Kiara

Kiara
Permintaan maaf



Pria dewasa bertubuh tegap tengah sibuk mengotak ngatik ponsel nya.


Cara meminta maaf kepada wanita


Ia mengetikan sesuatu di ponsel nya.


Munculah beberapa laman web, ia mengklik salah satunya yang paling atas.


Ia membaca satu persatu kalimat yang tercantum disitu, namun tidak ada yang pas baginya.


Ia mengetikan lagi sesuatu di ponsel nya, dan munculah beberapa laman di dalam nya.


5 Cara Membujuk Wanita yang sedang Marah, Cukup Ampuh



Meminta maaf dan mengakui kesalahan



"Hmm baiklah saya akan mencobanya lagi"



Jangan gengsi untuk tetap tunjukkan rasa perhatian



"Hmm, buruk ini tidak mungkin aku lakukan" gumamnya



Beri kejutan yang dia suka



"Kejutan? sepertinya aku harus meminta tolong pada seseorang"


Ia menelfon sekertaris nya.


"Tolong carikan sesuatu yang di sukai wanita, apapun itu dan kirim ke ruangan saya secepatnya"


Tutt panggilan terputus.



Hilangkan gengsi dan coba bersikap jujur



"Sepertinya ini tidak perlu, cukup itu saja" Putus pria itu


...***...


Tak lama setelah itu ada yang mengetuk pintu ruangan nya.


"Masuk!"


Ternyata itu sekertaris nya.


"Maaf pak, saya ingin mengantar ini" ucap sekertarisnya menunjuk 2 orang di belakang nya yang membawa barang yang ia pesan


"Baiklah, simpan disitu untuk pembayaran saya akan transfer ke rekening mu"


"Baik Pak, terimakasih"


"Silahkan kamu bisa kembali bekerja, dan terimakasih!" Ucap pria itu datar


Pria itu menatap satu persatu barang di depan nya.


Ada satu buket bunga, 5 buah coklat.


Pria itu memasuki lift sembari tangan nya menenteng paper bang berisi coklat, dan satu bucket bunga.


Sesampainya di lantai dasar pria itu langsung menuju parkiran dimana mobilnya terparkir, pria itu mengemudikan mobilnya membelah jalanan ibu kota, sampailah pada tempat tujuan rumah tua yang kecil di perkampungan yang berada di tengah perkotaan.


Pria itu mengetuk pintu rumah.


Tok Tok Tok


Tak lama setelah itu munculah satu anak perempuan yang membukakan rumahnya.


Gadis kecil itu nampak bingung, karna ia tidak mengenali pria itu.


Sepertinya ini adik dari gadis itu pikir pria tersebut.


"Maaf, om siapa ya?" tanya gadis itu


"Mau cari siapa ya om?" tanya gadis itu lagi


Pria itu hanya diam tak menjawab ia bingung menjawab apa, karna ia lupa nama gadis itu.


"Kalo tidak ada keperluan apa-apa sebaiknya om pergi dari sini" ucap gadis kecil itu tampak sedikit mengusir


Gadis itu langsung berbalik badan hendak menutup pintu rumahnya.


"Tunggu! " tahan pria itu


"Saya baru ingat namanya, Namanya Kiara"


"Saya mencari dia"


"Kak Kiara sedang tidak ada dirumah, kak Kiara sedang bekerja dan beliau belum pulang" jelas gadis itu


"Om ini siapa ya, ada perlu apa dengan kaka?"


"Mungkin om bisa kesini lagi besok" putus gadis itu


Baru saja pria itu akan pulang, gadis yang ia cari terlihat mendekat ke arahnya dengan mengendarai motor matic nya yang sudah tua.


Gadis itu nampak cuek saja, ia masih canggung pada pria itu atas kejadian waktu itu.


"Kak, ini ada yang mencari kaka" ucap adiknya


Kiara tak menggubris ucapan adiknya ia langsung masuk ke dalam rumah.


"Dek, masuk!" perintah Kiara


Adiknya Kiara langsung menuruti apa kata kakanya, ia langsung masuk namun pria itu dengan cepat menahan pintu rumah gadis itu.


"Tunggu dulu Kiara, saya mau bicara sama kamu!"


"Tidak perlu om, om bisa pergi" usir Kiara


"Ga, saya ga akan pergi dari sini sebelum kamu mau berbicara dengan saya"


"Terserah"


"Maaf om saya tutup pintunya ya" ucap adiknya Kiara


Pria itu hanya mengangguk sebagai jawaban.


Tak lama setelah adiknya Kiara menutup pintunya, suara petir menggelegar pria itu sempat kaget, hujan langsung turun mengguyur bumi.


Ada sekitar 10menitan pria itu berdiri di depan rumah gadis itu.


Sedangkan di dalam rumah gadis itu gelisah, perasaan antara takut dan merasa bersalah telah membiarkan pria itu di luar kehujanan.


Adiknya masuk ke kamar.


"Kak, apa ga sebaiknya kaka samperin dulu orang itu?" tanya adiknya


Kiara hanya diam dengan pertanyaan adiknya itu.


"Kali aja penting kak, kasian kak" ucap adiknya


Kiara bangun, ia bergegas keluar kamar dengan membawa satu buah payung untuk pria itu.


Ceklek


Kiara membuka pintu rumahnya, tanpa kata-kata ia menyodorkan payung itu pada pria yang tengah berdiri di depanya.


Pria itu langsung menoleh, dan hujan nampaknya sudah mulai reda.


"Akhirnya kamu keluar juga"


"Ini sebagai permintaan maaf saya pada kamu, karna kejadian waktu itu" Pria itu menyodorkan bunga dan paper bag yang ia bawa


"Maaf saya waktu itu benar-benar tidak sengaja,saya hanya reflek saja"


"Sudah saya maafkan, om bisa pulang sekarang?" ucap Kiara


Pria itu mengangguk, baru saja ia akan berjalan tubuhnya sempoyongan dan Kiara berusaha menahan nya.


Tidak kuat menahan tubuh kekar pria itu mereka pun tumbang, Kiara sudah berusaha menahan nya dengan merangkul tubuh pria itu, pria itu malah semakin kehilangan keseimbangan dan Kiara mencoba mendekap nya, dan mereka berdua malah tumbang.


Dengan posisi Kiara yang berada di bawah pria itu, Kiara langsung mendorong tubuh pria itu dengan sekuat tenaga.


"Hei kalian sedang apa!" teriak salah satu warga yang melintas


Kiara masih berusaha mendorong tubuh pria itu namun usaha nya tak berbuah, tenaga nya tak kuat.


"Kalian ingin berbuat yang tidak-tidak ya" tuduh orang yang melihat


Aditya nampak langsung tersadar karna teriakan bapak itu sangat keras.


Karna teriakan salah satu warga, warga yang lain nampak berdatangan.


"Ini ada yang berbuat mesum di sini" teriak bapak bapak yang baru saja datang


"Maaf ini tidak seperti yang kalian liat" Jelas Aditya


"Sudah jelas-jelas kami melihat nya dengan mata kepala kami sendiri, kalian masih saja mengelak"


"Kami punya bukti yang kuat juga" Ucap pria yang pertama melihat


Pria itu menunjukkan bukti rekaman singkat.


Adiknya Kiara yang merasa mendengar keributan di luar langsung keluar. Ia menatap bingung pada kakanya yang menangis dan pada warga yang menyudutkan kakanya.


"Kalian harus di nikahkan" putus salah satu warga disini


"Ga" ucap Kiara


"Saya tidak melakukan apapun pada gadis ini pak" Aditya nampak menjelaskan nya lagi


"Halah sudahlah, ayo kita bawa ke pak RT saja" ucap bapak bertubuh gendut yang baru saja datang


"Pak, ini ga seperti yang kalian liat" Kiara coba menjelaskan dengan suara lirih


"Sudah gaperlu banyak bicara"


Warga menyeret kedua nya kerumah RT setempat.


"Sudah tenang, saya akan menjelaskan nya dengan sejelas jelasnya" ucap Pria itu menenangkan Kiara


"Kak, kaka mau kemana? kalian mau bawa kaka kemana"


"Kaka mu harus kami bawa!"