dengan gerakan bibir dan menepuk pipi kiara lalu berbalik lagi membuka lemari es mengeluarkan botol jus dan menuangkannya ke dalam gelas.
Kiara yang tersadar langsung menempatkan dirinya pada kursi di meja pantry.dan menerima gelas berisi jus yang di berikan arsen dengan memanyunkan bibirnya.
"Mas..ki.." arsen dengan cepat menjawil bibir kiara dan kepalanya menggeleng pelan,dengan gerakan bibir yang kiara pahami arsen berkata " let me talk ".dan kiara mengangguk.
"Kamu bisa bahasa isyarat ?" tanya arsen dengan gerakan tangannya.sekali lagi kiara mengangguk.
"Bagus,karena aku hanya tidak bisa bicara bukan tuna rungu, jadi kamu bisa bicara seperti biasa yang harus kamu pahami hanya mengerti apa yang aku katakan..mengerti" terang arsen yang lagi-lagi hanya di angguki kiara.
Arsen menghela napas untuk memulai bicara dia mendekati kiara dan memutar kursinya, menghadap padanya.
"Pertama aku tidak suka di panggil mas..terserah kamu mau panggil apa asal bukan itu" ucap arsen tepat di depan kiara dengan gerakan tangan dan bibirnya yang hanya berjarak satu jengkal.
"Tapi.."
Cup..sebuah kecupan mendarat lagi di bibir kiara.
"Setiap kali menyela pembicaraan kamu kena hukuman" arsen tersenyum miring.
"Kedua kita tidak akan menutupi pernikahan ini lagi..mau kamu setuju ataupun tidak" arsen menegakkan kembali tubuhnya dan duduk santai di depan kiara.arsen melihat tubuh kiara yang masih menegang karena serangannya malah menggunakan kesempatan ini.
"Ketiga kita akan melakukan kewajiban dan hak masing-masing tanpa paksaan..mulai hari ini..kamu mengerti" tanya arsen pada kiara yang nampak masih belum sadar lalu menepuk pipinya sambil menahan senyum.
"Haa..apa.." tanya kiara bingung ketika arsen menepuk pipi menyadarkannya.
"Aku tanya apa kamu mengerti apa yang aku katakan ?" tanya arsen lagi sambil tersenyum kecil.
"Iya aku ngerti..tapi..aku manggil kamu apa sekarang" kiara menatap arsen meminta jawaban.arsen hanya mengangkat bahunya.
"Aku tidak perduli kamu mau panggil apa..saat ini aku hanya mau kamu" ucap arsen mendekati wajahnya pada kiara.
Arsen mulai mengecup kecil bibir itu dan dia bisa merasakan tubuh kiara yang menegang.kecupan itu berubah menjadi ******* yang penuh hasrat.kiara merasakan sakit di bibirnya karena arsen menggigitnya,tanpa sadar membuka mulut dan kesempatan itu di gunakan arsen untuk menjelajah lebih dalam.
Kiara mulai terbuai dengan ciuman arsen yang lembut sampai hilang akal.namun ketika dia sudah menikmatinya, arsen dengan seenaknya menghentikan dan meninggalkannya untuk menerima panggilan telepon yang berbunyi sedari tadi.
"Kok berasa kesel ya" gumam kiara meraba bibirnya dan menatap arsen kesal yang pergi untuk menerima panggilan telepon.