Kiara

Kiara
59.



"Wanita bodoh !! dia meminta pada tuhan untuk menyelamatkan anaknya..anak yang mana ?! sedangkan anak itu sendiri belum terbentuk wujudnya..hahahahaa benar-benar goblok" arlan terkekeh sambil sesekali menyesap winenya menatap luar jendela.


"Arsenio juan mavros bersiaplah untuk kehancuranmu !!" seringai arlan di ruangan kosong yang hanya ada dirinya dan melempar gelas winenya.


Sementara itu arsen yang telah mengerahkan seluruh bawahannya untuk mencari keberadaan kiara dan lingga terlihat gusar. dia memacu motornya semakin cepat dan kencang meninggalkan mobil desta dan pedro yang berusaha mengimbangi laju motornya.


"Gila ! untung nih jalanan udah di steril !"


Pedro tersenyum tipis mendengar teriakan desta pada earphonenya.


"Tuan desta sepertinya ponsel lingga telah aktif, lihat di layar gps mobil anda ada dua titik saat ini dan...ohh shiitt tuan arsen merubah rutenya dia menuju landasan helipad"


"Hahaha..insting berburu nih bocah kuat, dia ngerasa titik yang berada di luar pulau itu pasti keberadaan aranya"


"Kalau begitu saya akan ikuti tuan arsen dan anda tolong menuju lokasi keberadaan lingga sepertinya sinyal ponsel lingga berada di sebuah rumah sakit" ucap pedro pada desta setelah memastikan lokasi sinyal itu.


"Eh,kok jadi lo yang ngatur ! gak, gue yang bakal ikutin arsen lo yang.."


"Ekhemm.." arsen berdehem keras mendengar perdebatan kedua orang itu dan membuat desta terdiam dan menerbitkan senyum tipis pada pedro.


"Kalau begitu kita akan berpisah di persimpangan depan sana, tuan desta!"


"Akkh sial lo berdua, seneng-seneng gak pernah ngajak gue! arsen, pastikan lo bawa ara pulang..bawa istri lo pulang !" ucap desta pada arsen yang bersamaan dengan berpisahnya mereka di persimpangan jalan.


Arlan mendekati kiara, dia mengguncang tubuh kiara dengan menggunakan tongkat.


"Ckck..perempuan tolol..bisa-bisanya arkhan suka sama lo" arlan menggeleng dramatis.


"Cepat berikan suntikan itu !! aku akan mengurangi rasa sakitnya.. jadi bertahanlah setidaknya sampai arsen datang !" perintah arlan pada seseorang yang berpakaian seperti dokter.


"Baik tuan arlan" dokter itu mengangguk kecil pada arlan lalu mendekati kiara.


"Pastikan semuanya selesai sekaligus!" ucap arlan dingin.


"Baik tuan" dokter itu mulai memegang tangan kiara yang terkulai namun gerakannya terhenti ketika dia merasakan denyut nadi kiara. dokter itu menatap ke arah arlan menanyakan kebenarannya dengan isyarat pandangan.


"Kenapa ?! kamu tidak mau melakukannya setelah tahu dia hamil ? ingatlah satu hal yang perlu kamu lakukan hanya memberikan suntikan setelah itu tutup rapat mulutmu" ucap arlan memberi peringatan.


Dengan sedikit gemetar dokter itu mulai menggulung lengan baju kiara. " benar-benar malang nasib kalian..maaf" batin sang dokter.


Dengan seringai di wajahnya arlan menyaksikan dokter itu menyuntikkan obat pada kiara. kiara melenguh ketika jarum suntik itu menembus kulitnya.


"Reaksi obat ini akan terlihat setelah 30 menit dan efeknya sangat luar biasa. perempuan itu mungkin tidak akan mampu menahan rasa sakitnya. berikan dia sedikit minum untuk mengurangi efeknya, itupun jika anda masih punya hati." jelas dokter itu lalu pergi meninggalkan arlan yang sedang memandangi keadaan kiara yang mengenaskan.


"Kalian jaga perempuan itu jika dia sadar dan kesakitan beritahu aku. aku benar-benar ingin melihat wajah kesakitannya" seringai iblis itu terbit di wajah arlan yang berlalu dengan kursi roda elektriknya.


Beruntung pedro dapat mengejar arsen tepat waktu sesaat sebelum helikopter itu berangkat. dengan lincah pedro dapat menaiki helikopter yang sudah sedikit naik, tiupan angin kencang dari baling-baling bukanlah hambatan baginya.


sebuah pulau kecil tampak dari ketinggian, layaknya seperti sebuah kota mandiri dengan fasilitas dan peradaban saat ini. sinyal starchip itu menunjukkan pada sebuah bangunan tak terpakai dekat danau.


Suara bising dari helikopter menjadi penarik perhatian para penjaga di sana. arsen sudah memperhitungkan semuanya, perlengkapan senjata juga sudah tersedia di dalamnya. pedropun mengikuti gerakan arsen yang menyiapkan beberapa jenis senjata untuk pertahanannya.


Beberapa orang menyerang membabi buta, pertempuran sengit tak terelakkan. arsen dan pedro bekerja sama untuk merangsek masuk pertahanan mereka. seperti orang kerasukan arsen menghabisi lawannya tanpa ampun pun dengan pedro.


"Woii kita meriah kan pestanya !!" teriak seseorang yang tiba-tiba ikut membantai dengan santainya.


"Good job" batin arsen tersenyum miring melihat kedatangan desta dan beberapa anak buah terbaik pilihannya.


"Lo pikir gue bakal nurut sama lo kali. gak bakal gue lewatin ini begitu aje !" ucap keras desta ketika sudah berada di samping pedro yang sedang bertarung dengan musuhnya.


"Selamat datang tuan desta !" balas pedro dengan berteriak sambil menghindar dari tendangan.


Arlan tersenyum miring melihat kesakitan kiara yang memeluk perutnya sendiri. di sampingnya miguel hanya menatap lurus pada kiara.


"Aaaaakkkkhhh..."kiara menjerit nyalang.


Di sudut ruangan beberapa anak buah arlan berdiri siaga laksanan anjing penjaga.


"Brraaakk"


Arsen menendang mendobrak pintu kayu yang lapuk itu. kehadirannya di sambut anak buah arlan yang menodongkan pistol ke arahnya. arsen menatap nyalang dan buas pada sosok yang berada di belakang para anjing penjaga. sampai akhirnya matanya tertuju ke sosok yang merintih kesakitan di atas ranjang kayu.


"Hahahaaa..ternyata sang pahlawan datang juga..tidak sampai 24jam lo sukses menemukan tempat ini..ternyata,. lo bukan orang sembarangan. tapi..,sayang sekali saat ini bini lo sekarat, gue gak akan biarin lo hidup bahagia..hahahaa" arlan tertawa lepas.


Dorr..dorr..dorr


Tembakan dari arah belakang arsen berhasil melumpuhkan orang-orang yang menghadang arsen. segera arsen menggunakan celah yang di berikan desta dan pedro untuk melawan.


Dan kini tinggal selangkah lagi dia mendekati kiaranya. namun, tendangan miguel berhasil membuat langkahnya terpundur ke belakang.


Kini untuk kedua kalinya arsen dan miguel saling berhadapan lagi setelah beberapa tahun berlalu. pedro melihat pertarungan arsen dan miguel yang begitu sengit mereka terlihat sama kuat. namun dia sempat melihat arlan yang mendekati kiara. pedro ikut membantu arsen melawan miguel.


"Tuan arsen..cepat bawa nyonya pergi !!" teriak pedro pada arsen.


"Gak semudah itu..buugh" miguel meninju rahang pedro.


Pedro meludah dan menatap tajam pada miguel. arsen tersenyum sinis melihat ekspresi pedro dengan santai dia melenggang mendekati kiara.


Arlan mengeluarkan pisau lipatnya dia mendekatkan kursi rodanya ke sisi ranjang. pisau itu terangkat ke atas untuk menghujam tubuh yang merintih itu. tarikan keras kursi rodanya membuatnya gagal melakukannya.


Arsen menarik kencang kursi roda itu menjauhi kiara dengan amarah yang meluap dia lampiaskan semuanya. tak perduli jika saat ini musuhnya hanya seorang disabilitas. tinjuan berkali-kali pada wajah arlan bertubi-tubi di berikan tanpa ampun sampai akhirnya arsen menarik pelatuk pistolnya ke arah kepala arlan.


"Aaaakkhh saaakkitt..!! toooloong saakitt..aakkhh!!"


Teriakan kiara mengalihkan perhatian arsen dari arlan. segera arsen berlari ke arah kiara meninggalkan arlan yang terkulai di kursi rodanya.


Arsen melihat kiara yang merintih kesakitan. dia segera mengangkat kiara namun alangkah terkejutnya arsen ketika dia melihat banyak bercak darah yang menembus celana panjang kiara. terlebih lagi ketika kiara jatuh tak sadarkan diri saat dia mengangkat tubuhnya. membuatnya berteriak keras memanggil nama istrinya.


"Araaa..!!"


Pedro dan desta yang sibuk dengan perkelahiannya terdiam sesaat mendengar suara teriakan arsen.


Buuugghh


Membuat keduanya harus merasakan kerasnya pukulan lawan, yang membuat mereka tersadar harus membalas kembali.