
Assalamualaikum semua balik lagi bersama author selamat membaca jangan lupa vote sama likenya yah😊 karena itu berharga bagi aku。◕‿◕。.
Oke lanjut part 27......
Hingga Kia memutuskan untuk berpamitan terlebih dahulu kepada Om Samuel, dan Dara.
"Om, Dara Kia pulang dulu ya,besok Kia kesini lagi deh buat jenguk Dara."pamit Kia.
"Iya Dar makasih ya udah mau repot-repot jenguk aku."balas Dara.
"Iya, berhati-hati lah di jalan Ki."sambung om Samuel.
Setelah itu Kia berjalan menuju pintu keluar ruangan Dara,Kia berjalan menyusuri koridor rumah sakit pelan-pelan.
Hingga saat Kia melihat sosok seseorang yang sepertinya ia kenal,Kia berhenti dan bersembunyi di balik dinding rumah sakit,ia bisa melihat bahwa sosok orang tersebut adalah keluarga nya.
Yang terdiri atas Ayah, Bunda, Kenzo, Tiara, beserta paman Diego,dan bibi Tania.
Kia melihat mereka memasuki ruangan tersebut bersama-sama.
Kia yang penasaran pun berjalan menuju ruangan yang di masuki oleh keluarganya tadi,dan kebetulan saja pintu ruangan itu tidak tertutup rapat.
Kia mengintip dari celah pintu yang tak rapat itu,Kia melihat seluruh keluarga nya duduk di sofa yang ada di ruangan itu,dan ada seorang dokter laki-laki yang berada di depan mereka.
Hal yang dapat Kia dengar dari pembicaraan di dalam adalah....
"Jadi bagaimana kondisi anak saya dok?"tanya paman Diego.
"Begini pak,putri bapak sudah pulih dari luka yang berasal dari kecelakaan yang putri bapak alami, tetapi untuk penyakit jantung bawaan lahir anak bapak kondisi nya semakin memburuk."jelas dokter tersebut panjang lebar.
Semua yang berada di ruangan itu terdiam mendengar penjelasan dokter, mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing.
Sementara di sisi Kia,ia syok mendengar penjelasan dokter tentang kondisi kesehatan Tiara.
"Astagfirullah,Gak nyangka ternyata Tiara punya penyakit yang serius"gumam Kia.
................
Kembali ke keluarga Kia...
Setelah hening beberapa saat, tiba-tiba Tia mengeluarkan suara nya.
"Dokter apakah tidak ada cara supaya saya bisa hidup normal?"tanya Tia sendu.
Bunda Kia yang berada di samping Tiara langsung mengusap pundak Tiara menenangkan Tiara.
"Tidak ada, selain mendapatkan pendonor jantung untuk anda."balas dokter tersebut.
Tiara langsung lesu mendengar ucapan dokter tersebut,bibi Tania yang melihat anaknya sedih pun ikut mengelus pundak pundak putrinya.
...........
Sementara Kia yang melihat perlakuan Bunda nya itu pun merasa iri pada Tiara.
"Apa nanti kalau aku sakit juga Bunda akan sekhawatir itu sama aku gak ya?"gumam Kia.
"Apa bunda mau rawat aku penuh kasih sayang?"tanya Kia pada dirinya.
"Sudah lah, ngapain sih kamu Kia mikirin yang gak bakal kamu dapatin."rutuk Kia pada dirinya sendiri, rasanya kepalanya mau pecah memikirkan begitu banyak masalah yang dihadapi nya.
Kia memutuskan untuk pergi meninggalkan ruangan itu, sebelum Keluarga nya melihat dirinya.
..........
"Terima kasih dokter, kalau begitu saya dan keluarga saya pamit undur diri." Ucap paman Diego.
"Iya pak sama-sama,hati hati di jalan pak."
Balas dokter tersebut.
...........
Saat ini Kia sudah berhenti untuk ke dua kalinya,Kia duduk di pinggiran jalan sebentar untuk mengatur nafas nya, sebelum kembali melanjutkan perjalanan nya.
Kia meminum AQ*A botol yang di bawanya sedari tadi,buat yang bingung AQ*A botol nya dari mana.
Jadi, waktu di perjalanan Kia berhenti membeli air minum karena merasa haus.
................
Sementara di sisi keluarga Kia...
Saat ini keluarga Kia sedang berada di dalam mobil menuju pulang.
Kenzo yang sedang bermain handphone Nya mendengar musik sambil melihat ke arah jendela mobil tiba-tiba melihat sosok yang sangat ia kenal.
"Itu bukannya kia."gumam Kenzo.
Kenzo melihat Kia yang sedang duduk di pinggir jalan, sambil meminum air dari botol Aqua,dengan raut wajah lelah.
"Kenapa bisa dia sampai disini."tanya Kenzo pada dirinya.
Kenzo merasa kasihan melihat Kia yang seperti itu,ia merasa dadanya nyeri melihat raut wajah lelah serta keringat bercucuran di dahinya Kia.
Walaupun dia sudah terbiasa melihat Kia berjalan kaki, namun ia belum pernah melihat raut wajah kelelahan yang saat ini Kenzo lihat.
Dan lebih mirisnya ia melihat Kia yang seperti anak jalanan yang duduk di pinggiran jalan kota, sambil meminum Aqua botol yang isinya tinggal setengah.
"Andai aja Lo gak bunuh Kenzi,pasti gua gak bakal sebenci ini ke Lo."batin Kenzo.
"Dan gua juga bisa menyanyangi Lo, seperti dulu."batin Kenzo lagi.
...........
Kembali ke Kiara...
Kia melanjutkan perjalanan nya kembali, karena ia merasa nafasnya mulai teratur ia memutuskan kembali melanjutkan perjalanan nya kembali.
Sekitar 30 menit kemudian Kia sudah sampai di depan gerbang rumah nya.
Kia langsung memasuki rumah nya karena ingin segera membersihkan diri, karena badan sudah terasa lengket sekali.
Saat memasuki rumah Kia bertemu kenzo yang sedang berada di ruang tamu bermain handphone.
"Dari mana Lo?"tanya Kenzo menatap Kia datar.
"Tadi aku habis jenguk Dara di rumah sakit,kan Abang tau kalau Dara sama ayah nya baru saja kecelakaan."jawab Kia jujur.
"Ternyata dia habis dari rumah sakit."batin Kenzo.
"Oh iya, Ayah sama bunda kemana bang?."tanya Kia.
"Mereka pergi menjenguk Dara, sama Om Sam ke rumah sakit."jawab Kenzo seadanya.
Kia hanya berohria mendengar jawaban dari Kenzo.
"Kia keatas dulu ya bang."ucap Kia,yang di balas anggukan oleh Kenzo, setelah itu berjalan menuju kamar nya.
Kia tersenyum saat Abang nya sudah mulai mau merespon dirinya dengan baik ketika di ajak berbicara,tidak seperti biasanya yang selalu ketus,dan terkesan dingin.
Lanjut part 28....
Assalamualaikum makasih ya udah baca jangan lupa follow Sama votenya ya
Kalau ada salah kata mohon maaf,dan tolong di beritahu di komen ya☺️.
Maaf ketikannya belum serapih yang kalian inginkan,tapi author bakal berusaha untuk merapikan tulisan author:)
Author lama up nya karena author lagi males ngetik,jadi maaf kalau nunggu part selanjutnya sedikit lama.
Lanjut di part 28 yah☺️。◕‿◕。