Kiara

Kiara
24. Dua puluh empat



Assalamualaikum semua balik lagi bersama author selamat membaca jangan lupa vote sama likenya yah😊 karena itu berharga bagi aku。◕‿◕。.


Oke lanjut part 24......


Kia memasuki rumah nya dengan cara mengendap-ngendap,ia merasa bersyukur karena keluarga nya sudah tidur.


Namun,saat akan Menaiki tangga tiba-tiba suara sang ayah mengagetkannya.


"Udah dapat berapa duit malam ini.?"ucap ayah Daniel datar.


Kia yang akan Menaiki tangga diurungkan nya saat mendengar suara ayahnya.


Kia hanya bisa diam menunduk, karena kalau pun dia protes pasti akan menjadi Maslah baginya.


"Ngapain pulang? kenapa gak ngejalang aja sampai besok."ucap ayahnya lagi.


"Kia gak ngejalang ayah,Kia tadi habis dari..."


Belum selesai Kia melanjutkan ucapannya langsung di potong oleh ayahnya.


"Dari club?"ucap ayah Daniel datar.


Suasana yang tadinya hening seketika menjadi tegang.


Kia menggeleng mendengar penuturan ayahnya.


"Kamu tau gak!!dengan kamu seperti ini membuat saya malu!"ucap ayah Kia keras.


"Setidaknya jika kamu sudah membuat saya malu dengan nilai kamu yang lebih rendah dari Tia,jangan menjadi ******."ucap ayah Kia keras.


Kia hanya menunduk dan menerima tuduhan apa yang ayahnya lontarkan kepadanya.


"Maaf yah,Kia udah mempermalukan ayah di depan keluarga ayah."ucap Kia lirih menunduk.


"Gak bisa,saya gak bisa maafin kamu kali ini, habis sudah kesabaran saya kamu buat, gara-gara kamu saya malu di depan semua keluarga besar."ucap ayah Kia menarik tangan Kia kasar.


Kia yang di tarik hanya bisa pasrah mengikuti kemana ayahnya menarik nya.


Ternyata ayah Daniel membawa Kia menuju gudang yang gelap,nan kumuh, karena gudang itu sudah jarang di bersihkan,Kia yang melihat ia di bawa ke gudang pung menggelengkan kepalanya,dan berusaha melepaskan cengkraman ayahnya.


"Gak,gak yah Kia gak mau di kurung di gudang ini lagi,Kia janji bakal nurutin apapun yang ayah mau,tapi Kia jangan di kurung disini Kia takut ayah."berontak Kia.


"Kamu mau nurutin kata-kata saya?"tanya ayah Daniel datar.


Kia yang mendengar pertanyaan ayahnya mengangguk cepat, pertanda di setuju.


"Kamu mati!!"ucap ayah Kia.


Kia yang mendengar itu pun terdiam bisu, mendengar ucapan ayahnya membuat dadanya nyeri.


"Kenapa?gak bisa kan!!"ucap ayah Kia langsung menarik kasar lagi tangan Kia.


Brak!!


Suara pintu yang di tendang oleh ayah Daniel,lalu mendorong Kia dengan kasar.


Kia yang didorong oleh ayahnya langsung tersungkur di lantai.


"Shhhh"ringis Kia.


Lalu tiba-tiba saja ayah Daniel mengambil sebuah tongkat yang berada di dekat tumpukan kardus-kardus yang berada di gudang itu.


Kia yang melihat itu sontak melebarkan matanya.


Ayah Daniel berjalan menuju Kia sambil memegang tongkat ditangannya,Kia yang melihat itu panik.


Dan...


Bugh!!


Satu pukulan mendarat di punggung Kia.


Bugh!!


Bugh!!


"Ini karena kamu udah mempermalukan saya."ucap ayah Kia.


Prangg!!


Suara tongkat yang di lemparkan ayah Daniel.


"A-a-ampun yah hiks hiks."ucap Kia terisak.


"Ini belum seberapa dari yang kamu lakuin sama Tiara."ucap Daniel menendang tubuh Kia.


"Ayah Kia minta ampun hiks hiks, maafin Kia, jangan kurung Kia di sini hiks hiks."mohon Kia memeluk kaki ayahnya.


"Lepaskan kaki saya!!"bentak Ayah Daniel.


"Ayah,Kia mohon"ucap Kia lirih.


"Lepaskan!!"bentak ayah Daniel.


Tak kunjung melepaskan tangannya dari kakinya,Daniel langsung menendang Kia lagi, langsung menampar pipi Kia.


Setelah itu dia pergi meninggalkan Kia di gudang itu sendiri, dengan keadaan ruangan gelap,dan berdebu.


Tok tok tok


"Ayah buka pintu nya hiks hik"Isak Kia.


"Tolong, Tolong bukain pintunya."Raung Kia dari dalam gudang.


Sementara itu di depan pintu gudang,kenzo terdiam tak bergeming sedikitpun melihat Kia seperti itu,Yap ternyata Kenzo sedari tadi melihat perlakuan ayahnya pada Kia.


Sebenarnya ia merasa iba namun,ia langsung menepisnya.


"Kenzo Lo gak boleh kasihan sama pembunuh seperti dia."ucap Kenzo dalam hati.


Setelah itu Kenzo langsung meninggalkan gudang itu,dan hanya menyisakan Kia sendiri yang berada di gudang.


Kembali ke Kiara yang berada di dalam gudang sendirian.


Kia yang merasa tidak memiliki tenaga lagi untuk meminta bantuan lagi pun, menoleh kebelakang dan melihat keadaan gudang yang terlihat menyeramkan.


Kia langsung merosot kelantai dan bersandar pada pintu.


"Hiks hiks Bunda Kia takut."Isak Kia gemetar mengigit kuku kuku jarinya.


"Bunda tolongin Kia,Kia takut gelap."Isak Kia memeluk lututnya sendiri.


Hingga tiba-tiba saja ia merasa kepalanya pusing,dan pandangan nya mengabur dan langsung saja...


Bruk!!


Kia langsung tak sadarkan diri, menahan rasa pusing,dan sakit yang mendera kepalanya.


Kia tak sadarkan diri dengan keadaan yang mengenaskan, dengan rambut yang lepek akibat keringat, darah yang berada di sudut bibir nya, tangan yang lebam-lebam, ditambah lagi punggung nya yang akan patah akibat pukulan ayahnya tadi.


Hingga saat ini jam sudah menunjukkan pukul 01;00 dini hari, seorang gadis yang tergeletak di lantai masih memejamkan matanya.


Hingga.......


Lanjut part 25.


Assalamualaikum makasih ya udah baca jangan lupa follow Sama votenya ya


Kalau ada salah kata mohon maaf,dan tolong di beritahu di komen ya☺️.


Maaf ketikannya belum serapih yang kalian inginkan,tapi author bakal berusaha untuk merapikan tulisan author:)


Lanjut di part 25 yah☺️。◕‿◕。