
Arsen dan kiara memutuskan untuk kembali pada kegiatan masing-masing.setelah makan di kamar,tadi kiara sempat menelpon ayesha namun tidak di angkat, kiara lupa jika ia menggunakan nomor arsen ayesha tidak akan pernah mengangkat nomor yang tak di kenal.akhirnya ia memutuskan menelpon nisa dan bersyukur nisa mengangkat telponnya untuk janjian di lobi hotel.
Sepanjang jalan menuju lobi hotel arsen sangat sibuk dengan ponselnya membuat kiara jengkel.dari kejauhan kiara melihat nisa dan ayesha menunggu di kursi tamu hotel,dia melambai pada nisa dan ayesha.begitupun nisa dan ayesha yang juga melambai pada kiara.
Dengan tersenyum cerah kiara ingin berlari menemui mereka.namun tarikan pada pashminanya hingga tersampir ke bahu membuat kiara berbalik pada si pelaku.
"Apa sih kak ?" ucap kiara dengan bibir cemberut dan merapikan ciput ninja rajutnya yang ikut sedikit tertarik.
"Jangan lari..lantai licin" jawab arsen dengan gerakan tangannya lalu kembali memasang pashmina kiara yang merosot di bahu karena tarikannya.
Kiara menoleh ke arah kanannya dan ia baru menyadari jika di sana terpampang papan peringatan lantai licin.
"Hehehe..oh iya aku gak liat kak..makasih" ucap kiara tersenyum malu karena bertingkah seperti anak kecil.
Arsen hanya tersenyum tipis lalu menepuk kepala kiara lembut.
"Kalau begitu aku bertemu desta dan pedro dulu..kamu hati-hati..sampai ketemu nanti malam" ujar arsen dan mencubit pipi kiara lalu berjalan berbelok ke kiri arah caffe.
Kiara menatap kepergian arsen dan ia mengingat arsen mengatakan'sampai ketemu nanti malam' padanya."nanti malam..! ketemuan..! ah,bodo deh gimana entar malam aja" batin kiara sembari mengangkat bahunya acuh lalu berbalik cepat,sampai dia tidak menyadari jika di belakangnya ada kursi roda yang baru datang.dan kiara pun menabrak kursi roda itu sampai jatuh terjerembab ke lantai.
"Aaww!!" kiara jatuh terduduk dan dia terkejut melihat orang yang berada di kursi roda tersebut."Mas arkhan..?!" gumam kiara menyelidik dari atas ke bawah.dan orang itupun terkejut begitu melihat wajah kiara yang masih di ingatnya dengan jelas.arlan dapat melihat wajah cantik kiara yang meringis dan mengusap bokongnya.
Nisa dan ayesha yang melihat kiara jatuh langsung berlari kecil dan mendekat membantu kiara berdiri.begitupun arsen yang mendengar teriakan kiara, ia berbalik hendak menghampiri namun langkahnya terhenti ketika dia melihat nisa dan ayesha telah membantu kiara.
"Kamu gak apa-apa ki ?" tanya nisa sembari memegang bahu kiara untuk membantunya berdiri.
"Gak apa-apa mbak.."balas kiara pada nisa dengan mata yang tertuju pada orang itu. dan kiara menyadari orang itu bukan arkhan karena rambutnya lebih pendek.
"Tidak apa-apa,saya juga salah berhenti di belakang anda tadi" ucapnya dengan senyum ramah yang sama seperti arkhan.
Ayesha yang sedari tadi diam memperhatikan mulai bersuara dan membuat mata kiara melebar akan ucapan ayesha.
"Lho,bukannya ini mas arkhan ya ? kamu kok ga inget sih ki,dia kan pacar kamu kan " ayesha menunjukkan jarinya antara kiara dan arlan.
"Ehh tunggu..maaf ya mas tapi seingetku mas arkhan gak pake kursi roda..tapi kok mukanya mirip banget" ayesha mendekat pada arlan dan menyelidik pada diri arlan.
"Memang benar aku bukan arkhan..! kenalkan namaku arlan aku saudara kembar arkhan" arlan yang merasa risih atas sikap ayesha langsung memperkenalkan diri.
Mereka bertiga terkejut mendengar pengakuan arlan.setelah terlibat dalam perbincangan ringan mereka memutuskan pergi untuk makan siang yang cukup telat.
Setelah kepergian kiara dan teman-temannya arlan menoleh ke arah dimana arsen memperhatikan interaksinya dengan mereka.tatapan mereka bertemu meski dengan jarak yang cukup jauh arlan dapat melihat bara itu masih ada dalam diri arsen.
Arsen menatap tajam pada arlan,sedari tadi arsen memperhatikan interaksi mereka.dan dia merasa mengenali orang yang berada di atas kursi roda itu.dugaannya benar ketika akhirnya dia bersitatap dengan orang itu meski dengan jarak yang cukup jauh.arsen masih mampu mengenali wajah arlan walau puluhan tahun berlalu.
Arsen berbalik setelah di lihatnya kiara telah menghilang dari jangkauan pandangannya,berbeda dengan arlan yang masih mengikuti bayangan arsen sampai menghilang dengan senyum smirk penuh rencana di kepalanya.
Arsen menyadari jika arlan masih memperhatikannya.dia mulai mengetikkan sesuatu pada ponselnya.
"Mulai detik ini lakukan penjagaan pada kiara 24 jam penuh.dan jangan sampai kiara merasa di awasi.pilih orang terbaik yang kita punya.keselamatan ara adalah nyawamu"
Wajah pedro nampak terkejut setelah dia membaca pesan yang di terimanya,desta yang melihat perubahan pedro merebut ponselnya dan membaca pesan itu.
"Sepupu gila ! hahaha..sepertinya tugasmu bertambah bro..jangan lupa minta naik gaji" sindir desta pada pedro sembari menggeleng pura-pura prihatin dan di tanggapi pedro santai sambil menyesap kopi hitamnya.pedro sangat penasaran siapa musuh bossnya kali ini.