
Assalamualaikum semua balik lagi bersama author selamat membaca jangan lupa vote sama likenya yah😊 karena itu berharga bagi aku。◕‿◕。.
Oke lanjut part 23......
Tak terasa 1 jam telah berlalu,dan sekarang jam menunjukkan pukul 01:00 malam, tetapi belum ada tanda-tanda dokter yang menangani Dara keluar dari ruangan itu.
Namun tak berselang lama kemudian tiba tiba.
Cklek...
Suara pintu terbuka,yang sontak saja membuat Kia, Samuel,dan Bik Inah menoleh kearah pintu tersebut.
Samuel, dan Kia langsung menghampiri dokter yang baru saja keluar dari dalam ruangan Dara.
Yap yang keluar dari dalam ruangan itu adalah dokter yang menangani Dara.
"Dengan keluarga pasien?"tanya dokter laki-laki paruh baya itu.
"Ya,saya ayah Pasien dok, bagaimana keadaan anak saya dok."ucap Samuel.
"Mari keruangan saya pak,ada yang ingin saya sampaikan kepada bapak mengenai kondisi pasien."ucap dokter itu.
"Baiklah dok ayo."ucap Samuel.
"Om Kia ikut ya"pinta Kia.
"Yasudah ayo"ajak Samuel.
Skippp sampai ruangan dokter tadi....
"Silahkan duduk pak."ucap dokter itu.
"Terimakasih dok" balas Samuel.
"Baik, mengenai kondisi pasien kami pihak rumah harus mengatakan bahwa, akibat peristiwa kecelakaan bapak,dan anak bapak tersebut menyebabkan kebutaan permanen pada anak anda, akibat benturan keras yang mengenai wajahnya,saya turut prihatin atas yang terjadi pada anak anda." Ungkap dokter tersebut.
Ayah Samuel,dan Kia terdiam kaku mendengar ungkapan dokter tersebut.
Dia tidak bisa membayangkan kalau Dara tahu kalau dia buta saat sadar nanti.
"Apakah tidak ada pengobatan atau terapi yang bisa mengembalikan penglihatan anak saya dok?"tanya ayah Samuel lirih.
"Ada pak, tetapi haru melakukan operasi donor mata, permasalahannya adalah apakah ada yang mau mendonorkan mata terhadap anak bapak."jawab dokter itu.
"Saya bersedia dok."ucap ayah Samuel.
Kia terkejut mendengar ucapan ayah Samuel yang bersedia untuk mendonorkan matanya terhadap Dara.
"Om!!om gak boleh seperti ini,kalau om donorin mata om ke Dara,gimana sama perusahaan milik om,dan om harus tetap kuat supaya Dara gak patah semangat."
Ucap Kia tak terima kalau Samuel mendonorkan matanya terhadap Dara.
"Kia,om gak bisa bayangin kalau Dara sadar dan tahu dia buta."ucap ayah Samuel menahan tangisnya.
"Om tenang aja,kita cari pendonor matanya bareng-bareng,Kia yakin pasti ada,yang terpenting saat ini kita harus memberikan Dara semangat supaya dia bisa menerima keadaannya sekarang." Ucap Kia.
Samuel terdiam mendengar ucapan Kia,Kia benar yang terpenting saat ini adalah dirinya harus memberikan semangat kepada putranya.
"Dokter, apakah Dara sudah bisa di jenguk?."
Tanya Kia.
"Oh, Pasien sudah bisa di jenguk,tetapi tolong jangan berisik."ucap dokter tersebut.
"Baiklah dok,kalau begitu kami keluar, permisi Dok." Balas Kia.
"Ayo om kita jenguk Kia."ajak Kia.
"Baiklah, saya permisi Dok."ucap Samuel.
Skipp sampai di depan ruangan Dara.....
Saat ini ayah Samuel dan Kia sudah sampai di depan pintu ruangan Dara, mereka langsung memasuki ruangan Dara,dan terlihat lah Dara yang sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
"Ya Tuhan, cobaan apalagi yang kau berikan kepada putriku ini, penyakitnya saja belum sembuh,dan sekarang ia harus kehilangan penglihatannya lagi."batin Samuel menatap sendu putrinya.
Tiba-tiba seorang suster datang ke ruangan Dara...
"Permisi pak,saya ingin menyampaikan bahwa pasien atas nama Dara akan sadar besok saat sore hari."ucap suster tersebut.
"Oh iya makasih sus informasi nya."balas ayah Samuel.
"Iya pak sama-sama,saya permisi pak"ucap suster itu lalu meninggalkan ruangan itu.
Kia mengelus kepala Dara sambil berucap...
"Dar,cepat sembuh ya, nanti aku bakal bantu cariin pendonor mata buat kamu."ucap Kia berbisik di telinga Dara.
"Iya nak,kamu hati-hati ya."ucap Samuel.
"Iya om."ucap Kia setelah itu berjalan menuju pintu ruangan Dara,saat akan membukakan pintu ruangan Dara tiba-tiba ....
"Kia tunggu"panggil Samuel tiba tiba,yang membuat kia sontak saja menoleh kebelakang menatap Samuel.
Samuel menghampiri Kia yang berdiri di ambang pintu yang sedang menatapnya bingung.
"Ya,ada apa om?"Tanya Kia bingung.
"Pulang lah bersama supir om,biar nanti supir nya,om suruh balik lagi besok."ujar Samuel.
"Kia bisa kok om pulang sendiri,dan Kia juga takut ngerepotin."ucap Kia tak enak sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Om tahu pasti kamu pulang nya berjalan kaki kan,kamu gak boleh nekat Kia,ini sudah tengah malam gak baik buat anak perempuan seperti kamu berjalan sendirian di tengah malam begini."ucap Samuel.
"Yaudah deh om,makasih ya tumpangannya."ucap Kia berterima kasih.
"Yaudah,om telpon dulu ya sipir om."balas Samuel.
Skip nelpon ....
"Kia, supir om udah di parkiran rumah sakit, hati-hati di jalan."ucap om Samuel.
"Baik om, sekali lagi makasih ya om." Ucap Kia tersenyum.
"Iya sama sama,kayak Sama siapa aja."sahut om Samuel.
Skip sampai di parkiran....
Sesampainya Kia di parkiran rumah sakit,Kia yang melihat supirnya on Samuel pun langsung menghampiri nya.
"Non Kia ya."tanya supir tersebut saat kia sudah di hadapan nya.
"Iya mang."jawab Kia tersenyum.
"Yaudah naik atuh neng."ucap supir itu sambil membukakan pintu mobil untuk Kia.
"Makasih mang."ucap Kia setelah duduk di kursi penumpang.
Di perjalanan Kia merenungkan apa yang terjadi saat ini pada Dara,dia sungguh tak tega melihatnya seperti itu.
Tiba-tiba melintas di pikirannya mengenai bundanya,gawat! Pasti bundanya sudah pulang dari pestanya ayah Dion, habislah dirinya sudah jika sampai di rumah nanti.
"Ya Allah,Semoga saja ayah sama Bunda udah tidur."ucap Kia dalam hati.
Skip sampai di rumah...
Saat ini Kia berada di depan gerbang rumah nya,dia melihat mang Asep di post lagi minum kopi.
Mang Jupri POV.
"Aku yang sedang ngopi di post melihat ada mobil yang berhenti,aku melihat ternyata nona Kia yang keluar dari dalam mobil itu.tapi Siapa yang mengantarkan nya malam malam begini,dari mana nonanya tersebut."pikir mang Jupri
POV end.
Back to Kia.....
"Mang bukain pintu nya dong."ucap Kia.
"Iya non."jawab mang Jupri.
"Makasih ya mang."ucap Kia setelah gerbang terbuka.
"Iya sama-sama non."balas mang Jupri.
...........................
Kia memasuki rumah nya dengan cara mengendap-ngendap,ia merasa bersyukur karena keluarga nya sudah tidur.
Namun,saat akan Menaiki tangga tiba-tiba suara sang ayah mengagetkannya.
"Udah dapat berapa duit malam ini?"ucap ayah Daniel datar.
Lanjut part 24.
Assalamualaikum makasih ya udah baca jangan lupa follow Sama votenya ya
Kalau ada salah kata mohon maaf,dan tolong di beritahu di komen ya☺️.
Maaf ketikannya belum serapih yang kalian inginkan,tapi author bakal berusaha untuk merapikan tulisan author:)
Lanjut di part 24 yah☺️。◕‿◕。