
Sudah satu minggu berlalu dari kejadian memalukan di kantor dan itu masih saja membuat kiara merasa malu jika bertemu desta.seperti pagi ini desta yang datang berkunjung ke apartemennya.
"Pagi kiara..eh kok gak di jawab salam orang,dosa lho ra"ucap desta dengan senyum jahil begitu pintu itu terbuka.
Kiara menghela napas dan berlalu meninggalkan desta di depan pintu.desta malah mengekor masuk mengikuti arah tujuan kiara.kiara menarik kursi pantry melanjutkan kembali sarapannya yang tertunda.
"Wah asyik sarapan, tau aja lo ra gue belum sarapan" ucap desta sumringah melihat banyaknya makanan di atas meja pantry.kiara memutar mata melihat tingkah absurd bossnya di kantor.
"Ra gue mau nanya kali ini lo jawab ye serius nih"ucap desta yang sibuk mengisi piringnya."laki lo mana gak keliatan ?" lanjut desta yang mulai mengunyah makanannya.
"Mandi" balas kiara singkat.
"Mandi ?! gila gue di suruh dateng pagi-pagi dia sendiri baru mandi"gerutu desta"terus lo gak ikutan mandi juga ra" goda desta kembali ke mode jahil.
Kiara mengabaikan pertanyaan desta dia memilih fokus pada sarapannya.andai desta tahu saat ini jika wajahnya sudah memerah menahan malu.
"Ra muka lo merah tuh..jangan-jangan.."
Sesuatu yang mendarat di punggungnya bergerak mengusap membuat kiara lega karena mampu membungkam mulut lemes desta.
"Dasar setan lo,tau-tau udah nongol aje gak kedengeran suaranye"
Arsen mengacuhkan desta dia berdiri di samping kiara dan mencomot satu kentang goreng dari dalam piring milik kiara. kiara mendongak dengan senyumnya pada arsen yang mengambil sarapannya.
Cuupp
"Morning"sebuah kecupan selamat pagi mendarat di bibir kiara dari sang suami.
"Ya elah bisa gak sih lo berdua gak bikin illfil depan gue"sungut desta menyaksikan kemesraan sepupunya.
"Udah cuekin aja kak,anggap aja gak ada orang" kiara menahan arsen yang akan membalas ucapan desta.dan arsen hanya mengendikkan bahunya lalu menarik kursi di samping kiara.
"Selamat pagi tuan dan nyonya mavros..selamat pagi tuan desta"
Suara sapaan seseorang membuat ketiga orang yang menikmati sarapannya itu menoleh.mereka melihat kedatangan pedro dan lingga secara bersamaan.
"Lho kapan kalian masuk kok aku gak denger bel ya"ucap kiara bingung alih-alih menjawab salam mereka.
"Maaf nyonya,tuan arsen menyuruh kami menggunakan lift pribadi "pedro menjawab kebingungan kiara.
"Oh..gitu ya..terus kenapa pak desta gak lewat situ juga..nyusahin orang bukain pintu"sindir kiara pada desta.
"Sengaja emang tujuannya pengen ngerjain lo ra"balas desta dengan senyum jahilnya.
"Lebay..by the way kalian udah sarapan belum ? maaf kursi pantrynya cuma ada 3 kalian sarapan dulu di meja makan aja ya"Kiara berdiri memindahkan makanan yang ada di depannya ke meja makan"kalian berdua juga pindah ke meja makan"lanjutnya pada arsen dan desta.
Di tengah perbincangan mereka yang seru meski arsen cuma mendengarkan dan tersenyum kecil sesekali,terdengar suara notif dari handphone kiara.dia melihat nama terra mengiriminya pesan singkat.
"Oh iya lupa..keasyikan ngobrol sama kalian aku lupa ada janji sama terra"kiara menepuk keningnya.
"Kak aku ijin ya..ke mall seberang jalan sebentar, sekalian aku juga mau cari contoh souvenir untuk acara 4bulanan nanti"lanjut kiara berbalik menghadap arsen.
"Kenapa gak lo anter aja sih"sela desta sebelum arsen menjawab bukan tanpa alasan desta menyarankan itu.dia berharap arsen membatalkan pertemuan ini karena dia juga sudah mempunyai janji dengan pacarnya.seharusnya hari libur dia gunakan untuk bersenang-senang.
"Baiklah kamu boleh pergi..jangan pulang terlambat"
"Terima kasih kak..oh ya mas lingga hari ini gak usah ikut lagian deket kok cuma di seberang jalan dan itu juga lewatnya gak musti keluar dari gedung ini"ucap kiara yang melihat lingga segera menghabiskan sarapannya.
Arsen meletakkan pisau makannya dan menatap kiara dan lingga bergantian kemudian menyesap kopinya.
"Boleh ya kak..hari ini aja!"bujuk kiara setelah melihat reaksi arsen yang mengeluarkan aura menakutkan.
Seperti biasa pedro yang memahami suasana hati bossnya langsung mengambil alih peran bossnya.
"Baiklah nyonya bisa pergi tanpa lingga tapi dengan catatan tolong beritahu saya atau lingga jika nyonya dalam kesulitan"ucap pedro pada kiara ramah lalu menoleh pada arsen yang sedang memakan buah sambil menatapnya tajam.
Melihat arah pandang pedro dan jakun pedro yang menelan saliva kiara melihat arsen yang sedang menatap pedro tajam.dia merasa tak enak hati pada pedro.
"Kak.."
"Kamu boleh pergi tanpa lingga..hubungi salah satu dari kami jika kamu kesulitan dan jaga diri kamu baik-baik"ucap arsen yang memotong ucapan kiara dengan tersenyum manis namun masih melirik ke arah pedro.
"Beneran kak makasih..aku pergi ya kak..daaah semuaa"ucap kiara senang dan berlalu dari sana.
Sepeninggal kiara pedro menyuruh lingga untuk mengikutinya secara diam-diam tanpa sepengetahuan kiara.tidak lupa juga pedro memberikan sesuatu pada lingga tanpa di ketahui oleh lingga.
Di salah satu sudut ruangan sebuah resto cepat saji yang berada di luar mall,kiara melihat seorang wanita cantik yang berpenampilan modis tampak duduk dengan anggun.
"Hai.. sorry lama nunggu ya mbak"kiara menyapa ramah terra.
"Santai aja lagi, aku juga baru sampe kok"ucapnya dengan senyum manis "oh ya kamu mau makan dulu atau langsung aja nih mumpung masih pagi kita ke tempat lain dulu.mall kan buka jam 10 sekarang baru jam 8.30 mending kita ke cari tempat lain,jangan takut aku tahu kok tempatnya di sana banyak pilihan kamu pasti suka"lanjut terra menawarkan kiara pilihan.
"Langsung aja mbak lagian aku udah sarapan juga kok"
"Hemm baiklah.."terra berdiri dari duduknya dan menggamit tangan kiara untuk berjalan bergandengan
"Oh iya kia kamu tunggu di sini dulu aku ambil mobil dulu di ujung sana..kasian kamu nanti capek kalo harus ikut ke sana lagian kamu juga baru sampe istirahat dulu di sini ya"ucap terra kemudian yang meminta kiara menunggu di depan restoran cepat saji dan kiara pun mengangguk mengiyakan.
Setelah kepergian terra tak berapa lama kemudian datang seorang pria paruh baya berdiri di samping kiara.pria itu menghembuskan asap vapenya sambil menanyakan waktu pada kiara.
Beberapa menit kemudian kiara nampak lemas dan tak sadarkan diri,pria itu segera menopang tubuh kiara dan sebuah mobil van putih berhenti di hadapan mereka. keluarlah dua orang pria dari dalam mobil itu untuk membantu menggotong kiara masuk ke dalam mobil.
Dari tempatnya mengintai lingga masih dapat melihat kiara namun sebuah mobil van putih menghalangi pandangannya.dengan sigap lingga berlari untuk melihat kiara dia tidak ingin sedetikpun kiara lepas dari pandangannya karena nyawanya di pertaruhkan di sana.
Alangkah terkejutnya lingga ketika dia melihat kiara yang di bopong dua orang pria di masukkan ke dalam van.lingga berlari lebih cepat namun sayang mobil itu sudah melaju. tak kalah akal lingga melihat sepasang kekasih dengan motor sport berhenti tak jauh darinya.
"Maaf bung boleh saya pinjam motornya adik saya di culik"lingga berusaha meminjam.
"Apa-apaan nih lo mau begal ya"ucap pria itu yang turun dari motor setelah mengantarkan sang pacar.
"Akh bacot lo !! buugh.."tanpa basa basi lingga memukul pria itu hingga jatuh tersungkur
"Sorry gue pinjem dulu motor lo kalo mau ganti rugi hubungi nomor itu"teriak lingga sambil melemparkan sebuah kartu nama.
Kejadian yang menjadi pusat perhatian itu tak di hiraukan lingga.bagaimana ke depannya berurusan dengan hukum tak dia pikirkan.karena saat ini hanya kiara yang menjadi tujuannya.