
"Apaa !! jadi maksud lo gadis itu kemungkinan adalah istrinya arsen ?" laki-laki itu berteriak pada seseorang di seberang sana.
"Seperti yang lo lihat di foto itu arsen mendampingi gadis itu ke rumah sakit bukankah itu sudah cukup untuk menjadi bukti saudaraku !"
"Gue masih gak percaya !"
"Bodoh !! come on dude buka mata lo lebar-lebar perempuan itu gak pantes buat lo..gue udah kasih tau lo kalo dia udah nikah sama arsen dan asal lo tau saat ini cewek idaman lo itu sekarang ..ha-mil !! bangun arkhan "
Praaakk
Arkhan melempar ponselnya hingga membentur dinding. tubuhnya yang bersandar pada dinding meluruh ke lantai kepalanya mendongak frustasi. jika benar apa yang di ucapkan arlan haruskah dia menyerah. namun entah kenapa hatinya merasa tidak rela.
Berminggu-minggu dia menyibukkan diri berusaha mengalihkan perasaannya dengan setumpuk pekerjaan dan meninggalkan negaranya dengan harapan hatinya tak merasakan sakit lagi. entah berapa banyak waktu lagi yang dia butuhkan untuk melupakan kiara.
Arkhan berdiri dia mengambil kunci mobilnya dan pergi ke suatu tempat yang mampu membuatnya terhibur. dia hanya ingin melupakan sesaat tentang kiara dengan segelas wine. namun sepertinya arkhan membutuhkan lebih dari itu dan pada akhirnya diapun tertidur di depan meja bartender.
"Lihat deh ken, gak di mana-mana selalu aja ada yang mabok sampe tidur di tempat kek gini" tunjuk seorang wanita pada temannya yang menghampiri meja bartender.
"Maklumin aja sih selama mereka gak rese"ucap gadis itu yang ternyata niken. durinya berada di tempat ini karena salah satu rekan modelnya sedang berulang tahun.
Niken pun mengambil duduk melewati dua bangku di sebelah arkhan tanpa perduli keadaan arkhan yang tertidur menutupi wajahnya.
Ketika sedang berbincang, niken mendengar pergerakan di sebelahnya dia menoleh ke samping di lihatnya arkhan yang bergerak tak nyaman. kali ini niken dapat melihat wajah pria yang meletakkan kepalanya miring diatas tumpuan tangannya.
"Za..sstt..za "niken memanggil temannya yang tengah berbincang dengan bartender tampan.
"Issh nih orang cepet banget geraknya kalo liat cowok ganteng mah" gumam niken dengan sedikit gemas dengan tingkah temannya lalu niken menepuk pundaknya.
"Apaa!! ganggu aja lu"
"Kamu liat tuh !!ternyata dia itu pak arkhan boss art studio tempat kita kerja za"
"Masa sih, yang bener !" gadis yang bernama gizza itu memicingkan matanya untuk melihat lebih jelas.
"Oh god beneran dia mr.arkhan "
"Pak arkhan, dia gak suka di panggil mister. yah udah kita bantu bawa dia pulang aja " ajak niken pada gizza.
Merekapun membawa pulang arkhan setelah membayar minuman yang di pesannya. dengan bantuan petugas keamanan yang memasukkan arkhan ke dalam mobil kemudian mereka menuju hotel terdekat.
Ke esokkan harinya arkhan terbangun kepalanya masih terasa pusing dan berdenyut sepertinya dia mengalami hangover. setengah sadar arkhan melihat dirinya berada di atas kasur dengan cepat matanya melihat ke sekeliling ruangan. Dia merasa bingung dan aneh siapa yang telah membawanya ke hotel lebih tepatnya membantunya.
Arkhan menoleh ketika suara pintu kamar hotel itu terbuka dan masuk seorang petugas hotel membawa sarapan. di belakang petugas itu arkhan melihat sekretarisnya dira membawa papper bag yang ia duga berisi baju gantinya. Arkhan menyibak selimutnya dan turun dari kasurnya beruntungnya pakaiannya masih utuh yang itu berarti dia tidak melakukan sesuatu di luar batas.
"Selamat pagi pak arkhan. bagaimana keadaan anda ?"
"Masih agak sedikit pusing, bagaimana kamu tahu aku ada di sini ?" selidik arkhan sambil menuju kamar mandi membasuh wajahnya.
"Oh itu, tadi subuh saya mendapat telepon dari nona niken memberitahu kondisi dan keberadaan anda pak" dira menjelaskan pada arkhan.
"Niken ! maksudmu dia yang membawa aku kemari"
Arkhan menghela napas, dia meletakkan handuk kecil itu di atas kasur dan melihat isi papper bag yang di bawa dira.
"Apa jadwal saya hari ini ?"
"Jam sepuluh ada meeting dengan perusahaan minuman soft drink terkait iklan tersebut lalu ada makan siang bersama model di hotel kemudian.."
"Cukup !!" Arkhan menghentikan ucapan dira selanjutnya.
"Kamu sudah sarapan ?" tanya arkhan yang sedang menikmati kopi hitamnya.
"Sudah pak" jawab dira sopan. arkhan menatap dira dan melihat jam tangannya.
"Kamu gak pandai berbohong ! duduk dan sarapan sama saya" perintah arkhan kemudian.
"Tapi pak.."
"Diraa..!" suara arkhan sedikit meninggi dan itu artinya dia tidak ingin di bantah.
"Baik pak "
Kesibukan di studio tempat pemotretan terpantau oleh arkhan. setelah meeting dirinya memutuskan untuk melihat langsung jalannya pemotretan. arkhan memperhatikan seorang wanita yang sedang berpose di depan kamera, warna kulitnya kuning langsat dan tinggi tubuh proposional dengan rambut panjang sebahu sedikit ikal.
Wanita itu tampak luwes berpose tanpa banyak di beri arahan dia sudah mengerti apa yang harus di lakukan. pantaslah dia menyandang model internasional sebuah majalah fashion terkenal di eropa. Bahkan rumor mengenai dirinya yang mempunyai anak haram tak membuat surut popularitasnya.
Pemotretan sesi wanita itu selesai dan di ganti dengan model lain. arkhan berjalan mendekat pada model yang dia tahu bernama niken. niken yang tampak sibuk dengan ponselnya tak menyadari kedatangan arkhan yang sudah berjarak hampir tiga meter darinya.
Arkhan melihat niken yang memainkan ponselnya sambil duduk di kursi kayu kemudian meletakkannya di sisi telinga. ketika jaraknya hampir sampai langkahnya terhenti.
"Araaa !! kangen banget" ucap niken dengan antusias.
Arkhan menghentikan langkahnya dan mencuri dengar dengan berpura-pura memberi instruksi pada beberapa staff. ternyata niken adalah sahabatnya kiara dari obrolan yang dia dengar.
Yang menjadi pertanyaan arkhan saat ini apakah kiara yang di maksud adalah orang yang sama dengan yang ada di pikirannya. lalu seandainya prediksinya benar akankah dia memanfaatkan niken untuk membantunya.
Arkhan bergelut dengan pemikirannya sendiri hingga tak menyadari niken telah berdiri di sampingnya.
"Pak arkhan ! oh bagaimana keadaan anda ? sudah sehat pak ?" sapa niken yang membuat arkhan sedikit terkejut.
"Oh..i..iya saya baik, ehm terima kasih atas bantuan anda semalam"
"Tidak masalah, lagi pula saya gak sendiri bantu bapak tapi berdua sama dia tuh" balas niken sambil menunjuk ke arah model yang saat ini sedang berpose.
"Iya saya juga akan berterima kasih sama dia" ucap arkhan ramah.
Niken tersenyum dan mengangguk kecil kemudian menatap arkhan yang berada di sampingnya.
"Saya tahu bapak menguping pembicaraan saya, dan saya akan bilang kiara sahabat saya adalah orang yang sama yang ada di pikiran bapak " ucap niken santai dengan senyum yang merekah di bibirnya.
Arkhan terkejut ternyata tingkahnya yang kekanakan mencuri dengar pembicaraan orang di ketahui oleh niken. sungguh benar-benar memalukan. mau di taruh di mana harga dirinya di depan niken. dengan senyum kikuk arkhan berlalu tanpa mengucapkan sepatah katapun. niken memandang lucu pada arkhan yang berlalu dari hadapannya.