Kiara

Kiara
70.



"Assalamualaikum.."


"Wa alaikumsalam..oalah cucu oma yang ganteng udah dateng, iih manja banget sih kalo udah ketemu sama papanya" sita menghampiri kiara yang datang bersama arkhan dan arash dan membiarkan kiara yang mencium tangannya dengan takzim.


"Daritadi gak mau lepas itu, ma"


"Kangen kali ra, udah lama gak ketemu kan..gimana kabarnya nak arkhan..keluarga di indo sehat kan"


"Alhamdulillah tan, semua sehat " jawab arkhan sambil mendudukan arash di kursi meja makan.


"Syukurlah kalau begitu. oh yaudah tante tinggal masak dulu yaa..yuk, ra bantuin mama" kiara mengikuti sang mama ke dapur tapi sebelumnya dia menitipkan arash pada arkhan dan di angguki olehnya.


Arkhan menarik senyumnya tatkala tangan kecil itu menarik ujung kausnya. dia mengelus kepala arash yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri. entah bagaimana anak kecil ini bisa memanggilnya papa tapi yang pasti dirinya merasa bahagia dengan sebutan itu.


Pertemuannya dengan kiara beberapa tahun lalu memang tidak di sengaja tapi juga memang dia mencarinya. sebelum bertemu kiara arkhan di sibukkan dengan pekerjaannya sebagai ceo dari art studio agency terbesar di asia. selain untuk acara event seperti fashion show,pemotretan bahkan acara amal, art studio juga memproduseri beberapa film box office dengan artis terkenal dunia.


Ketika dirinya tengah di sibukkan dengan beberapa kerjaan yang mengharuskannya bepergian ke luar negeri, tiba-tiba sang ayah meneleponnya dan menyuruhnya pulang.


Arkhan sangat terkejut saat ayahnya menceritakan masalah yang di timbulkan arlan saudara kembarnya. apalagi yang menjadi korban adalah gadis yang pernah, bukan tapi masih menempati hatinya.


Ayahnya meminta dia untuk menemui kiara dan mewakili arlan meminta maaf seperti biasa selalu dirinya yang harus membereskan masalah arlan. arkhan menolak dengan tegas, bagaimana mungkin dia menemui kiara yang mungkin juga membencinya karena wajahnya dan arlan sama. di tambah informasi yang membuatnya miris kiara harus kehilangan anaknya yang masih dalam kandungan.


Rasa bersalah karena ulah saudaranya dan rasa simpati yang besar terhadap kiara membuatnya harus merendahkan egonya. kala itu arkhan ingin menemui kiara di rumah sakit berdasarkan informasi yang dia dapat. dia sudah menyiapkan segala konsekuensinya jika harus berhadapan dengan arsen nanti. arkhanpun sudah merelakan hati dan cintanya yang tak terbalas.


Namun sayangnya setiba dia di rumah sakit kiara sudah tidak ada. diapun menghubungi desta yang ternyata justru malah mendapat caci maki dari pria itu. akhirnya arkhan menyerah dan kembali menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.


Tiga bulan kemudian dari hari terakhir dia mencari kiara, kini dirinya berada di sebuah negara kecil kepulauan di belahan eropa untuk pembuatan sebuah film. tanpa di duganya di saat dirinya ingin membeli makan siang dia melihat kiara yang sedang keluar dari sebuah minimarket dengan perut buncitnya.


Arkhan mengingat informasi yang di terimanya dari romi asissten sang ayah jika kiara mengalami keguguran. tapi saat ini dia melihat kiara dengan perut yang buncit. singkat cerita arkhan mulai mendekati kiara dan di awal pertemuannya kiara berusaha menghindarinya.


Lama kelamaan akhirnya kiara mulai terbiasa dengan kehadiran arkhan yang kerap datang menemuinya. dan arkhanpun mulai mengetahui cerita sebenarnya tentang arlan dari kiara. itu juga alasan yang membuat kiara harus pergi dari sisi arsen demi keselamatan buah hatinya. entah dia harus berterima kasih pada arlan atau menaruh simpati pada arsen atas situasi dan keadaan saat ini.


Namun yang pasti yang dia tahu, dia hanya ingin menjaga dan melindungi kiara saat ini dengan mengenyampingkan perasaannya terhadap kiara. arkhan tahu dirinya masih belum bisa meluluhkan kiara dan terutama ibunya sita yang masih menganggapnya sebelah mata. namun sita dengan apik menutupi rasa tidak sukanya.


Dan arkhanpun bingung mengartikan hubungannya dengan kiara. tapi meski begitu sekali lagi dia merasa senang dan bahagia bisa sedekat ini dengan kiara dan arash. dan arkhanpun sedikit tenang karena kiara sudah aman karena penyebab masalahnya sudah tiada. jika hatinya boleh sedikit, tidak hanya sedikit tapi banyak berharap semoga saja arsen tidak pernah menemukan kiaranya. dan jangan lupakan kini arkhan menyebut nama kiara dengan ara bukan kia lagi seperti dulu.


Senyum mirisnya terbesit tatkala dia menyadari harapannya yang konyol dia tahu kiara masih mencintai arsen meski bibirnya tak pernah mengucapkannya. kini tatapannya tertuju pada arash anak laki-laki yang sudah dia anggap anaknya sendiri. arkhan sangat menyayangi arash layaknya darah dagingnya, setidaknya saat ini arkhan cukup puas mendapatkan cinta dari anak wanita yang di cintainya.


Tak terasa jam makan malam tiba, sita mama kiara memanggilnya untuk makan bersama. yah meski arkhan tahu sita tidak menyukai kehadirannya tapi dia juga tidak pernah menunjukkanya secara langsung padanya.


"Makan yang banyak, nak arkhan..tambah lagi jangan malu-malu"


"Tenang aja tan, nanti jangan marah kalau aku habisin ya tan hehehe"


"Silakan ! nanti tante tinggal ngasih billnya aja kok"


"Hehehe bisa aja sih tan"


Kiara geleng-geleng melihat tingkah sang mama. dia tahu sang mama tidak menyukai arkhan dengan alasan namanya anak kembar pasti kelakuan sama sifatnya gak jauh beda dari saudara kembarnya arlan. dan mama tidak mau kiara mengalami kejadian seperti itu lagi.


"Oh ya, ra..mertuamu besok mau datang, kira-kira kamu bisa jemput gak "


Hati arkhan seakan terjun mendengar orang tua arsen akan datang. dan itu artinya mereka belum melepaskan status kiara. tapi mengapa mereka masih menyembunyikan keberadaan kiara dari arsen.


"Jam berapa ma..? ehm,kemarin mommy helen juga bilang sama kiara,tapi mereka gak bilang jam berapa mereka tiba di bandara"


"jam 10 ra" kiara manggut-manggut lalu meletakkan sendoknya dan kembali menyuapi arash. karena saat ini kiara makan sambil menyuapi anaknya.


"Kamu terusin makan kamu ra biar mas yang suapin arash..sini sendoknya !" arkhan menyudahi makannya dan mengambil alih tugas kiara. semua itu tidak luput dari pandangan sita.


"Makasih ya mas ! arash makan sama papa ya nak..sekarang arash pindah duduknya dekat papa ya ! hups" ucap kiara sambil mengacak rambut sang anak lalu menggeser piring arash agar lebih dekat pada arkhan. dan membantu arash turun dari kursi makan.


"Sini boy ! kita lanjut makan lagi" arkhan menyambut arash yang pindah posisi dengan senyum lebarnya sambil mengangkat arash untuk duduk di sisinya.


Seharusnya sita bisa merubah hatinya melihat prilaku arkhan terhadap anak dan cucunya. tapi lagi-lagi kecemasan dirinya sebagai orang tua membuatnya tetap harus waspada. terlebih lagi status kiara yang masih merupakan istri arsen. bahkan orang tua arsen kerap kali mengunjungi mereka. sita hanya berharap dan berdoa semoga putri dan cucunya mendapat kebahagiaannya dan permainan petak umpet ini segera selesai.