
Kiara memandang dari jauh keberadaan dua orang laki-laki yang sedang duduk berhadapan. saat ini dirinya sedang berada di balik counter bersama dua orang karyawannya. kiara memutuskan untuk ikut turun tangan langsung sekaligus ingin mengawasi dua orang laki-laki yang kini sedang saling menatap garang menunjukkan kekuatannya masing-masing.
Tadi pagi setelah kedatangan arsen yang secara tiba-tiba di flatnya dan berbicara panjang lebar dari hati ke hati. sebelumnya kiara ingin meliburkan diri namun ponselnya berdering dari salah seorang karyawannya yang mengharuskan dia datang ke toko, di tambah arash yang tidak mau lepas darinya karena keberadaan orang asing bagi arash yang kini berada di rumahnya.
Arsen memutuskan mengantar kiara ke toko karena kiara memberitahunya, jika karyawannya bilang pemilik toko yang di sewa kiara datang untuk menagih uang sewa yang sudah jatuh tempo. seperti biasa kiara harus menerima kenaikan harga tiap tahunnya. namun kali ini kiara tampak terkejut karena kenaikan sewa tahun ini 3 kali lipat dari tahun kemarin, dan hal itu membuatnya harus turun tangan membantu kiara. dan akhirnya arsenpun membeli toko itu dengan harga yang fantastis.
Belum lagi jantungnya berdetak normal, kiara melihat kedatangan arkhan yang memasuki toko tanpa sempat mengalihkan pandangan arsen yang juga melihatnya. sudah dia duga reaksi arkhan akan sama seperti karyawannya, yang terkejut dan bertanya-tanya tentang sosok arsen namun yang membedakannya arkhan sudah mengetahui siapa arsen sebenarnya.
Dan saat ini kedua laki-laki itu duduk berhadapan dengan aura yang menegangkan bahkan kiara pun memilih untuk menghindar dan mengawasinya dari kejauhan. sementara itu arash sudah di antar rani berangkat sekolah begitu dia baru tiba di toko tadi.
Entah apa yang di bicarakan kedua laki-laki itu, kiara seolah tak perduli dia hanya perlu mengawasi saja takut tiba-tiba salah satu di antaranya tersulut emosi. kiara menata kembali kue-kue yang berada di dalam etalase, menyusun rapi agar terlihat cantik.
Tak lama kemudian lonceng pintu toko berbunyi menandakan seseorang membuka pintu tersebut. kiara menghentikan gerakannya yang sedang menata kue. dia menoleh ke arah pintu dan alangkah terkejutnya dia ketika mengetahui sosok yang datang ke tokonya lalu menyapanya. mulutnya tak mampu berkata-kata, kiara memandang sosok itu tak percaya.
"Selamat siang non kiara ! senang berjumpa lagi dengan anda nyonya boss !" sapa sosok itu yang ternyata lingga yang datang bersama cathy untuk membujuk kiara mengenai kerjasama yang belum ada kesepakatan.
Cathy merasa bingung dan heran melihat tingkah lingga yang terkesan hangat dan ramah pada wanita si pemilik toko. terlebih panggilannya yang menyebut kiara dengan kalimat 'nyonya boss' membuat cathy berpikir yang tidak-tidak. mungkinkah lingga bermaksud untuk menjodohkan wanita itu dengan bossnya.
"Ahh, lingga sialan!! bukan perempuan ini yang bakal jadi nyonya boss tapi gue kali" rutuk cathy dalam hati sambil memicing pada kiara yang sedang nampak terkejut dan sulit berkata-kata.
"Mmm...ma..mas ling..Mas linggaaa..MAS LINGGAAA !!" racau kiara yang tiba-tiba histeris mengucap nama lingga membuat kedua laki-laki yang duduk berhadapan dengan cepat berlari ke arah kiara. sementara itu cathy dan para karyawannya nampak bingung dengan situasi ini.
Kiara berjalan cepat ke arah lingga menghiraukan keberadaan arkhan dan arsen, dia memeluk lingga erat membuat tubuh lingga seketika mematung dan aliran darahnya seolah berhenti tatkala pandangannya tertuju pada 2 laki-laki yang menatapnya serasa ingin membunuhnya.
Entah apa yang di rasuki kiara arsen tak habis pikir mengapa istrinya bisa berbuat seperti itu seolah melupakan hal yang bukan muhrim. sementara dengannya ketika pertama kali bertemu di kantor kiara tak seantusias ini. arsen menatap tajam pada lingga untuk melepaskan kiara dari pelukannya meski dia tahu itu hanya pelukan sepihak.
Pemandangan di hadapannya mampu membuatnya tercengang, itu di karenakan sikap kiara yang sedang memeluk erat seorang laki-laki. entah apa hubungan laki-laki itu dengan kiara sampai kiara mampu melakukan kontak fisik yang begitu hangat. sedangkan dengannya untuk berpegangan tangan atau menyentuh sebagai bentuk salamanpun tidak pernah kiara lakukan. arkhan menatap tidak suka pada laki-laki itu, dia benar-benar tidak menyukai kondisi ini. di tatapnya laki-laki itu dengan tajam seolah ingin menghabisinya.
"Non...non kiara..! maaf, sebaiknya anda lepaskan saya kalau anda ingin saya selamat kali ini" ucap lingga setengah berbisik sambil menatap canggung pada arsen dan arkhan dengan tubuh yang tak bergerak sama sekali.
Kiara berbalik menghadap arsen dan arkhan yang sedang melihat ke arahnya dengan tajam. kiara merasa malu dengan tingkahnya sendiri.
"Maaf !" entah mengapa hanya kalimat itu yang keluar dari mulutnya dan dia sendiripun tidak tahu kata maaf itu dia tujukan pada siapa.
"Eh, ngapain pada kumpul balik kerja lagi sana !" teriakan jill dengan bahasa yang kaku mampu sedikit memcairkan suasana.
"Ra, sepertinya kamu berhutang penjelasan sama aku" ucap arkhan dengan tangan terlipat di dada dan alis yang terangkat sebelah.
"Seharusnya kamu tidak lakukan itu." ucap arsen dingin dengan tangannya yang berada di dalam saku celana.
Kiara meneguk salivanya entah mengapa dia merasa terintimidasi dengan aura kedua laki-laki ini. kiara memandang bergantian pada dua sosok itu kini dia merasa konyol di hadapan mereka.
"Boss..maaf !" tiba-tiba lingga menghampiri arsen dan membisikkan sesuatu di telinga arsen. kiara tahu apa yang di lakukan lingga hanyalah sebuah pengalihan.
"Oh maaf..nona cathy lama berdiri..maaf kan atas situasi ini, itu karena saya terlalu terharu..silakan nona cathy" kiara mengalihkan keadaan pada sosok perempuan yang datang bersama lingga. kiara mengajak cathy untuk duduk di kursi yang sedikit jauh dari mereka sekaligus dia juga ingin menghindar dari arsen dan arkhan.
Arsen memperhatikan kiara dan cathy yang berlalu di hadapannya. dia tahu lingga melakukan ini untuk membuat kiara lepas dari kecanggungan ini. bodohnya dia baru menyadari jika kiara merasa tak nyaman dengan situasi ini setelah dia di beritahu oleh lingga di telinganya.
Kepergian kiara bersama gadis yang bernama cathy tak dapat dia cegah. arkhan tahu kiara ingin menghindarinya mungkin saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk meminta penjelasan. dia akan datang lagi menemui kiara lain waktu. arkhan memutuskan untuk meninggalkan toko kiara tanpa berpamitan pada sang pemilik. dirinya sudah terlalu lelah dengan suasana hatinya yang tak menentu.
"Gue cabut bro !" seru arkhan sambil berlalu dan menepuk pundak arsen dua kali.
Kepergian arkhan dari tokonya masih tertangkap dari ujung matanya. dia merasa sedikit lega setidaknya dia sudah keluar dari situasi yang tidak menyenangkan. tapi entah mengapa ada perasaan tak enak di hatinya saat ini. pandangannya beralih pada arsen dan lingga yang sedang melihat kearahnya. pandangan matanya bersitatap langsung pada arsen yang menatapnya lekat.
Entah apa yang di pikirkan arsen tentang dirinya saat ini. mungkinkah arsen mengira dirinya mempunyai rasa pada arkhan. jika memang itu yang di pikir arsen, entahlah diapun tak tahu mengapa saat ini perasaannya tak enak melihat kepergian arkhan tadi. kiara menepis semua dia hanya meyakini jika itu hanya perasaan sesaat saja.