Kiara

Kiara
49.



Libur tlah tiba


Libur tlah tiba


Hore hore


Pemandangan pagi ini membuat arsen berhenti melangkah untuk mengambil minum dia menopangkan tubuhnya pada kusen pintu dengan bersedekap.


Lirik lagu yang terus di nyanyikan kiara berulang-ulang sambil bergoyang semakin menerbitkan senyumnya di tambah tampilan kiara yang mengenakan stelan piyama panjangnya dengan rambut di gelung asal terlihat seksi di mata arsen.


Cukup sudah mengamati istri cantiknya sedari tadi. secara diam-diam arsen mendekati kiara yang sedang mencuci piring. arsen memeluk kiara dari belakang memberi kecupan pada pipinya dan turun menyusuri mencium serta mengendus lehernya.


"Kaakk gelii ! nanti di liat mama malu"


"Mama udah liat dari tadi ra" suara sita yang tiba-tiba terdengar membuat tubuh keduanya menegang dengan cepat mereka memisahkan diri. arsen mengusap tengkuknya berbalik menghadap sita dengan salah tingkah sedangkan kiara berpura-pura melanjutkan pekerjaannya.


"Itu gelas udah kinclong ra gak usah kelamaan bilasnya, gak berubah juga"


"Ihh apa sih ma!"


"Kamu jadi anter mama ke pasar gak ra ? nanti sore mama jadi pulang, udah kelamaan mama di sini keseringan mergokin kalian mesra bikin mata mama ternodai"


"Udah deh ma gak usah di bahas !"ucap kiara dengan malu dan arsen dengan santai mengambil air dingin lalu menarik kursi tinggi di dekat meja pantry.


"Nak arsen mau ikut juga ke pasar ?"tanya sita pada arsen yang duduk sambil meneguk botol air mineralnya.


Dengan cepat arsen menggeleng dengan bibir tersungging tipis.


"Oh,kalau begitu cepet kamu mandi sana ra udah mulai siang nih"


"Iya ma" kiara membilas tangannya dan beranjak dari dapur di ikuti dengan gerakan arsen yang akan berdiri.


"Kamu mau kemana ?"


"Yah mandi gimana sih!"jawab kiara bingung dengan pertanyaan sang mama.


"Maksud mama nak arsen di sini aja temenin mama kita ngobrol sambil ngeteh kalau kamu ikut ara bisa jamuran mama nunggu kalian turun"


Kiara yang mendengar ucapan mama pada arsen menahan senyum dan melihat arsen yang kembali duduk dengan salah tingkah.


Pasar yang terletak di pusat kota itu tampak ramai padat pengunjung. kiara berkali-kali menghela napas melihat sang mama yang begitu antusias mendatangi dari satu toko ke toko yang lain tanpa rasa lelah. dan lebih takjub lagi keberadaan lingga yang sengaja menjaga jarak masih sigap mengikutinya kemanapun. sebenarnya sempat terjadi perdebatan antara dirinya dan arsen. namun lagi-lagi perdebatan itu dimenangkan oleh arsen dan dia harus pasrah sepanjang hari di ikuti oleh bodyguard.


"Ra kamu ngerasa gak kalau dari tadi ada yang ngikutin kita semenjak dari keluar rumah terus stasiun kereta api dan sampe sekarang "bisik sita di sela-sela memilih pakaian.


"Perasaan mama aja kali"jawab kiara berusaha tenang agar sang mama tak curiga.


"Gak ini serius ra !"ucap sita yang ternyata menyadari keberadaan lingga.


"Baiklah mama benar dia mas lingga orang suruhan arsen untuk ngawasin kita berdua" balas kiara dengan suara berbisik.


"Apaa..!jadi arsen gak percaya sama kamu gitu ?pake nyuruh orang buat ngawasin kamu segala"


"Bukan gitu ma..nanti deh ara jelasinnya"


"Oke ! kalau gitu daripada dia cuma ngikutin kita doang mending sekalian buat bantu bawa barang ra. panggil sana !"


"Aiih si mama malah jadi aji mumpung make tenaga orang"


"Iya terserah mama deh"


Lewat tengah hari perburuan merekapun selesai. sekarang mereka berada di sebuah rumah makan untuk makan siang, kiara yang melihat lingga kerepotan dengan barang belanjaan membantunya menurunkan sebagian.


Kiara tak habis pikir kenapa sang mama lebih memilih belanja di pasar pusat grosir ini ketimbang di mall dan juga memilih menggunakan transportasi kereta api ketimbang mobil pribadi. dan kiara memutuskan untuk pulangnya dia akan menggunakan layanan taksi online. siapa juga yang mau repot bawa barang banyak naik kereta.


Akhirnya kiara menceritakan semua tentang lingga pada sang mama dan lingga memilih duduk terpisah dari kiara. pandangan kiara menatap keluar jendela seketika senyum lebar terbit di bibirnya.


"Ma liat di luar ada penjual selendang mayang kok aku jadi ke pengin ya"


"Yah udah beli sana..mumpung ada ra"


"Iya aku beli dulu ya" kiara berdiri dan menggeser kursinya untuk keluar dari rumah makan.


Lingga yang melihat kiara menuju keluar segera mengakhiri makannya. namun segera di cegah kiara dan kiara langsung menghampiri sang penjual. namun ketika hendak membayar tiba-tiba ada yang merampas dompet di tangannya dan berlari cepat.


"COOPEETT !!" teriak si penjual begitu menyadari pembelinya yang berteriak dan ikut berlari mengejar si pencopet.


Lingga yang mendengar teriakan suara kiara secepat kilat dia keluar dari rumah makan dan mengikuti arah kiara yang berlari mengejar seseorang.


Pencopet itu terus berlari memasuki gang-gang kecil untuk mengecoh kiara. lingga yang mampu menyusul kecepatan lari kiara terus mengejar si pencopet sampai tiba di sebuah gang buntu yang ternyata sebuah markas atau basecamp si pencopet. di sana ternyata ada beberapa orang teman si pencopet.


Kiara yang tiba di belakang lingga dengan nafas terengah terkejut melihat lingga yang di kepung oleh beberapa orang preman.


"Mas linggaa !!"teriak kiara panik


"Cepat pergi non !!" lingga memperingati kiara.


"Enak aja maen nyuruh pergi. kita maen-maen dulu ya cantik"


Tiga orang preman mendekati kiara yang kian terpojok. kiara menoleh melihat lingga yang sedang melawan para preman.


"Sepertinya mas lingga mampu melawan mereka.aku gak perlu khawatir lagi"batin kiara.


Lingga yang merasa cemas dengan keadaan kiara yang terpojok tiba-tiba merasa terkejut pasalnya kini dia melihat kiara yang mampu melawan tiga orang preman itu. lingga membuat gerakan yang membuatnya mendekat pada kiara. kini mereka saling merapatkan punggung untuk melawan para preman yang sepertinya tidak ada habisnya.


"Mas lingga kita bikin cepet selesai aja ya ! tahan tubuh aku ya mas"


"Tapi non.."


Sebelum ucapan lingga selesai kiara sudah melompat ke atas tubuhnya, memegang kedua bahunya sebagai penopang dan mau tidak mau lingga menahan pinggang kiara yang melakukan tendangan memutar cukup keras.


Perkelahian sengit yang berlangsung antara preman dan pasangan duel seperti di film action. berakhir dengan para preman yang jatuh tersungkur di tanah. kiara tersenyum lega menatap para preman yang tergeletak tanah.


"Udah lama gak olah raga capek juga ya" ucap kiara sambil menepuk nepuk kedua tangannya.


"Non gak apa-apa kan"tanya lingga cemas.


"Santai aja mas..yuk kita pulang mama pasti ngoceh lagi kelamaan nunggu"kiara berjalan ke salah satu orang preman yang memegang dompetnya dan mengambilnya lalu mengeluarkan beberapa lembar uang dan menyelipkan di sela jari preman yang pingsan itu.


"Kasihan mas buat beli obat merah sama kompres aja" ucap kiara menjawab kebingungan lingga atas apa yang di lakukannya tadi.


Dan mereka berdua meninggalkan tempat itu kembali ke tempat sita berada. tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi melihat dan merekam kejadian tadi serta melaporkannya pada seseorang.