
"Gak mungkin !! "
"Apa yang gak mungkin ?! lo,udah liat poto yang gue kirim bahkan gue sengaja bikin diri gue di tabrak sama tuh cewek buat mastiin dari deket dan ternyata mata gue belom rabun.tapi gue masih cari tau ada hubungan apa arsen sama dia ?"
"Aakkh..siaal !!"
Arlan menutup ponselnya dan menatap pada ponsel sambil menyunggingkan senyumnya membayangkan wajah arkhan yang sedang kesal.lalu arlan membawa kursi rodanya memdekati jendela yang tirainya masih tertutup.dia menyibak tirai itu,mengintip seolah ada yang sedang mendengar pembicaraannya.
Di lain sisi arsen tampak serius membicarakan sesuatu dengan desta dan pedro.raut wajahnya menunjukkan aura yang sangat dominan dan keras.
"Aku ingin semua sesuai rencana ! tanpa pengecualian" arsen menutup pembicaraan dan beranjak pergi meninggalkan ruangan itu.
"Gila,kenapa gue ngerasa lebih serem liat dia daripada bokap gue sendiri" gerutu desta yang masih bisa di dengar pedro.
Pedro menggeleng kecil melihat tingkah absurd desta.dia melihat ke arah arsen berjalan dan matanya menyipit melihat sesuatu pergerakan yang dia curigai.
Sementara itu di sebuah kamar tiga orang gadis sedang menikmati waktu santai mereka dengan menonton drakor favorit mereka.
"Iih bikin baper gue aja,kapan ya tuhan kasih gue jodoh kaya gitu" ayesha mulai mengkhayal dengan segala kehaluannya.
"Sabar yaa yang jomblo akut..semoga tuhan gak lupa ngasih kamu jodoh..hahahaa" ejek nisa pada ayesha.
"Mbak nisa jangan gitu ih..jodohnya udah ada mbak cuma belom keliatan,tuhan masih mikir kali mbak di keluarin jangan yah..hahahaa" kiara menimpali.
"Aaahh kok kalian jahat sih !!" teriak ayesha lalu menutup wajahnya dengan bantal sofa.
"Hahahaa.."Kiara dan nisa tertawa mengerjai ayesha yang menjadi bahan bullyan mereka.
Drrt..drrtt..
Suara ponsel nisa dan ayesha bunyi bersamaan keduanya melihat dan membaca pesan pada ponselnya.
"Yah..gagal donk mau nobar barengnya" keluh ayesha.
"Hemm..!" jawab nisa dengan sendu.
"Kenapa ?" tanya kiara penasaran.
"Pak adam manggil nyuruh kumpul,di grup chat divisi gue cuma 3 orang doang yang di suruh dateng" ucap ayesha meletakkan kembali ponselnya.
"Sama yes..aku juga di suruh dateng ngadep pak heru nih" sambung nisa.
"Kamu gak termasuk ki,nama yang ada di list aja yang suruh ngadep.sedangkan aku liat nama kamu gak ada..nih liat sendiri !" nisa menyerahkan ponselnya pada kiara.
"Iya ya mbak..ya udah kalau gitu aku mau mandi dulu udah mau isya juga,gara-gara kalian mandi kelamaan tadi" ucap kiara beranjak pergi meninggalkan mereka.
"Kiaa..jangan tidur dulu ya tar di lanjut lagi nobarnya" seru ayesha dan kiara hanya mengacungkan jempolnya tanpa menoleh.
Di ruang kerjanya arsen dan desta juga pedro sedang berkumpul membahas acara perusahaan untuk besok malam.sampai ketika pada ucapan arsen yang membuat suasana menjadi tegang.
"Bagaimana informasi yang aku minta sudah kamu dapatkan ?" tanya arsen pada pedro dan desta hanya menyimak saja.
pedro mengangguk dan menyerah file yang berisi informasi tentang arlan.arsen menerima file itu seperti biasa dia hanya meletakkan kembali diatas meja tanpa membukanya.arsen kembali menatap pedro menunggu pria itu menjelaskan.
"Ternyata selama ini tuan arlando sastra wijaya dia menetap di luar negeri,tepatnya di italia.dia mendirikan sebuah perusahaan konstruksi dan property yang cukup sukses.selain itu dia juga telah menikah dan mempunyai 2 orang putri.." pedro menghentikan ucapannya ketika dia melihat arsen mengangkat tangannya menyuruhnya diam.
Arsen membolak balik file itu seakan ada yang menarik perhatiannya.
"Miguel lopez..!" arsen mengerutkan dahinya merasa familiar akan nama itu.dia melemparkan file itu di atas meja mengarah pada pedro yang isinya berhubungan dengan orang itu.
"Miguel lopez..! mengapa ada nama orang itu di sana..apa hubungan antara arlan dan miguel ?" tanya arsen.
"Dia hanya orang yang di sewa tuan arlan untuk memberesi urusannya yang tersendat.selama ini semua hal yang mengenai kerjasama yang sulit,tuan arlan selalu memakai jasanya untuk mengatasi itu.namun tidak ada jejak informasi lagi mengenai miguel lopez dengan tuan arlan semua tertutup rapat" terang pedro.
"Kamu tahu siapa miguel lopez ?"
Pedro menggeleng" maaf tuan arsen saya sangat sulit mendapatkan informasinya"
"Dia orang yang sangat berbahaya bahkan dia lebih kejam dari kamu"
Sekali lagi pedro terhenyak dengan ucapan arsen.bagaimana arsen bisa mengenal orang yang lebih kejam darinya.karena pedro berpikir selama ini dirinya adalah orang jahat yang berpura-pura baik tapi dia sangat setia dengan arsen.
"Berhati-hatilah..jangan biarkan orang itu mengetahui tentang ara !"
Arsen berdiri merapihkan jasnya, dia melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul delapan malam.dia berjalan lurus meninggalkan dua manusia yang terpaku di sana.
Beberapa detik kemudian desta tersadar dan menepuk pundak pedro.
"Berhati-hatilah..jangan biarkan orang itu mengetahui tentang ara !" desta menirukan ucapan arsen dengan suara yang tegas.namun itu terlihat lucu bagi pedro.