
Flashback
Sekelompok anak remaja yang berkumpul di kantin sekolah tampak riuh, ketika beberapa murid geng devil's yang di ketuai arlan memasuki kantin tersebut. Terutama barisan para murid perempuan yang mulai tebar pesona.
Lima orang itu berjalan menuju tempat yang menjadi bagian dari kekuasaannya, yang tidak bisa di duduki oleh orang lain dan semua murid tahu akan hal itu. namun hari ini mereka di buat kesal, rival mereka tepatnya arlan ada di sana.
"Heh..minggir lo ! ngapain lo duduk di sini !!" arga salah satu dari mereka menegur desta.
"Lebay lo !" sahut desta yang malah asyik menyeruput es jeruknya.
"Wahh, nantangin lo !" celutuk ardi yang berbadan paling kecil tapi paling songong.
Desta menggeser gelasnya dan menyilangkan tangannya di dada.
"Lo liat kan..kursi depan lo tuh banyak kalo gak di manfaatin sayang banget. lagian cuma orang bego yang mau nurut aturan gak jelas yang kalian buat sendiri. bikin selera makan gue ilang aje..****** lo semua" ucap desta kesal sambil berdiri menatap lima devils penguasa sekolah ini.
"Jaga mulut lo ! jangan besar kepala karena lo ngerasa aman di sini. hati-ha.."
"Kenapa.. lo mau ngancem gue, sayangnya gue gak takut bahkan meski bapak kalian yang punya negara ini.gue-gak-takut."
"Udahlah lan..! gak guna ngurusin dia, kita makan ajalah"
"Nah, denger tuh sodara lo si arkhan gak guna ngurusin gue..byee"ucap desta yang pergi berlalu dari sana.
"Anjriitt makin songong aje tuh anak !" arman menimpali.
"Sekali-kali kita perlu kasih pelajaran sama tuh anak" sahut ardi.
"Itu pasti tapi gak sekarang, tunggu tanggal mainnya" seringai arlan yang masih menatap kepergian desta.
Suasana kelas yang ramai dengan dominasi suara anak perempuan yang ngerumpi. mereka seolah tak mendengar suara bel yang berbunyi yang artinya proses belajar mengajar akan segera di mulai. sampai akhirnya seorang guru laki-laki masuk bersama dengan siswa baru di kelas 12a berhasil membuat mereka bungkam.
"Oh my..jodoh gue dateng juga !"
"Gila ini sih gak nyesel gue ngejomblo dua bulan ini, kalo akhirnya dapet yang beginian."
"Mulai sekarang gue bakal rajin dateng ke sekolah, no bolos-bolos lagi"
"Malaikat gue dateng dari surga"
"Imamku datanglah padaku"
Celoteh-celoteh konyol memecah suasana menjadi riuh dan ramai. anak-anak perempuan memulai aksinya bersiul dan menyapa genit pada anak baru itu. sedangkan para murid laki-laki hanya menggeleng melihat tingkah absurd teman perempuan sekelasnya.
"Silakan perkenalkan diri kamu !" ucap guru yang bernama mr.eddie itu.
"Ok sir, hello..nama saya arsenio juan mavros..saya pindahan dari institute le rosey switzerland"
"Whaaatt.." kompak mereka tercengang setelah arsen menyebutkan salah satu sekolah termahal di dunia itu. bahkan mr.eddie yang mendapat julukan lizard langsung merubah wajahnya seramah mungkin.
"Terima kasih..mohon bantuannya"
"Pasti kita bantu kok"
"Mau di bantu apa ganteng..sini bilang sama akyu"
"Sudah..sudah..sudah..jangan berisik ! silakan kamu duduk terserah di mana aja"
Arsen mengedarkan pandangan dan dia melihat desta di sudut belakang ruangan. arsen berjalan menuju kursi belakang di samping desta, dan sang sepupu menyambutnya dengan senyum lebar sambil melakukan salam anak muda.
"Ga nyangka ternyata uncle luke bisa bangkrut juga. tapi buat di sini lo masih golongan orkay nomor wahid kok" ledek desta. arsen hanya tersenyum menanggapi ocehan desta karena sejujurnya dia tak mengerti maksud desta.
"Bagaimana sudah kau pikirkan ?"
"Iya..dan aku juga sudah cari tahu mengenai sekolah itu, ternyata di sana masuk golongan sekolah termahal dan berstandar internasional"
"Lalu apa keputusanmu ?"
"Aku akan tetap ikut daddy dan mom ke sana"
"Apa kamu tidak akan menyesal keluar dari sekolahmu yang sekarang ? ingat le rosey bukanlah sekolah sembarangan fasilitas terlengkap ada di sana"
"Dad benar, tapi aku hanya ingin tau seperti apa kehidupan di sana, jujur aku muak dengan teman-teman sekolahku yang setiap hari membicarakan pesta dan kekayaan orang tua mereka. sekolah itu lebih banyak mengoleksi orang kaya dunia di banding orang pintar." jelas arsen sambil mengayunkan stik golfnya.
"Baiklah, empat hari lagi kita berangkat dan sepertinya mom mu sedikit kecewa dengan keputusanmu."
"Aku tahu dad, nanti aku akan bicara dengan mom"
Arsen tersadar dari lamunannya ketika suara bel terdengar nyaring di ruangan kelasnya.
"Kantin bro" desta menepuk lengannya.
"Okay tapi aku mau ke toilet dulu"
"Ya udah tar aja toilet yang arah kantin, di sono mah sepi jarang ada siswa yang mau ke situ soalnya mereka suka denger suara aneh gitu"
"Suara aneh..maksud kamu di sana ada hantu"
"Hahaha gak tau juga, soalnya gue sering ke sana malah gak pernah denger apa-apa itu udah jadi toilet pribadi gue sekarang lebih wangi dan bersih"
"Hmm.." arsen tersenyum kecil melihat kelakuan sepupunya.
Mereka berjalan beriringan layaknya tour guide desta menceritakan setiap ruang yang mereka lewati. dan setiap koridor yang mereka lalui selalu saja menjadi pusat perhatian para siswa.
Mereka berpisah di persimpangan desta menyuruh arsen untuk lurus melewati ruang lab dan aula seni sedangkan dia menuju kantin berbelok ke arah kiri.
Arsen berjalan lurus sesuai yang di ucapkan desta. dia melewati ruang lab yang terkunci namun masih dapat terlihat dari luar melalui pintu kaca dan jendela. sampai ketika dirinya melewati aula seni yang di dominasi dengan ornamen kayu, tempat ini sedikit terlihat seram.
Dia terus berjalan, namun tepat ketika dirinya di depan pintu kayu bernuansa artistik itu telinganya mendengar suara aneh tapi baginya suara ini sangat familiar di negaranya. arsen mendekati pintu itu yang ternyata ada sedikit memberi celah untuk sekedar mengintip.
Dirinya benar-benar terkejut dengan apa yang di lihatnya. sepasang anak remaja sedang bercinta di tumpukan kain yang berserak seperti kain untuk pameran. dia jelas melihat posisi gadis itu yang di atas menghadap pintu ke arahnya dan kepala si laki-laki yang terbenam di dadanya sambil satu tangannya sibuk bermain di dada yang satunya.
"Ah..ah..ga..aku udah gak tahan"
"Hmmph.." ucap anak laki-laki itu yang sibuk mengulum sesuatu yang kenyal.
"Ah..a..aku..mau..ah..ka..kamu..diatas arga"
"Ah..bae kamu nikmat kamu..aku masih pengen nikmatin atas kamu dulu..yang di bawah kan udah di dalem kamu goyang bae biar nikmat" ucap anak laki-laki yang bernama arga itu lalu menjilati leher jenjang gadis.
"Ah..ah..ga..tunggu..tunggu sepertinya ada yang ngintip deh" gadis itu menahan kepala arga yang bermain di lehernya dan menunjuk ke arah pintu yang kosong.
"Apasih bae..gak ada siapa-siapa juga..awas kamu ya bikin jantung aku deg-degan sekarang giliran aku yang bikin kamu senam jantung" arga langsung membalik posisi gadis itu membelakanginya dan memompanya dengan cepat.
"Argaaa..faster..ahh"
Arsen menghela nafas lega hampir saja dirinya ketauan melihat kelakuan dua remaja gila itu. dia tidak habis pikir bagaimana mungkin hari pertama sekolahnya dia sudah melihat hal seperti ini. dan yang lebih gila lagi dia membaca di internet negara ini sangat menjunjung tinggi nilai adab dan moralitas.
Tapi apa yang di lihat dan di bacanya sungguh tidak sama. arsen tersenyum tipis ternyata di negara yang berjuluk dengan budaya ketimuran atau kesopanan tinggi masih saja ada pelaku yang mencorengnya. arsen menghela nafas sekali lagi, dia keluar dari toilet dan memutuskan untuk merahasiakan kejadian ini.