Kiara

Kiara
32.



Pagi ini arsen terlihat santai dengan memakai celana selutut dan kaos putih berlogo kuda,di temani sang sekretaris pedro dia memasuki area restoran.tadi malam pedro memberitahunya jika jadwalnya hari ini bermain golf bersama para pemegang saham.


Kacamata hitam yang menempel di hidungnya menambah aura ketampanannya. arsen sengaja ingin menikmati sarapannya di restoran,karena ia ingin melihat sendiri bagaimana suasana restoran di saat pagi hari.


Arsen memilih tempat duduk di ruang publik daripada harus diruang privat.para pelayan yang terlihat sibuk hilir mudik membuat arsen harus menambah karyawan freelance di jam-jam tertentu.dan segera pedro memasukkannya ke dalam agenda kerjanya.


Keberadaan desta di sana membuat senyumnya merekah,dengan segera dia memutar memilih bergabung dengan sepupunya.dengan santai arsen menarik kursi di depan desta,membuat desta yang sedang menyesap kopinya mendongak.


"Ah ngapain lo duduk di sini..ganggu mood gue aja" sergah desta yang merasa terganggu.


"Temenin orang jomblo ..kasian sendirian" jawab arsen menggerakkan tangannya tersenyum penuh arti.


"Gak butuh ! pergi sana..eh eh lo juga ngapain ikut duduk di sini" desta mengusir arsen dan pedro yang duduk santai di samping arsen.


Namun keduanya malah mengabaikan desta, hingga desta memilih mengalah dan membiarkan mereka bergabung dengannya.


Di sisi lain yang hanya berjarak beberapa meja,ketiga orang gadis yang sedang menikmati sarapannya, tampak masih asyik dengan hal rumpiannya terutama ayesha yang merasa enggan meninggalkan tempat itu dengan alasan bagus untuk kesehatan mata,dengan menunjuk beberapa meja yang terisi pria-pria tampan.


"Guys ! liat deh ternyata pak desta lagi nunggu temennya..ya ampuun !! ganteng-ganteng banget sih temennya..bule lagi !" seru ayesha heboh sambil menepuk lengan kiara.membuat kiara dan nisa ikut menoleh ke arah yang di tunjuk ayesha.


Sepersekian detik berikutnya mata kiara melebar seketika saat dia mengenali dua orang yang bersama desta.rasa marah,jengkel dan kesal yang tertahan kemarin seperti ingin meluap dan meledak.emosinya sudah memuncak ketika matanya bersitatap dengan arsen namun pria itu malah mengabaikannya.


Kiara merapikan kembali pashminanya yang merosot di bahu,menampakkan ciput ninjanya yang berbahan rajut tebal.wajahnya memerah dengan rahang mengetat dan bibir yang terkatup,dia berdiri dengan gerakan tergesa.sampai membuat nisa dan ayesha heran di buatnya.


"Kia kamu kenapa ? ada apa sih ?" tanya nisa heran melihat kiara yang tiba-tiba berdiri sambil menghela napas kasar.


"Iya lo kenapa sih ?" tanya ayesha yang penasaran.


Tanpa pamit dan permisi kiara mendatangi meja arsen.setibanya di sana kiara langsung meletakkan kedua telapak tangannya di sisi meja mencengkram kuat,menatap arsen yang sedang memasukkan potongan sandwichnya ke dalam mulut.


Tindakan kiara membuat nisa dan ayesha kaget secara dengan beraninya dia mendatangi bos besarnya dan menatap tajam ke arah rekan bossnya.


"Mbak..gimana nih..! duuh,ada-ada aje lo kia..kenape ngedadak gini " racau ayesha cemas.


"Gak tau ! aku juga bingung..! kita tunggu di sini dulu deh..kita liat dulu, kalau sekiranya gawat baru kita tarik tuh anak,yes " ucap nisa sedikit gugup.


Kedatangan kiara yang tiba-tiba membuat pedro dan desta terkejut.keadaan merekapun menjadi canggung dan serba salah.


"Jadi gini cara kamu ? aku udah berusaha minta maaf,aku juga berusaha untuk pahami kamu,aku gak tau salah aku apa ? " cecar kiara cepat dengan napas maraton.


"Dari sekian banyak telepon aku dan pesan aku bahkan mail voice yang aku kirim cuma kamu jawab ya..satu kata ya..kamu gak tau gimana perasaan aku..kamu gak tau kan rasanya nunggu balasan.."kiara menarik napas lelah dan dia merasa matanya mulai basah.arsen menggeser kursinya dan berdiri di hadapan kiara yang menegakkan tubuhnya mendongak menatap mata arsen dengan mata yang sudah menggenang.


"Kalau memang aku punya salah tolong bilang mas..aku gak suka kaya gini..apapun pernikahan ini intinya kita menikah..setidaknya hargai pernikahan itu sendiri..kalau kamu sudah tidak suka dengan ini..kita akhi.." sebuah tarikan yang membawa dirinya masuk ke dalam pelukan menghentikan ucapannya.


Tubuh kiara menegang dan kaku,usapan lembut pada punggungnya justru semakin membuat tangisnya pecah.kiara semakin membenamkan kepalanya dalam pelukan erat arsen untuk meredam isak tangisnya.kecupan ringan berkali-kali di atas kepalanya membuatnya luluh.perlahan tangisnya mereda diapun meregangkan sedikit pelukannya namun masih dalam kungkungan arsen.


Kiara mendongak menatap arsen dengan mata sembabnya.arsen tersenyum " maaf kan aku" dengan gerakkan bibirnya dan mengecup kening kiara.


"Sial,udah sana pergi..! bikin ngiri aja lo..mending buka kamar sono !" suara desta menginterupsi.kiara yang mulai menyadari posisinya saat ini benar-benar merasa malu.apalagi tadi dia sedang makan bersama dua sahabatnya.kini dirinya dan arsen menjadi pusat perhatian pengunjung resto.


Arsen menarik tangan kiara membawanya pergi meninggalkan tempat itu.Nisa dan ayesha yang melihat itu merasa panik seketika mereka berdiri hendak mengikuti kiara.namun langkahnya terhenti ketika melihat kepala sang boss besar menggeleng pada mereka.nisa dan ayesha saling pandang, apa yang harus mereka lakukan sekarang.