Kiara

Kiara
39.



"Hahaha..jangan naif lo..! buka mata lo bego..kelakuan tuh cewe gak sebagus penampilannya yang sok alim..kasian banget gue sama lo !" tukas arlan dengan tawa sinisnya.


"Sialan lo..gue masih tetep gak percaya !" balas arkhan tak kalah sengit.


"Terserah lo..! terus mau ngapain lo dateng kemari ?gue sengaja gak nampakin diri biar si bangsat arsen itu ngira gue udah chekout,dan gue nyewa resort ini atas nama assisten gue.dan gue juga masih penasaran sama keberadaan bangsat itu di sini" sarkas arlan berasumsi sendiri.


"Haah..gue gak perduli soal arsen ! gue cuma pengen ketemu kiara tanpa di ketahui arsen..lo ngerti maksud gue kan..?" ucap arkhan sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menerawang menatap langit-langit kamar.


Arlan mengabaikan ucapan saudara kembarnya,dia memutar kursi rodanya mendekati jendela kamar.entah mengapa dia merasa akhir-akhir ini seperti ada seseorang yang mengawasinya.arlan menyibak sedikit tirai yang menutupi jendela itu.tampak olehnya cahaya terang yang telah tergantikan dengan sinar lampu.


Malam ini tampak begitu ramai di sebuah hotel yang sedang menyelenggarakan sebuah acara ulangtahun suatu perusahaannya.arlan mempersiapkan dirinya tugasnya adalah menggantikan posisi sang ayah menghadiri acara tersebut.kedatangan arlan di tempat ini selain ingin menemui klien,dia juga memenuhi keinginan sang ayah untuk datang pada undangan ulangtahun perusahaan rekan bisnis sang ayah.


Dua orang saudara kembar itu memasuki ballroom sebuah acara yang di helat secara megah.arkhan sengaja menawarkan diri untuk ikut karena ia tahu perusahaan yang sedang menghelat acara besar ini adalah perusahaan tempat kiara bekerja.berbeda dengan arkhan jika arlan mengetahui perusahaan yang menjadi rekan bisnis sang ayah adalah milik ayah desta sepupu dari arsen rivalnya.


Kali ini arlan berharap dia bisa bertatap langsung dengan arsen dan melihat secara langsung reaksi arsen terhadapnya.dengan senyum yang penuh maksud arlan memasuki ruangan luas dengan penuh dekorasi yang elegan dan mewah.kursi roda electricnya memudahkannya tanpa harus bantuan orang lain dan arkhan berjalan gagah di samping arlan.


Sementara itu kesibukan terlihat di sebuah kamar hotel.tiga orang gadis itu sibuk berdandan menjadi yang tercantik di pesta ulangtahun perusahaan tempat mereka bekerja.


"Mbak nisa.." panggil kiara pada temannya yang sibuk melukis wajahnya dengan kuas make up-nya.


"Heemm.." jawab nisa tanpa menoleh dari cermin riasnya.


"Aku gak dateng ke acara ya..jujur aja mbak aku gak bisa dan gak suka acara yang banyak orang kaya gini" tutur kiara pada nisa.


"Ya ampuun kia..kita kan udah bahas semaleman dan kamu udah janji sama kita mau dateng..ingat,sebagai permintaan maaf kamu yang tadi siang" ucap nisa mengingatkan janji kiara.


Kiara mendesah setelah kejadian siang tadi dirinya terciduk oleh kedua sahabatnya.akhirnya mau tidak mau dia menceritakan semuanya tentang arsen dan mereka sangat terkejut ketika mengetahui statusnya yang telah menikah.sebagai balasan dari permintaan maaf kiara mereka meminta kiara untuk datang ke acara ulang tahun perusahaan malam ini.


Mereka menempati meja sesuai dengan nomor yang tertera pada undangan.kiara tampil sangat cantik malam ini dengan menggunakan gamis yang berbahan sutra dan brokat membuatnya semakin cantik dan anggun.dia sengaja meminta ijin pada arsen untuk berangkat menuju tempat acara bersama teman-temannya.


"Mbak nisa..yesha..aku ke toilet dulu yaa" bisik kiara pada kedua sahabatnya.


"Ya udah..ayuk aku temenin" sahut ayesha.


"Gak usah..aku sendiri aja,kalian santai aja nikmatin acaranya..terutama kamu yes..jangan pernah tinggalin ruangan ini siapa tau ada jodoh kamu di sini" ledek kiara pada ayesha yang di acungi jempol nisa.


"Ya udah cepet sana..kamu ada di sini makin bikin gue gak keliatan meski gue udah dandan cetar gini tetep aja blur di mata mereka" sungut ayesha dan mengusir kiara agar lekas meninggalkan meja mereka.


Nisa dan kiara tersenyum menahan tawa melihat tingkah ayesha yang tampak kesal. Kiara pun berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan ballroom tempat acara.dia sengaja beralasan hanya untuk mencari keberadaan arsen yang tidak nampak di manapun.padahal pria itu sudah mengatakan padanya akan hadir.


Arkhan menelusuri pandangannya ke setiap undangan yang duduk di mejanya,dia tidak perduli meski beberapa kali arlan menegurnya dan menyebutnya 'norak'.dan tiba-tiba pandangannya terpusat pada sosok wanita yang mengenakan gamis sutra kombinasi brokat hitam yang berjalan keluar ruangan.


Dengan tergesa dia berdiri dan menyusul wanita itu yang berjarak beberapa meter darinya.gerakan arkhan yang tergesa membuat arlan ikut memiringkan kepalanya mengikuti arah pandang arkhan.dan dia hanya tersenyum miring melihat kekonyolan yang di lakukan saudara kembarnya.


Sebelumnya kiara sudah mengirim pesan pada arsen untuk bertemu di taman dekat caffe hotel.dan langkahnya terhenti ketika sebuah suara memanggilnya dan dia merasa familiar pada suara itu.


"Kiara..tunggu !!" panggil arkhan segera dan dia dapat melihat jika wanita itu menghentikan langkahnya ternyata penglihatannya tidaklah salah.


Kiara berbalik untuk memastikan dugaannya,dan dia terkejut dengan keberadaan seseorang yang sempat membuat hatinya berbunga.namun daripada itu kiara lebih terkejut lagi ketika mengetahui ternyata bukan hanya arkhan yang ada di sana tapi arsen juga yang baru tiba berjarak dua meter di belakang arkhan.


"Mas ar..khan..kak arsen.." ucap kiara yang merasa kikuk di hadapan arkhan sambil menatap lurus ke belakang tubuh arkhan.


Merasa penasaran atas pendengarannya karena ucapan kiara yang menyebut nama arsen,maka arkhan pun ikut berbalik dan dia melihat seorang arsen yang berdiri tegap menatapnya tajam.


Arsen berjalan melewati arkhan yang masih berdiri seolah tak percaya apalagi setelah dia melihat dengan mata kepalanya sendiri.ketika dengan mudahnya arsen mencium kening kiara dan merangkul pinggangnya ingin membawa pergi dari hadapannya.


"Kiaa..bisa kita bicara !" panggil arkhan yang sontak menghentikan langkah keduanya dan membuat arsen menggeretakkan gigi menahan emosi dalam dirinya.