
Ting tong ting tong
Suara bel menghentikan arsen dari kegiatan rutinitasnya.dia mengambil handuk kecil yang di letakkannya di atas meja di taman belakang.arsen melangkah masuk ke dalam dapur membuka lemari es dan menegak airnya langsung dari botol kemudian meletakkannya kembali.
Sembari melap tubuhnya yang basah berkeringat arsen berjalan menuju pintu yang sedari tadi tidak sabar memencet bel.matanya melebar ketika dia membuka pintu dan melihat siapa yang datang,kiara berdiri sambil di papah oleh kedua sahabatnya.bahkan nisa dan ayesha pun terpaku saat pintu itu di buka oleh seseorang.
Dengan segera arsen mengambil alih kiara dengan membopongnya,mengabaikan sikap patung dua orang perempuan yang masih tidak sadar pada tempatnya.arsen mendudukkan kiara di sofa ruang tamu secara perlahan dan hati-hati.
Kiara tersenyum lembut ketika arsen menempatkan dirinya di sofa dan dia pun mengatur posisi duduknya agar lebih nyaman.
"Terima kasih kak..tapi kakak kenapa gak pake kaos,kebiasaan deh demen banget telanjang dada sih..cepet pake baju deh..gak enak tuh sama mereka..eh,mana mereka.."ucap kiara panjang lebar dan baru menyadari jika kedua sahabatnya tidak ada.
"Mungkin mereka masih di depan" jawab arsen dengan gerakan tangannya "biar aku lihat dulu" lanjutnya lagi.
"Jangaan !! ma..maksudku biar aku aja..kakak mending pake baju dulu deh" ucap kiara mencegah arsen untuk menemui sahabatnya dan arsen hanya mengusap kepala kiara yang terbalut hijab sambil berlalu.
Sementara di depan pintu nisa dan ayesha masih berdiri di depan pintu nyawa mereka seakan keluar dari raganya.
"Mbak ini masih di dunia kan ?" yesha bertanya dengan ekpresi setengah sadar.
"Kayanya kita udah di surga deh yes" jawab nisa tak jauh berbeda.
"Ho-oh mbak bagus banget pemandangannya"
"Hem gak pengin ngedip nih mata takut ilang yang bagusnya"
"Mbaak nisaa..ayeshaa !! masuk sih ngapain diri depan pintu " kiara setengah berteriak memanggil sahabatnya.
Nisa dan ayesha yang mendengar teriakan kiara segera tersadar dan mereka saling tatap lalu tertawa menyadari kekonyolan tingkah mereka.
Kiara melihat keduanya masuk sambil senyum-senyum dan tertawa,entah apa yang mereka anggap lucu.kiara tak mau ambil pusing dan mengabaikan sikap mereka.
"Kia kayaknya aku langsung pulang aja ya" ucap nisa yang langsung duduk di sofa single.
"Iih mbak entar aja napa..kan kita baru nyampe,masih pengen liat sorga lagi gak" ucap ayesha menggoda sambil mengedip ke arah nisa.
"Ahh itu mah kamu kali yes" balas nisa sembari melempar bantal sofa ke arah ayesha.
Kiara mengerutkan keningnya melihat kelakuan absurd sahabatnya.
"Sorgaa ? kalian ngomong apaan sih"
"Ekhem..tau tuh si ayesha asal ngomong aja"
"Yee..emang bener kok kita tadi berasa kaya lagi ada di sooorrr..gaa iyaaa kan mbaak" ucap ayesha yang tiba-tiba mendadak kaku dengan tatapan mengarah ke anak tangga membuat kiara dan nisa mengikuti arah pandang ayesha.
Arsen menuruni tangga santai dengan kaos yang tersampir di bahunya,masih dalam keadaan bertelanjang dada.tadi dia sudah masuk kamar mandi namun dia ingat jika ponselnya masih tertinggal di meja taman belakang.
Sampai arsen kembali lagi menuju arah tangga dia masih melihat ketiga wanita itu seperti patung.namun dia hanya mengabaikannya dan mengendikkan bahunya acuh.hingga langkahnya terhenti di pertengahan anak tangga karena teriakan seseorang yang dia sangat kenali.
"KAKAAK PAKE BAJUNYA !!" teriak kiara pada arsen ketika dirinya mulai tersadar.
Teriakan kiara akhirnya menyadarkan nisa dan ayesha juga.ketiganya melihat arsen yang berlalu malah sengaja memamerkan otot-otot lengannya dan punggungnya dari belakang.
"Wooww !!!" ucap nisa dan ayesha serempak.
Beberapa lama kemudian setelah urusannya selesai,arsen kembali menemui kiara namun kali ini tampak hanya ada kiara saja.entah kemana dua orang perempuan itu,diapun tidak memperdulikannya.arsen merasa heran melihat kiara yang menatapnya sebal.kemudian dia mengambil duduk di samping kiara dan membawa tubuh gadis itu masuk dalam pelukannya.
"Ada apa ?" tanya arsen mengangkat dagu kiara untuk melihat ke arahnya,karena dia merasa kiara sedang marah padanya.
"Pikir aja sendiri" kiara menepis tangan arsen dan mendorong dadanya agar sedikit menjauh.kiara kesal arsen telah bertingkah konyol di hadapan kedua sahabatnya,di tambah dengan sikap kedua sahabatnya yang sama konyolnya membuat dia hanya bisa menepuk jidat.untungnya mereka tidak lama dan langsung pulang jadi tidak menambah rasa kesalnya.
Arsen nampak bingung dengan sikap kiara yang tiba-tiba marah padanya.
"Kenapa ?" arsen mendekat lagi dan kian erat memeluk kiara.
"Kakak tuh nyebelin ya..ngapain coba pake pamer badan kaya gitu..lagian kan aku udah suruh kakak pake ba.." ucapan kiara terhenti karena arsen menjawil bibirnya dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.
"Maaf..tapi bukan itu yang aku maksud..aku bertanya padamu ada apa denganmu..apa yang terjadi sampai kamu di bantu berdiri sama mereka" arsen menatap kiara serius dan menanyakan yang terjadi pada kiara dengan gerakan tangannya.
"O..oh ini..tadi siang aku kecelakaan tapi udah gak apa-apa kok..hehe" ucap kiara sambil tertawa agar arsen tidak terlalu cemas.
"kecelakaan ?" gumam arsen namun masih bisa di dengar telinga kiara.
"Hem..mungkin aku lagi apes aja kak..padahal saat itu lampu merah tapi masih ada aja orang yang suka nerobos gitu..untung aja ada orang yang bantu aku,dia narik aku tepat waktu jadi cuma lecet doang..coba kalo dia telat mungkin aku udah jadi korban tabrak lari kali..kondisi aku bisa jadi lebih parah atau mungkin juga aku udah mati..hempp"
Arsen langsung mencium bibir kiara dia tidak suka ketika kiara menyebut kalimat itu.
"Jangan ucapkan itu lagi" ucap arsen melepas tautan bibirnya dan membelainya lembut.kiara tersenyum dan mengangguk lalu arsen semakin membawa kiara masuk dalam dekapannya.
Arsen yakin ini bukanlah kecelakaan biasa dia harus bertemu pedro untuk memastikannya dan memberinya sedikit hadiah atas kelalaiannya menjaga kiara.
"Tapi tunggu..berarti kakak tadi gak merasa bersalah udah pamer badan di depan teman-temanku gitu " kiara bergerak di dalam dekapan arsen dia menatap mata arsen tajam.
Arsen menghela napas dia melonggarkan pelukannya lalu menggelengkan kepalanya.
"Bukankah kamu dan mereka juga menikmatinya" arsen menggoda kiara yang tampak kesal.
"Iih apaan sih kakak konyol tau gak..norak" kiara memajukan bibirnya,dia benar-benar kesal dengan jawaban arsen.
Arsen semakin gencar menggoda kiara.untuk saat ini dia akan melupakan sejenak dan membiarkan orang-orang itu melewati hari ini.dia akan membuat perhitungan dengan menghitung berapa banyak luka yang kiara dapat dan seberapa parah luka itu.
Dia tidak akan melepaskan mereka yang telah berani menyakiti kiaranya.