
Iringan mobil bus pariwisata memasuki sebuah kawasan resort and hotel tempat di adakannya suatu acara besar sebuah perusahaan.kesibukan tampak terlihat dari para pekerja tempat tersebut untuk menyambut para tamu yang datang secara rombongan.
Kiara akhirnya mengikuti acara ini ketika dari sekian banyak panggilan,pesan dan mail voice yang dia kirim hanya di balas satu kalimat dari arsen yang berisi kata 'ya'.
Meski dia sempat bingung untuk menyimpulkan maksud dari kata ya yang di kirim arsen,akhirnya dengan rasa kesal dan gemas atas sikap arsen maka dia memilih ikut serta pada acara kantor.
Kiara tak menyangka dia bisa satu bus dengan ayesha dan nisa yang pada akhirnya mereka menjadi akrab,meski awalnya tidak satu bangku beruntung teman-teman satu bangkunya mau bertukar tempat dengan mereka.
Perjalanan panjang membuat mereka lelah dan tertidur.hingga tanpa terasa bus mereka telah tiba di tujuan.mereka menuruni bus membawa tas perlengkapan mereka.
"Aduh ! leher gue kaku banget kaya kanebo nih " ujar ayesha sambil melakukan stretching setelah turun dari bus.
"Wajarlah kalo badan pada pegel perjalanan hampir 13 jam..berangkat dari kantor jam 8 pagi sekarang udah jam 9 malam kan" sahut nisa sambil berkacak pinggang menggerakkanya kiri dan kanan.
Kiara hanya menggeleng kecil dan tersenyum melihat tingkah teman-temannya.dia mengambil tas ranselnya yang tergeletak di aspal lalu membawanya di punggung sedangkan tangannya menarik koper kecil.
Awalnya nisa dan ayesha sangat penasaran mengapa dia membawa ransel dan koper kecil.setelah di jelaskan barulah mereka mengerti jika pakaiannya dari ujung kepala sampai kaki itu sangat banyak.seperti bagian kepala saja dia harus membawa ciput,pashmina dan hijab yang akan di pakai acara resmi dan jumlahnya lebih dari satu.lalu bagaimana dengan bagian tubuhnya.
Kiara menatap bangunan di hadapannya yang terlihat megah dan indah walau malam hari sekalipun.
"Gila hotelnya bagus banget gak nyesel pindah ke pusat kalau tiap tahun ngerasain tidur di hotel kaya gini mah" ujar ayesha secara spontan saking senangnya.
Nisa dan kiara menoleh bersamaan mungkin mereka pun berpikir sama juga, namun hanya di tunjukkan dengan senyum salah tingkah dengan keadaan sekitar.
"Ups sorry..saking senengnya maklum waktu di kantor cabang cuma acara makan-makan doank tiap ulangtahun mah" ujar ayesha cuek sambil berjalan santai menuju hotel tanpa dia ketahui ada sepasang telinga yang mendengar celetukannya.
Udara menjelang pagi kian terasa dingin menusuk hingga menembus kamar yang di tempati ketiga gadis itu.ayesha menggeliat menarik selimut yang tersingkap untuk menghalau udara dingin.sementara nisa tangannya meraba nakas mencari remote AC untuk mengatur suhunya.
Dengan malas nisa bangun dari tidurnya karena apa yang dia cari tidak dapat di temukan.nisa tersenyum geli melihat posisi tidur ayesha yang kacau bantal guling jatuh,selimut tersingkap dan jangan lupakan mulut yang menganga.dia menoleh ke arah di mana kiara tidur namun tidak di temukan kiara disana.
Tak lama kemudian muncul kiara dari kamar mandi dan dia merasa terkejut melihat nisa yang terduduk tegak menghadap ke arahnya.
"Astaghfirullah..kamu ngagetin banget " ucap kiara sembari mengelus dadanya.
"Udah kebiasaan jam segini pasti bangun..kamu tidur lagi aja aku mau sholat malam dulu sekalian tadarusan bentar..sebelumnya maaf kalau nanti ganggu tapi janji suaranya bakal di kecilin kok" senyum kiara.
"Oh..ya udah santai ja sih,ki.malah aku jd yang ga enak nih" ringis nisa sembari merebahkan kembali tubuhnya.
Tadi malam kiara terbangun jam setengah empat pagi ,dia merasa tidak mengantuk daripada bengong dia memutuskan sholat malam di lanjut dengan tadarus sampai waktu subuh. namun matanya tak kunjung mengantuk akhirnya dia melanjutkan kembali lantunan ayat sucinya hingga tanpa terasa matahari mulai menyeruak masuk dari sela gorden.
Ketiga gadis itu memutuskan untuk jogging dan lari pagi,mereka menyusuri jalan setapak trek khusus jogging sambil menikmati keindahan alam wisata ini.
Keceriaan tampak di wajah mereka dan tawa canda serta gurauan tak luput dari bibir cantik mereka.
"Gila bener-bener bagus banget,seandainya gue merit gak usah bulan madu jauh-jauh cukup di sini aja juga udah indah banget buat gue mah" ujar ayesha takjub mengagumi keindahan alamnya.
"Bener banget yes..ngapain buang-buang duit ke luar negeri kalau di sini juga gak kalah indah" timpal nisa sambil membuka tutup botol air mineralnya.
"Kalian berdua emang pelit !!" celetuk kiara.
"Haa..kok bisa di bilang pelit" protes ayesha di angguki oleh nisa yang memajukan bibirnya.
"Iyalah..biaya bulan madu kan dari pihak laki-laki buat menyenangkan perempuan kalau kalian nolak dengan alasan sayang buang-buang duit.gimana nanti rumah tangga setiap ada mau beli barang wah dikit di bilang sayang juga padahal tuh barang perlu." jelas kiara.
"Itu mah beda sesuai kebutuhan lah"bantah nisa.
"Bulan madu juga sesuai kebutuhan jika mampu judulnya..emang kalian mau malam pertama kalian tidak berkesan jadi kalau suami kalian mampu ngajak kalian honeymoon ke luar negeri jangan sok nolak dengan alasan buang-buang duit.terima aja dengan senang hati.bijaklah berpikir..betul kan" ucap kiara santai.
"Betul !! hahahaha" nisa dan ayesha menjawab serempak dan tertawa.
"Ehh..udah siang nih..mau jam 8 kita sarapan dulu yuk" ajak kiara.
Mereka pun melanjutkan kembali dengan jalan memutar menuju restoran untuk sarapan pagi mereka yang hampir terlambat.