Kiara

Kiara
66.



Sekali lagi arlan di buat marah dan kesal setengah mati dengan apa yang di lihatnya. di sana arlan melihat keberadaan arsen yang sedang berbicara dengan desta dan beberapa murid laki-laki. Ternyata arsen mampu merubah skorsingnya hanya menjadi satu hari.


Beberapa bulan berlalu, sampai ujian akhirpun berlalu meski di lalui arsen tak mulus setiap harinya. selalu saja arlan mencari celah untuk menjatuhkannya. saat ini arsen dan desta sedang menikmati malam minggunya di sebuah cafe anak muda. dan seseorang datang menyapa mereka.


"Hai, dest..tumben lo dateng kemari..udah lama juga sih lo gak nongkrong" sapa julian sang pemilik cafe.


"Hai, jul..biasa gue sibuk jadi tour guide nih bocah..cafe lo makin keren, band nya juga bukan artis abal-abal"


"Bukan punya gue tapi punya bokap gue kali, dest..betewe kalian gak liburan setelah ujian ini buat refreshing otak"


"Iya kita mau liburan"ucap arsen menyela pembicaraan.


"Wooho..! kok gue gak tahu yaa..lo punya rencana kaya gini"


"Rencananya pengen dadakan sih"


"Mau kemana ?" julian dan desta bertanya serempak.


"Villa om handoko"


"Haa..villa bokap.."


"Gue ikut kalian ya"


"Ya udah malam ini kita berangkat gak usah tunggu besok"


"Siipp..! tapi gue pulang dulu ambil barang-barang gue..gue numpang mobil lo ya dest, tadi gue kesini ikut bokap" ucap julian dan di jawab dengan acungan jempol oleh desta.


Mereka beranjak meninggalkan tempat itu tapi ketika mereka di luar, mereka berpapasan dengan gengnya arlan. arsen melirik musuhnya di sekolah, tampilan si kembar identik di luar sekolah benar-benar berbeda gaya. arkhan menggunakan jaket baseball merah dan arlan dengan kaos oblongnya.


"Hai, jul..kita baru dateng kok lo pergi sih"sapa ardi.


"Hai, guys..sorry gue mau pulang, mau siap-siap"


"Siap-siap.."


"Yoii..gue mau liburan ke villanya desta"


"Owh..have fun deh kalo gitu"


"Oke..kalian masuk aja..have fun juga buat kalian"ucap julian dan berlalu meninggalkan arlan and the geng.


Arsen dan desta menuju mobil masing-masing, sebelum masuk mobil arsen melihat arlan dan arkhan tampak berdebat dan dia tidak perduli sama sekali.


Perdebatan antara arkhan dan arlan membuat teman-temannya memutar mata malas. seperti biasa arlan selalu menginginkan kepunyaan arkhan, padahal ketika setiap ingin membelinya terlebih dulu dia selalu mewanti arlan agar ikut membeli juga. tapi selalu arlan mengatakan tidak mau dan bilang norak anehnya yang terjadi selalu kebalikannya.


Suasana jalan raya yang sepi di tengah malam membuat perjalanan keluar kota mereka lebih lancar. mereka melajukan mobilnya masing-masing dengan kecepatan yang lumayan tinggi dan saling terhubung hanya melalui headset. karena mereka berada di rute berbeda dengan tujuan yang sama.


Arsen tertawa mendengar kelakar julian di seberang sana. matanya fokus pada jalan raya di hadapannya. sebuah sinar lampu dari arah berlawanan memecah konsentrasinya membuatnya sedikit kehilangan keseimbangan. di saat mobilnya mengalami oleng ke sebelah kiri, tiba-tiba ada sesuatu yang menghantamnya dari arah belakang mengenai sisi samping belakang mobilnya.


"Ar..arr..arrkkhhaannn.."


Desta yang mendengar teriakan arsen dan suara debuman keras membuatnya panik setengah mati begitupun dengan julian. mereka menambah kecepatan mobilnya untuk segera tiba di lokasi. di sisi lain arlan yang melihat mobil arsen hancur tak berbentuk tersenyum puas, dia berharap semoga pengemudinya mati di tempat.


Arlan meninggalkan lokasi itu ketika dari kejauhan sudah mulai tampak beberapa orang yang mendatangi lokasi. arlan menyusup pergi tanpa di ketahui dan dia menyunggingkan senyum lebar ketika sebuah mobil berhenti di sampingnya.


"Sukses bro..!"


"Ehmm..tapi truk bokap lo ikut hancur "


"Tenang aja..itu urusan gue, yang penting bocah itu mampus..gara-gara dia gue di keluarin dari sekolah"


"Gue yakin kali ini tuh bocah pasti mampus..gue udah pastiin tadi..sekarang lo anterin gue pulang, man "


Peristiwa kecelakaan itu membuat arsen mengalami koma. bahkan ketika para teman-temannya bereuphoria merayakan kelulusan, dia justru terbaring di rumah sakit. sampai akhirnya sang ayah memutuskan untuk membawanya pulang ke negara asalnya. dan destapun mendapat sanksi atas kejadian itu, semua fasilitas mobilnya di tarik kembali oleh sang ayah.


Setahun kemudian arsen terbangun dari komanya, dan dia terkejut ketika terbangun suaranya menghilang. beberapa bulan mengikuti terapi, arsen mulai menerima kondisinya namun dia masih mengingat jelas siapa pelakunya. dia ingin menceritakan semua pada orangtuanya namun tidak bisa.


Arsen meminta pada sang ayah untuk kembali ke negara itu. dia menyembunyikan tujuannya yang ingin membalas dendam dari orangtuanya. biarlah orangtuanya berpikir ini murni sebuah kecelakaan.


Bandara soetta siang itu telihat ramai, arsen tampak mencari-cari sosok yang ayahnya sebut sebagai sahabatnya yang akan menjemputnya. arsen memicingkan matanya ketika melihat gadis kecil yang memakai hijab memegang kertas bertuliskan namanya. diapun menghampiri gadis itu, gadis itu tersenyum sangat indah dengan bulu mata lentik yang asli menghiasi wajahnya. sesaat arsen benar-benar menyukai wajah itu tapi kemudian dia merasa lucu mengingat usia gadis itu sepertinya masih jauh di bawahnya, dia tidak ingin menjadi seorang phedofil hanya karena menyukai wajah dan senyum itu.


"Ara bagaimana sudah datang belom kakaknya.." tanya seorang laki-laki yang tiba-tiba datang menghampiri gadis itu tanpa menyadari kehadiran arsen.


"Gak tau pa..tapi kakak ini datang ke sini, cuma dia gak ngomong apa-apa" ucap gadis itu dengan suara agak sedikit pelan.


Pria seumuran ayahnya itu kemudian menoleh dan mengeluarkan ponselnya lalu melihat lagi ke arahnya dan seketika senyumnya terbit. pria itu memeluknya dengan hangat seperti kehangatan seorang ayah.


"Selamat datang anakku..panggil aku papa kendra dan ini putri papa, kiara"


Arsen melepas pelukan pria yang bernama om kendra dan beralih menatap gadis kecil yang mungkin berusia 12 tahun itu. arsen mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah, kiara memperhatikan tangan itu lalu menatap ke arah sang ayah yang di balas dengan anggukan kecil dari ayahnya. kiara menjabat tangan arsen dengan ragu namun senyumnya tak pernah surut dari wajah cantiknya. dengan perasaan gemas sedari tadi tiba-tiba arsen menarik kiara dan memeluk gadis itu yang membuat gadis itu terpekik kaget.


"Kyaa..bukan muhrim gak boleh maen peluk..papaaa..!"


Om kendra tersenyum melihat tingkah putrinya lalu merangkul sang putri untuk berjalan beriringan dengannya.


"Sudah mari kita pulang..! oh ya, arsen mau om antar ke apartemen atau tinggal di rumah om?"


Tawaran yang cukup menarik tinggal di rumahnya melihat wajah cantik itu setiap hari, yang sekarang terlihat kaget mendengar ucapan ayahnya.


Arsen menggerakkan tangan dan mulutnya tapi ternyata sepertinya om kendra tak mengerti maksud dirinya. karena itu arsen mengetik sesuatu pada ponselnya.


"Tolong antar saya ke apartemen saja om"


Yah dirinya memutuskan lebih baik tinggal di apartemen daripada harus merepotkan keluarga sahabat papanya.