
Pijatan lembut pada bahunya membuat dirinya semakin mengantuk, kiara menikmati setiap sentuhan arsen dengan mata terpejam.
Secara perlahan arsen menghentikan pijatannya dia melihat kiara yang tertidur di dalam bathup.arsen berdiri dan menanggalkan baju serta celana pendek kargonya agar tidak basah bermaksud untuk memindahkan kiara ke dalam kamar.
Arsen mengangkat kiara dengan perlahan namun ternyata tak semudah itu. pemandangan tubuh kiara yang tanpa sehelai benang menjadi godaan terberat untuknya di tambah kiara menggeliat dalam gendongannya.
Kiara menggeliat dia merasa seperti melayang, matanya perlahan membuka betapa terkejutnya dia melihat arsen yang sedang mengangkatnya ala bridal dengan bertelanjang dada. tidak,ternyata keadaan arsen hampir naked ketika tangannya tanpa sengaja menyentuh bagian belakang arsen.
"Kak.."
"sstt.." arsen menyuruh kiara untuk tidak bicara dan dengan cepat dia membawa kiara lalu menempatkannya di tempat tidur.
Arsen duduk di tepi ranjang menatap mata kiara. kiara merasa malu ketika arsen menatapnya dalam terlebih keadaan dirinya yang tidak berpakaian.
"Kak arsen udah deh liatinnya malu tau gak sih"
Arsen menyunggingkan senyumnya dia mengelus pipi kiara lembut.
"Kamu cantik..oh god kamu membuat ku gila ara" arsen menyugar rambutnya frustasi dia menarik selimut dan menutup tubuh kiara. arsen tidak ingin menambah beban kiara untuk melayaninya.
Kiara menahan gerakan arsen yang akan menyelimutinya. entah datangnya darimana keberanian kiara saat ini, dia bangun perlahan hingga selimut yang separuh menutup tubuhnya tersingkap. dengan lembut kiara membelai wajah arsen dan mendekatkan wajahnya mencium bibir arsen perlahan.
Arsen membiarkan kiara melakukan itu semua meski sebenarnya dia sudah tak sanggup menahan untuk tidak menerkamnya. menikmati sentuhan kiara untuk pertama kalinya adalah hal yang membuatnya gila dan frustasi.
pertahanan arsen seketika runtuh ketika tangan kiara membawa tangannya untuk menjamah tubuhnya. seperti binatang buas yang terbebas dari sangkar arsen meluapkan semuanya.
Pergulatan erotis dua insan yang begitu panas seolah baru mereka rasakan. dan arsen merasakan sisi lain dari kiara dalam permainan cinta mereka malam ini. kiara yang selalu terlihat polos dan lugu baginya kini berubah menjadi sosok yang liar dan dominan. arsen benar-benar merasakan sebuah kebahagiaan yang luar biasa dan dia tak salah membiarkan kiara yang memimpin permainan cinta mereka.
Lelah,setelah beberapa jam berlalu mereka akhirnya tertidur. namun tak berapa lama sebuah ketukan dan panggilan membuat mereka terbangun.
"Ara..nak arsen..ini mau makan malam jam berapa ? cepat turun,mama tunggu gak pake lama !!" teriak sita dengan keras dari balik pintu tanpa menunggu jawaban dari dalam sita berlalu pergi.
Arsen dan kiara memasuki ruangan makan dengan perasaan canggung di bawah tatapan jengkel sita dan kiano yang telah lama menunggu mereka.
"Gila kamu dek..masuk kamar dari abis maghrib jam segini baru keluar "sindir kiano.
"Apaan sih..lebayy !"
"Lain kali pasang kedap suara kamar kamu..malu dengernya ah ah ah gitu" ledek kiano puas menggoda adiknya.
"Diemm berisik !!" wajah kiara memerah menahan malu dan duduk di kursi yang telah di tarik arsen.
"Udah jangan ribut mau mulai kapan ?ini udah telat makan malamnya sekarang udah jam 9.10 nungguin kalian ribut lagi mending mama gak usah makan sekalian" omel sita."dan kamu ara lain kali liat sikon cukup satu ronde aja kalo mau puas tunggu nanti malam" racau sita menahan senyum.
"Iihh mamaa !?"
Suara ponsel arsen mengusik acara makan malam yang terlambat itu. sebuah panggilan video tertera atas nama sang ayah. arsen meminta ijin pada sita untuk menerima panggilan itu.
Setelah kepergian arsen.sita mendekati anaknya kiara.
"Kamu udah jatuh cinta sama arsen ?" tanya sita sedikit berbisik. kiara menoleh melihat ibunya sesaat lalu menghela napas.
"Gak tau ma..aku belom pernah pacaran jadi gak tau rasanya jatuh cinta" balas kiara dengan suara rendah namun masih bisa di dengar kiano.
"Tapi dari yang abang denger tadi sepertinya kamu sudah mencintai dia, sampe 2 kali lho abang nyusulin kamu ke kamar tapi belom selesai juga" sela kiano dengan sindiran.
"Apa sih bang ngungkit itu mulu..maa abang tuh" rajuk kiara.
"Yah apapun sama perasaan kamu saat ini mama cuma berharap rumah tangga kamu baik-baik aja dan langgeng. semoga kalian selalu rukun. mama selalu berdoa kedua anak mama di berikan sehat dan kebahagiaan"
"Amiin !!" ucap kiara dan kiano bersamaan.
Di lain tempat seorang pria berkursi roda tampak sedang berbincang dengan seorang wanita cantik bergaun hitam.
"Bagaimana kabarmu sweetie ?"
"Seperti yang kakak lihat sekarang kondisiku sudah pulih total bahkan luka bakar di wajahku sudah tak nampak"
"Yah bahkan tak ada seorangpun orang lain yang dapat mengenalimu sekarang "
"Terima kasih atas bantuan mu kakak sepupu..tapi dokter sialan itu selalu mengingatkanku untuk mendatangi psikiater dia bilang tidak ada alasan lagi untuk tidak pergi karena sekarang aku sudah cantik"
"Biarkan saja setidaknya dia bekerja dengan sangat baik,merubahmu menjadi sangat cantik dan kamu bisa mendapatkan semua yang kamu mau"
"Aku masih penasaran dengan satu orang kak..karena dia juga aku mengalami kejadian itu yang membuat aku harus menjalani berkali-kali operasi plastik"
"Seandainya kamu bertemu dengannya apa yang akan kamu lakukan ?"
"Pertanyaan konyol..sudah jelas aku akan menghancurkan dan membunuhnya kak"
"Oh oke ! maka persiapkan diri kamu untuk bertemu dengannya dalam waktu dekat ini.kita akan memulai sebuah drama"
Wanita itu tersenyum di balik gelas wine yang sedang di sesapnya membayangkan sebuah pertemuan yang sudah lama dia nantikan.
Arsen melihat kiano yang duduk sendiri di teras belakang dia menghampiri sang kakak ipar. yah tadi ketika makan malam berlangsung sang ayah menelpon dia menanyakan sang anak mengapa meminta seorang hacker andalan keluarga untuk meretas data seseorang.
Arsen memang membutuhkan bantuan anak buah ayahnya untuk menyelesaikan permintaan kiano demi kesepakatan itu. dia tidak ingin pedro turun tangan untuk masalah sepele. dan ternyata hanya butuh waktu setengah jam untuk mendapatkan semua info dari latar belakang,rumah sakit,sampai tempat tinggal gadis itu sekarang. sungguh menakjubkan kehidupan gadis itu.
Arsen meletakkan amplop coklat di table coffe samping kiano dan menjatuhkan tubuhnya santai di kursi satunya. kiano mengambil amplop itu dan membukanya. seketika bibir tersenyum lebar dengan mata yang berbinar.
"Ini semua bener kan..lo gak bohongin gue ?"
"Aku bersumpah demi ara"
Meski kiano tak mengerti dengan gerakan tangan arsen namun dia paham akan maksud yang akan di sampaikan arsen.
"Terima kasih..tapi kenapa gak ada alamat lengkap tempat tinggalnya cuma kota dan negara aja..berarti kerjaan gue masih belom kelar. gue masih harus ngubek-ngubek seisi kota di venice..setidaknya ada kepastian di sana"
Arsen mengendikkan bahu mendengar gerutuan kiano tangannya mengetik sesuatu pada ponselnya lalu menyuruh kiano untuk membacanya.
"Jika kamu butuh bantuan di sana kamu bisa hubungi nomor ini"
Tak lama ponsel kiano berdering sebuah notif pesan masuk dari nomor tak di kenal.
"Hello..mr kean iam cecilia"
Kiano menoleh pada arsen dan di balas anggukan kecil dengan raut tanpa ekspresi.
"Adik ipar songong !"batin kiano.
Dan mereka menikmati keindahan bintang tanpa bicara dengan pikiran masing-masing.