Kiara

Kiara
25. Dua puluh lima



Assalamualaikum semua balik lagi bersama author selamat membaca jangan lupa vote sama likenya yah😊 karena itu berharga bagi aku。◕‿◕。.


Oke lanjut part 25......


Hingga saat ini jam sudah menunjukkan pukul 01;00 dini hari, seorang gadis yang tergeletak di lantai masih memejamkan matanya.


Hingga tiba-tiba gadis itu terlihat gelisah dalam tidurnya,dengan keringat bercucuran di dahinya.


Yap dia sedang bermimpi, dan kemungkinan mimpinya mimpi buruk.


Dalam mimpi Kia...


"Ayah hiks hiks buka pintunya Kia takut."Isak gadis kecil diruangan yang gelap.


Duarr!!


Duar!!


Suara petir menyambar,dan hujan yang sangat deras.


"Bunda maafin Kia,tolongin Kia bunda."mohon gadis kecil itu.


Yap gadis kecil itu adalah Kia.


Duar!!


Duar!!


"Aaaaaaa"teriak Kia kecil menutup telinga nya menggunakan kedua tangannya.


Kia langsung terbangun dari mimpinya Dengan nafas memburu,dan keringat bercucuran di dahinya.


Kia melihat sekeliling,gelap, hanya itu lah yang dapat Kia lihat,Kia yang melihat itu menggigit kuku jarinya Dengan gemetar.


Hingga Kia merasa kepalanya sakit, sangat sakit sekali, sakit nya tidak seperti biasanya,ini lebih menyakitkan dan menyiksanya.


Kia menuju kepalanya yang terasa sakit seperti di tusuk oleh ribuan jarum yang menancap di kepalaku.


"Ini kenapa sakit sekali."ucap Kia memukul mukul kepalanya menggunakan tangan nya.


Bukannya mereda rasa sakit kepalanya semakin menyiksanya,di tambah lagi darah yang keluar melalui hidung nya.


"Hiks, darah sialan kenapa kau keluar,ini menyiksaku hiks."Isak Kia.


Setelah mengucapkan itu Kia langsung tak sadarkan diri dengan keadaan yang kacau.


Hingga detik berganti menit, menit berganti jam tak terasa hari sudah pagi,semua orang melakukan aktivitas nya seperti biasa.


Berbeda dengan seorang gadis yang tergeletak di lantai dengan mata terpejam.


Namun karena cahaya yang masuk melalui celah jendela mengusik tidurnya.


Kia terbangun dan duduk bersandar pada pintu.


Ia melihat hari sudah hampir siang,Kia beranjak dari duduknya,dan mencoba untuk membuka pintu gudang itu,dan ternyata pintunya bisa terbuka.


Yang membuat Kia bersyukur pintunya bisa terbuka.


Flash back..


Tadi pagi saat sarapan pagi,Kenzo melihat ayahnya yang sedang terburu-buru dan melihat bundanya sedang sibuk mengurus keperluan ayahnya.


"Bun, ayah berangkat ke kantor dulu, jangan capek capek di rumah."ucap ayah Daniel mengecup kening Bunda.


Bunda mengangguk dan mencium tangan ayah.


"Boy,ayah pergi duluan ya,kau habiskan sarapan mu."ucap ayah Daniel menepuk pundak Kenzo.


Kenzo hanya menggangguk membalas ucapan ayahnya.


"Ken, Bunda kedepan dulu ya mengantar ayah, habiskan sarapan mu sayang."ucap Bunda sebelum pergi mengantarkan ayahnya.


Kenzo hanya mengangguk mengiyakan ucapan bundanya.


Namun pandangan Kenzo tiba-tiba berpusat pada kunci yang ada di meja makan tempat ayahnya tadi.


"Kunci apa itu."ucap Kenzo dalam hati.


Kenzo beranjak dari tempat duduk nya mengambil kunci tersebut,dan meneliti kunci itu.


"Ini kan kunci gudang,kenapa ayah bisa membawanya ke meja makan?" Gumam Kenzo.


Tiba-tiba Kenzo berlari menuju gudang,dan membuka pintu gudang itu menggunakan Kunci tadi.


Setelah terbuka Kenzo kembali ke meja makan.


Flash back end...


Saat ini Kia berada di dalam kamar nya,Kia duduk termenung memikirkan bagaimana kondisi Dara saat ini? apakah ia sudah sadar?atau belum?.


Kia memutuskan untuk membersihkan kan dirinya,dan turun kebawah untuk makan, karena perutnya sudah demo minta di isi.


Skip selesai mandi.


Kia berjalan menuruni tangga pelan-pelan,dia melihat sekeliling rumah nya,sepi hanya itu yang Kia lihat.


Sesampainya di meja makan Kia mengambil selembar roti tawar,saat akan mengoleskan selai coklat di roti nya tiba-tiba suara seseorang menghentikan kegiatan nya.


"Ngapain kamu?"tanya seseorang tersebut.


"Hehe Kia mau makan rotinya Bun."jawab Kia cengengesan.


Yap, suara seseorang itu adalah bunda.


"Letakan kembali, rotinya hanya tinggal itu,dan tidak ada lagi di dapur."perintah bunda.


"Bun,tapi Kia lapar boleh ya."ucap Kia memelas.


"Gak ada,gak ada,itu tinggal untuk Tiara."ucap bunda.


"Kan rotinya masih ada sisa beberapa lembar lagi Bun." Balas Kia.


"Saya bilang enggak,ya enggak, lagi pula kamu masih di hukum sama suami saya."ucap Bunda.


Kia terdiam mendengar ucapan dari snag Bunda.


"Yaudah deh,gak papa Kia gak terlalu lapar kok."ucap Kia akhirnya, setelah itu pergi keluar dari rumah.


Omongannya tak sesuai dengan faktanya, padahal ia sudah sangat lapar karena tidak makan dari kemarin, tadi ia berencana untuk makan roti hanya untuk mengganjal perutnya yang kosong.


..................


Kia berjalan menuju warung sembako dekat rumah nya, sesampainya di warung......


"Bu, apakah ada roti yang seperti biasanya?"tanya Kia pada pemilik warung.


"Oh ada neng, tunggu sebentar."ucap si pemilik warung tersebut.


Tak berselang lama pemilik warung tersebut datang membawa satu keranjang kue.


"Ini neng kuenya."ucap pemilik warung tersebut.


"Iya bu,terima kasih." Balas Kia.


Kia mengambil salah satu roti dari keranjang kue tersebut,dan mengambil satu AQ*A gelas.


Setelah itu Kia langsung membayarnya pada pemilik warung.


"Ini Bu uangnya."ucap Kia menyerahkan uang dua ribu,dan seribu.


"Iya neng, makasih."balas sang pemilik warung.


Setelah itu Kia pergi menuju taman yang biasa ia kunjungi, kebetulan tidak jauh dari rumah nya.


Sesampainya di taman Kia mencari tempat duduk yang kosong.


Setelah mendapatkannya Kia duduk Dengan nyaman untuk menikmati sarapan nya yang tertunda.


Kia memakan rotinya dengan hikmad,dan menikmati suasana pagi hari ditaman.


Setelah selesai makan Kia beranjak dari tempat duduk nya,saat ini dia akan berkunjung ke rumah sakit untuk melihat dara.


Sesampainya di rumah sakit....


Kia berjalan menuju ruangan Dara,saat akan memasuki ruangan Dara Kia mendengar suara.....


Lanjut part 26....


Assalamualaikum makasih ya udah baca jangan lupa follow Sama votenya ya


Kalau ada salah kata mohon maaf,dan tolong di beritahu di komen ya☺️.


Maaf ketikannya belum serapih yang kalian inginkan,tapi author bakal berusaha untuk merapikan tulisan author:)


Buat yang penasaran suara apa yang Kia dengar dari ruangan Dara.


Lanjut di part 26 yah☺️。◕‿◕。