
"BODOH !!" arlan melempar remote tv yang ada di genggamannya pada orang suruhannya."Bagaimana mungkin kamu bisa seidiot ini bahkan mengurus satu orang perempuan saja tidak becus ! cuiih" arlan menatap tajam orang suruhannya yang tertunduk takut.
"Sabar tuan arlan.anggaplah ini sebuah pemanasan bukankah lebih seru jika kita buat shock terapi pada gadis itu" ucap seseorang yang duduk santai sambil memegang gelas winenya.
Arlan menoleh pada laki-laki yang tadi bicara dengannya,tak lama kemudian senyuman licik terbit di wajahnya.
"Ahh kamu benar miguel..kita akan bermain-main dulu sampai gadis itu hampir gila..no no no bukan gila tapi melakukan hal gila " ucap arlan dengan senyum tipis tersungging.
"Melakukan hal gila ?! yaah hal gila" alis miguel terangkat sebelah sambil menyesap winenya.
"Kalau begitu mari kita lakukan miguel..dan kamu...KELUAR !!"teriak arlan keras.
Orang itupun keluar bergegas tanpa menoleh lagi.arlan memutar kursi rodanya kembali menghadap jendela menatap pemandangan gedung pencakar langit yang menjulang.
Mungkin hari ini dia akan menyudahi dulu aksinya dan menunggu reaksi arsen atas apa yang terjadi pada gadis itu.sungguh dia penasaran hubungan antara arsen dengan gadis itu.jika dugaannya benar maka menjadikan gadis itu targetnya adalah sangat tepat.dia sudah mencari informasi mengenai arsen namun yang di dapat hanya data mengenai dirinya sepuluh tahun silam.
Karena itu dia membutuhkan miguel untuk membantunya menjadi lebih mudah dan cepat.miguel adalah orang yang dia percaya dan dapat diandalkan dalam pekerjaan yang sulit dia tangani.
Kesibukannya dalam menangani beberapa pekerjaan sedikit membantunya untuk mengalihkan pikiran dan suasana hatinya tentang kiara.meski dia tidak memungkiri jika kiara masih melekat di hatinya namun arkhan berusaha untuk mencoba menerima kenyataan.
Tanpa terasa sudah dua minggu berlalu dia menetap di negara ini dengan segala kesibukan dan aktivitasnya yang padat.entah dari sekian banyak staff,relasi bahkan teman yang selalu ada setiap hari masih tidak mampu mengisi kekosongan hatinya.dia seolah hidup tapi seakan tak bernyawa.
"Bagaimana menurut anda mr.arkhan ?" pertanyaan seseorang di sebelahnya mengejutkannya.
"Ohh maaf.." arkhan menghela napas kecil dan mengulas senyum tipis menoleh sekilas pada orang di sebelahnya.
"Tidak apa-apa..sepertinya anda butuh istirahat.yaah minggu-minggu ini pekerjaan memang padat sekali"
"Yahh begitulah..so apa yang kamu bicarakan tadi " arkhan megalihkan pembicaraan dan mencoba fokus pada pekerjaannya.
"Ini kandidat model dari agency yang berkolaborasi dengan kita di eropa.mereka memberikan para model ekslusifnya untuk beberapa pekerjaan atas nama art studio"
"Oke..berapa lama kontrak mereka dengan kita ?" tanya arkhan sembari melihat beberapa file data para model yang di berikan.
"Enam bulan..tapi mereka tidak menutup kemungkinan akan memperpanjangnya"
"Dia niken prameswari pada umur 15 tahun dia pernah menjadi model remaja di agency kita"
"Apa ?! tunggu apa maksudmu model di agency kita ? niken prameswari.."arkhan memijat pelipisnya berusaha untuk mengingat.
"Apakah.."
"Tepat.dugaan anda benar mr.arkhan beberapa tahun kemudian dia menghilang dan pihak niken membayar kompensasi yang tidak sedikit pada art studio masalah itu telah selesai tanpa jalur hukum.namun kemunculannya setelah itu dengan seorang anak yang menjadi misteri hingga saat ini.dia sama sekali tidak pernah melakukan konfrensi pers mengenai anak itu"
"Hmm menarik ! justru itu yang membuat dia semakin terkenal hingga berhasil masuk famous" gumam arkhan mengusap dagunya dengan senyum tersungging menatap foto niken.
"Baiklah kita ambil dua model salah satunya DIA " lanjut arkhan dan meletakkan foto niken pada meja sambil mengangsurkannya pada sang assisten.
"Baik saya akan segera menghubungi pihak famous untuk mengatur kontraknya"
"Yaah cepat pergi sana" arkhan mengibaskan tangannya.
Ketukan pulpen pada meja yang berulang menandakan si pemilik tengah berpikir keras.arlan menekan tombol intercom meminta sang sekretaris menghadapnya.
"Apa masih ada jadwal hari ini " tanya arlan ketika sang sekretaris sudah berdiri di hadapannya.
"Jadwal bapak hari ini masih ada rapat dengan direksi jam 3 lalu lanjut makan malam dengan perusahaan angkasa jam 7.30 nanti malam" terang sang sekretaris.
"Kamu atur ulang schedule dengan para direksi karena jam 3 ini saya ada keperluan mendesak..untuk makan malam pindah lokasi ke hotel sahud buat reservasinya dari sekarang" titah arlan sambil mengetik sesuatu pada ponselnya.
"Baik pak ! kalau begitu saya permisi"
"Silakan"
Arlan membereskan mejanya dan memasukan beberapa dokumen atau file ke dalam tas kerjanya.lalu dia menghubungi seseorang yang sedari tadi berada dalam pikirannya.
"Hallo sweetie bagaimana perjalananmu ?"